“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

MY CRITISM

A’touna Et-Tufoole,  Beri Kami Masa Kecil

A’touna Et-Tufoole,  Beri Kami Masa Kecil

جينا نعيدكم… بالعيد منسألكم
Jeena N’ayedkon … Bel-Eid Mnes’alkon
Kami datang dengan Ucapan Selamat Berlibur …Dan selama liburan kami bertanya padamu

ليش ما في عنا… لا أعياد ولا زينة 
Lesh Ma Fee ‘Enna … La ‘Ayyad Wala Zeineh
Kenapa kami tidak punya Liburan ataupun Dekorasi ( Perhiasan )

 يا عالم
Ya ‘Alam
Wahai Dunia

أرضي محروقة 
Ardhi Mahroo’a 
Tanahku Habis terbakar

أرضي حرية مسروقة
Ardhi Huriyyeh Masroo’a
Tanahku dicuri kebebasannya

سمانا عم تحلم… عم تسأل الأيام 
Samana ‘Am Tehlam … ‘Am Tes’al El-Ayam
Langit kami Sedang bermimpi … bertanya kepada hari hari

وين الشمس الحلوة… ورفوف الحمام
Wein Esh-Shames El-Helwe … W-Rfouf El-Hamam
Dimana matahari yang indah … dan di mana kipasan sayap  burung merpati ?

يا عالم
Ya ‘Alam
Wahai Duniaa

أرضي محروقة
Ardhi Mahroo’a
Tanahku Habis terbakar

أرضي حرية مسروقة
Ardhi Huriyyeh Masroo’a
Tanahku dicuri kebebasannya

أرضي زغيرة… متلي زغيرة
Ardhi Zgheere … Metli Zgheere
Tanahku Kecil, seperti aku, itu kecil

ردولها السلام… اعطونا الطفولة
Redoulha Es-Salam …. ‘Atouna Et-Tufoole
Berikan kedamaian kembali padanya, beri kami masa kecil

اعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole 
beri kami masa kecil

اعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole
beri kami masa kecil

أعطونا الطفولة
A’touna Et-Tufoole
beri kami masa kecil

اعطونا… اعطونا… اعطونا السلام
A’touna … ‘Atouna … ‘Atouna Es-Salam
Beri Kami … Beri Kami … Beri kami Kedamaian .

Iklan

Hamba Hanyalah Hamba

Hamba Hanyalah Hamba

 

Jika anda shalat, manakah buktinya anda shalat.

Cukupkah menunjukkan jidat menghitam,

atau cukupkah dengan beruku’ berlama-lama,

ataukah dengan selalu bertamu di rumah Tuhanmu.

Kurasa semua tak cukup membuktikan.

 

Jika anda berpuasa, mana buktinya anda berpuasa.

Cukupkah menunjukkan lapar dengan perut kempis,

atau cukupkah dengan bibir yang kering merekah,

ataukah dengan lemas tak digdayanya tenagamu.

Kurasa semua tak cukup membuktikan.

 

Jika anda islam, manakah buktinya anda islam.

Cukupkah dengan meneriakkan syahadatmu,

atau cukupkah dengan menunjukkan puasamu,

ataukah cukup dengan menunjukkan shalatmu.

Kurasa semua tak cukup meski di KTP anda tertulis “ISLAM”

 

Kita hanyalah hamba Allah,

Tak pantaslah jika hamba menahbiskan dirinya sebagai hamba.

Jikalau tuannya tak mengakuinya sebagai hamba, hendak bagaimana?

Sesungguhnya aku hanya menjalankan perintah Tuhanku Allah,

meski aku tak tahu apakah Dia mau menerimanya, aku berserah kepada-Nya.


PRAY FOR SURABAYA “SUROBOYO WANI”

PRAY FOR SURABAYA “SUROBOYO WANI”

Jangan kalian dustakan isi kitab kita di Al Maidah 32, #suroboyowani mungsuh teroris & ISIS


“BERJUAL BELI AGAMA”  ATAU BERJUAL BELI DENGAN DASAR AGAMA

“BERJUAL BELI AGAMA”  ATAU BERJUAL BELI DENGAN DASAR AGAMA

Posted by Widiantoko, R.K.

Gambar terkait

Bila sedikit mau berepot ria, sebenarnya ibadah haji sudah sejak lama, sejak masa kolonial bahkan, telah dijadikan lahan bisnis di mana mekanismenya melibatkan sedemikian banyak pihak, yang merasa harus ikut mengatur. Dulu Snouck Hourgronje, seorang orientalis yang kerap disebut “Bapak Devide et Empire”, justru yang merekomendasikan Pemerintah Kolonial Belanda untuk ikut mengakomodasi perjalanan haji. Hal ini untuk mencari simpati kelompok Islam dan meredakan kemungkinan pemberontakan.

Modus ini diteruskan oleh Pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Akibatnya adalah minat haji menjadi sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia. Contoh pada 1921 sebanyak 28.795 jamaah Indonesia menunaikan ibadah haji dari 60.786 jamaah seluruh dunia.

Saat resesi ekonomi yang disebut zaman Malaise) pada 1928 jamaah Indonesia ke Tanah Suci justru meningkat menjadi 52.412 orang, dari 123.052 jamaah seluruh dunia. Artinya minat haji orang Indonesia itu memang tinggi sejak dulu, jadi bukan tren akhir-akhir ini saja.

Biaya untuk naik haji saat itu terbilang sangat mahal, rerata 225 gulden per orang. Perbandingan gaji seorang guru atau pegawai mapan hanya 18 gulden per bulan. Nilai ini setara dengan harga satu buah rumah tembok layak huni. Bahkan saking besarnya biaya haji, dana yang disisihkan dari para jemaah itu bisa dibelikan kapal khusus pada masa pasca kemerdekaan, dengan mendirikan perusahaan pelayaran PT Arafah.

Program haji swakelola ini, kemudian justru dirusak sendiri oleh pemerintah dengan memberikan lebih kemudahan melalui angkutan udara, yang menyebabkan manajemen PT Arafah mulai kesulitan dan akhirnya gulung tikar. Artinya apa?

Pemerintahlah di awal 1970-an yang gagal mentransformasi dana umat itu, ke dalam kebijakan yang lebih kontinyu. Dana-dana haji yang mengendap dan makin besar dari waktu ke waktu inilah, yang kemudian dincar oleh pemerintah saat ini untuk digunakan secra lebih baik. Karena bukan rahasia lagi, bahwa sumbangan dari para mukminin ini dari waktu ke waktu tidak pernah jelas penggunaannya.

Kasus First Travel, Abu Tours dan sebagainya saat ini sebenarnya menunjukkan bahwa biaya umrah, saat ini sudah sangat murah dibandingkan masa lalu. Biaya yang sudah relatif terjangkau, itu dibikin makin murah lagi dan sebenarnya tidak masuk akal oleh para “penjahat travel”.

Bayangkan biaya 14,3 juta yang bisa dicicil, tentu memberi mimpi bagi nyaris semua orang. Hanya dengan menabung 50 ribu rupiah sehari dalam setahun, semua orang bisa pergi ke tanah suci. Dan kalau pasangan first travel itu, bisa menipu 70 ribu orang, ia sama sekali tidak cerdas. Keduanya adalah typical pebisnis hedonis hari ini, yang jeli “maling” peluang.

Bisnis menurut islam adalah suatu yang dihalalkan bahkan sangat dianjurkan oleh islam. Bisnis bahkan dilakukan oleh Nabi dan Sahabat Rasulullah di zaman dahulu. Sangat banyak sekali sahabt-sahabat Nabi yang merupakan para pembisnis dan dari hartanya tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan islam.

Islam memperbolehkan bisnis asalkan bukan hal hal yang mengarah kepada riba, judi, penyediaan produk atau layanan yang mengandung barang-barang haram. Untuk itu di balik bisnis menurut islam yang dihalalkan ini tentu saja ada etika dan manfaat yang dapat diperoleh. Berikut adalah penjelasan mengenai Etika dan Manfaat dari Bisnis menurut Islam.

Islam pun mengharapkan agar bisnis ang dilakukan oleh seorang muslim tidak hanya memiliki keuntungan untuk diri sendiri melainkan juga dapat memberikan manfaat yang banyak kepada banyak orang. Hal ini sesuai dengan prinsip islam yang rahmatan lil alamin.

Orientasi Bisnis Menurut Islam

Orientasi bisnis menurut islam sejatinya tidak bertentangan dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama . Tentu saja bisnis islam juga berorientasi pada :

  • Keuntungan Penjual dan Pembeli
  • Kemasalahatan Masyarakat
  • Terperdayakannya sosial
  • Hilangnya pengangguran dan bertambahnya lahan pekerjaan
  • Mengoptimalkan sumber daya alam yang telah Allah berikan

Orientasi dari bisis islam bukan hanya sekedar menguntungkan satu orang saja apalagi pihak yang memiliki bisnis melainkan kepada orang-orang lain yang juga terlbat dalam bisnis baik secara langsung atau tidak. Tentu saja bisnis islam harus sesuai dengan prinsip dalam Transaksi Ekonomi dalam Islam, Ekonomi Dalam Islam,dan Hukum Ekonomi Syariah Menurut Islam.

Selain itu, untuk dapat menjalankan bisnis sesuai orientasi islam,  juga harus mengetahui tentang Macam-macam Riba, Hak dan Kewajiban dalam Islam, Fiqih Muamalah Jual Beli, dan Jual Beli Kredit Dalam Islam agar orientasi bisnis halal tetap terjaga.

Etika Bisnis Islam

Bisnis islam tentu saja mengedapankan kepada keadilan dan kompetisi yang fair. Bisnis islam bukanlah hal yang sekedar mendapatkan keuntungan namun juga mengedepankan nilai-nilai yang dimiliki oleh syariah. Tanpa ada etika berbisnis tentu saja

  1. Menjauhi Hal yang Samar

Dalam berbisnis menurut islam, maka manusia harus menghindari hal-hal yang samar. Hal samar ini adalah hal yang masih belum jelas kelak ketika di jual. Misalnya saja membeli buah yang masih dalam pohon. Padahal bisa jadi buah tersebut belum jelas beratnya, rasanya, dan hasil akhirnya. Untuk itu, hal-hal yang samar dan berdampak kepada konflik atau kerugian di kemudian hari hendaknya dijauhi.

  1. Menghindari Judi

Judi adalah hal yang jelas diharamkan oleh Allah. Judi juga dapat berakibat kepada terkurasnya harta dan kerugian yang besar. Dalam judi juga dipertaruhkan hal-hal yang tidak jelas dan juga tidak ada usaha untuk mengoptimalkan lahan dan modal alam yang Allah titipkan. Jika banyak yang berjudi justru tidak akan ada kemajuan ekonomi karena harta yang digunakan adalah harta yang berputar itu-itu saja.

  1. Menghindari Penindasan

Penindasan berarti membuat seorang menjadi lemah dan tidak berdaya. Bisnis yang kita lakukan tentu saja tidak boleh membuat seseorang menjadi tertindas. Bisnis yang kita lakukan haruslah dapat memberikan manfaat yang besar bukan malah menjadikan orang semakin miskin dan lemah atau berdampak buruk kepada sekitar kita. Islam mengajarkan manusia harus dapat memberikan rahmat bagi semesta alam, bukan justru merusaknya atau membuatnya menjadi lemah.

Hal ini disampaikan dalam Al-Quran,

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (QS Al Baqarah : 188)

  1. Menjauhi Riba

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkankan sisa-sisa (yang belum dipungut) dari riba, jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS AL Baqarah : 278)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa islam melarang umat islam untuk melakukan bisnis atau memakan harta yang mengandung riba. Riba sendiri juga bisa termasuk kepada penindasan. Dengan riba, seseorang telah mencekik orang yang berhutang padahal bisa jadi mereka juga kesulitan untuk membayar dan menafkahi diri dengan harta yang ada.

  1. Menjauhi Penipuan

Pelaksanaan bisnis menurut islam adalah dengan etika harus berdasarkan kepada suka sama suka. Untuk itu membuak diri dan menjelaskan produk atau jasa dalam bisnis dengan apa adanya adalah hal yang harus dilakukan. Melakukan penipuan tentu saja dapat merugikan di kemudian hari baik penjual ataupun pembeli. Untuk itu Allah menjelaskan dalam Al-Quran,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS An Nisa : 29)

  1. Menjauhi Barang atau Produk Haram

Menjauhi barang atau produk haram adalah hal yang harus dilakukan. Produk haram seperti narkoba, alkohol, daging babi, jasa judi, dan lain sebagainya adalah hal yang haram untuk dikonsumsikan. Untuk itu, sebelum manusia berbisnis hal tersebut tentu saja perlu diwaspadai apakah hal tersebut haram atau halalnya. Barang haram bukan hanya merugikan bagi pembeli, namun juga merugikan masyarakat secara luas. Barang haram dapat membuat seseorang rusak secara fisik dan mental. Tentu saja hal ini tidak pernah diharapkan oleh siapapun.

  1. Menghindari Monopoli Bisnis

Bisnis yang baik hendaknya bisnis yang dapat mengembangkan dan memberikan lahan pekerjaan bagi manusia yang lain. Islam melarang untuk manusia melakukan monopoli seperti melakukan penimbunan barang yang membuat orang lain mengalami kelangkaan atau kekurangan.

Itulah mengenai bisnis menurut islam. Semoga umat islam dapat melaksanakan bisnisnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, ketentuan islam dan sunnah Rasulullah. Bisnis yang tidak diorientasikan kepada kemasalahatan tentu saja akan mendapatkan kemudharatan. Keuntungan adalah hal yang penting diraih manusia untuk dapat menjalankan hidup. Akan tetapi, menjalankannya untuk mendapatkan barokah dan kemaslahatan adalah hal yang perlu diprioritaskan.


MENDALAMI BAHAYANYA PENYAKIT KRITIS NYINYIR

“MENDALAMI BAHAYANYA PENYAKIT KRITIS NYINYIR”

Posted by Widiantoko, R.K

Hasil gambar untuk nyinyir

Penyakit nyinyir. Penyakit ini memang tidak mematikan. Tapi sangat mewabah, terjadi di banyak sosial media. Dan biasanya mengidap pada orang-orang yang gak bisa move on, Doyan memelihara kebencian, bahkan menyebarluaskannya. Penyakit yang tidak menular, tapi berusaha ditularkan oleh pemiliknya. Kerjaannya mengejek atau menganggap rendah orang lain. Penyakit yang tidak mampu melihat kebaikan apapun dan selalu meragukan sifat baik yang ada pada diri orang lain. Agak susah penyakit ini disembuhkan karena kebencian yang mengeras dan membatu. Apapun yang dilakukan orang yang dibencinya pasti jelek di pikirannya. Pemimpinnya melakukan hal yang baik dianggap pencitraan atau riya. Pemimpinnya salah atau melakukan hal yang kurang baik, bukannya diingatkan, malah dihujat dan disebarluaskan kemana-mana. Ngerinya lagi, terkadang dalam berdoa saja nadanya nyinyir dan malah kadang doa pun dinyinyirin.

“Denger musik dangdut nyinyir. Nonton lawakan yang gak lucu, nyinyir. Ada orang dandan, nyinyir. Ada Gubernur ngomel-ngomel nyinyir. Presidennya lagi kerja masih nyinyir juga. Kayak gitulah kira-kira penyakit situsinis; penyakit nyinyir tiada akhir. Nyirr, nyirr, nyirr …”

Ada yang bilang, nyinyir itu tanda nggak mampu. Tapi buat yang melakukan, nyinyir itu adalah obat mujarab mengusir kepenatan di kepala. Studi gabungan dari University of Ottawa dan McMaster University di Kanada berkata lain. Dalam temuannya, mereka berpendapat bahwa nyinyir atau cibiran adalah bentuk ‘pemberontakan’ seseorang yang terancam oleh orang lain yang memiliki keunggulan lebih. Reaksi yang ditampilkan bisa bermacam-macam, ada yang muncul dengan muka sebal hingga konfrontasi  verbal maupun fisik. Reaksi tersebut seakan mencermimkan apa yang tengah terjadi di dunia maya. Menariknya, nyinyir merupakan insting primitif tiap manusia untuk coba bertahan hidup dengan menindas para kompetitor, khususnya yang memiliki keunggulan lebih.

Buat yang ngaku penyinyir profesional, ia tahu bahwa nyinyir adalah usaha untuk mengangkat derajat atau martabat dirinya sendiri. Caranya dengan membuat orang disekitar terlihat lebih rendah dari dirinya lewat serangan verbal. Tracy Vaillancort dalam bukunya pada 2013 lalu berpendapat bahwa nyinyir adalah bentuk proteksi. Di mana, sikap agresif yang muncul nggak cuma bikin kita merasa aman, tetapi juga membuat para kompetitor tunduk. Saat media sosial tumbuh pesat, proteksi itu nggak lagi dilakukan dengan kontak fisik. Melainkan adu cepat mencibir nggak cuma di kehidupan nyata, tetapi juga di media sosial.

Menanggapi permasalahan nyinyir sangatlah sulit disebabkan pelaku nyinyir selalu berkedok kritikan. Namun, sungguh disayangkan bangsa kita yang telah terbiasa adat budaya musyawarah mufakat yang mampu mendengar maupun menyampaikan pendapat dengan unggah-ungguh sopan santun yang baik telah kehilangan jati dirinya. Kalimat-kalimat kritis berupa kritikan yang seharusnya membangun malah menjelma menjadi kalimat perusak.

 Saat mengkritisi sesuatu, sudahkah dipikirkan sebelumnya apakah tindakan kritik ini adalah murni sebuah tindakan korektif atau sekedar memenuhi ego. Dari berbagai literatur, hampir semua mengatakan bahwa tak seorang pun suka dikritik. Apalagi kritik tersebut dilontarkan hanya untuk memenuhi ego diri. Banyak dari kita yang terkadang tanpa sadar karena tidak menyukai seseorang atau sesuatu hal, kritik kita sesungguhnya bukanlah sebuah tindakan korektif namun sebuah pelampiasan kekesalan atau amarah.

Dalam kritik yang seperti ini bisa bermacam-macam kandungannya, ada yang mengandung perintah, peringatan, bahkan merupakan sebuah hukuman. Kritik yang seperti ini juga terkadang adalah sebuah upaya memaksakan ide atau keinginan pada pihak lain. Sungguh sebuah tindakan yang hanya melahirkan kepuasan ego belaka.

Lalu pertanyaannya, kalau memang ada yang harus dikritik bagaimana? Ya sampaikan saja, namun pastikan dulu niat kita benar-benar sebuah tindak korektif.

Les Giblin di bukunya yang berjudul Skill with People diuraikan bahwa :

  1. Jangan Pernah Mengkritik di Depan Umum. Mengkritik seseorang di depan umum sama saja dengan mempermalukan seseorang. Lakukanlah kritik secara pribadi langsung ke orangnya tanpa perlu orang banyak tahu.
  2. Mulailah Kritik dengan Kata dan Pujian yang Baik. Menciptakan suasana yang bersahabat akan membuat kritik kita lebih mudah diterima. Ingat bahwa bagaimanapun kritik itu tidak menyenangkan bagi yang dikritik, lakukan sehalus mungkin agar “cubitan” anda tidak terlalu menyakitkan.
  3. Kritik Perbuatannya, Bukan Orangnya. Ini paling sering terjadi dalam persoalan mengkritik. Sering ditemukan kasus kita tidak dapat membedakan apakah yang kita kritik itu perbuatannya atau orangnya. Ingat bahwa setiap orang adalah unik, dan punya cara yang berbeda dalam setiap perilakunya. Ada beda yang jelas di antara dua kalimat ini. “Kamu tuh harusnya begini bukan begitu” dengan “menurutku, sepertinya hal ini bisa dilakukan dengan cara begini, bagaimana menurutmu?”
  4. Beri Solusi atau Jawaban. Mengkritik tanpa memberi solusi sungguh adalah perbuatan yang tidak bijaksana dan tidak berganggungjawab. Pikir dua kali sebelum mengkritik, apakah kita bisa melakukan lebih baik, apakah kita punya cara yang lebih baik. Kalau iya, silahkan sampaikan kritik lengkap dengan solusi dan jawaban yang benar.
  5. Tidak Menuntut, Mari Bekerja Sama. Dalam sebuah tim atau sekelompok orang, sikap seperti ini mutlak diperlukan. Seorang good team player tidak akan menuntut orang lain melakukan apa yang ia inginkan. Sebagaimana pada poin 4 di atas, seorang good team player yang baik sudah siap dengan solusi dan jawaban saat mengkritik dan siap melakukan perbaikan atau tindaka  korektif bersama-sama. Bukan hanya membebankan permasalahan pada pihak lain dan menuntut orang lain yang melakukan tindakan korektif.
  6. Satu Kritikan untuk Satu Pelanggaran. Cukup sekali saja melakukan kritik. Kalau kritik anda tidak menghasilkan perubahan atau tidak dapat ditangkap inti permasalahannya, coba koreksi diri apakah kita sudah melakukan kritik dengan cara yang benar. Mungkin ada cara kita yang salah dalam mengkritik.
  7. Akhiri Kritikan dengan kalimat yang bersahabat. Bagaimanapun, membina hubungan yang baik dengan lebih banyak orang secara berkesinambungan itu penting. Biasakan setelah mengkritik, akhiri dengan kalimat yang bersahabat dan menyenangkan. Ingat bahwa kritikan yang telah anda lakukan mungkin telah menyentuh harga diri seseorang. Kalau perlu tepuk pundaknya, atau bersalaman bahkan kalau hubungan anda dekat, peluklah agar yang dikritik merasa lebih nyaman.

Selama yang orang lain lakukan itu soal selera, dengan karakter yang memang ia punya, tidak merugikan orang lain, tidak menimbulkan bahaya apalagi menyebabkan kematian, biarkan sajalah. Berbeda itu adalah sebuah keniscayaan, kita tidak harus punya cara yang sama dalam banyak hal atau tindakan dengan orang lain.

Pengalaman dari perilaku akan membantu seseorang untuk bertumbuh, seleksi alam akan bekerja. Begitu pula kita. Lakukan saja yang terbaik sebagai pribadi sesuai dengan karakter masing-masing. Jangan buru-buru mengkritik seseorang meski menurut anda ada yang patut dikritik. Beri ruang untuk seseorang bertumbuh dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Daripada mengubah seseorang dengan kritik, lebih baik miliki kredibilitas dan kemampuan yang layak dicontoh, menyentuh hidup orang lain dengan tindakan nyata, menginspirasi orang lain dengan prestasi dan dari situ seringkali terjadi, begitu banyak hidup orang lain yang menjadi lebih baik dan berubah karenanya tanpa perlu dikritik.

Manusia diciptakan dengan berbagai macam sifat, baik ataupun buruk. Dan salah satu contoh sifat buruk manusia adalah berasal dari lisannya. Lidah manusia dapat diibaratkan seperti pisau yang memiliki dua fungsi, yaitu akan bermanfaat bagi orang lain apabila tujuannya baik, namun dapat menjadi berbahaya dan menyakiti orang lain apabila tujuannya buruk. Dan bahaya lidah dalam agama Islam adalah ketika digunakan untuk mencemooh atau mengolok-olok orang lain atau nyinyir. Nyinyir adalah suatu perbuatan yang menurut Islam adalah perbuatan tercela dan dosa.

Allah telah memerintahkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik dalam perbuatan maupun lisan. Dan Allah telah memberikan teladan yang baik melalui Rasulullah SAW. pada semasa hidupnya Rasulullah tidak pernah menyindir dan mencela makanan yang tidak disukai. Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah ra., beliau berkata :

“Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya. Jika beliau menyukai, maka beliau akan memakannya, jika tidak maka beliau akan meninggalkannya.”

Kritikan yang halus dan membangun sering kita sebut sebagai nasehat adalah cinta. Saling menasehati itu tanda cinta karena nasehat berarti menginginkan kebaikan pada orang lain. Kita ingin saudara kita itu jadi baik, BUKAN ingin mereka direndahkan atau disalahkan. Inilah dasarnya.

Dihadits lain, beliau mengatakan :
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45).

Ingat, kita melakukan nasehat itu krn kita inginkan kebaikan bagi orang lain. Bukan malah ada sifat NYINYIR bin KETUS dibalik nasehat. “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Kata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin.

“Nasehat adalah engkau suka jika saudaramu memiliki apa yang kau miliki. Engkau bahagia sebagaimana engkau ingin yang lain pun bahagia. Engkau juga merasa sakit ketika mereka disakiti. Engkau bermuamalah (BERSIKAP BAIK) dengan mereka sebagaimana engkau pun suka DIPERLAKUKAN seperti itu.”
(Syarh Riyadhis Sholihin, 2: 400).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُوْمُ

“Dua orang yang saling mencela maka dosanya ditanggung oleh yang pertama kali memulai. Selama orang yang terdzhalimi tidak melampaui batas…” (HR. Muslim: 2587)

Kita tidak perlu membalas orang yang mencela kita, karena Nabi Muhammad SAW makhluk termulia ketika dicela juga tidak membalas. Dan itulah ajaran beliau.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيْكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيْهِ، فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Apabila ada seseorang mencaci dan mencela dengan apa yang terdapat padamu, maka janganlah engkau membalas cela dengan mengumbar aib dirinya. Karena dosanya akan ia tanggung…”
(Hasan, HR. Abu Dawud)

Lalu nyinyir yang seperti apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan menurut Islam?

Perbuatan nyinyir hampir sama dengan menyindir, mencemooh atau mencela, maka dapat disimpulkan hukumnya tidak jauh berbeda dengan hukum menyindir orang dalam Islam. Nyinyir tidak diperbolehkan dan akan menjadi dosa apabila tujuannya buruk dan menyakiti orang lain, misalnya nyinyir dengan tujuan untuk menghina, balas dendam dan untuk riya dalam Islam. Dan sedangkan hukum menyakiti hati orang lain dalam Islam adalah dosa dan akan ada balasan menyakiti hati orang lain dengan balasan yang setimpal. Namun, nyinyir menjadi diperbolehkan apabila bertujuan baik, seperti untuk membuat perilaku dan sifat seseorang agar menjadi lebih baik, namun hal tersebut haruslah tetap memakai aturan dan berdasarkan pada sumber syariat Islam serta dasar hukum Islam.

Sebagai seorang muslim yang baik, alangkah lebih baik lagi jika kita tidak melakukan perbuatan nyinyir, Allah telah memperingatkan hambanya untuk tidak mencela ataupun mencemooh orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti firman Allah dalam (QS. Al-Hujurat[11] :

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang (yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang (mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-ololk perempuan yang lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik daripada yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (paggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Dari ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Allah SWT. telah melarang hambanya untuk mengolok-olok ataupun mencela orang lain, karena bisa jadi orang yang di perolok lebih baik dari yang mengolok. Dan dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan janganlah para perempuan memperolok perempuan yang lain. Mengapa hanya perempuan? Karena seperti yang telah diketahui bahwa perempuan lebih banyak bicara dibandingkan laki-laki dan biasanya kaum perempuan yang lebih sering membicarakan orang ketimbang kaum laki-laki. Maka dari itu kenapa Allah menegaskan janganlah perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan yang lain, agar para perempuan lebih menjaga lisannya dan akhlaknya.

Dalam sebuah hadist, dari Imran bin Husain ra. Rasulullah SAW. bersabda :

“Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut sebagai muslimah yang baik seharusnya dapat direnungkan dan dipikirkan alasan mengapa wanita menjadi penghuni neraka terbanyak. Dan dengan adanya hadist tersebut diharapkan kaum hawa lebih lebih memperbaiki diri agar tidak termasuk kedalam golongan penghuni neraka.

Sebagai muslim memang sudah seharusnya dan sepantasnya agar kita menjaga lisan, menghilangkan segala macam penyakit hati menurut Islam, senantiasa memperbaiki akhlak serta tidak menyakiti hati orang lain dengan lisan ataupun perbuatan kita. Maka dari itu mulailah untuk tidak melakukan perbuatan nyinyir yang mana seringkali dapat melukai hati orang lain. Hidup didunia ini hanyalah fana, jadi alangkah lebih baik jika kita menjadikan kehidupan didunia sebagai ladang untuk mencari pahala dan ridha Allah SWT supaya kelak kita dapat menempati surganya Allah SWT.

 

Reference:

http://winda174.blogspot.co.id/2014/09/menasehati-gak-perlu-nyinyir-ketus-dan.html

https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-nyinyir-dalam-islam

http://donnaimelda.com/kritik-kepuasan-pribadi-atau-tindakan-korektif/

https://www.hipwee.com/opini/situsinis-penyakit-nyinyir-tiada-akhir/

https://www.pegipegi.com/travel/suka-nyinyir-itu-tandanya-kalau-kamu-masih-primitif/

 


MEROKOK SAMBIL BERKENDARA ITU TIDAK KEREN

Menjadi seorang pengendara baik pengendara Motor dan Juga Mobil di Jalan Raya harus mempunyai peraturan dan juga sikap yang disiplin, memang benar semua pengendara Ingin perjalanan yang nyaman, cepat dan Juga mudah, Namun juga perlu anda sadari bahwa jalanan bukan milik pribadi, banyak pasang mata yang juga menggunakan jalan sebagai jalur tujuan mereka.

Sayang beribu sayang, banyak diantara kita-kita yang sering melupakan bahwa kita berkendara layaknya jalanan adalah milik kita sendiri. Mungkin disebabkan perasaan kita yang bayar pajak STNK dan beli dari dealer dengan uang kita sendiri. Bukan hanya kasus sliyat-sliyut salip kanan-kiri di jalanan yang membahayakan, tetapi penggunaan handphone saat berkendara juga sangat berbahaya seperti kasus yang lagi ngetren akibat menggunakan HP maka mobil yang ditumpangi papa Setnov nyium tiang listrik. Selain penggunaan HP saat berkendara ada 1 hal lagi yang membahayakan yakni merokok saat berkendara.

Cerita Rendhy Maulana yang matanya terkena bara rokok saat mengendarai motor menjadi viral. Rendhy yang kala itu sedang mengendarai motor dalam perjalanan menuju rumahnya di Kampung Melayu merasa matanya perih dan memutuskan untuk pergi ke dokter. Pemeriksaan dokter menemukan ada bekas abu rokok pada mata Rendhy. Matanya mengalami iritasi parah namun masih bisa pulih.

“Terimakasih buat pengendara motor yg hobi ngerokok sambil bawa motor. bara api rokok lo bikin orang bahaya,” tulis Rendhy menyindir dalam sebuah postingan Facebook yang sudah dibagikan lebih dari tiga ribu kali ini.

Mari kita baca sama-sama Undang-Undang No 22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1. Ini sejatinya bukan hanya tentang penggunaan telepon seluler, tapi juga rokok

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi”

kekerenanmu nggak meningkat dengan begini

Kekerenanmu nggak meningkat dengan begini via www.yamahamotorjakarta.com

Berdasar ayat tersebut, menurut LSM Road Safety Association Indonesia (RSA Indonesia) juga, merokok dapat mengganggu konsentrasi dan sebenarnya tidak sedikit kecelakaan di jalan raya yang diakibatkan hilangnya konsentrasi akibat merokok. Kita main logika yuk. Abu rokok perokok itu nggak bisa dikontrol, bisa aja dong kena tangan mereka sendiri, kena baju, dan entah apalagi. Lalu, pengendara bisa kaget, dan malah nggak sadar kalau ada kendaraan lain di depannya. Kebayang dong apa yang terjadi selanjutnya? Makanya, ngerokok juga tahu waktu dan tempat. Mau kamu habis 20-50 batang per hari juga nggak apa-apa.

Bagi yang melanggar Undang-Undang No 22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1 tersebut akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. Dan sangat memungkinkan, bahwa orang yang merokok saat berkendara dapat diganjar pasal tersebut. Belum lagi kalau sudah mengganggu pengendara lainnya dan dia kecelakaan karena bara atau abu rokokmu, kamu dituntut gimana? Kena pasal berlapis dong? Ati-ati di jalan..

Berkendara sambil merokok

Udah bagus mobil ber AC, ehhh malah milih buka jendela buat ngerokok. Ga keren banget.

Gangguan internal lain yang sudah sangat diakui dan diamini oleh semua kalangan ialah penggunaan telepon seluler alias HP ketika berkendara. Penelitian internasional pun pernah menyatakan bahwa menelepon sambil mengemudi menyumbang satu dari setiap empat kecelakaan mobil. Parahnya, terjadi sekitar 1,5 juta kecelakaan setiap tahunnya atau 4 ribu kecelakaan per hari akibat penggunaan ponsel. Nggak hanya ponsel dong, kalau ternyata merokok, makan, ataupun minum juga masuk dalam gangguan internal. Lebih baik, kamu berhenti atau mengemudi bergantian kalau memang sangat ingin melakukan hal-hal tersebut. Masih nggak pengen mati konyol di jalan kan?

Memang belum ada penelitiannya, dan mungkin tahun-tahun mendatang akan segera ada. Bagi yang mau ngajuin skripsi ide bagus banget nihhhh…..

Bagi yang sekolah hukum, harusnya mampu menegakkan hukum dan mengimplementasikan ilmunya, caranya bagaimana dan apa hubungannya dengan kasus merokok sambil berkendara ini??? Sederhana saja, kalaupun kita tahu pengendara sambil merokok, ambil jepretan fotonya dan buat delik aduan ke polisi terdekat atau minimal kirimkan ke facebook radio Suara Surabaya 🙂 . Bukan bermaksud mencari masalah namun tindakan tersebut sebagai wujud sikap non-plegmatis kita untuk menciptakan kondisi yang toleran di jalanan.

 


Amalan Pagi Hari yang Membuat Hidup Lebih Berkah

Amalan Pagi Hari yang Membuat Hidup Lebih Berkah

Enam Amalan Pagi Hari yang Membuat Hidup Lebih Berkah

TIDUR pagi, memang terasa mengenakkan, terutama bagi mereka yang memang tak bisa mengelakkannya. Usai Subuh, kepala langsung terasa berat dan hati pun seolah mendesak agar badan segera rebah dan secepat mungkin memejamkan mata.

Mungkin wajar, membuat kondisi tubuh memang lejar. Tetapi, jika tanpa sebab, lantas setiap pagi melenakan diri dengan tidur, aduhai betapa ruginya.

Sedang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam setiap pagi hari memanjatkan doa untuk umatnya. اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, pagi bukan saatnya untuk berleyeh-leyeh, apalagi kembali pulas mendengkur. Oleh sebab itu, mesti ada niat dan ikhtiyar kuat dalam diri agar kita tidak termasuk umat Islam yang kehilangan berkah, justru di awal suatu hari bermula.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Rasulullah menjelaskan, barangsiapa yang tidak bagun di pagi hari,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : { يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَ إِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ}.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setan akan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan ia akan membisikkan kepadamu bahwa malam masih panjang, jika ia terbangun lalu berdzikir pada Allah lepaslah satu ikatan, jika ia berwudlu maka lepaslah dua ikatan, dan jika ia melanjutkan dengan sholat, maka lepaslah seluruh ikatan itu, sehingga pada pagi harinya ia mulai dengan penuh kesemangatan dan jiwanya pun sehat, namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang keji dan penuh kemalasan.” [HR Bukhari]

Pertama, berdzikir

Dzikir pagi adalah amalan yang patut digalakkan. Karena selain membuat lebih bersemangat di pagi hari juga berdampak dimudahkan segala urusan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Dzikir pagi  dibaca saat masuk waktu Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dibaca sampai matahari akan bergeser ke barat. Soal bacaan wirid, ada bermacam-macam  pilihan.

Masalah dzikir pagi ini, Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS. Al-Ahzaab : 41-42].

Dari Anas Ibnu Mali, Rasulullah bersabda;

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيل، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ”

“Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala mulai shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismaa’iil. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai shalat ‘Ashar hingga tenggelam matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak.” [HR: Abu Daawud, Al-Baihaqiy]

Kedua, tilawah Al-Qur’an

Tilawah Al-Qur’an, terlebih jika diniati untuk dibaca dengan penuh penghayatan, perenungan dan kesiapan hati mengikuti dan mengamalkan kandungannya, hal ini akan sangat membantu fokus otak dan hati untuk lebih siap menyudahi Shubuh dengan kebaikan, ilmu dan spirit iman yang lebih hidup.

Terlebih waktu Shubuh udara masih bersih, suasana belum bising dan fisik juga masih segar. Tentu hal tersebut akan memudahkan akal, hati dan emosi lebih cepat merasakan getaran, kesan dan spirit dari ayat demi ayat yang dibaca.

Bahkan, para penghafal Qur’an, memanfaatkan waktu emas ini sebagai momentum untuk muroja’ah (mengulang-ulang hafalannya). Andaikata hanya bisa tilawah selembar atau dua lembar, sebagai langkah awal, ini tentu suatu kemajuan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ketiga, memulai beraktivitaslah

Rasulullah, tidak menjumpai pagi melainkan bergegas dalam beraktivitas.

Seperti yang Allah firmankan;

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang.” (QS. Ali Imron [3]: 121).

Jadi, tidak salah jika bangsa Arab mengenal petuah, “Waktu adalah pedang.” Kemudian dalam bahasa kita dikenal, “Siapa cepat dia dapat.” Dengan kata lain, siapa bergegas dalam beraktivitas insya Allah dia akan sukses. Sinkron dengan apa yang jamak diketahui orang, “Man jadda wajada” (Siapa bersungguh-sungguh dia dapat).

Dengan demikian, selesai sholat Subuh, selesai tilawah, jangan rebahkan badan. Tapi bangkit dan bergeraklah melakukan aktivitas mulia lainnya. Seperti menyapu rumah, mencuci piring, atau apapun yang pada intinya tubuh bisa bergerak sehingga lepas dari gelayutan mata yang memaksa diri terus mengangut.

Keempat, segerakan mandi

Kebaikan, dalam Islam hukumnya mesti disegerakan, demikian pula halnya dengan mandi di pagi hari. Andaikata jam keluar rumah terbilang masih siang, menyegerakan mandi pagi jelas tidak merugikan.

Selain akan memberikan kesegaran lebih dini, waktu untuk melakukan persiapan sebelum menjalani rutinitas harian di luar rumah, bisa dilakukan lebih awal, sehingga mencegah adanya barang tertinggal atau urusan yang terselap, termasuk terhindar dari berangkat terburu-buru. Dengan begitu, insya Allah, semua urusan akan berjalan sesuai rencana.

Kemudian, dalam tinjauan medis, mandi pagi memberikan banyak keuntungan. Mulai dari lancarnya peredaran darah, meningkatnya produksi sel darah putih, mengurangi resiko darah tinggi, serta meningkatkan kesuburan.

Kelima, beramal

Diriwayatkan sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu berterusan . Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” [HR. Bukhari no. 39]

Keenam, Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan sunnah mu’akkadah, terbukti telah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan Muslim,  dari hadits Aisyah radhiallahu anha, dia berkata;

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ )

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.”

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”[HR Muslim]

Adalah Ibnul Qayyim Dalam Kitab Zaadul Ma’ad, (4/378) pernah berkata tentang empat hal yang akan menghampat datanganya rizki;

“Empat hal yang menghambat datangnya rizki:  tidur di waktu pagi,sedikit shalat,  malas-malasan dan berkhianat.”

Semoga empat hal yang  dimaksud Ibnu Qayyim tidak masuk di antara kita semua. Selamat menjemput berkah pagi hari.*

Rep: Imam Nawawi

Editor: Cholis Akbar