“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

MY CRITISM

Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Unsplash.com

Salah satu bisnis yang paling banyak diminati dan memiliki pasar yang cukup besar adalah coffee shop. Aktivitas kaum urban yang padat dengan jam kerja yang cukup panjang, membuat kopi menjadi teman setia siapa pun. Selain untuk menahan kantuk, kopi juga membuat otak kita tetap bekerja sampai jam kerja selesai.

Banyaknya coffee shop yang muncul saat ini tentu menjadi saingan tersendiri bagi pelaku bisnisnya. Nggak heran kalau mereka berlomba membuat coffee shop semenarik mungkin agar banyak pelanggan yang datang. Misalnya, membuat coffee shop dengan konsep kedai yang unik, harganya yang bersaing, atau varian kopi unik yang nggak dimiliki oleh coffee shop lainnya.

Untuk kamu yang saat ini sedang merintis usaha coffee shop, nggak ada salahnya untuk melirik sepuluh ide coffee shop yang inspiratif ini. Apa saja?

1. Salah satu kedai kopi ini menyediakan secangkir kopi gratis untuk siapa saja yang mau membersihkan lingkungan pantai di sekitar kedai kopi dari sampah. Cinta lingkungan banget nih!

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

2. Semakin sopan ketika order, maka semakin murah harga yang bisa kamu dapat

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

3. Mau membuka kedai kopi sendiri tapi nggak punya uang lebih untuk sewa toko? Ide yang satu ini bisa kamu terapkan nih! Kamu hanya membutuhkan mobil, apapun jenis dan merknya

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

4. Ampas kopi yang udah nggak bisa dikonsumsi jangan dibuang begitu saja, ya. Kamu bisa menjadikannya kompos, lalu dijual kembali atau membagikannya sebagai souvenir untuk pelanggan coffee shop-mu

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

5. Salah satu alasanmu mengunjungi coffee shop adalah untuk mengisi daya gadget-mu. Dan coffee shop satu ini punya pengisi daya yang unik banget

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

6. Memanfaatkan kayu dan sculpture yang sudah nggak terpakai, kamu bisa menyulapnya menjadi meja panjang penghias kedai kopimu

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

7. Meski susah diminumnya, tapi es kopi dengan bentuk seperti ini bakalan awet kalau kamu membawanya dalam perjalanan yang cukup panjang

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

8. Saat hujan, coffee shop satu ini menyediakan payung untuk dipinjamkan. Nggak takut hilang, mereka menjanjikan kopi gratis untuk siapa saja yang mengembalikan payung ini

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

9. Butuh tambahan susu untuk kopimu? Kamu bisa menambahkannya sendiri sesuai selera dari tempat susu yang unik banget

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com

10. Kalau kedai kopi yang satu ini punya desain gelas yang unik banget

Biar Laris, Ini 10 Ide Kreatif Untuk Kedai Kopimu

Boredpanda.com


Diambil dari : https://www.popbela.com/career/inspiration/niken-ari/marketing-kedai-kopi-yang-kreatif/full

Iklan

Hichki: There are no bad students, only bad teachers

Hichki: There are no bad students, only bad teachers

Hasil gambar untuk ulasan film hichki

Mekanisme penerimaan peserta didik baru tahun 2018/2019 di Indonesia cukup memberi efek kejut. Salah satunya adalah dengan memberikan kuota sebanyak 20% untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin. Kesakralan nilai hasil ujian akhir menjadi berkurang.

Asal membawa bukti berupa surat keterangan tidak mampu, peluang untuk diterima di sekolah “favorit” lumayan besar. Tentu hal ini juga memiliki dampak sistemik dan menimbulkan kekecewaan yang cukup besar terutama di kalangan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah idaman.

Menurut para pakar, dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut diharapkan tidak ada lagi kesenjangan prestasi antar sekolah yang terlalu menonjol. Sekaligus juga menjadi ajang pembuktian kualitas para guru; apakah guru itu benar-benar memiliki kompetensi mengajar yang layak. Beberapa guru harus rela dipindah ke sekolah lain dengan alasan yang sama.

Bicara tentang pendidikan khususnya kualitas guru, saya teringat sebuah film India yang rilis awal tahun 2018 ini dan dibintangi oleh Rani Mukerji. Siapa yang tak tahu Rani Mukerji? Terutama bagi penikmat film India, tentu nama aktris cantik satu ini tidak begitu asing.

Namanya mulai semakin dikenal ketika beradu akting dengan Shah Rukh Khan dan Kajol dalam film Kuch Kuch Hota Hai (1998). Dari film itu pula Rani Mukerji mendapat dua penghargaan, Filmfare dan Zee Cine Awards sebagai Aktris Pendukung Terbaik.

Adalah Hichki judul film teranyar Rani Mukerji itu. Film ini memiliki dua fokus utama yang sama pentingnya. Pertama, penggambaran kondisi dunia pendidikan di sebuah sekolah menengah di sebuah kota pelabuhan di India. Yang kedua, tentang apa itu sindrom Tourette. Singkatnya, sindrom Tourette adalah sindrom berupa ucapan atau gerakan yang te rjadi secara spontan dan berulang-ulang disebabkan kondisi syaraf yang tidak biasa.

Iya, benar sekali. Film ini merupakan adaptasi dari buku Front of The Class karya Brad Cohen dan Lisa Wysocky yang menceritakan perjuangan seorang pengidap sindrom Tourette untuk mendapatkan hak yang sama dalam dunia pendidikan. Baik sebagai siswa maupun sebagai guru. Buku Front of The Class juga pernah difilmkan di Amerika dengan judul yang sama pada tahun 2008.

Dikisahkan di awal film, seorang perempuan bernama Naina Mathur memiliki keinginan menjadi guru sejak kecil. Namun, kendala besarnya adalah sindrom Tourette yang diidapnya. Sindrom itu berupa cegukan yang datang tiba-tiba dan tidak bisa dicegah.

Tersebutlah seorang perempuan yang mati-matian mewujudkan impiannya menjadi guru. Namanya Naina Mathur (Rani Mukerji). Ia adalah penyandang Tourette Syndrome, sebuah sindrom saraf yang menyebabkan seseorang seperti terkena kejutan listrik kepada otak secara mendadak. Akibatnya terdapat tindakan-tindakan tanpa sadar yang dilakukan seperti; cegukan, gerakan kepala tiba-tiba, hingga teriak-teriak tanpa sebab.

Sejak sekolah hingga dewasa perlakuan diskriminatif sering ia terima. Dikucilkan, ditertawakan bahkan dianggap kerasukan sudah tak terhitung jumlahnya. Sekarang, ia ingin jadi guru. Dasar tekad keras itu karena ia pernah diperkenalkan kepada publik oleh gurunya. Gurunya berujar, ”Ini sekolah. Semua datang untuk belajar. Hari ini kamu mengajarkan satu hal kepada kita semua tentang Sindrom Tourette. Mulai sekarang kamu berhak mendapat pendidikan seperti anak lain.”

Penolakan demi penolakan dialaminya dengan alasan bahwa sindrom yang dideritanya akan sangat mengganggu proses belajar mengajar. Keterbatasan itu tidak membuat Naina patah arang. Semangatnya begitu besar untuk menjadi seorang guru. Bahwa kesetaraan hak patut untuk diperjuangkan.

Dengan berbekal gelar sarjana pendidikan dan magister sains, Naina mencoba peruntungannya melamar di sekolah menengah swasta terkemuka bernama St. Notker. Naina berhasil mendapatkan kesempatan itu, untuk menjadi guru di sekolah yang selama dua tahun berturut-turut menjuarai Pekan Sains Nasional di India.

Tentu hal ini membuat Naina bergembira. Ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kepada ayahnya yang menceraikan ibunya sebab tidak kuat menanggung malu karena anaknya memiliki keterbatasan.

Sudah puluhan sekolah ia sambangi. Sampai pada satu titik ia akhirnya diminta bantuan mengajar di sekolah almamaternya, St. Nockers. Ia diminta mengajar satu semester kelas terakhir yakni kelas 9-F. F disini mungkin saja pertanda Failure (gagal). Pasalnya kelas 9-F adalah kelas bantuan untuk masyarakat kelas bawah dalam program pemerintah “Right to Education Act”. Sebutlah seperti tanggung jawab sosial St. Nockers pada lingkungan sekitar. Isinya adalah anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan. Bekerja setelah jam sekolah, kenakalan-kenakalan remaja dan sifat minder pada penghuni sekolah lain adalah keseharian mereka.

Namun, ada tantangan baru yang harus dihadapi Naina. Dia ditugaskan mengampu satu kelas khusus, kelas 9F. Sebuah kelas yang hanya diisi oleh 14 siswa yang terpinggirkan. Iya, semacam kelas buangan bagi para siswa yang dianggap mencemari nama besar St. Notker. Siswa-siswa yang dianggap bodoh, nakal, tidak berguna, semua dikumpulkan di sini. Dan sialnya, tidak ada satu guru pun yang mau memegang kelas underdog ini.

Hari pertama, Naina berusaha menjelaskan apa itu Sindrom Tourette. Banyak yang tertawa. Wajar. Berkali-kali perundungan dialami oleh Naina. Menciptakan suasana kelas yang terbuka dan aspiratif bagi semua adalah yang coba dihadirkan Naina. Kaya akan karakter pada siswa 9-F. Berbeda, alami dan kontekstual. Ada seorang penjudi jalanan, montir bengkel, penjual sayur, dan sebagainya. Kisah ini klop dipadukan dengan kondisi ‘cegukan’ Naina Mathur. Bersama mereka mengalami diskriminasi dan berusaha membuktikan pada dunia kecil mereka apa itu harga diri sesungguhnya. Demi menancapkan status siswa mereka mesti lulus ujian. Naina menargetkan lebih. Mengincar pin kehormatan di sekolah. Ia tahu potensi siswa-siswanya sendiri.  Bagaimana fisika dihadirkan melalui medium olahraga adalah satu contoh.

Seperti jamak ditemui dalam film-film bertema pendidikan lainnya, adanya pemisahan kelas seperti ini adalah sebagai upaya untuk mengidentifikasi tingkat kecerdasan siswa. Bisa saja memang realitanya seperti itu. Sebagaimana yang juga bisa ditemukan dalam sistem pendidikan di Indonesia berupa terciptanya jurang pemisah yang cukup curam antara anak-anak kelas IPS dan IPA. Ada yang mengalami sendiri?

Yang menarik dalam film ini adalah upaya-upaya menyajikan perspektif lain dalam dunia pendidikan dengan gamblang. Sejenak mengingatkan kita pada film 3 Idiots (2009).

Kembali ke Naina, dia bersedia menerima tantangan tersebut dengan lapang dada. Meski pada awal mengajar dia harus menerima kejahilan-kejahilan serta ejekan dari siswa-siswanya akibat sindrom Tourette yang dideritanya. Tanpa kenal menyerah, Naina mencoba menerapkan metode-metode yang sesuai dengan cara belajar dan karakter personal siswa 9F.

“Belajar tidak harus di kelas. Kalian bisa belajar di mana pun dan kapan pun.”

Begitu Naina memotivasi siswa-siswanya. Suatu kali, Naina mengajak mereka belajar di luar kelas. Menata kursi dan papan tulis di halaman sekolah. Lalu mempresensi mereka dengan cara melemparkan telur yang sudah direbus kepada setiap siswa yang dipanggil namanya.

Dengan metode itu, Naina ingin sekaligus menjelaskan berbagai teori dalam Fisika. Naina meyakinkan siswa-siswanya bahwa mereka sebenarnya secara praktik keseharian sudah melakukan pejalaran yang diajarkan di sekolah. Itu pun menunjukkan kalau sebenarnya mereka cerdas.

Melalui film ini, kita juga diajak untuk menyaksikan potret kemiskinan yang masih banyak ditemui di India. Para siswa 9F ini tadinya belajar di sekolah negeri yang lokasinya tidak jauh dari St. Noker.

Berdasarkan peraturan pemerintah tentang hak mengenyam pendidikan, dan agar tetap bisa bersekolah, mereka terpaksa pindah karena sekolah negeri yang lama itu berada di atas tanah sengketa.

Mereka adalah anak-anak yang berasal dari kawasan yang padat penduduk. Yang harus rela mengantre sepanjang 50 meter setiap hari hanya untuk mendapatkan seember air. Jadi, sebenarnya konsentrasi mereka sama sekali bukan untuk sekolah melainkan membantu perekonomian keluarga.

Maka tak heran jika di sekolah, mereka mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan karena tidak bisa fokus mengikuti pelajaran, baik dari siswa yang lain maupun dari pihak sekolah sendiri.

Tapi, yang membuat film ini jadi semakin menarik, kondisi kesenjangan ini justru digambarkan dengan asyik melalui iringan sebuah lagu berjudul Madam Jy Go Easy di pertengahan film. Memang sudah menjadi karakteristik kuat film India dengan selalu konsisten menghadirkan lagu-lagu energik yang mampu memperkuat bangunan emosi dalam film.

Lagu Madam Jy Go Easy berirama riang. Berisi ajakan untuk menikmati dengan santai apa pun dan bagaimanapun kondisi yang sedang terjadi pada diri kita saat ini.

Madam Jy Go Easy, Sab Wi-fi Hum 3G!”  artinya “Santai saja, Bu, mereka wi-fi, kita 3G!”

Penonton pun sejenak diajak untuk larut menikmati lagu itu dan menebak-nebak kejutan apa lagi yang akan muncul. Film besutan Sidarth P. Maholtra ini kembali menghadirkan konflik ketika Naina punya keinginan mengikutsertakan siswa 9F dalam kompetisi Pekan Sains Nasional.

Selama mengajar dan mengamati kehidupan siswa 9F di luar sekolah, Naina semakin yakin bahwa tidak ada siswanya yang bodoh. Yang ada hanyalah guru dan sekolah yang tidak mengetahui potensi mereka.

Pak Wadia selaku wakil kepala sekolah sekaligus tokoh ‘antagonis’—sesungguhnya tidak ada yang benar-benar berperan seabagai tokoh jahat dalam film berlatar dunia pendidikan—memberikan syarat yang cukup sulit. Kelas 9F boleh mengikuti Pekan Sains Nasional asalkan siswanya dinyatakan lulus dalam ujian dan mendapatkan lencana perfect.

Ya, mungkin ini klise, tetapi alur film-film motivasi pendidikan mudah sekali ditebak. Masalah yang muncul selalu bisa diselesaikan dengan penuh kebanggaan. Mimpi-mimpi pun diraih penuh haru dengan sedikit bumbu derai air mata karena emosi yang diaduk-aduk sepanjang film. Semua itu menjadi semakin sempurna dengan dukungan akting Rani Mukerji yang memukau sepanjang film.

Menjadi guru yang berkualitas dengan kondisi fisik yang serba berkekurangan dan terbatas adalah impian Naina. Mungkin tidak hanya Naina. Para guru di belahan bumi mana saja pasti juga menginginkan hal yang serupa. Termasuk para guru di Indonesia.

Menjadi guru yang peka akan kondisi siswa-siswanya, punya kepekaan yang akurat dalam membaca potensi anak didiknya, tajam penglihatan ke depannnya tentu menjadi cita-cita luhur para guru. Di tengah tuntutan penyelesaian administrasi kelas yang ribet dan berbelit dan perubahan kurikulum demi kurikulum yang membingungkan, mereka tetap akan terus berusaha menghasilkan generasi mada depan yang cerdas, sukses, dan berkualitas.

Memangnya sesulit itu, ya, menjadi guru?

“Ada yang lebih sulit dari menjadi guru, yaitu menjadi siswa. Salah belajar, siswa akan mendapat nilai jelek. Salah mengajar, guru tidak akan mendapat nilai jelek karena mengajar itu mudah, belajarlah yang sulit. Tidak ada siswa yang buruk. Yang ada guru yang buruk,pungkas Pak Wadia, si wakil kepala sekolah, saat menutup acara.

“Tak ada murid yang buruk, hanya guru yang buruk”

Preseden tersebut terdengar diskriminatif dan terkesan blaming the victim dalam persoalan pendidikan kita hari-hari ini. Guru sebagai subyek juga sebagai obyek adalah epos tak tuntas soal definisi dan perannya sejak awal kemerdekaan Indonesia. Pada akhirnya guru adalah manusia. Bekal ‘kemanusiaan’ itulah yang mesti dicontohkan kepada para murid. Pada akhirnya menunjukkan bahwa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” mungkin ini istilah yang tepat untuk menyimpulkan intisari dari film ini.


ADA APA DENGAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN???

ADA APA DENGAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN???

Based on true story ex mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian 

Proud By Widiantoko, R. K

Hal-hal yang Cuma Dirasakan oleh Mereka yang Kuliah di Jurusan Teknologi Pangan, Apa Aja Sih?

Jaman dulu,  Nicolas Appert telah menemukan cara membuat makanan kaleng, tanpa menggunakan teknologi. Setelah itu, muncul Louis Pasteuryang mengadakan penelitian, menggunakan teknologi untuk mencegah kerusakan fermentasi anggur akibat mikroba. Nah, penemuan beliau inilah yang dikenal dengan istilah pasteurisasi, yang berhasil membunuh mikroba pada susu melalui pemanasan tanpa banyak merubah sifat susu.

Penemuan tersebut mempelopori semakin banyak metode pengolahan makanan, sehingga teknologi pangan semakin berkembang dan muncullah semakin banyak makanan yang praktis, misalnya susu bubuk, mie instan, teh celup, bubur instan, keripik kentang dan lain sebagainya.

Jurusan Teknologi Pangan beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jurusan yang banyak banget diminati oleh para calon mahasiswa karena melihat peluang di masa depan. Kalau di luar negeri, jurusan ini namanya Food Technology atau Food Tech.

Mungkin awalnya anda akan berpikir kalau jurusan ini selalu berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan konsumsi. Kalau anda masih merasa asing sekali dengan jurusan ini, berikut adalah beberapa hal yang dirasakan oleh para mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Atau mungkin, setelah baca artikel ini bakal bikin anda  tertarik untuk lanjut kuliah di jurusan Teknologi Pangan setelah lulus SMA nanti.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah mahasiswa “Tersesat”

Pada saat anda masuk jurusan ini, anda bakal terus berpikir dan menebak-nebak segala sesuatu tentang jurusan ini. Banyak pertanyaan yang akan muncul, bahkan ada yang mengira kalau ia salah jurusan. Bagi mereka yang kuat iman, mereka bakal terus melangkah dan positif thinking dan tidak sedikit juga dari mereka yang memilih untuk pindah jurusan.

Setelah mengikuti kelas dan mempelajari sedikit demi sedikit, lama kelamaan anda akan memahami sendiri apa itu teknologi pangan. Bersyukurnya kalau anda yang memiliki kakak kelas atau saudara yang juga kebetulan mengambil Teknologi Pangan, setidaknya anda bisa bertanya dan punya gambaran tentang jurusan ini. Mungkin saat anda melihat dan mendengar namanya “Teknologi Pangan” bayangan anda jadi dipenuhi dengan makanan-makanan enak atau semacam kelas tata boga, This is true, but thats wrong imagine.

Kegiatan perkuliahan dipenuhi kegiatan masak memasak ??? Teknologi Pangan itu bakal menghadiahi anda mata kuliah yang merupakan gabungan dari kimia, biologi, matematika, dan fisika. Jadi, di jurusan Teknologi Pangan itu ada mata kuliah Kimia Pangan, Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Mikrobiologi Pangan, sampai pada Evaluasi Nilai Gizi Pangan.

Cuma mahasiswa Teknologi Pangan yang tahu seberapa dahsyat mata kuliah-mata kuliah itu. Belum lagi mereka yang mengira jurusan Teknologi Pangan itu sama dengan Pertanian karena masuk dalam Fakultas Teknologi Pertanian yang persepsinya berkaitan pupuk, mesin traktor ataupun cara mencangkul adalah kesalahan besar karena saya sendiri selama kuliah tidak pernah menginjakan sejengkal jari kakipun di sawah.  Meski terkadang banyak orang disekitar yang masih belum tahu tentang jurusan ini dan suka salah paham, pada akhirnya andapun dengan sabar menjelaskan apa itu Teknologi Pangan yang ternyata lebih dahsyat dari sekadar urusan makan-memakan, masak-memasak atau bercocok tanam.

Di tahun pertama, kamu akan belajar dari dasar, mulai dari fisika, biologi, kimia, dan teknik. Dengan dasar tersebut kamu akan bisa memahami setiap ruang lingkup ilmu teknologi pangan. Setelah itu, kamu akan masuk ke mata kuliah yang lebih khusus, misalnya ilmu bioteknologi, yaitu cabang ilmu biologi yang belajar bagaimana menggunakan organisme, sistem atau proses biologi untuk menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi. Misalnya, bagaimana caranya supaya pempek ikan bisa diolah menjadi frozen food dan bisa dijual di supermarket atau diekspor dengan masa kadarluwarsa lebih panjang. Atau misalnya di pabrik keripik pisang, bagaimana caranya membeli ratusan ton pisang dari kebun dan mendatangkan ke pabrik tanpa merusak kualitas pisang (tanpa pisang menjadi busuk).

Mahasiswa juga akan mempelajari manajemen industri. Ini merupakan salah satu mata kuliah penting, karena akan mempelajari pembuatan produk, pengemasan, hingga distribusi produk pangan. Beberapa contoh mata kuliah lainnya adalah Rekayasa Proses Pangan, Mikrobiologi dan Keamanan Pangan, Pangan dan Gizi, Pengemasan Pangan, Pengeringan dan Pendinginan, Teknologi Teh, Kopi dan Coklat, Teknologi Minyak Atsiri, Rempah dan Obat, Teknologi Fermentasi, Mikrobiologi Pangan dan Enzimonologi, alat dan mesin yang digunakan dalam proses industri pangan, bagaimana merencanakan pendirian sebuah pabrik atau usaha dalam bidang pangan, serta Kewirausahaan.

Mahasiswa Teknologi Pangan Typical Mahasiswa “Siap Tempur & Kerja Lembur”

Beberapa mata kuliah yang ada praktikum, akan mengkondisikan anda menambah jam anda di kampus. Anda bisa seharian di kampus. Pagi kuliah, siang sampai sorenya praktikum kadang bisa sampai malam ataupun menginap juga. Pulang malam buat praktikum dan mengerjakan laporan adalah kegiatan sehari-hari mahasiswa Teknologi Pangan sampai anda lulus. Tapi, hal itu membuat terbiasa pintar membagi waktu dan prioritas.

Jangan bersedih karena akan ada rezeki gratis yang menanti anda. Misalnya, kalau ada dosen atau kakak tingkat anda yang penelitian di laboratorium, anda bisa jadi panelis dadakan, bisa menjadi tester berbagai produk olahan pangan. Kalau praktikum, terutama mata kuliah Teknologi Pengolahan Pangan anda bakal praktik mulai dari pembuatan ice cream, permen, mie, manisan, yogurt, asinan, selai, mengolah daging, bahkan mengolah ikan dengan high pressure (presto) atau menjadi ikan asin dan lain sebagainya. Tapi meskipun begitu, badan saya tetap saja kurus karena terjadi keseimbangan antara makanan yang masuk dan tenaga-pikiran yang dicurahkan.

Anda akan diajarkan secara alamiah menjadi mandiri, di sini kaum hawa juga mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh laki-laki. Dari sekian jurusan, mungkin jurusan teknologi pangan dihuni oleh sedikit mahasiswa laki-laki di dalamnya. Tidak seperti jurusan ekonomi atau teknik yang penghuni laki-lakinya banyak. Meski saat ini sudah banyak mahasiswa laki-laki mulai berminat, tetap saja kaum perempuan masih mendominasi. Karena jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. Mau tak mau para mahasiswi bersatu padu menyatukan tenaga di setiap event kampus. Karena keterbatasan jumlah mahasiswa laki-laki, mahasiswi teknologi pangan jadi terbiasa untuk melakukan tugas-tugas laki-laki di dalam sebuah kepanitiaan. Sudah sepatutnya mahasiswa Teknologi Pangan memiliki kepribadian yang mandiri, tangguh dan gigih. Mereka juga tak hanya melakukan single job, double job, bahkan triple job.

Kamu suka berorganisasi? Atau punya bakat lain? Di jurusan ini, kamu bisa banget kok ikutan berbagai organisasi yang ada bahkan berkesempatan untuk bergabung dengan himpunan profesi di tingkat universitasmu, nasional, atau mungkin di dunia. Anda akan mengenal Himpunan mahasiswa jurusan, kalau saya dulu adalah pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista Universitas Brawijaya) dan BEM Universitas Brawijaya, anda akan mengenal Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia di level nasional dan sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa turut aktif menjadi panitia dan melatih jiwa kepemimpinanmu karena banyak sekali pelatihan atau seminar yang berhubungan dengan Teknologi Pangan. Tidak jadi panitia pun kamu juga bisa jadi peserta seminar atau pelatihan dan menambah keahliahanmu di bidang pangan. Dan pastinya ini adalah bekal kamu dimasa depan. Perlu anda ingat, dalam dunia kerja sangat membutuhkan lulusan yang siap tempur dengan soft skill seperti mental yang kuat, kepemimpinan, memberikan problem solving yang cepat, cara komunikasi yang etis dan lain sebagainya selain ditunjang dengan keilmuan yang memadai.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah Manusia “Over Protective”

Mahasiswa Teknologi Pangan juga mempelajari segala penyakit yang kemungkinan disebabkan oleh makanan. Selain itu, mereka juga belajar tentang bagaimana mengolah makanan yang baik, memilih bahan makanan yang sehat dan bergizi. Bahkan pengalaman saya melakukan praktikum terhadap kualitas maupun higienitas dari jajanan makanan atau minuman yang beredar di pasaran mebuat saya insyaf bertaubat untuk dengan mudahnya membeli di “pinggir jalan”. Sangat tahu banyak tentang bahaya bahan-bahan kimia di pangan (bahan tambahan pangan) dan tahu juga bahwa hampir tak ada satu pun makananan yang bebas dari bahan tambahan pangan ini. Anda akan merasa mengalami dilema dalam memilih makanan apa yang baik buatmu. Mungkinkah anda memilih untuk menanam dan mengolah makanan sendiri? Meski mungkin tapi pasti menyita hampir seluruh waktu. Pada akhirnya kamu akan sedikit cuek dan menyimpulkan bahwa semua akan baik-baik saja asal tidak berlebihan (sesuai dosis) kecuali untuk bahan-bahan yang memang bukan untuk pangan seperti boraks dan formalin atau bahan yang dilarang oleh BPOM.

Dari ilmu-ilmu yang dipelajarinya, dikaitkan dengan ilmu mengenai interaksi makanan dengan organ tubuh serta cakupan nutrisi yang masuk ke tubuh. Mahasiswi Teknologi Pangan juga dituntut untuk bisa menanggulangi berbagai penyakit yang berkaitan dengan makanan, meminimalisir adanya kontaminasi kimia dan mikrobiologi yang berlebihan, serta menciptakan makanan yang baik untuk dikonsumsi.

Kesehatan itu sangatlah penting dan butuh perhatian lebih. Untuk menjaga kesehatan diri, seorang calon ahli pangan sudah seharusnya selalu menjaga konsumsi makanan. Berbagai upaya akan ia lakukan untuk membuat diri dan keluarganya kelak menjadi sehat dan terhindar dari bahaya kesehatan. Mereka banyak pertimbangan dalam memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi. Kalau mahasiswa Teknologi Pangan sampai terkena sakit diare, itu menunjukkan apa yang dipelajari belum merasuk sepenuhnya dalam keseharian.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah Orang Komunikatif dan Perhatian.

Seorang Mahasiswa Teknologi Pangan memiliki bekal untuk memecahkan segala permasalahan yang berkaitan dengan pangan. Kesehatan konsumen? Mereka sangat peduli dong. Mereka dengan setia berkontribusi untuk menghasilkan makanan yang baik dan aman di konsumsi dan dikomunikasikan dengan orang disekitarya.

Alhasil mereka diituntut terampil dan cakap dalam berkomunikasi, mau tidak mau mahasiswa jurusan Teknologi Pangan adalah orang yang pandai berkomunikasi namun tidak cerewet. Selama perkuliahan, mereka dituntut mampu presentasi tiada henti agar dapat berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, menghormati orang yang sedang berbicara, bersosialisasi, dan mampu memberikan solusi. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas, kreatif, dan cekatan.

Dalam kuliah teknologi pangan, para mahasiswi juga dibekali ilmu berwirausaha. Ilmu wirausaha merupakan ilmu yang banyak diajarkan pada mahasiwa. Mereka yang tidak suka bekerja di bawah tekanan tentu sangat membutuhkan ilmu kewirausahaan ini. Mereka yang pandai dalam memanfaatkan peluang akan melahirkan ide-ide kreatif untuk dapat menghasilkan pundi-pundi uang dengan berwirausaha. Dengan keterampilan mengolah dan memodifikasi bahan pangan, tentu mereka akan mampu menciptakan produk pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan pastinya bermanfaat.

Mahasiswa Teknologi Pangan Tidak Pernah Mati Gaya Setelah Lulus

Mungkin bagi Anda yang kuliah di jurusan Teknologi Pangan sering mendengar istilah As Long As human eat food, food tech will never die. Yang artinya selama manusia memakan makanan, maka teknologi pangan tidak akan mati. Setelah lulus, mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan bisa berkarir di beberapa bidang ini:

Quality Control/Pengendalian Mutu

Kebanyakan sarjana yang baru lulus diterima bekerja di bagian Pengendalian Mutu (quality control), dimana mereka bertugas untuk memastikan proses pengolahan makanan di pabrik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Misalnya staf quality control di pabrik es krim harus memastikan bahwa es krim yang dihasilkan telah melewati proses yang higienis dan dengan kandungan bahan makanan yang tidak merugikan. Pengawasan juga dilakukan sampai di tahap pengepakan, bahkan pengiriman produk.

Bagian Quality Control membutuhkan cukup banyak lulusan Teknologi Pangan. Untuk satu jenis produk kadang-kadang diperlukan 15 orang pengawas mutu. Jadi kebanyakan lulusan jurusan Ilmu Teknologi Pangan memang mengawali karir mereka di bagian Quality Control.

Untuk dapat berkarir di bidang ini, mahasiswa harus memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Mampu menganalisis parameter mutu dalam bahan (sifat fisik, kimia, biologis
  • Menguasai standar mutu pangan (nasional maupun internasional)
  • Mampu memimpin tim pengendali mutu (bahan, proses, dan produk akhir)
  • Mampu merencanakan, mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin proses produksi
  • Mampu menggali potensi pengembangan produk

Konsultan Pangan dan Gizi

Konsultan pangan dan gizi bertugas memberikan konsultasi bagi industri makanan tentang produksi, pemasaran, trend produk, serta kualitas produk makanan, permasalahan konsumsi gizi dan keamanan pangan.

Lingkup pemerintahan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pertanian, Balitbang, POM(Pengawas Obat dan Makanan), LIPI,dll yang memiliki tanggung jawab sebagai berikut: mampu melayani masyarakat dengan baik, mampu mengkoordinir bagian yang dipimpinnya di Instansi tempat ia bekerja, berwawasan luas dan menguasai Teknologi.

Pengembangan Produk

Tidak mudah untuk diterima di bagian pengembangan produk di suatu perusahaan. Ini di karenakan posisi inilah yang memegang resep rahasia produk perusahaan. Karena posisinya yang penting, staf pengembangan produk (product development) mendapat gaji yang lebih tinggi dan sering berhubungan dengan para pemimpin puncak di perusahaan, sehingga mereka berpeluang mendapat kenaikan pangkat lebih cepat dibandingkan para staf di QC. Posisi tertinggi yang bisa diraih staf di bagian ini adalah Chief Technical Officer, atau Direktur Teknik.

Jumlah sarjana yang diterima di bagian ini biasanya lebih sedikit. Misalnya untuk 1 jenis produk hanya diperlukan 2 staf Pengembangan Produk saja. Kalau sebuah perusahaan memproduksi 10 macam produk, maka jumlah staf di bagian ini paling hanya 20 orang.

Berwirausaha/ Pengusaha pangan

Tidak sedikit lulusan Ilmu Teknologi Pangan yang kemudian membuka usaha ekspor impor. Jika kamu mampu merencanakan dan mendirikan suatu perusahaan, menguasai manajemen perusahaan atau mengembangkan usaha yang telah berjalan, kamu berpeluang untuk membuat pabrik sendiri, misalnya pabrik ekspor makanan beku, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Lulusan Teknologi Pangan Tetap Harus Siap Bertarung di Dunia Kerja

Sebegitu banyak potensi dunia kerja dari lulusan Teknologi Pangan, tapi sesungguhnya dunia kerja sungguhlah kejam. Di dunia kerja anda tidak akan mengenal berapa IPK yang diperoleh dan berapa lama anda kuliah (saya pribadi adalah lulusan 7 tahun pas). Di dunia ini mereka yang mampu beradaptasi lah yang bisa survive.

Mungkin di kampus anda menjadi mahasiswa teknologi pangan yang terlihat vokal. Namun banyak orang menganggap mahasiswa teknologi pangan hanya sebatas akan bekerja di bagian quality control (QC). Bahkan ada beberapa orang yang mengatakan bahwa teknologi pangan sama dengan tukang sortir. Karena kerjanya mahasiswa teknologi pangan menyortir barang buruk dan baik maupun berupa produk atau bahan baku. Hal ini dilakukan terus-menerus.

Hal ini merupakan pendapat orang, dan pendapat tidak ada yang salah.  Padahal sebenarnya masih banyak pekerjaan yang bisa dilakoni oleh mahasiswa lulusan teknologi pangan. Misalnya management training, bagian produksi, sales dan marketing, dan pengembangan produk. Namun perlu diketahui bahwa Saingan dalam dunia kerja tidak hanya lulusan teknologi pangan saja. Ada kecenderungan bahwa pekerjaan yang ditangani para sarjana food tech ini seringkali digantikan oleh lulusan kimia. Hal ini disebabkan oleh keahlian sarjana teknologi pangan lebih kecil dibandingkan sarjana teknik kimia. Kelebihan lulusan teknologi pangan ada di bidang nutrisi. Namun anda juga harus tahu bahwa ada jurusan ilmu gizi. Seringkali beberapa orang berpikir bahwa sebenarnya teknologi pangan tidak diperlukan karena ada teknik kimia dan ilmu gizi.

Mungkin dibandingkan Teknik Pertanian ketika kuliah mahasiswa teknologi pangan bisa berbangga diri. Namun Tahukah anda bahwa alumni teknologi pangan kalah saing dengan alumni Teknik Pertanian karena mereka lebih fleksibel dan adaptif dengan dunia kerja.

Kuncinya adalah belajar beradaptasi untuk mampu bekerja di bawah tekanan. Selain itu Anda juga harus memiliki rasa penasaran yang tinggi agar ketika lulus kuliah anda tidak berhenti untuk belajar. Misalnya Anda bisa mencoba belajar lini produksi atau marketing. Seseorang yang mampu menguasai berbagai bidang tentu akan dianggap anak emas oleh sebuah perusahaan. Selain itu ketika anda mendaftar sebuah pekerjaan mereka pasti akan mengutamakan anda.

Dengan memiliki rasa penasaran yang tinggi Maka otak akan berkembang untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Seorang sarjana dibentuk bukan sebagai pekerja, namun menjadi seorang pemimpin yang mampu memecahkan masalah.

 


A’touna Et-Tufoole,  Beri Kami Masa Kecil

A’touna Et-Tufoole,  Beri Kami Masa Kecil

جينا نعيدكم… بالعيد منسألكم
Jeena N’ayedkon … Bel-Eid Mnes’alkon
Kami datang dengan Ucapan Selamat Berlibur …Dan selama liburan kami bertanya padamu

ليش ما في عنا… لا أعياد ولا زينة 
Lesh Ma Fee ‘Enna … La ‘Ayyad Wala Zeineh
Kenapa kami tidak punya Liburan ataupun Dekorasi ( Perhiasan )

 يا عالم
Ya ‘Alam
Wahai Dunia

أرضي محروقة 
Ardhi Mahroo’a 
Tanahku Habis terbakar

أرضي حرية مسروقة
Ardhi Huriyyeh Masroo’a
Tanahku dicuri kebebasannya

سمانا عم تحلم… عم تسأل الأيام 
Samana ‘Am Tehlam … ‘Am Tes’al El-Ayam
Langit kami Sedang bermimpi … bertanya kepada hari hari

وين الشمس الحلوة… ورفوف الحمام
Wein Esh-Shames El-Helwe … W-Rfouf El-Hamam
Dimana matahari yang indah … dan di mana kipasan sayap  burung merpati ?

يا عالم
Ya ‘Alam
Wahai Duniaa

أرضي محروقة
Ardhi Mahroo’a
Tanahku Habis terbakar

أرضي حرية مسروقة
Ardhi Huriyyeh Masroo’a
Tanahku dicuri kebebasannya

أرضي زغيرة… متلي زغيرة
Ardhi Zgheere … Metli Zgheere
Tanahku Kecil, seperti aku, itu kecil

ردولها السلام… اعطونا الطفولة
Redoulha Es-Salam …. ‘Atouna Et-Tufoole
Berikan kedamaian kembali padanya, beri kami masa kecil

اعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole 
beri kami masa kecil

اعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole
beri kami masa kecil

أعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole
beri kami masa kecil

اعطونا… اعطونا… اعطونا السلام
A’touna … ‘Atouna … ‘Atouna Es-Salam
Beri Kami … Beri Kami … Beri kami Kedamaian .


Hamba Hanyalah Hamba

Hamba Hanyalah Hamba

 

Jika anda shalat, manakah buktinya anda shalat.

Cukupkah menunjukkan jidat menghitam,

atau cukupkah dengan beruku’ berlama-lama,

ataukah dengan selalu bertamu di rumah Tuhanmu.

Kurasa semua tak cukup membuktikan.

 

Jika anda berpuasa, mana buktinya anda berpuasa.

Cukupkah menunjukkan lapar dengan perut kempis,

atau cukupkah dengan bibir yang kering merekah,

ataukah dengan lemas tak digdayanya tenagamu.

Kurasa semua tak cukup membuktikan.

 

Jika anda islam, manakah buktinya anda islam.

Cukupkah dengan meneriakkan syahadatmu,

atau cukupkah dengan menunjukkan puasamu,

ataukah cukup dengan menunjukkan shalatmu.

Kurasa semua tak cukup meski di KTP anda tertulis “ISLAM”

 

Kita hanyalah hamba Allah,

Tak pantaslah jika hamba menahbiskan dirinya sebagai hamba.

Jikalau tuannya tak mengakuinya sebagai hamba, hendak bagaimana?

Sesungguhnya aku hanya menjalankan perintah Tuhanku Allah,

meski aku tak tahu apakah Dia mau menerimanya, aku berserah kepada-Nya.


PRAY FOR SURABAYA “SUROBOYO WANI”

PRAY FOR SURABAYA “SUROBOYO WANI”

Jangan kalian dustakan isi kitab kita di Al Maidah 32, #suroboyowani mungsuh teroris & ISIS


“BERJUAL BELI AGAMA”  ATAU BERJUAL BELI DENGAN DASAR AGAMA

“BERJUAL BELI AGAMA”  ATAU BERJUAL BELI DENGAN DASAR AGAMA

Posted by Widiantoko, R.K.

Gambar terkait

Bila sedikit mau berepot ria, sebenarnya ibadah haji sudah sejak lama, sejak masa kolonial bahkan, telah dijadikan lahan bisnis di mana mekanismenya melibatkan sedemikian banyak pihak, yang merasa harus ikut mengatur. Dulu Snouck Hourgronje, seorang orientalis yang kerap disebut “Bapak Devide et Empire”, justru yang merekomendasikan Pemerintah Kolonial Belanda untuk ikut mengakomodasi perjalanan haji. Hal ini untuk mencari simpati kelompok Islam dan meredakan kemungkinan pemberontakan.

Modus ini diteruskan oleh Pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Akibatnya adalah minat haji menjadi sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia. Contoh pada 1921 sebanyak 28.795 jamaah Indonesia menunaikan ibadah haji dari 60.786 jamaah seluruh dunia.

Saat resesi ekonomi yang disebut zaman Malaise) pada 1928 jamaah Indonesia ke Tanah Suci justru meningkat menjadi 52.412 orang, dari 123.052 jamaah seluruh dunia. Artinya minat haji orang Indonesia itu memang tinggi sejak dulu, jadi bukan tren akhir-akhir ini saja.

Biaya untuk naik haji saat itu terbilang sangat mahal, rerata 225 gulden per orang. Perbandingan gaji seorang guru atau pegawai mapan hanya 18 gulden per bulan. Nilai ini setara dengan harga satu buah rumah tembok layak huni. Bahkan saking besarnya biaya haji, dana yang disisihkan dari para jemaah itu bisa dibelikan kapal khusus pada masa pasca kemerdekaan, dengan mendirikan perusahaan pelayaran PT Arafah.

Program haji swakelola ini, kemudian justru dirusak sendiri oleh pemerintah dengan memberikan lebih kemudahan melalui angkutan udara, yang menyebabkan manajemen PT Arafah mulai kesulitan dan akhirnya gulung tikar. Artinya apa?

Pemerintahlah di awal 1970-an yang gagal mentransformasi dana umat itu, ke dalam kebijakan yang lebih kontinyu. Dana-dana haji yang mengendap dan makin besar dari waktu ke waktu inilah, yang kemudian dincar oleh pemerintah saat ini untuk digunakan secra lebih baik. Karena bukan rahasia lagi, bahwa sumbangan dari para mukminin ini dari waktu ke waktu tidak pernah jelas penggunaannya.

Kasus First Travel, Abu Tours dan sebagainya saat ini sebenarnya menunjukkan bahwa biaya umrah, saat ini sudah sangat murah dibandingkan masa lalu. Biaya yang sudah relatif terjangkau, itu dibikin makin murah lagi dan sebenarnya tidak masuk akal oleh para “penjahat travel”.

Bayangkan biaya 14,3 juta yang bisa dicicil, tentu memberi mimpi bagi nyaris semua orang. Hanya dengan menabung 50 ribu rupiah sehari dalam setahun, semua orang bisa pergi ke tanah suci. Dan kalau pasangan first travel itu, bisa menipu 70 ribu orang, ia sama sekali tidak cerdas. Keduanya adalah typical pebisnis hedonis hari ini, yang jeli “maling” peluang.

Bisnis menurut islam adalah suatu yang dihalalkan bahkan sangat dianjurkan oleh islam. Bisnis bahkan dilakukan oleh Nabi dan Sahabat Rasulullah di zaman dahulu. Sangat banyak sekali sahabt-sahabat Nabi yang merupakan para pembisnis dan dari hartanya tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan islam.

Islam memperbolehkan bisnis asalkan bukan hal hal yang mengarah kepada riba, judi, penyediaan produk atau layanan yang mengandung barang-barang haram. Untuk itu di balik bisnis menurut islam yang dihalalkan ini tentu saja ada etika dan manfaat yang dapat diperoleh. Berikut adalah penjelasan mengenai Etika dan Manfaat dari Bisnis menurut Islam.

Islam pun mengharapkan agar bisnis ang dilakukan oleh seorang muslim tidak hanya memiliki keuntungan untuk diri sendiri melainkan juga dapat memberikan manfaat yang banyak kepada banyak orang. Hal ini sesuai dengan prinsip islam yang rahmatan lil alamin.

Orientasi Bisnis Menurut Islam

Orientasi bisnis menurut islam sejatinya tidak bertentangan dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama . Tentu saja bisnis islam juga berorientasi pada :

  • Keuntungan Penjual dan Pembeli
  • Kemasalahatan Masyarakat
  • Terperdayakannya sosial
  • Hilangnya pengangguran dan bertambahnya lahan pekerjaan
  • Mengoptimalkan sumber daya alam yang telah Allah berikan

Orientasi dari bisis islam bukan hanya sekedar menguntungkan satu orang saja apalagi pihak yang memiliki bisnis melainkan kepada orang-orang lain yang juga terlbat dalam bisnis baik secara langsung atau tidak. Tentu saja bisnis islam harus sesuai dengan prinsip dalam Transaksi Ekonomi dalam Islam, Ekonomi Dalam Islam,dan Hukum Ekonomi Syariah Menurut Islam.

Selain itu, untuk dapat menjalankan bisnis sesuai orientasi islam,  juga harus mengetahui tentang Macam-macam Riba, Hak dan Kewajiban dalam Islam, Fiqih Muamalah Jual Beli, dan Jual Beli Kredit Dalam Islam agar orientasi bisnis halal tetap terjaga.

Etika Bisnis Islam

Bisnis islam tentu saja mengedapankan kepada keadilan dan kompetisi yang fair. Bisnis islam bukanlah hal yang sekedar mendapatkan keuntungan namun juga mengedepankan nilai-nilai yang dimiliki oleh syariah. Tanpa ada etika berbisnis tentu saja

  1. Menjauhi Hal yang Samar

Dalam berbisnis menurut islam, maka manusia harus menghindari hal-hal yang samar. Hal samar ini adalah hal yang masih belum jelas kelak ketika di jual. Misalnya saja membeli buah yang masih dalam pohon. Padahal bisa jadi buah tersebut belum jelas beratnya, rasanya, dan hasil akhirnya. Untuk itu, hal-hal yang samar dan berdampak kepada konflik atau kerugian di kemudian hari hendaknya dijauhi.

  1. Menghindari Judi

Judi adalah hal yang jelas diharamkan oleh Allah. Judi juga dapat berakibat kepada terkurasnya harta dan kerugian yang besar. Dalam judi juga dipertaruhkan hal-hal yang tidak jelas dan juga tidak ada usaha untuk mengoptimalkan lahan dan modal alam yang Allah titipkan. Jika banyak yang berjudi justru tidak akan ada kemajuan ekonomi karena harta yang digunakan adalah harta yang berputar itu-itu saja.

  1. Menghindari Penindasan

Penindasan berarti membuat seorang menjadi lemah dan tidak berdaya. Bisnis yang kita lakukan tentu saja tidak boleh membuat seseorang menjadi tertindas. Bisnis yang kita lakukan haruslah dapat memberikan manfaat yang besar bukan malah menjadikan orang semakin miskin dan lemah atau berdampak buruk kepada sekitar kita. Islam mengajarkan manusia harus dapat memberikan rahmat bagi semesta alam, bukan justru merusaknya atau membuatnya menjadi lemah.

Hal ini disampaikan dalam Al-Quran,

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (QS Al Baqarah : 188)

  1. Menjauhi Riba

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkankan sisa-sisa (yang belum dipungut) dari riba, jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS AL Baqarah : 278)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa islam melarang umat islam untuk melakukan bisnis atau memakan harta yang mengandung riba. Riba sendiri juga bisa termasuk kepada penindasan. Dengan riba, seseorang telah mencekik orang yang berhutang padahal bisa jadi mereka juga kesulitan untuk membayar dan menafkahi diri dengan harta yang ada.

  1. Menjauhi Penipuan

Pelaksanaan bisnis menurut islam adalah dengan etika harus berdasarkan kepada suka sama suka. Untuk itu membuak diri dan menjelaskan produk atau jasa dalam bisnis dengan apa adanya adalah hal yang harus dilakukan. Melakukan penipuan tentu saja dapat merugikan di kemudian hari baik penjual ataupun pembeli. Untuk itu Allah menjelaskan dalam Al-Quran,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS An Nisa : 29)

  1. Menjauhi Barang atau Produk Haram

Menjauhi barang atau produk haram adalah hal yang harus dilakukan. Produk haram seperti narkoba, alkohol, daging babi, jasa judi, dan lain sebagainya adalah hal yang haram untuk dikonsumsikan. Untuk itu, sebelum manusia berbisnis hal tersebut tentu saja perlu diwaspadai apakah hal tersebut haram atau halalnya. Barang haram bukan hanya merugikan bagi pembeli, namun juga merugikan masyarakat secara luas. Barang haram dapat membuat seseorang rusak secara fisik dan mental. Tentu saja hal ini tidak pernah diharapkan oleh siapapun.

  1. Menghindari Monopoli Bisnis

Bisnis yang baik hendaknya bisnis yang dapat mengembangkan dan memberikan lahan pekerjaan bagi manusia yang lain. Islam melarang untuk manusia melakukan monopoli seperti melakukan penimbunan barang yang membuat orang lain mengalami kelangkaan atau kekurangan.

Itulah mengenai bisnis menurut islam. Semoga umat islam dapat melaksanakan bisnisnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, ketentuan islam dan sunnah Rasulullah. Bisnis yang tidak diorientasikan kepada kemasalahatan tentu saja akan mendapatkan kemudharatan. Keuntungan adalah hal yang penting diraih manusia untuk dapat menjalankan hidup. Akan tetapi, menjalankannya untuk mendapatkan barokah dan kemaslahatan adalah hal yang perlu diprioritaskan.