“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

MY CRITISM

Apakah Sekolah Kita Sudah “Beradab”?

Apakah Sekolah Kita Sudah “Beradab”?

oleh : Irfan Amalee

poster pendidikan

Ada sebuah tulisan dari saudara Irfan Amalee yang mampu mengguncang hati saya, bagaimana lemahnya standarisasi dalam pendidikan dimana beberapa waktu terakhir ini yang selalu dipacu adalah nilai,,nilai,,dan nilai,,sehingga kita akan lebih terkejut bila mendengar ada anak yang tidak lulus UN lantas bertindak nekat mengakhiri hidupnya,,,karena kita telah melupakan aspek mental dan moral sebagai pokok tujuan utama yang harus dibangun dalam pendidikan selain keilmuan. Kita juga melupakan aspek pelayanan dan mutu pendidikan yang telah bergeser kepada aspek penilaian betapa megahnya bangunan sekolah, betapa banyaknya murid dari kalangan elit yang bersekolah disana dan berapa banyak pajangan dinding akan prestasi lomba-lomba para muridnya. Berikut kisah yang dapat kita petik dari tulisan artikel sudara Irfan Amalee di kompasiana.

Setahun terakhir ini saya terlibat membantu program Teaching Respect for All UNESCO. Saya juga membantu sejumlah sekolah agar menjadi sekolah welas asih (compassionte school). Dua hal di atas membawa saya betemu dengan sejumlah sekolah, pendidik, hingga aktivis revolusioner dalam menciptakan pendidikan alternatif. Di benak saya ada satu pertanyaan: sudah se-compassionate apa sekolah kita? Sejauh mana sekolah menumbuhkan sikap respect pada siswa dan guru, serta semua unsur di lingkungan sekolah? Karena compassion (welas asih) dan respect (sikap hormat dan emphaty) adalah bagian dari adab (akhlak) maka pertanyaannya bisa sedikit diubah dan terdengar kasar: sudah seber-adab apakah sekolah kita?

Rekan saya melakukan sebuah experimen yang menarik. Dia berkunjung ke Sekolah Ciputra, sekolah millik pengusaha Ciputra yang menekankan pada karakter, leadeship dan entrepreneurship serta memberi pengharagaan pada keragaman agama dan budaya. Pada kunjungan pertama rekan saya itu datang dengan baju necis menggunakan mobil pribadi. Di depan gerbang Pak Satpam langsung menyambut hangat, “Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” Rekan saya menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan kepala sekolah, tetapi dia belum buat janji. Dengan sopan Pak Satpam berkata, “Baik, saya akan telepon pak kepala sekolah untuk memastikan apakah bisa ditemui, bapak silakan duduk, mau minum kopi atau teh?” Pelayanan yang begitu mengesankan!

Di waktu lain, rekan saya datang lagi, dengan penampilan yang berbeda. Baju kumal, dengan berjalan kaki. Satpam yang bertugas memberikan sambutan yang tak beda dengan sebelumnya, diperlihakan duduk dan diberi minuman. Saat berjalan menuju ruang kepala sekolah, satpam mengantarkan sambil terus bercerita menjelaskan tentang sekolah, bangunan, serta cerita lain seolah dia adalah seorang tour guide yang betul menguasai medan. Bertemu dengan kepala sekolah tak ada birokrasi rumit dan penuh suasana kehangatan. Padahal rekan saya itu bukan siapa-siapa, dan datang tanpa janjian sebelumnya.

Melatih satpam menjadi sigap dan waspada adalah hal biasa. Tetapi menciptakan satpam dengan perangai mengesankan pastilah bukan kerja semalaman. Pastilah sekolah ini punya komitmen besar untuk menerapkan karakter luhur bukan hanya di buku teks dan di kelas. Tapi semua wilayah sekolah, sehingga saat kita masuk ke gerbangnya, kita bisa merasakannya. Itulah hidden curricullum, culture.

Di kesempatan lain, saya bersama rekan saya itu berkunjung ke sebuah sekolah Islam yang lumayan elit di sebuah kota besar (saya tidak akan sebut namanya). Di halaman sekolah terpampang baliho besar bertuliskan, “The most innovative and creative elementary school” sebuah penghargaan dari media-media nasional. Dindinging-dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang menjuarai berbagai lomba. Ada dua lemari penuh dengan piala-piala. Pastilah sekolah ini sekolah luar biasa, gumam saya.

Kami berjalan menuju gerbang sekolah menemui satpam yang bertugas. Setelah kami mengutarakan tujuan kami ketemu kepala sekolah, satpam itu dengan posisi tetap duduk menunjuk posisi gerbang dengan hanya mengatakan satu kalimat, “lewat sana”.

Kami masuk ke sekolah tersebut. Di tangga menuju ruangan kepala sekolah, ada seorang ibu yang bertugas menjadi front office menghadang kami dengan pertanyaan, “mau kemana?” dengan wajah tanpa senyum. Saat tiba di ruangan kepala sekolah, kebetulan sat itu mereka sedang rapat. Sehingga kami harus menunggu sekitar 45 menit. Selama kami duduk, berseliweran guru datang dan pergi tanpa ada ada yang menghampiri dan bertanya, ” ada yang bisa saya bantu?”

Akhirnya kepala sekolah mempersilakan kami unutk masuk ke ruangannya. Baru ngobrol sebentar, tiba tiba seseorang di luar membuka pintu dan memasukkan kepalanya menanyakan sesuatu kepada kepala sekolah yang tengah mengobrol dengan kami. Tak lama dari itu tiba-tiba seorang guru masuk lagi langsung minta tanda tangan tanpa peduli bahwa kami sedang mengobrol. Karena kesal, akhirnya kepala sekolah itu mengunci pintu agar tak ada orang masuk. Dalam obrolan, saya sempat bertanya, apa kelebihan sekolah ini? Kepala sekolah terlihat berpikir keras selama beberapa menit sampai akhirnya menjawab,” ini seperti toko serba ada, semua ada”. Dari jawaban itu saya baru faham, pantas saja satpam sekolah ini tak punya sense of excelent service, kepala sekolahnya saja tak biss menjelaskan apa value preposition sekolahnya.

Kemegahan bangunan, serta berbagai prestasi yang telah diraih, rasanya menjadi tak ada apa-apanya. Karena bukan itu yagn membaut kita terkesan, melainkan atmosfir sekolah, hidden curricullum, culture.

Perjalanan kami lanjutkan ke sekolah Islam di tengah kampung. Bangunannya kecil sederhana. Pendiri sekolah ini seorang lulusan STM, tetapi mengabdikan separuh hidupnya untuk merumuskan dan menerapkan konsep  sekolah kreatif yang dapat memanusiakan manusia. Saat ditanya tentang sekolahnya, dengan lancar dia menjelaskan konsep sekolah kreatif yang memberikan keras besar pada kreativitas anak dan guru. Ruang kelas dibuat tanpa daun pintu. Hanya lubang lubang besar berbentuk kotak, lingkaran, bulan sabit, bintang. Sehingga ketika guru tidak menarik, siswa boleh keluar kapan saja. Tak ada seragam sekolah dan buku pelajaran.

Kami duduk di pelataran sekolah sambil menyaksikan keceriaan anak-anak yang tengah bermain. Selama kami duduk, ada tiga orang guru dalam waktu yang berbeda menghampiri menyambut kami dan bertanya, “ada yang bisa yang saya bantu?”. Saya menangkap semangat melayani para guru tersebut. Mereka ingin memastikan tak ada tamu yang tak dilayani dengan baik.

Saat mengamati anak-anak bermain, saya melihat ada seorang anak yang jatuh dan menangis. Saya menebak bahwa guru akan segera membantu. Tetapi tebakan saya salah, ternyata dua teman sekelasnya datang menghibur dan membantunya untuk berdiri dan memapahnya ke kelas. Saya cukup terkesan.

Di sekolah yang sederhana ini saya menangkap aura kebahagiaan dari siswa dan guru-gurunya. Saya tak perlu tahu kurikulum dan sistemnya, saya sudah bisa merasakannya. Konsep dan visi pendirinya, ternyata bukan hanya di kertas. Saya bisa melihat dalam praktik. Itulah hidden curricullum, culture.

Pada kesempatan lain rekan saya pernah juga terkesan oleh siswa sekolah internasiona yang kebanyakn siswanya berkebangsaan jepang. Saat itu rekan saya akan mengisi acara di depan siswa pukul 10 pagi. Setengah sepuluh aula masih kosong. Tak ada orang tak ada kursi. Lima belas menit sebelum acara para siswa datang, mengambil kursi lipat dan meletakkannya dalam posisi barisan yang rapi. Seusai acara, setiap siswa kembali melipat kursi dan meletakkannya di tempat penyimpanan, hingga ruangan kembali kosong dan bersih seperti semula. Itulah culture.

Dari cerita di atas, saya semakin tidak tertarik pada prestasi apa yang diraih sekolah, semegah apa sebuah sekolah. Saya lebih tertarik bagaimana budaya sekolah dibangun dan diterapkan? Banyak sekolah yang menginvestasikan begitu banyak waktu dan pikiran untuk menyabet berbagai penghargaan. Tapi tak banyak yang serius membuat sekolah menjadi berharga dengan karakter dan budi pekerti. Banyak guru dan pelatih didatangkan untuk memberikan pembinaan tambahan pada siswa agar dapat menang lomba. Tapi sedikit sekali pelatihan service excellence untuk satpam dan karyawan. Dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang juara ini juara itu, tapi jarang sekali foto sesorang siswa dipajang karena dia melakukan sebuah kebaikan. Kehebatan lebih dihargai daripada kebaikan. Prestasi lebih berharga dari budi pekerti.

Kita harus segera mengubah sistem pendidikan kita masih berorientasi pada ta’lim (mengajarkan) menjadi ta’dib (penanaman adab). Dalam konsep compassionate school, tadib harus diterapkan secara menyeluruh (wholse school approach) meliputi tiga area, pertama SDM yaitu guru, karyawan, orangtua, hingga satpam, kedua kurikulum, dan yang ketiga iklim atau hidden curricullum.

Sebuah sekolah bukanlah pabrik yang melahirkan siswa-siswa pintar. Tapi sebuah lingkungan yang membuat semua unsur di dalamnya menjadi lebih ber-adab. Untuk mengukur apakah sebuah sekolah sudah menjadi compassionate school tak serumit standar ISO. Cobalah berinteraksi dengan satpam sekolah, amatilah bagaimana guru beriteraksi, siswa bersikap. Rasakan atmosfirnya. Jika preastasi akademik bisa dilihat di selembar kertas, budi pekerti hanya bisa kita rasakan.


7 TAHUN

7 TAHUN

Masa muda adalah sebuah inti dari diri ini untuk membangun sebuah masa depan. Masa muda adalah sebuah masa dimana membuat kesalahan dan segera memperbaikinya sebelum menyesali segalanya. Menjadi baik itu penting, tapi diri ini tidak akan mampu menilai baik jika kita tidak mampu menilai seberapa buruknya masa lalu yang telah diselesaikan. Membuat kesalahan perlu, namun semua ada batasnya itulah yang sering dikatakan bahwa nakal itu boleh asal tidak merusak dan merugikan orang lain.

    Banyak kawan bertanya mengapa saya lulus begitu lama? 7 tahun tepat lamanya, tapi menurut regulasi yang ada masa kelulusan di transkrip saya adalah 6 tahun 11 bulan Karena tidak pernah ada yg lulus 6 tahun 12 bulan alias wafat di DO. Mengapa 7 tahun? Sebuah kejujuran dihati terdalam saya sangat menikmati 7 tahun itu dan saya ingin selalu kehidupan saya di 7 tahun itu. Lantas apakah saya salah memilih untuk sekian lama?

Terjatuh lalu bangkit, tercurangi lalu membalas kasih, menolong tapi tak berbalas budi, belajar lalu bersyukur saat mampu berkarya, berjanji kasih namun hanya untuk teringkari, dihina dengan rela untuk membentuk jiwa yang kaya pembuktian nanti, terus mencoba walaupun tertatih-tatih demi mendapat maha ilmu pengalaman ,,yah semua itu untuk mencapai derajat hati yang semakin tinggi, menggapai derajat ilmu yang bergemuruh dan menggaliderajat akhlak sebagai karunia ilahi yang mutlak.

    Tujuh tahun, bukanlah sebuah waktu yang singkat namun sungguh kurasa amat singkat. Ilmu Allah tidak terbatas, sunggu nista jiwa dan akalku jika berpuas diri dengan waktu singkat kan sekedar mengetahuinya. Tidak, tujuanku belajar dan kuliah bukanlah sekadar sebuah nilai tiga koma sekian dan waktu 3,5-4 tahun, ada yang lebih tinggi lagi yakni kemanfaatan ilmu. Maha raja dalam diriku adalah hatiku, apapun titahnya akan selalu dilaksanakan oleh mahapatih pikiranku. Saat hatiku berkata belum, belum cukup,,, maka pikiranku akan selalu mencari dan mencari hingga tercukupi segalanya. Tujuh tahun yang kulalui menjadi terasa singkat.

    “Bekerja adalah sebuah hal yang mudah jika hati dan pikiranku telah kaya”, itulah ujar kata hatiku. Semua akan menghargai ilmuku, akan menghargai etiketku, akan menghargai daya juangku dan akan menghargai pengalaman hidup yang menempaku. Waktu 3,5-4 tahun akan terbeli dengan ijazah dan senyum terindah orang tua. Waktu 7 tahun akan tertebus dengan hati tanpa keegoisan dan pengalaman berbagai ilmu kehidupan. Ilmu sangat mudah dicari namun sangat sulit dibagi, lantas untuk apakah ilmu yang kawan cari? Untuk dibawa matikah?

    Berbisnis? Mengapa tidak, Menjadi praktisi industry? Saya juga punya bekal, memulai dari bawah? Mental saya siap, Menjadi leader yang baik? Saya telah mengalaminya juga. Lantas apa yang kawan tertawakan mengenai 7 tahun diriku yang katanya telah kubuang sia-sia?

    Lulusan 7 tahun tidak mampu unjuk gigi dan bekerja?

    Dari sekian lamaran yang saya lempar dalam waktu 3 bulan, saya telah dipanggi 6 perusahaan. Sejumlah 2 perusahaan saya tolak dengan menurunkan nilai karena tidak ada waktu khusus untuk jumatan, 1 perusahaan hingga mencapai tahap akhir outbound, 1 perusahaan karena tidak mendapat ijin orang tua keluar pulau, 1 gagal di opsi wawancara karena ada kandidat yang lebih punya experience kerja dan yang terakhir adalah tempat saya bekerja. Cukup waktu bagi saya untuk 3 bulan menganggur kawan, seorang mahasiswa 7 tahun lulus yang tak berbekal ijazah dalam mencari kerja. Hati saya telah memutuskan untuk menentukan hidup pada takdir kehidupan, jika dalam 4 bulan saya tidak bekerja, saya akan menjadi bisnisman handal, namun jika saya dalam waktu 3 bulan telah diterima kerja saya akan menjadi praktisi yang handal dan akan saya buktikan bahwa lulusan 7 tahun mampu bekerja dengan baik dengan ilmu dan pengalaman yang telah kugapai.

    


PENYEBAB MAHASISWA LAMBAT LULUS

PENYEBAB MAHASISWA LAMBAT LULUS

Disadur dari poskamling dengan revisi dari eks-mahasiswa 7 tahun

Semua mahasiswa pasti ingin lulus secepatnya, sengebut-ngebutnya sampai-sampai awal masuk kuliah masuk ke gigi persneleng 4 pake gas puooollll, dengan tujuan akhir Indeks Prestasi yang mentereng. Sayangnya, mewujudkan cita-cita luhur itu tidak semudah menghadapi kehidupan kampus yang kejam. Usut punya usut, Mereka (Para Mahasiswa Sulit Lulus) terhalang sebuah tembok besar. Sebuah tembok besar di ujung proses perkuliahan.

Sebuah tembok besar yang sulit dilalui….

Tembok besar itu bernama Skripsi. Mengapa menyusun skripsi yang gak sampai 100 halaman bisa memakan waktu yang begitu lama? Padahal Bandung Bandawasa saja bisa membangun 999 candi dalam semalam. Hey, tunggu..Bandawasa bisa melakukannya karena dibantu makhluk halus. Sayangnya, kampus melarang Mahasiswa minta tolong pada makhluk halus untuk menyusun skripsi. Itulah mengapa membuat skripsi jauh lebih lama dan sulit daripada membangun Candi Prambanan.

Mungkin kamu termasuk di dalamnya. Frustasi tak jua melepas status sebagai mahasiswa karena terbentur skripsi. Baiklah,,jangan panik,,,kami lakukan survey tanpa mengajak cak Lontong sehingga survey kami layak diakreditasi dengan nilai “memuaskan” J

1. Merasa Sudah Lulus


Ini adalah sindrom akut yang biasa terjadi pada para WTS (Wisuda Tuna Skripsi). Ya, ketika kamu mulai membuat skripsi, itu artinya mungkin kamu sudah menyelesaikan hampir atau malah semua mata kuliah dengan nilai yang cukup.

“Owyeaahh..selangkah lagi menuju wisuda. Semua kerja keras gue selama ini terbayar..!! Sebentar lagi tidak ada kuliah pagi!! Tidak ada quiz!! Tidak ada dosen killer!! Yayaiyyyy…!!!”
Oww…wait.. Celakanya, dalam situasi ini, beberapa orang merasa benar-benar sudah lulus.

lu sekarang jarang ke kampus. Trus setahu gue kerjaan lu tiap hari maen Sims City sampai pagi, trus tidur seharian. Emang lu gak kuliah..?!” Pemuda Harapan Bangsa bertanya.

The answer is “Santai… gue udah lulus kok. Tinggal skripsi aja..” sambil puk-puk bantal kesayangan.


Please..sampai toga itu melekat di kepalamu, you’re nothing but still Mahasiswa. Dan toga itu tidak akan melekat di kepalamu sampai kamu menyelesaikan skripsimu. Jadi, berhentilah berpikir kamu sudah lulus dan santai-santai main game negeri anta berantah. Mulailah kerjakan skripsimu itu dengan sepenuh hati dan setelah itu bangunlah bangsamu seperti kamu membangun gedung-gedung di “SIMS CITY”.

 

Kota idaman “Sims City” dari para teknokrat pejuang skripsi 😀

2. Terlalu banyak berpikir

Berpikir itu baik, sobat. Teori relativitas juga tidak muncul begitu saja tanpa pemikiran yang dalam. Tapi kalau kamu kebanyakan mikir tapi gak kunjung bergerak ya percuma. Kami gak asal ngomong, menurut penelitian dari tim University College London (UCL), terlalu banyak mikir itu gak baik.


Kebanyakan WTS Pemula (baru mau mulai menyusun skripsi) terkungkung dengan mindset bahwa “menyusun skripsi itu sulit”. Mereka jadi malas untuk memulai karena otaknya sudah penuh dengan ketakutan berlebihan akan skripsi. Skripsi menjadi semacam phobia.


Kalo otakmu sudah penuh dengan payudara Miyabi atau kecakepan Justin Bieber ya jangan dibebani lagi,,, it’s soo..soo..heavy friend…

Menurut paparan disini, pikiran negatif yang terus menerus diulang, bisa menjadi pemicu depresi. Padahal, hal-hal negatif yang ditakutkan itu baru ada di pikiran, belum menjadi kenyataan. Yes..You’ve created a problem that wasn’t even there in the first place. Well, skripsimu gak akan pernah selesai kalau begini terus. Jangan terus terbebani dengan pikiran-pikiran negatif. Depresi karena gagal menyusun skripsi, terdengar sangat payah.

Kamu harus mulai bergerak. Sekarang juga. Buang semua pikiran negatif. Buang semua anggapan bahwa menulis skripsi itu sulit. Tanamkan di pikiranmu, menulis skripsi itu mudah..!! Tenang saja,,, semudah nge-restart laptop kita,,,cukup klik…klik…klik…


Percayalah, Segala sesuatunya hanya sulit di awalnya saja, setelah itu, mengalir seperti banjir. Deras. Jangan takut melangkah, toh nanti kamu akan dibantu oleh Dosen Pembimbing yang siap untuk memberikan saran dan revisi. Dan sebagai nilai tambahnya, bimbingan skripsi itu gratis.

Jadi, Ketika kamu sudah sadar bahwa kamu belum lulus dan berniat untuk mulai mengerjakan skripsi, jangan kebanyakan mikir, just do it. Kata motivator bisnis,” nomor 1 adalah action, nomor 2 adalah action, nomor 3 adalah action,,yang nomor 4 kata ahli hadist baru ayahmu,,nah lhooo L“. Buka komputermu, dan mulailah mengetik, tapi jangan mampir ke sosmed atau game, cukup kunjungi miss.word atau miss.excell pasti dapat inspirasi dan hidayah.

3. Terlalu banyak membuang waktu


Menyusun skripsi itu sama saja dengan menjalani LDR (Long Distance Relationship). Niat saja tidak cukup kalau mau terus bertahan. Kamu harus punya komitmen. Komitmen kuat untuk benar-benar menjalaninya agar berujung pada akhir yang bahagia.

Kalau tidak.. yahh, sama seperti LDR, niatmu hanya akan tetap menjadi niat. Kandas di tengah jalan. Melanjutkan proses menyusun skripsi akan selalu ada di to-do-list mu setiap hari, tapi tetap saja tanpa progress yang berarti dari waktu ke waktu. Gak percaya..?!

Hai yang masih mahasiswa..!! Kami cukup yakin bahwa niat awal kamu menyalakan komputer/laptop tadi adalah untuk melanjutkan menulis skripsi yang masih sampai kata pengantar itu. Tapi ironisnya, kamu berakhir dengan membuka browser dan ujung-ujungnya membaca artikel konyol ini. Yang lebih menyedihkan, begitu menyadari kesalahan, kamu tetap melanjutkan membaca dan terus tertawa. Padahal yang kamu tertawakan adalah nasib seorang pemuda juara harapan bangsa alias diri kamu sendiri.

Apalagi kalau kamu kamu tiba-tiba berubah pikiran dan memutuskan untuk main farm ville atau Pro Evolution Soccer segera setelah selesai membaca artikel ini. Wew..you’re on a big trouble, pals.. Lakukanlah terus, dijamin skripsimu tidak akan selesai sampai teman seangkatanmu jadi rektor.


Beda Tipis..

Oke, kami sadar bahwa Pro Evolution Soccer memang terlalu keren untuk dilewatkan. Tapi, please, atur waktumu. Percayalah, PES masih keren saat kamu selesai mengetik satu bab, 3 jam yang akan datang. Seimbangkan waktu antara berkutat menyusun skripsi dan cari hiburan untuk menghilangkan penat. Waktu sangat berharga, terutama untuk para PSK (Penulis Skripsi Kelamaan). Lawan rasa malasmu, stop waste your time, dan mulailah menulis. Sekarang..!! Ya.. Sekarang..!!

4. Dosen Pembimbing yang menyebalkan


Well, bro and sist.. Kami masih tidak percaya kamu masih melanjutkan mambaca artikel konyol ini, padahal kami sudah menegaskan untuk menutup browser dan mulai melanjutkan menulis skripsi. Tapi, ya sudahlah.. kita lanjutkan saja pembahasan kita ke poin selanjutnya..

Sejatinya, kami tidak suka ngomongin orang lain. Apalagi orang terhormat dan budiman seperti dosen. Tapi ada kalanya, kita udah niat bikin skripsi sampai berdarah-darah, tapi dosen pembimbing-nya menyebalkan.

Sudah janjian besok mau ketemu di kampus untuk jadwal bimbingan. Kita udah lembur gak tidur semalaman menulis 3 bab, dan jreng..jreng..jreng.. keesokan harinya, ketika kita sudah sampai kampus dengan mata merah, badan pegel dan kepala pusing, ada SMS masuk : “Maaf. Saya ada urusan mendadak, jadi harus ke luar kota. Istri saya ngajak jalan-jalan ke Bali. Jadwal bimbingannya kita atur lagi untuk minggu depan yaa.. Eh, atau bulan depan aja deh. Minggu depan anak saya ngajak jalan-jalan ke Singapore. Atau kalau kamu punya duit, kita ketemunya di Singapore aja gimana?? Eh..tapi emang kamu punya duit buat ke Singapore? Gak punya kan..?! Yauda deh..bimbingannya bulan depan aja ya…”


Terserah kamu menyebutnya apa. Menyebalkan bukan? Jadi gimana skripsi mau selesai, kalau jadwal bimbingan aja tertunda terus. Dan yang lebih menyebalkan lagi, ketika akhirnya jadwal bimbingan terealisasi, 3 bab yang udah kita buat sampai berdarah-darah dicerca habis-habisan.

“Mbak, kamu ini nulis apa..??! Anak saya yang masih TK bisa nulis lebih bagus dari kamu. Saya udah periksa semua tulisan kamu, isinya kayaknya copy-paste dari Google semua ya..?! Hayoooo….ngaku aja dehhh… Dasar pemalas kamu…!!! Cuma 3 halaman aja yang menurut saya bagus. Lainnya buang aja. Bikin lagi..!!”


Hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dalam situasi seperti ini, berdoalah kepada Yang Maha Kuasa agar dosen pembimbingmu diberi Hidayah. Amin.

5. Kurang Motivasi

Menulis skripsi itu berat. Beragam godaan dan cobaan datang silih berganti. Mulai dari malas, ajakan teman, pacar, siaran langsung Liga Champion, zynga poker, Pro Evolution Soccer, laptop ngadat, printer macet, mati listrik, sampai Dosen pembimbing yang menyebalkan. Meskipun berat, kalau kamu punya motivasi besar untuk segera lulus, dijamin kamu akan semangat untuk menyelesaikan skripsi sesegera mungkin. Jadi, tetapkan tujuan/target yang ingin kamu capai setelah lulus nanti, agar motivasi kamu dalam menyusun skripsi terlecut. Misalnya, setelah lulus, kamu ingin mulai membangun usaha, jadi pengusaha muda sukses kaya raya, membuka ribuan lapangan pekerjaan baru, memperoleh penghargaan dari Pemerintah, mengakusisi perusahaan-perusahaan Bakrie, kemudian menikahi Sandra Dewi, nyalon jadi anggota DPR, dan hidup bahagia sampai akhir hayat. Dijamin, kalau kamu punya tujuan/target jangka menengah/panjang seperti ini, kamu akan lebih termotivasi untuk segera menyelesaikan skripsi.


Yang penting, selesaikan dulu skripsimu.

===+==+===

Ya..kira-kira itulah hasil analisis kami mengenai penyebab mengapa skripsimu tak kunjung selesai. Jadi saran kami sih, setelah selesai baca artikel konyol ini, renungkanlah poin mana yang menjadi penghambat buat kamu, dan ikutilah saran dari kami untuk mengatasinya. Segera lakukan..!! Langsung setelah ini..!! Jangan menunda-nunda lagi..!!


Bahagiakanlah kedua orang tuamu dengan wisudamu…Percayalah, emakmu pasti mendoakanmu

Percayalah, Sandra Dewi gak mau nikah sama orang yang bahkan gak bisa menyelesaikan skripsinya kecuali kamu pakai jasa dari sarjana ilmu perdukunan dan perpeletan… Percayalah satu hal untuk dijadikan motivasi, Ijazah ditangan akan menentukan kemudahan Ijab Sah digenggaman saat esok hari…


Pidato Wisudawan Terbaik, Memukau tetapi Sekaligus “Menakutkan”

Setiap acara wisuda di kampus ITB selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya yang terpilih memberikan pidato sambutan adalah pribadi yang unik, tetapi tidak selalu yang mempunyai IPK terbaik. Sepanjang yang saya pernah ikuti, isi pidatonya kebanyakan tidak terlalu istimewa, paling-paling isinya kenangan memorabilia selama menimba ilmu di kampus ITB, kehidupan mahasiswa selama kuliah, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.

Namun, yang saya tulis dalam posting-an ini bukan pidato wisudawan ITB, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau. Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).Cuplikan pidato ini dikutip dari tulisan di blog berikut: http://pohonbodhi.blogspot.com/2010/09/you-are-either-with-me-or-against-me.html

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

Hmmm… setelah membaca pidato wisudawan terbaik tadi, apa kesan anda? Menurut saya pidatonya adalah sebuah ungkapan yang jujur, tetapi menurut saya kejujuran yang “menakutkan”. Menakutkan karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tinggi, tetapi dia meninggalkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalam bidang lain, seperti hobi, ketrampilan, soft skill, dan lain-lain. Akibatnya, setelah dia lulus dia merasa gamang, merasa takut terjun ke dunia nyata, yaitu masyarakat. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dia sendiri tidak tahu apa yang dia inginkan di dalam hidup ini.

Saya sering menemukan mahasiswa yang hanya berkutat dengan urusan kuliah semata. Obsesinya adalah memperoleh nilai tinggi untuk semua mata kuliah. Dia tidak tertarik ikut kegiatan kemahasiswaan, baik di himpunan maupun di Unit Kegiatan Mahasiswa. Baginya hanya kuliah, kuliah, dan kuliah. Memang betul dia sangat rajin, selalu mengerjakan PR dan tugas dengan gemilang. Memang akhirnya IPK-nya tinggi, lulus cum-laude pula. Tidak ada yang salah dengan obsesinya mengejar nilai tinggi, sebab semua mahasiswa seharusnya seperti itu, yaitu mengejar nilai terbaik untuk setiap kuliah. Namun, untuk hidup di dunia nyata seorang mahasiswa tidak bisa hanya berbekal nilai kuliah, namun dia juga memerlukan ketrampilan hidup semacam soft skill yang hanya didapatkan dari pengembangan diri dalam bidang non-akademis.

Nah, kalau mahasiswa hanya berat dalam hard skill dan tidak membekali dirinya dengan ketrampilan hidup, bagaimana nanti dia siap menghadapi kehidupan dunia nyata yang memerlukan ketrampilan berkomunikasi, berdiplomasi, hubungan antar personal, dan lain-lain. Menurut saya, ini pulalah yang menjadi kelemahan alumni ITB yang disatu sisi sangat percaya diri dengan keahliannya, namun lemah dalam hubungan antar personal. Itulah makanya saya sering menyemangati dan menyuruh mahasiswa saya ikut kegiatan di Himpunan mahasiswa dan di Unit-Unit Kegiatan, agar mereka tidak menjadi orang yang kaku, namun menjadi orang yang menyenangkan dan disukai oleh lingkungan tempatnya bekerja dan bertempat tinggal. Orang yang terbaik belum tentu menjadi orang tersukses, sukses dalam hidup itu hal yang lain lagi.

Menurut saya, apa yang dirasakan wisudawan terbaik Amerika itu juga merupakan gambaran sistem pendidikan dasar di negara kita. Anak didik hanya ditargetkan mencapai nilai tinggi dalam pelajaran, karena itu sistem kejar nilai tinggi selalu ditekankan oleh guru-guru dan sekolah. Jangan heran lembaga Bimbel tumbuh subur karena murid dan orangtua membutuhkannya agar anak-anak mereka menjadi juara dan terbaik di sekolahnya. Belajar hanya untuk mengejar nilai semata, sementara kreativitas dan soft skill yang penting untuk bekal kehidupan terabaikan. Sistem pendidikan seperti ini membuat anak didik tumbuh menjadi anak “penurut” ketimbang anak kreatif.

Baiklah, pada bagian akhir tulisan ini saya kutipkan teks asli (dalam Bahasa Inggris) Erica Goldson di atas agar kita memahami pidato lengkapnya. Teks asli pidatonya dapat ditemukan di dalam laman web ini: Valedictorian Speaks Out Against Schooling in Graduation Speech .

Valedictorian Speaks Out Against Schooling in Graduation Speech

by Erica Goldson

Here I stand

There is a story of a young, but earnest Zen student who approached his teacher, and asked the Master, “If I work very hard and diligently, how long will it take for me to find Zen? The Master thought about this, then replied, “Ten years.” The student then said, “But what if I work very, very hard and really apply myself to learn fast – How long then?” Replied the Master, “Well, twenty years.” “But, if I really, really work at it, how long then?” asked the student. “Thirty years,” replied the Master. “But, I do not understand,” said the disappointed student. “At each time that I say I will work harder, you say it will take me longer. Why do you say that?” Replied the Master, “When you have one eye on the goal, you only have one eye on the path.”

This is the dilemma I’ve faced within the American education system. We are so focused on a goal, whether it be passing a test, or graduating as first in the class. However, in this way, we do not really learn. We do whatever it takes to achieve our original objective.

Some of you may be thinking, “Well, if you pass a test, or become valedictorian, didn’t you learn something? Well, yes, you learned something, but not all that you could have. Perhaps, you only learned how to memorize names, places, and dates to later on forget in order to clear your mind for the next test. School is not all that it can be. Right now, it is a place for most people to determine that their goal is to get out as soon as possible.

I am now accomplishing that goal. I am graduating. I should look at this as a positive experience, especially being at the top of my class. However, in retrospect, I cannot say that I am any more intelligent than my peers. I can attest that I am only the best at doing what I am told and working the system. Yet, here I stand, and I am supposed to be proud that I have completed this period of indoctrination. I will leave in the fall to go on to the next phase expected of me, in order to receive a paper document that certifies that I am capable of work. But I contend that I am a human being, a thinker, an adventurer – not a worker. A worker is someone who is trapped within repetition – a slave of the system set up before him. But now, I have successfully shown that I was the best slave. I did what I was told to the extreme. While others sat in class and doodled to later become great artists, I sat in class to take notes and become a great test-taker. While others would come to class without their homework done because they were reading about an interest of theirs, I never missed an assignment. While others were creating music and writing lyrics, I decided to do extra credit, even though I never needed it. So, I wonder, why did I even want this position? Sure, I earned it, but what will come of it? When I leave educational institutionalism, will I be successful or forever lost? I have no clue about what I want to do with my life; I have no interests because I saw every subject of study as work, and I excelled at every subject just for the purpose of excelling, not learning. And quite frankly, now I’m scared.

John Taylor Gatto, a retired school teacher and activist critical of compulsory schooling, asserts, “We could encourage the best qualities of youthfulness – curiosity, adventure, resilience, the capacity for surprising insight simply by being more flexible about time, texts, and tests, by introducing kids into truly competent adults, and by giving each student what autonomy he or she needs in order to take a risk every now and then. But we don’t do that.” Between these cinderblock walls, we are all expected to be the same. We are trained to ace every standardized test, and those who deviate and see light through a different lens are worthless to the scheme of public education, and therefore viewed with contempt.

H. L. Mencken wrote in The American Mercury for April 1924 that the aim of public education is not “to fill the young of the species with knowledge and awaken their intelligence. … Nothing could be further from the truth. The aim … is simply to reduce as many individuals as possible to the same safe level, to breed and train a standardized citizenry, to put down dissent and originality. That is its aim in the United States.”

To illustrate this idea, doesn’t it perturb you to learn about the idea of “critical thinking?” Is there really such a thing as “uncritically thinking?” To think is to process information in order to form an opinion. But if we are not critical when processing this information, are we really thinking? Or are we mindlessly accepting other opinions as truth?

This was happening to me, and if it wasn’t for the rare occurrence of an avant-garde tenth grade English teacher, Donna Bryan, who allowed me to open my mind and ask questions before accepting textbook doctrine, I would have been doomed. I am now enlightened, but my mind still feels disabled. I must retrain myself and constantly remember how insane this ostensibly sane place really is.

And now here I am in a world guided by fear, a world suppressing the uniqueness that lies inside each of us, a world where we can either acquiesce to the inhuman nonsense of corporatism and materialism or insist on change. We are not enlivened by an educational system that clandestinely sets us up for jobs that could be automated, for work that need not be done, for enslavement without fervency for meaningful achievement. We have no choices in life when money is our motivational force. Our motivational force ought to be passion, but this is lost from the moment we step into a system that trains us, rather than inspires us.

We are more than robotic bookshelves, conditioned to blurt out facts we were taught in school. We are all very special, every human on this planet is so special, so aren’t we all deserving of something better, of using our minds for innovation, rather than memorization, for creativity, rather than futile activity, for rumination rather than stagnation? We are not here to get a degree, to then get a job, so we can consume industry-approved placation after placation. There is more, and more still.

The saddest part is that the majority of students don’t have the opportunity to reflect as I did. The majority of students are put through the same brainwashing techniques in order to create a complacent labor force working in the interests of large corporations and secretive government, and worst of all, they are completely unaware of it. I will never be able to turn back these 18 years. I can’t run away to another country with an education system meant to enlighten rather than condition. This part of my life is over, and I want to make sure that no other child will have his or her potential suppressed by powers meant to exploit and control. We are human beings. We are thinkers, dreamers, explorers, artists, writers, engineers. We are anything we want to be – but only if we have an educational system that supports us rather than holds us down. A tree can grow, but only if its roots are given a healthy foundation.

For those of you out there that must continue to sit in desks and yield to the authoritarian ideologies of instructors, do not be disheartened. You still have the opportunity to stand up, ask questions, be critical, and create your own perspective. Demand a setting that will provide you with intellectual capabilities that allow you to expand your mind instead of directing it. Demand that you be interested in class. Demand that the excuse, “You have to learn this for the test” is not good enough for you. Education is an excellent tool, if used properly, but focus more on learning rather than getting good grades.

For those of you that work within the system that I am condemning, I do not mean to insult; I intend to motivate. You have the power to change the incompetencies of this system. I know that you did not become a teacher or administrator to see your students bored. You cannot accept the authority of the governing bodies that tell you what to teach, how to teach it, and that you will be punished if you do not comply. Our potential is at stake.

For those of you that are now leaving this establishment, I say, do not forget what went on in these classrooms. Do not abandon those that come after you. We are the new future and we are not going to let tradition stand. We will break down the walls of corruption to let a garden of knowledge grow throughout America. Once educated properly, we will have the power to do anything, and best of all, we will only use that power for good, for we will be cultivated and wise. We will not accept anything at face value. We will ask questions, and we will demand truth.

So, here I stand. I am not standing here as valedictorian by myself. I was molded by my environment, by all of my peers who are sitting here watching me. I couldn’t have accomplished this without all of you. It was all of you who truly made me the person I am today. It was all of you who were my competition, yet my backbone. In that way, we are all valedictorians.

I am now supposed to say farewell to this institution, those who maintain it, and those who stand with me and behind me, but I hope this farewell is more of a “see you later” when we are all working together to rear a pedagogic movement. But first, let’s go get those pieces of paper that tell us that we’re smart enough to do so!

~~~~~~~~~~

Pidato Erica tersebut juga dimuat di blog America dan mendapat tanggapan luas oleh publik di sana. Silakan baca di sini: http://americaviaerica.blogspot.com/2010/07/coxsackie-athens-valedictorian-speech.html

SUMBER : http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/07/pidato-wisudawan-terbaik-memukau-tetapi-sekaligus-menakutkan/


KU INGIN BENCIMU

KU INGIN BENCIMU

 

Jika aku tak kau izinkan mencintai

Maka engkau cukup membenci

Sungguh tak ingin kau menyesali

Menyesal dulu pernah menyayangiku, hingga kini ataupun esok nanti

 

Jangan salahkan aku atau dirimu

Aku ingin bencimu, cukup aku yang salah

Bila ku tak kudapat cintamu, cukup kuingin bencimu

Biar aku seorang yang tulus mencinta

 

Hanya perlu aku yang tahu

Engkau tak perlu tahu

Kita tahu sama tahu

Bahwa kita tak ingin tahu sama tahu

 

Cinta yang kutahu tak besryarat

Cinta yang kau tahu semua bersyarat

Kelak suatu waktu, cinta kan membawamu

Cinta tak bisa apa-apa, cintamu kan jadi cemburu


PERSAHABATAN YANG TERKOYAK PENGKHIANATAN

PERSAHABATAN YANG TERKOYAK

Sesungguhnya dendam dan kebencian tidak akan mudah untuk dihilangkan. Sebuah masalah yang dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan kebencian. Kebencian yang berlarut-larut akan menciptakan sebuah dendam.

Sebuah persahabatan yang erat akan menjadi sebuah permusuhan yang hebat dikala terjadi sebuah pengkhianatan. Percayalah seorang wanita bisa menjadi bumbu pemercik api pengkhianatan yang baik. Namun bukanlah soal cinta yang paling utama merusak persahabatan karena cinta itu sendiri suci. Tapi sebuah pengkhianatan seorang sahabat yang mencuri cinta sahabat lainnya lah yang menjadi sebuah nilai yang sulit dimaafkan. Sebuah primbon jawa kuno menyebutkan, “janganlah engkau bermain api dengan mencintai apa yang sahabatmu cintai meskipun itu seindah surga”

MENIKAM DARI BELAKANG

Menikam dari belakang atau menusuk dari belakang adalah sebuah idiom yang biasa digunakan untuk menggambarkan penghianatan atau bermuka dua. Di depan terlihat seperti baik-baik saja, bersikap sopan, hormat, menghargai. Tetapi di belakang ternyata gak lebih dari seorang palacur, mengolok-olok, bahkan menjatuhkan.

Dalam kehidupan ini sudah sering terjadi praktik ‘menusuk dari belakang’ ini. Hubungannya bisa one to one, one to many, many to one, atau many to many. Persis seperti relationship yang ada di dalam sistem database.

One to one adalah praktik ‘menikam dari belakang’ yang dilakukan seseorang kepada seseorang yang lain. Misalnya memacari seseorang yang dicintai sahabat, mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karyanya, dan sebagainya.

One to many adalah praktik ‘menusuk dari belakang’ yang dilakukan seseorang kepada sekelompok orang, perkumpulan. Many to one adalah praktik ‘menikam dari belakang’ yang dilakukan oleh perkumpulan terhadap seseorang atau persahabatan. Nah, itu tadi sekilas tentang definisi dan contoh praktik ‘menusuk dari belakang’ versi saya.

MATILAH KAU KAMBING

Penghianat slalu ada disini…

Bersembunyi tanpa ada rasa simpati..

Otakku beku, Logika Mati..

Busuk, Kepentingan diri sendiri…

 

Mati….lebih baik kau Mati…

Hati ini Kau Lukai…

Mati hati…mu…

Dulu kau kupercaya…

 

Kau tusuk aku dari belakang dengan kelicikan ini…

Kau tak ubahnya benalu dalam pohon, hidup di menggerogoti…

Perlahan-lahan tanpa sedikitpun aku percayai…

Kau mengkhiantatiku, kawanku…

Kau menusukku, sahabatku…

Kau mencuri separuh nyawaku, saudaraku…


Kelakuanmu ini…hina…

Kau lelaki pengkhianat yang pantas mati…

Pegang janjiku ini “kan kupecahkan kepalamu” bagai seekor kambing…

Karena kau memang kambing…

Seperti tingkahmu… hina…

SAHABAT LAKNAT

Dulu kau dan aku selalu bersama
Dulu kau dan aku selalu tertawa
Dulu kau dan aku berbagi suka dan duka bersama
Dulu kau dan aku selalu bercanda

Tapi entah kenapa kau mengkhianatiku
Dan menusukku dari belakang
Mengapa engkau sebegitu teganya padaku
Apakah engkau melupakan janjimu yang telah terucap dari bibir manismu

Kau mengkhianatiku seolah kau tak mengenalku lagi
Kau mencintai orang yang sama denganku
Tapi kau seolah tak menyadari bahwa aku juga mencintai dia

Kini engkau hanya tinggal bayangan
Kini kau telah bahagia bersamanya
Terlihat jelas diwajahmu kau tampak bahagia

Wajahku memperlihatkan perasaan bahagia
Namun hati ini sungguh sakit
Saat melihatmu bersama dirinya

Tuhan…
Tolong sadarkanlah dia
Bahwa dia telah menyakiti sahabatnya sendiri
Dan semoga dia bahagia bersama orang yang dicintainya

Sahabat atau Pengkhianat

Bermanis-manis di depanku seolah kau sanjung dirikuKau pasang tampang muka lugu saat berada di dekatkuKau pura-pura baik padaku saat kau butuhkan dirikuTapi ternyata di belakangku selalu saja menikamku
Ku beri pisau untuk dirimu, bukan untuk menikamkuKu beri belati untuk dirimu, bukan tuk menyayat hati
Lucu lucu juga lugu, seringkali menggerutuSaat anganmu terbelenggu seakan semua salahku
Itukah kawan ataukah lawan, aku juga tak tahuEngkau sahabat (sahabat) atau pengkhianat (pengkhianat)Aku juga tak mau tahu
Lucu lucu juga lugu, seringkali menggerutuSaat anganmu terbelenggu seakan semua salahku
Ku beri pisau untuk dirimu, bukan untuk menikamkuKu beri belati untuk dirimu, bukan tuk menyayat hatiItukah kawan ataukah lawan, aku juga tak tahuEngkau sahabat (sahabat) atau pengkhianat (pengkhianat)Aku juga tak mau tahu

QUOTE UNTUK SAHABAT PENGKHIANAT

Mungkin pasti anda sangat sakit dan mungkin kecewa jika sahabar anda berbuat demikian. Berikut adalah beberapa Kata-Kata Untuk Sahabat Penghianat :

“Sakit yang kurasa, menusuk dalam hati dan sanubari. Kau tega menghianati kepercayaan yang telah kuberi. Kau hancurkan hubungan persahabatan ini. Kau tega lukai hatimu sendiri, seseorang yang ada di sampingmu”

“Betapa sakitnya hati ini kau hancurkan hubungan persahabatan kita hanya karena tingkah murahanmu yang sungguh-sungguh bagai pedang menyayat hatiku. Kau tega lukai hatiku yang selama ini mempercayaimu”

“Mungkin segala ketulusan persahabatanku tidak pernah engkau lihat, yang engkau lihat hanyalah kebahagiaan dirimu sendiri.”

“Andaikan engkau tahu perasaanku yang terluka ini, mungkin engkau tidak akan pernah tega menyakitiku.”
“Ku tak sedikit pun menyadari, mengapa kau tega lakukan semua ini padaku. Kau lukai dan tusuk-tusuk hatiku yang selama ini selalu mempercayaimu.”

BEBERAPA CIRI SAHABAT PENGKHIANAT

Untuk itu sebelum memutuskan menjadikan orang lain sebagai teman dekat anda. Anda harus tahu terlebih dahulu mana teman yang baik dan mana teman yang hanya menggunakan “topeng” belaka.

Suka Memanfaatkan 

teman jenis ini sering mengumbar kata kata manis. Misalnya saja, “kita akan selalu bersama sama, entah itu di saat senang maupun susah”. Namun ternyata, ia hanya mendekati anda hanya ketika ada keperluan. Hey wake up! orang seperti itu sama sekali tidak pantas di jadikan teman! karena ketika tujuan nya sudah tercapai, ia tak akan lagi ingat dengan anda. Ya, kecuali jika ia punya keperluan lagi.

Pengkhianat

Jika anda memiliki teman dengan ciri seperti ini, cepat hapus ia dari list teman anda! Siapa pun tak ada yang mau di sakiti bukan? Teman dengan ciri penghianat sangatlah kejam. Dia mampu merebut apa saja yang menjadi milik anda. Misalnya saja, kekasih anda! Atau bukan hanya itu saja. Selama ini anda sering berkeluh kesah kepadanya, mencurahkan seluruh rahasia anda kepadanya. Namun, tanpa anda sadari, ia malah menggunjingkan rahasia anda tersebut di belakang anda. Dan hasilnya? Semua rahasia anda pun menyebar bak jamur di musim hujan. Jika sudah sadar, anda harus lebih berhati hati lagi.

Ini kisah saya, mantan saya dulu sering kontak dengan sahabat saya lewat blackberry mesengger, bahkan sahabat saya sampai mendapat panggilan saying dari mantan saya “om kambing” dan percaya tidak percaya saya pun turut memanggil sahabat saya ini dengan om kambing,, gila yah…itu karena saya tidak berpikiran buruk kepada sahabat yg sudah saya anggap keluarga. Tapi saya pernah sekali curiga, waktu itu pacar saya (masih pacar) cerita kalau sahabat saya kepingin beli Honda jazz seperti kendaraan punya pacar saya, terus saya jawab ke pacar saya,”mana bisa? Gajinya kan masih 3 jutaan”. Apa yang terjadi? Pacar saya ngambek sewot gitu, dia bilang “orang punya mimpi kok ga boleh”. Yang membuat saya curiga adalah kenapa untuk hal yang masih cerita saja dibela-belain sewot. Dan bukti kesewotannya terbukti saat ini.

Pematah Semangat 

Spesis teman seperti ini akan terus membuat anda tidak sukses. Ia akan selalu melemparkan statement statemen pesismis di setiap anda ingin melangkah maju. Dan ia juga senang membuat anda bimbang. Tak hanya itu saja, teman jenis ini juga senang mencari kesalahan anda. Andalah yang selalu di tempatkan di pihak yang salah. Mau sampai kapan hal ini terjadi? Cepat ambil keputusan anda!

Ingkar Janji 

Nah, ini juga termasuk sifat yang sangat menyebalkan. Ia sering sekali mengumbar umbar janji. Atau mengungucapkan janji kepada anda. Dan setiap kali berjanji, setiap kali pula ia langgar. Bahkan sering beralasan lupa terhadap janjinya. Teman dengan jenis ini seharusnya anda hindari. Karena sama sekali tidak bisa di harapkan sebagi teman yang baik. Malahan nantinya hanya akan menyusahkan anda saja. Apalagi janji tersebut merupakan janji yang sangat penting.

TULISAN INI TERUNTUK SAHABAT YANG SEPERTI SAUDARAKU “DULURKU”,,JIKA KITA BERTEMU LAGI, AKAN KUPECAHKAN KEPALAMU..JANJIKU TERUNTUKMU,,KAU SAHABATKU TAPI DENDAMKU BELUM PADAM TERHADAPMU..PENGKHIANAT LAYAK MATI


MENGAPA JUAL BELI SAHAM PASAR MODAL JADI HARAM

Sesungguhnya Pasar Modal itu baik jika bertujuan untuk mempertemukan antara pengusaha yang memerlukan modal dengan investor yang kelebihan uang, sehingga sektor real bisa bangkit. Dengan cara ini, maka produksi, baik barang maupun jasa bisa meningkat untukk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Hal seperti itu halal, dengan catatan tidak ada gharar (penipuan) atau riba yang mengurangi hak dan merugikan investor.

Setelah itu, perusahaan berjalan dengan suntikan modal investor. Sesungguhnya kerjasama seperti ini (Mudlorobah atau Musyarokah) yang kalau di zaman modern mungkin disebut dengan join venture sudah dikenal dan dihalalkan dalam Islam selama tidak ada tipu-menipu.

Dalam hadis Qudsi, Allah mengatakan:

“Saya adalah ketiga dari dua orang yang bersyarikat itu, selama salah satu pihak tidak mengkhianati kawannya; jika salah satu mengkhianati kawannya, maka saya akan keluar dari antara mereka berdua itu.” (Riwayat Abu Daud dan Hakim dan ia sahkannya)

Ibnu Razin dalam kitab Jami’nya menambahkan: (dan akan datang syaitan).

“Dan tolong-menolonglah kamu atas kebaikan dan tagwa.” (al-Maidah: 3)

Sebagian ummat Islam menganggap bahwa jual-beli saham di Bursa Saham (Stock Market) adalah halal, sementara sebagian lainnya menganggap haram karena termasuk spekulasi atau judi.

Manakah yang benar? Sebagai ummat Islam, jika ada perbedaan seperti itu, hendaklah kita kembali berpegang pada Al Qur’an dan Hadits

“Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An Nisaa:59]

Kita memang tidak bisa mengklaim sebagai yang paling benar, tapi sesungguhnya Al Qur’an itu tidak ada keraguan bagi orang yang takwa serta mentaati Nabi itu adalah perintah dari Al Qur’an. Al Qur’an dikenal juga sebagai Al Furqon, yang membedakan mana yang haq dengan yang bathil. Untuk itu, kita harus berpedoman pada Al Qur’an dan Hadits, bukan cuma berdasarkan pendapat kita sendiri.

Ada yang berpendapat bahwa jual-beli saham halal dengan alasan sama dengan jual-beli barang lainnya seperti buah atau beras. Hal ini kurang tepat.

Saham itu baik barang maupun nilainya tidak jelas, sehingga membeli atau menjualnya adalah tindakan yang spekulatif. Jangankan saham, buah saja meskipun halal, tapi jika kondisinya belum jelas dilarang diperjual-belikan:

Menurut jabir; “Rasulullah s.a.w. melarang penjualan buah-buahan sebelum ia masak.” (Hadis riwayat Bukhari).

Anas juga menyatakan, “Rasulullah s.a.w. melarang Munabazah yaitu menjual pakaian dengan melemparkan kepada pelanggan sebelum dia mempunyai masa untuk meneliti atau melihatnya; Beliau juga melarang Mulamasah, menjual pakaian dengan hanyamenyentuhnya sebelum pembeli sempat melihatnya; Beliau juga melarang Muhaqilah yang berupa amalan menjual jagung yang masih melekat pada empulurnya untuk ditukarkan dengan jagung bersih; malah beliau melarang Mukhadarah yang berupa jualan benda-benda yang hijauatau belum masak; dan Beliau juga melarang Muzabanah yang berupa penjualan kurma yang segar (sudah diproses) dan penjualan buah-buahan yang belum masak yang masih di atas pokok.” (Hadisriwayat Bukhari)

“Dari Jabir bin Abdullah ra katanya: Rasulullah SAW melarang kontrak jual beli hasil buah kebun untuk beberapa tahun lamanya” (HR Muslim).

Kenapa Nabi melarang hal itu? Karena itu itu tindakan spekulatif, walau pun buah itu halal. Jika buah-buahannya masak, pembeli untung, tapi jika tidak masak atau busuk, maka pembeli rugi. Begitu pula dengan saham.

Nabi melarang jual-beli tanpa si penjual memberi kesempatan bagi si pembeli untuk meneliti barang yang dibelinya, misalnya hanya memegang tanpa melihat, atau langsung dilempar begitu saja. Boleh dikata, hampir semua pembeli di bursa saham membeli saham tanpa pernah pergi ke perusahaannya dan melihat assetnya apakah benar sesuai dengan laporan keuangan atau tidak.

Ada yang berpendapat jual-beli saham halal karena dalam hal muamalah sesuatu itu halal kecuali ada dalil yang melarangnya. Dalam hadits Nabi, kita mengetahui bahwa berserikat membentuk perusahaan antara pengusaha dan investor itu sudah ada di zaman Nabi dan dibolehkan. Pada zaman Nabi, tidak ada investor yang memperjual-belikan sahamnya, oleh karena itu tidak ada “larangan” untuk jual-beli saham. Tapi adakah itu berarti jual-beli saham halal?

Sesungguhnya kita tidak akan menemui larangan memakai narkoba atau bermain poker di Al Qur’an dan Hadits, tapi itu tidak berarti bahwa memakai narkoba atau bermain poker itu halal.

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,” [Al Baqoroh:219]

Narkoba digolongkan ulama sebagai khamar karena membuat mabuk dan pikiran tidak berfungsi sementara poker digolongkan sebagai judi, karena pada saat ada yang menang, ada pula yang kalah atau menderita. Dari ayat Al Qur’an di atas juga jelas bahwa ada pertimbangan antara manfaat dengan mudlorot atau kerusakan yang bisa ditimbulkan. Jika lebih banyak mudlorotnya ketimbang manfaat, jangankan jual-beli saham, ibadah Haji yang termasuk wajib pun jika keadaan sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kematian (misalnya perang besar di daerah itu), bisa gugur hukumnya.

Kenapa jual-beli barang biasa misalnya kebutuhan pokok seperti beras, ikan, atau pakaian halal meski spekulasi bisa terjadi (walau sedikit dan ini juga dilarang dalam Islam) halal, sementara jual-beli saham haram? Karena manfaat yang pertama lebih besar ketimbang bahayanya. Tanpa jual-beli seperti beras, kehidupan tidak akan berjalan. Rakyat tidak bisa makan kecuali dia menanam atau membuat sendiri. Tapi tanpa jual-beli saham, orang tetap bisa hidup tanpa ada gangguan sedikitpun. Bahkan hal itu lebih bermanfaat, karena dia bisa mengerjakan sesuatu yang real.

Charlie Sheen yang berperan sebagai Bud Fox, pialang saham muda yang mengagumi Gordon Gekko (master pemain saham yang licik), dinasehati ayahnya (Martin Sheen) di dalam film Wall Street agar berusaha/bekerja dengan tangannya untuk menghasilkan produk yang nyata, ketimbang bermain saham yang tak menghasilkan apa-apa kecuali uang dari orang lain.

Dalam satu hadits, Nabi juga berkata bahwa sesungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri. Bukan orang yang cuma duduk-duduk saja membeli saham sambil berharap suatu saat dapat capital gain.

“Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri.” (HR. Bukhari)

“Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan hasil keringatnya sendiri” (HR Baihaqi)

Bahkan Rasulullah pernah mencium tangan Sa’ad bin Mu’adz ra tatkala beliau melihat bekas kerja pada tangan Mu’adz. Seraya beliau bersabda: “(Ini adalah) dua tangan yang dicintai Allah Ta’ala”

Jual-beli saham pada pasar sekunder, jika trend grafiknya naik, mungkin semua orang akan senang. Tapi jika grafiknya lurus horisontal, maka jika fluktuatif, akan ada yang menang dan ada yang rugi. Persis seperti judi. Jika ada yang menang, maka ada yang harus menderita. Tidak mungkin semua mendapat kemenangan. Misalnya untuk untung, kita harus beli di harga rendah dan menjualnya di harga tinggi, misalnya kita beli harga saham di harga Rp 1000 dan menjualnya di harga Rp 2000. Agar bisa terjadi seperi itu, tentu ada yang harus membeli di harga tinggi (Rp 2000) dan menjualnya di harga rendah (Rp 1000). Kita mungkin menang, tapi yang lainnya rugi.

Pada kondisi trend grafik menurun, lebih parah lagi. Ada yang rugi sedikit, ada pula yang rugi besar hingga harus menjual rumah atau kehilangan milyaran rupiah. Contoh terakhir adalah kasus bunuh dirinya seorang pemain saham yang kalah, sehingga uang nasabahnya sebesar Rp 500 milyar lenyap begitu saja. Saya juga mengamati, dari transaksi jual-beli saham antara tahun 2002-2003, ada sekuritas yang transaksinya merugi hingga Rp 150 milyar, ada pula yang menang hingga Rp 300 milyar. Kemenangan satu pemain saham umumnya berasal dari kerugian pemain lainnya.

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [Al Maa-idah:91]

Islam mensyaratkan adanya saling kerelaan (senang) di antara pembeli dan penjual:

“Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu makan harta kamu di antara kamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan dengan adanya saling kerelaan dari antara kamu.” (an-Nisa’: 29)

Kerelaan di atas maksudnya baik pembeli dan penjual tidak kecewa atau dirugikan. Pada transaksi riba, mungkin antara debitur dan kreditur menanda-tangani peminjaman dengan sukarela, tapi pada dasarnya itu haram, karena debitur dirugikan. Demikian pula dengan jual-beli saham terutama ketika grafik rata atau menurun.

Dengan jual-beli saham, berapa banyak pemain saham yang dianggap master dan dikagumi juniornya akhir menderita kekalahan dan bahkan ada yang akhirnya bunuh diri. Seorang pemain saham, bahkan bisa melotot memonitor pergerakan harga saham sepanjang hari agar tidak kehilangan kesempatan menarik keuntungan jika seandainya harga saham turun atau naik. Pernah ada kejadian seorang nasabah yang ingin memukul broker-nya dengan palu karena rugi. Saya ragu jika itu sesuai dengan syariah…

Ada yang berpendapat, jika berusaha di sektor real juga kita bisa rugi. Itu benar, tapi kenyataan menunjukkan bahwa hal itu adalah halal, dan kenyataannya, lebih dari 70% para pengusaha itu berhasil. Jika seandainya rugi, maka prosesnya tidak secepat pada saham. Seorang pengusaha dengan modal 1 milyar, paling-paling dia bangkrut setelah 1-2 tahun beroperasi.Tapi dalam bermain saham, sama halnya dengan judi, uang sebesar itu bisa lenyap dalam semalam atau sebulan saja. Misalnya dia membeli saham A di harga 1 milyar, kemudian sebulan dia jual Rp 500 juta. Kemudian dia beli saham B, sebulan kemudian karena harganya turun terpaksa dia jual Rp 100 juta. Kerugian terjadi begitu cepat, apalagi jika saham yang dibeli nilainya jadi 0. Jika pada sektor real seorang pengusaha yang jatuh akhirnya bisa belajar dan akhirnya sukses, pada saham proses begitu cepat dan bisa menimbulkan kecanduan seperti judi.

“…supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” [Al Hasyr:7]

Jual-beli saham itu haram karena melanggar perintah Allah pada surat Al Hasyr ayat 7. Pada Mudlorobah dan Musyarokah, pengusaha yang memerlukan modal bisa mendapat uang dari investor untuk menjalankan usahanya. Jika jual-beli saham diadakan, maka modal yang diperlukan untuk usaha itu akhirnya beredar antara investor satu dengan investor yang lain, sehingga sektor real justru tidak bisa berkembang karena kekurangan dana.

Contohnya, di Bursa saham transaksi jual-beli saham mencapai antara Rp 200 milyar hingga Rp 1 trilyun PER HARI. Uang tersebut tidak bermanfaat apa-apa karena hanya beredar di antara orang-orang kaya (pemilik uang) saja. Padahal jika uang itu diinvestasikan untuk membuka perusahaan baru, paling tidak 200 perusahaan bisa berdiri. Misalkan kita mengimpor kedelai sebesar Rp 3 trilyun per tahun dari AS, bisa jadi dengan uang di atas, kita bisa menggerakan sektor pertanian, sehingga ratusan ribu petani bisa bekerja dan memberi nafkah bagi jutaan anggota keluarganya, rakyat bisa terpenuhi kebutuhan pangannya, dan negara bisa menghemat devisa sebesar Rp 3 trilyun per tahunnya.

Tapi jika kita menganggap jual-beli saham itu halal meski bertentangan dengan ayat Al Hasyr ayat 7, maka uang sebesar Rp 200 milyar hingga Rp 1 trilyun itu tidak berarti apa-apa kecuali beredar di antara sesama spekulator saham. Ekonomi bisa mandek…

Jual-beli saham juga bertentangan dengan konsep Syarikat Islam. Dalam konsep Syarikat Islam, orang-orang yang bekerjasama membentuk perusahaan, baik pengusaha atau pun investor saling mengenal dan terikat kontrak yang jelas. Konsepnya mungkin hampir mirip pada perusahaan join venture modern.

“Dari Saib Al Makhzumi ra: Dia adalah syarikat (partner bisnis) Rasulullah SAW ketika belum menjadi Rasul. Setelah peristiwa Fathu Mekkah, Nabi berkata: “Selamat datang saudaraku dan syarikatku” (HR Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

Begitulah konsep persekutuan bisnis dalam Islam. Sesama partner saling mengenal. Kalau dalam jual-beli saham, para partner bisnis mayoritas majhul atau tidak dikenal. Saking liquid-nya, pemegang saham satu perusahaan bisa berubah-rubah baik jumlah mau pun orangnya. Seorang Liem Sioe Liong atau James Riady (pemilik perusahaan yang asli), boleh dikata tidak mengenal para investor yang membeli saham-nya lewat Bursa Saham di pasar sekunder. Mana yang lebih baik, sistem Islam atau sistem Kapitalis?

Ada yang berpendapat bahwa semua itu tergantung niat. Jika niatnya membeli saham untuk investasi, maka jual-beli saham di pasar sekunder halal. Jika spekulasi, maka haram. Semudah itukah?

Jika niatnya memang investasi, tentu dia akan menyerahkan modalnya langsung kepada pengusaha yang memerlukan modal baik langsung atau di pasar perdana (IPO). Tapi jika menyerahkan uangnya kepada pemilik saham yang menjual sahamnya (spekulan) di pasar sekunder, itu sama saja dengan spekulasi. Ini mengakibatkan uang hanya beredar di antara sesama pemilik uang seperti yang disebut di atas.

Niat seperti itu jika tidak dilakukan dengan cara yang benar, sama saja dengan bersedekah pada orang berduit yang kemudian memakainya untuk berjudi atau bermaksiat. Jika dia sudah mengetahui hal itu tapi tetap melaksanakannya, sungguh dia telah tolong-menolong dalam kemaksiatan seperti yang disebut dalam Al Qur’an.

Ada juga pengamat yang berkata bahwa jual-beli saham untuk orang awam yang tidak punya data itu haram, karena resikonya besar. Tapi bagi yang ahli serta punya data, itu halal. Ini sama dengan mengatakan bahwa orang yang tidak mabuk, halal meminum khamar, atau seorang penjudi yang jago halal untuk berjudi. Islam tidak diskriminatif seperti itu…

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Akan datang suatu masa di mana orang tak peduli akan apa yang diambilnya, apakah dari yang halal atau dari yang haram” (HR Bukhari)

Mungkin ada yang berpendapat bahwa jual-beli saham itu perlu agar investor yang cuma punya saham bisa mendapatkan uang dengan menjualnya jika ada keperluan yang mendesak.

Sesungguhnya dari ayat dan hadits di atas jelas bahwa jual-beli saham banyak mudlorotnya dan dilarang oleh agama. Jika investor itu memang butuh uang, maka dia bisa menarik modalnya dari syarikatnya jika uangnya memang ada. Tapi jika uangnya tidak ada, maka dia bisa berhutang, sebab berhutang itu selama tidak ada ribanya dihalalkan oleh agama. Ada baiknya Pasar Modal Syariah bekerjasama dengan Bank Syariah untuk meminjamkan uang bagi investor yang kepepet. Dan ada baiknya para investor untuk tidak menginvestasikan seluruh uang yang dimilikinya, serta menabung sebagian uangnya di Bank Syariah, sehingga tidak sampai melakukan jual-beli saham.

Jual-beli saham terjadi selain karena emitennya performance-nya kurang baik, mungkin juga disebabkan adanya kecurangan dari emiten sehingga para investor tidak bisa mendapatkan keuntungan yang layak, kecuali dari capital gain lewat jual-beli saham di pasar sekunder. Bayangkan, ada satu perusahaan besar dengan banyak produk yang dipakai luas di masyarakat, tapi hanya memberikan deviden sebesar 2,3% saja per tahun dari nilai pasar yang ada jika kita membelinya. Itu berarti jika kita membeli saham itu, maka pokok modal kita akan kembali setelah lebih dari 40 tahun! Padahal Direksinya bergaji puluhan juta rupiah per bulan, demikian pula pemilik perusahaan tersebut.

Hal itu persis ayat seperti ini, jika untuk kepentingannya sendiri, maka emiten ingin mendapat keuntungan/gaji yang besar. Tapi jika untuk investornya, dia beri hasil yang sedikit:

“Celakalah orang-orang yang mengurangi, apabila mereka itu menakar kepunyaan orang lain (membeli) mereka memenuhinya, tetapi jika mereka itu menakarkan orang lain (menjual) atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Apakah mereka itu tidak yakin, bahwa kelak mereka akan dibangkitkan dari kubur pada suatu hari yang sangat besar, yaitu suatu hari di mana manusia akan berdiri menghadap kepada Tuhan seru sekalian alam?!” (al-Muthafifin: 1-6)

Saya punya teman yang bergerak di bidang Baitul Maal wa Tamwil, dengan meminjamkan uang Rp 50 ribu, rata-rata dia bisa mendapatkan uang dari bagi hasil (7 untuk pedagang dan 3 untuk BMT) sebesar Rp 30 ribu dalam waktu hanya 20 hari. Itu berarti dalam waktu kurang dari 1 bulan, dia mendapat keuntungan sebesar 60%. Dalam setahun jika kondisinya seperti itu, paling tidak BMT-nya mendapat keuntungan 720%. Modalnya dalam setahun kembali sebesar 7 kali lipat lebih.

Jadi tanpa jual-beli saham, dengan berbagi keuntungan saja investor seharusnya bisa hidup jika emiten (syarikat)nya jujur. Mungkin seorang investor tidak akan mendapat keuntungan sebesar 720% seperti di atas, tapi seharusnya 50% saja sudah bisa didapatkannya jika tidak terjadi gharar. Sebab bisnis itu jika dijalankan dengan profesional, keuntungannya bisa jauh di atas bunga bank yang ada (9%), bukan di bawahnya.

Dalam Islam, bagi hasil dilakukan secara adil, sehingga baik pengusaha maupun investor bisa hidup dari keuntungan tersebut.

Imam Malik berkata dalam kitab Al Muwaththo: Dari Al ‘Ala bin Abdul Rahman bin Yaqub,dari bapaknya, dari kakeknya ra: “Bahwasanya ia menggunakan harta Usman (untuk berbisnis) yang keuntungannya dibagi dua”

Jual-beli saham di pasar sekunder terjadi karena emiten tidak bertanggung-jawab untuk memberikan bagi hasil yang adil kepada investor atau mengembalikan modal investor jika investor membutuhkannya. Tanggung-jawab itu dilemparkan kepada investor lain yang ada di bursa saham. Bisa terjadi ketika saham emiten (perusahaannya bangkrut) tersebut menjadi 0, Direktur beserta komisaris atau pemilik perusahaan yang asli (yang ada sebelum IPO) bisa tetap menikmati kekayaan berupa rumah dan mobil mewah dari uang yang diperolehnya lewat perusahaan tersebut ketika masa jaya, sementara investor non emiten menjadi bangkrut. Itulah sebabnya, ada saham yang meski harganya tinggal 20 rupiah, para Direksi dan pemilik perusahaan yang asli tetap saja bisa mempunyai rumah dan mobil mewah yang dijaga oleh bodyguard mereka, sementara investor yang bertransaksi jual-beli saham menderita.

Seandainya memang semua investor sepakat untuk menjual perusahaan, maka yang dijual bukanlah saham yang tidak nyata itu, tapi aset perusahaan tersebut. Misalkan aset perusahaan itu adalah gedung, maka yang dijual adalah gedungnya, uangnya dibagi kepada para syarikat yang ada. Itulah cara Islam.

“Dari Jabir ra katanya: Berkata Rasulullah SAW: Barang siapa yang berserikat pada rumah atau kebun (milik bersama), tidaklah dia boleh menjualnya sebelum memberitahukan kepada teman syarikatnya. Jika dia setuju, dibelinya. Jika tidak, baru dijual kepada orang lain”

Dalam Islam, seorang investor bisa menetapkan syarat:

“Dari Hakim putera Hizam ra, ia berkata: “Bahwasanya ia memberikan syarat kepada seseorang yang ingin menyerahkan hartanya sebagai modal. Katanya: Janganlah kamu jadikan hartaku padabinatang, jangan dibawa ke laut, jangan pula menyeberang sungai. Jika kamu melanggarnya, kamu harus mengganti hartaku ini” (HR Imam Daruquthni)

Pada Bursa saham yang ada, seorang pemegang saham minoritas tidak bisa melakukan hal itu. Ketika pemegang saham mayoritas merubah core business-nya menjadi lain, misalnya dari Asuransi menjadi perusahaan Dotcom dan nilai sahamnya menjadi hancur, pemegang saham minoritas tidak dapat mengambil kembali uangnya.

Pada jual-beli saham pada pasar sekunder satu saham bisa ditawar oleh banyak orang baik beli atau jual pada harga yang berbeda, sehingga harganya tidak menentu. Hal ini haram karena melanggar larangan Nabi:

“Dari Abu Hurairah ra katanya, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang Muslim mengajukan tawaran kepada barang yang sedang ditawar orang lain” (HR Muslim)

Seorang investor yang membeli saham kemudian akhirnya dijual lewat Bursa Saham guna mendapatkan capital gain ketika harga naik meski mungkin menjualnya dalam rentang waktu yang lama, tak ubahnya seperti seorang penimbun/spekulator:

“Dari Ma’mar bin Abdullah ra, Rasulullah bersabda: “Tidak ada yang menimbun (agar harga naik), kecuali orang yang berdosa” (HR Muslim)

Kalau pada perdagangan tradisional setiap rantai berusaha mendekatkan barang ke para pemakai dengan secepat-cepatnya dengan skema:

Produsen->Distributor->Retailer/Pedagang eceran->Konsumen/Rakyat

Maka pada perdagangan saham, 90% lebih justru berputar-putar antara pemain saham. Mereka cenderung menimbun agar harga saham jadi naik:

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang merusak harga pasar, sehingga harga tersebut melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari kiamat.” (HR. At-Tabrani dai ma’qil bin Yasar).

Rasulullah saw. berkata, “Siapa yang melakukan penimbunan barang dengan tujuan merusak harga pasar, sehingga harga naik secara tajam, maka ia telah berbuat salah.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Rasulullah saw. bersabda, “Para pedagang yang menimbun barang makanan (kebutuhan pokok manusia) selama 40 hari, maka ia terlepas dari (hubungan dengan) Allah, dan Allah pun melepaskan (hubungan dengan)-nya.” (HR. Ibnu Umar).

Sesuatu itu haram jika mudlorotnya lebih besar dari manfaatnya. Jual-beli sesuatu yang haram adalah haram juga.

Rasulullah s.a.w. bersabda sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah dan RasulNya telah mengharamkan memperdagangkan arak, bangkai, babi dan patung.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, maka Ia haramkan juga harganya.” (Riwayat Ahmad dan Abu Daud)

Mungkin dengan dihilangkannya Jual-beli saham pada pasar sekunder, orang-orang yang ingin mendirikan Pasar Modal Syariah akan kecewa, karena PMS tidak akan mendapatkan fee jual-beli saham yang nilainya lumayan (bisa mencapai 300 juta per hari). Bagaimana PMS bisa hidup setelah IPO?

Saya menyarankan (entah ini benar atau salah), sebaiknya untuk setiap perusahaan yang IPO, PMS mendapat bagi hasil sebesar 5% sebagai salah satu syarikat. PMS berperanan untuk menyeleksi emiten yang akan IPO apakah layak atau tidak, serta terus mengawasi emiten tersebut (mungkin sebagai komisaris) apakah berjalan dengan benar atau tidak, sehingga tidak merugikan investor.

Jika PMS berfokus pada penanaman modal untuk perusahaan-perusahaan baru di pasar perdana, maka banyak perusahaan akan berdiri, lapangan kerja terbuka luas, produksi bertambah banyak sehingga bisa memenuhi kebutuhan nasional (Indonesia bisa jadi mandiri), keuntungan terus bertambah, pada akhirnya ini akan menguntungkan PMS sendiri walau PMS mungkin didirikan atas niat lillahi ta’ala.

Sesungguhnya, pendirian Pasar Modal Syariah tentu didasarkan pada pertimbangan bahwa Pasar Modal Konvensional tidak atau kurang memenuhi syariah. Jika PMS ternyata sama dengan Pasar Modal Konvensional atau Pasar Modal Konvensional itu halal, untuk apa kita mendirikan PMS?

Tidak semua yang datang dari Barat itu jelek, dan tidak semua yang datang dari Barat itu baik. Oleh karena itu, tidak sepatut-nya ummat Islam langsung mengadopsi segala hal dari Barat, kemudian dengan sedikit permak langsung dilabeli dengan kata “Syariah” sehingga jadi jual-beli saham syariah. Janganlah kita membebek Barat secara membabi-buta, sehingga yang buruknya pun kita ikuti sebagaimana yang diperingatkan oleh Nabi SAW:

“Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (cara/metode) orang-orang yang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai sekalipun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari dan Muslim)

Islam punya konsep sendiri. Hal dari Barat bisa diterima jika memang tidak bertentangan dan sesuai dengan sumber ajaran Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadits.

Demikian sekedar ulasan saya tentang jual-beli saham di pasar sekunder. Pendapat saya bisa benar atau salah, tapi insya Allah Al Qur’an tidak mungkin salah serta Rasul Allah tentu lebih benar ketimbang kita semua. Ada yang berpendapat jual-beli saham itu halal (mohon diberikan dalil Al Qur’an dan Hadits-nya), ada yang bilang syubhat, ada pula yang tegas menyatakan haram.

Dari Nu’man bin Basyir ra diberitakan bahwa Nabi bersabda: “Sebenarnya yang halal itu jelas dan yang haram jelas pula. Di antara yang halal dan haram itu ada yang syubhat (tidak jelas), banyak orang tak mengetahuinya. Siapa yang menghindar dari syubhat, dia telah memelihara agama dan kehormatannya. Siapa yang terkena syubhat, maka dia terkena yang haram…” (HR Muslim)

Dari hadits di atas serta kesimpang-siuran status jual-beli saham di pasar sekunder, jelaslah bahwa jual-beli saham itu jika tidak haram, dia adalah syubhat, karena itulah orang berbeda pendapat. Meninggalkan hal syubhat itu lebih utama ketimbang mengerjakannya, apalagi jika bahayanya lebih besar dari manfaatnya.

Kesimpulan

1.Jika penjualan saham dilakukan oleh pengusaha/emiten kepada masyarakat tanpa ada tipuan/manipulasi yang merugikan pihak lain pada saat IPO (penjualan saham perdana) maka halal.

2.Jika jual-beli saham dilakukan sesama investor/spekulan saham dengan harapan mendapat keuntungan dengan menjual saham tersebut ketika harganya naik, maka ini spekulasi. Tak jauh beda dengan judi yang jelas diharamkan.

Referensi:

Al Qur’an

Shahih Bukhari

Shahih Muslim

Diskusi di milis ekonomi-syariah

Berikut beberapa penipuan di Bursa Saham.  Skandal Kebangkrutan Enron perusahaan dengan revenue US$ 101 milyar (Rp 900 trilyun) membuat Perusahaan Akuntan Publik Arthur Andersen tutup karena membuat laporan keuangan palsu seolah-olah ENRON untung. Pemegang sahamnya rugi sampai US$ 74 milyar atau Rp 630 trilyun!

Sementara mantan pimpinan Bursa Saham NASDAQ, Bernard Madoff, menipu nasabahnya hingga US$ 50 milyar dengan cara membayar nasabah lama dengan uang nasabah baru. Gali lobang tutup Lobang.

Lehman Brothers bahkan bangkrut dengan meninggalkan hutang US$ 613 milyar atau sekitar Rp 5.400 trilyun lebih! 5 kali lipat dari APBN Indonesia!

Di Indonesia pun ada kasus Sarijaya Sekuritas yang pemilik dan Direkturnya dituduh menggelapkan uang nasabah hingga Rp 245 milyar.

Itulah akibat spekulasi di dunia saham dan sektor keuangan.

insya Allah lengkap,,sekalian di bagian komentarnya juga karena akan dikaji lebih dalam disana dengan contoh dan fakta bahwa permainan bursa saham tidak jauh dari unsur perjudian,,,

Syariat Tentang Transaksi Bursa Saham (MARI KITA COBA PAHAMI)

Ketika kaum muslimin hidup dalam naungan sistem Khilafah, berbagai muamalah mereka selalu berada dalam timbangan syariah (halal-haram). Khalifah Umar bin Khaththab misalnya, tidak mengizinkan pedagang manapun masuk ke pasar kaum muslimin kecuali jika dia telah memahami hukum-hukum muamalah. Tujuannya tiada lain agar pedagang itu tidak terjerumus ke dalam dosa riba. (As-Salus, Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, h. 461).

Namun ketika Khilafah hancur tahun 1924, kondisi berubah total. Kaum muslimin makin terjerumus dalam sistem ekonomi yang dipaksakan penjajah kafir, yakni sistem kapitalisme yang memang tidak mengenal halal-haram. Ini karena akar sistem kapitalisme adalah paham sekularisme yang menyingkirkan agama sebagai pengatur kehidupan publik, termasuk kehidupan ekonomi. Walhasil, seperti kata As-Salus, kaum muslimin akhirnya hidup dalam sistem ekonomi yang jauh dari Islam (ba’idan ‘an al-Islam), seperti sistem perbankan dan pasar modal (burshah al-awraq al-maliyah) (ibid., h. 464). Tulisan ini bertujuan menjelaskan fakta dan hukum seputar saham dan pasar modal dalam tinjauan fikih Islam.

Fakta Saham

Saham bukan fakta yang berdiri sendiri, namun terkait pasar modal sebagai tempat perdagangannya dan juga terkait perusahaan publik (perseroan terbatas/PT) sebagai pihak yang menerbitkannya. Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal (stock market).

Dalam pasar modal, instrumen yang diperdagangkan adalah surat-surat berharga (securities) seperti saham dan obligasi, serta berbagai instrumen turunannya (derivatif) yaitu opsi, right, waran, dan reksa dana. Surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan inilah yang disebut “efek” (Hasan, 1996).

Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Dalam Keppres RI No. 60 tahun 1988 tentang Pasar Modal, saham didefinisikan sebagai “surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang atau Staatbald No. 23 Tahun 1847).” (Junaedi, 1990). Sedangkan obligasi (bonds, as-sanadat) adalah bukti pengakuan utang dari perusahaan (emiten) kepada para pemegang obligasi yang bersangkutan (Siahaan & Manurung, 2006).

Selain terkait pasar modal, saham juga terkait PT (perseroan terbatas, limited company) sebagai pihak yang menerbitkannya. Dalam UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas pasal 1 ayat 1, perseroan terbatas didefinisikan sebagai “badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham,” Modal dasar yang dimaksud, terdiri atas seluruh nilai nominal saham (ibid., pasal 24 ayat 1).

Definisi lain menyebutkan, perseroan terbatas adalah badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun pemiliknya (M. Fuad, et.al., 2000). Jadi sesuai namanya, keterlibatan dan tanggung jawab para pemilik PT hanya terbatas pada saham yang dimiliki.

Perseroan terbatas sendiri juga mempunyai kaitan dengan bursa efek. Kaitannya, jika sebuah perseroan terbatas telah menerbitkan sahamnya untuk publik (go public) di bursa efek, maka perseroan itu dikatakan telah menjadi “perseroan terbatas terbuka” (Tbk).

Fakta Pasar Modal

Pasar modal adalah sebuah tempat di mana modal diperdagangkan antara pihak yang memiliki kelebihan modal (pihak investor) dengan orang yang membutuhkan modal (pihak issuer/emiten) untuk mengembangkan investasi. Dalam UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.” (Muttaqin, 2003).

Para pelaku pasar modal ini ada 6 (enam) pihak, yaitu :

(1). Emiten, yaitu badan usaha (perseroan terbatas) yang menerbitkan saham untuk menambah modal, atau menerbitkan obligasi untuk mendapatkan utang dari para investor di Bursa Efek.

(2). Perantara Emisi, yang meliputi 3 (tiga) pihak, yaitu : a. Penjamin Emisi (underwriter), yaitu perusahaan perantara yang menjamin penjualan emisi, dalam arti jika saham atau obligasi belum laku, penjamin emisi wajib membeli agar kebutuhan dana yang diperlukan emiten terpenuhi sesuai rencana; b. Akuntan Publik, yaitu pihak yang berfungsi memeriksa kondisi keuangan emiten dan memberikan pendapat apakah laporan keuangan yang telah dikeluarkan oleh emiten wajar atau tidak.c. Perusahaan Penilai (appraisal), yaitu perusahaan yang berfungsi untuk memberikan penilaian terhadap emiten, apakah nilai aktiva emiten wajar atau tidak.

(3). Badan Pelaksana Pasar Modal, yaitu badan yang mengatur dan mengawasi jalannya pasar modal, termasuk mencoret emiten (delisting) dari lantai bursa dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan pasar modal. Di Indonesia Badan Pelaksana Pasar Modal adalah BAPEPAM (Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal) yang merupakan lembaga pemerintah di bawah Menteri Keuangan.

(4). Bursa Efek, yakni tempat diselenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha. Di Indonesia terdapat dua Bursa Efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dikelola PT Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Surabaya.

(5). Perantara Perdagangan Efek. Yaitu makelar (pialang/broker) dan komisioner yang hanya lewat kedua lembaga itulah efek dalam bursa boleh ditransaksikan. Makelar adalah perusahaan pialang (broker) yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. Sedang komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan sendiri atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan.

(6). Investor, adalah pihak yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek di bursa efek dengan membeli atau menjual kembali efek tersebut (Junaedi, 1990; Muttaqin, 2003; Syahatah & Fayyadh, 2004).

Dalam pasar modal, proses perdagangan efek (saham dan obligasi) terjadi melalui tahapan pasar perdana (primary market) kemudian pasar sekunder (secondary market). Pasar perdana adalah penjualan perdana saham dan obligasi oleh emiten kepada para investor, yang terjadi pada saat IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum pertama. Kedua pihak yang saling memerlukan ini tidak bertemu secara dalam bursa tetapi melalui pihak perantara seperti dijelaskan di atas. Dari penjualan saham dan efek di pasar perdana inilah, pihak emiten memperoleh dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Sedangkan pasar sekunder adalah pasar yang terjadi sesaat atau setelah pasar perdana berakhir. Maksudnya, setelah saham dan obligasi dibeli investor dari emiten, maka investor tersebut menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya, baik dengan tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun untuk menghindari kerugian (capital loss). Perdagangan di pasar sekunder inilah yang secara reguler terjadi di bursa efek setiap harinya.

Jual Beli Saham dalam Pasar Modal Menurut Islam

Para ahli fikih kontemporer sepakat, bahwa haram hukumnya memperdagangkan saham di pasar modal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang haram. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi minuman keras, bisnis babi dan apa saja yang terkait dengan babi, jasa keuangan konvensional seperti bank dan asuransi, dan industri hiburan, seperti kasino, perjudian, prostitusi, media porno, dan sebagainya. Dalil yang mengharamkan jual beli saham perusahaan seperti ini adalah semua dalil yang mengharamkan segala aktivitas tersebut. (Syahatah dan Fayyadh, Bursa Efek : Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal, hal. 18; Yusuf As-Sabatin, Al-Buyu’ Al-Qadimah wa al-Mu’ashirah wa Al-Burshat al-Mahalliyyah wa Ad-Duwaliyyah, hal. 109).

Namun mereka berbeda pendapat jika saham yang diperdagangkan di pasar modal itu adalah dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha halal, misalnya di bidang transportasi, telekomunikasi, produksi tekstil, dan sebagainya. Syahatah dan Fayyadh berkata,”Menanam saham dalam perusahaan seperti ini adalah boleh secara syar’i…Dalil yang menunjukkan kebolehannya adalah semua dalil yang menunjukkan bolehnya aktivitas tersebut.” (Syahatah dan Fayyadh, ibid., hal. 17).

Tapi ada fukaha yang tetap mengharamkan jual beli saham walau dari perusahaan yang bidang usahanya halal. Mereka ini misalnya Taqiyuddin an-Nabhani (2004), Yusuf as-Sabatin (ibid., hal. 109) dan Ali As-Salus (Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, hal. 465). Ketiganya sama-sama menyoroti bentuk badan usaha (PT) yang sesungguhnya tidak Islami. Jadi sebelum melihat bidang usaha perusahaannya, seharusnya yang dilihat lebih dulu adalah bentuk badan usahanya, apakah ia memenuhi syarat sebagai perusahaan Islami (syirkah Islamiyah) atau tidak.

Aspek inilah yang nampaknya betul-betul diabaikan oleh sebagian besar ahli fikih dan pakar ekonomi Islam saat ini, terbukti mereka tidak menyinggung sama sekali aspek krusial ini. Perhatian mereka lebih banyak terfokus pada identifikasi bidang usaha (halal/haram), dan berbagai mekanisme transaksi yang ada, seperti transaksi spot (kontan di tempat), transaksi option, transaksi trading on margin, dan sebagainya (Junaedi, 1990; Zuhdi, 1993; Hasan, 1996; Az-Zuhaili, 1996; Al-Mushlih & Ash-Shawi, 2004; Syahatah & Fayyadh, 2004).

Taqiyuddin an-Nabhani dalam An-Nizham al-Iqtishadi (2004) menegaskan bahwa perseroan terbatas (PT, syirkah musahamah) adalah bentuk syirkah yang batil (tidak sah), karena bertentangan dengan hukum-hukum syirkah dalam Islam. Kebatilannya antara lain dikarenakan dalam PT tidak terdapat ijab dan kabul sebagaimana dalam akad syirkah. Yang ada hanyalah transaksi sepihak dari para investor yang menyertakan modalnya dengan cara membeli saham dari perusahaan atau dari pihak lain di pasar modal, tanpa ada perundingan atau negosiasi apa pun baik dengan pihak perusahaan maupun pesero (investor) lainnya. Tidak adanya ijab kabul dalam PT ini sangatlah fatal, sama fatalnya dengan pasangan laki-laki dan perempuan yang hanya mencatatkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil, tanpa adanya ijab dan kabul secara syar’i. Sangat fatal, bukan?

Maka dari itu, pendapat kedua yang mengharamkan bisnis saham ini (walau bidang usahanya halal) adalah lebih kuat (rajih), karena lebih teliti dan jeli dalam memahami fakta, khususnya yang menyangkut bentuk badan usaha (PT). Apalagi, sandaran pihak pertama yang membolehkan bisnis saham asalkan bidang usaha perusahaannya halal, adalah dalil al-Mashalih Al-Mursalah, sebagaimana analisis Yusuf As-Sabatin (ibid., hal. 53). Padahal menurut Taqiyuddin An-Nabhani, al-Mashalih Al-Mursalah adalah sumber hukum yang lemah, karena kehujjahannya tidak dilandaskan pada dalil yang qath’i (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, Juz III (Ushul Fiqih), hal. 437)

Hukum-Hukum Syariat Tentang Transaksi Bursa Saham

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa transaksi bursa itu di antaranya ada yang bersifat instant, pasti dan permanen, dan ada juga yang berjangka dengan syarat uang di muka. Di lihat dari objeknya terkadang berupa jual beli barang komoditi biasa, dan terkadang berupa jual beli kertas saham dan giro.

Karena transaksinya bermacam-macam dengan dasar seperti ini, sehingga tidak mungkin ditetapkan hukum syariatnya dalam skala umum, harus dirinci terlebih dahulu baru masing-masing jenis transaksi ditentukan hukumnya secara terpisah.

Lembaga Pengkajian fiqih yang mengikut Rabithah al-alam al-Islami telah merinci dan menetapkan hukum masing-masing transaksi itu pada pertemuan ketujuh mereka yang diadakan pada tahun 1404 H di Makkah al-Mukarramah. Sehubungan dengan persoalan ini, majelis telah memberikan keputusan sebagai berikut:

Pertama: Pasar bursa saham itu target utamanya adalah menciptakan pasar tetap dan simultan dimana mekanisme pasar yang terjadi serta para pedagang dan pembeli dapat saling bertemu melakukan transaksi jual beli. Ini satu hal yang baik dan berman-faat, dapat mencegah para pengusaha yang mengambil kesempatan orang-orang yang lengah atau lugu yang ingin melakukan jual beli tetapi tidak mengetahui harga sesungguhnya, bahkan tidak mengetahui siapa yang mau membeli atau menjual sesuatu kepa-da mereka.

Akan tetapi kemaslahatan yang jelas ini dalam dunia bursa saham tersebut terselimuti oleh berbagai macam transaksi yang amat berbahaya menurut syariat, seperti perjudian, memanfa-atkan ketidaktahuan orang, memakan uang orang dengan cara haram. Oleh sebab itu tidak mungkin ditetapkan hukum umum untuk bursa saham dalam skala besarnya. Namun yang harus di-jelaskan adalah segala jenis transaksi jual beli yang terdapat di dalamnya satu persatu secara terpisah.

Kedua: Bahwa transaksi instant terhadap barang yang ada dalam kepemilikan penjual untuk diserahterimakan bila syaratkan harus ada serah terima langsung pada saat transaksi menurut syariat, adalah transaksi yang dibolehkan. Selama transaksi itu bukan terhadap barang haram menurut syariat pula. Namun kalau barangnya tidak dalam kepemilikan penjual, harus dipe-nuhi syarat-syarat jual beli as-Salm. Setelah itu baru pembeli boleh menjual barang tersebut meskipun belum diterimanya.

Ketiga: Sesungguhnya transaksi instant terhadap saham-saham perusahaan dan badan usaha kalau saham-saham itu me-mang berada dalam kepemilikan penjual boleh-boleh saja menu-rut syariat, selama perusahaan atau badan usaha tersebut dasar usahanya tidak haram, seperti bank riba, perusahaan minuman keras dan sejenisnya. Bila demikian, transaksi jual beli saham tersebut menjadi haram.

Keempat: Bahwa transaksi instant maupun berjangka terhadap kuitansi piutang dengan sistem bunga yang berbagai macam bentuknya tidaklah dibolehkan menurut syariat, karena semua itu adalah aktivitas jual beli yang didasari oleh riba yang diharamkan.

Kelima: Bahwa transaksi berjangka dengan segala ben-tuknya terhadap barang gelap, yakni saham-saham dan barang-barang yang tidak berada dalam kepemilikan penjual dengan cara yang berlaku dalam pasar bursa tidaklah dibolehkan menurut syariat, karena termasuk menjual barang yang tidak dimiliki, dengan dasar bahwa ia baru akan membelinya dan menyerah-kannya kemudian hari pada saat transaksi. Cara ini dilarang oleh syariat berdasarkan hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihiw wa sallam bahwa beliau bersabda,

“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak engkau miliki.”[1]

Demikian juga diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjual barang dimana barang itu dibeli, sehingga para saudagar itu mengangkutnya ke tempat-tempat mereka.[2]

Footnote
[1]. At-Tirmidzi, 1153, Kitabul Buyu’, An-Nasa-i, 453, Kitabul Buyu’, Abu Dawud, 3.040, Kitabul Buyu’
[2]. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya V:191. Diriwayatkan oleh Abu Dawud 3493

Keenam: Transaksi berjangka dalam pasar bursa bukanlah jual beli as-Salm yang dibolehkan dalam syariat Islam, karena keduanya berbeda dalam dua hal:

a) Dalam bursa saham harga barang tidak dibayar langsung saat transaksi. Namun ditangguhkan pembayarannya sampai pe-nutupan pasar bursa. Sementara dalam jual beli as-Salm harga barang harus dibayar terlebih dahulu dalam transaksi.

b) Dalam pasar bursa barang transaksi dijual beberapa kali penjualan saat dalam kepemilikan penjual pertama. Tujuannya tidak lain hanyalah tetap memegang barang itu atau menjualnya dengan harga maksimal kepada para pembeli dan pedagang lain bukan secara sungguhan, secara spekulatif melihat untung rugi-nya. Persis seperti perjudian. Padahal dalam jual beli as-Salm tidak boleh menjual barang sebelum diterima.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, Lembaga Pengkajian Fiqih Islam berpandangan bahwa para pemerintah di berbagai negeri Islam berkewajiban untuk tidak membiarkan bursa-bursa tersebut melakukan aktivitas mereka sesuka hati dengan membuat berbagai transaksi dan jual beli di Negara-negara mereka, baiknya hukumnya mubah maupun haram. Mereka hendaknya juga tidak memberi peluang orang-orang yang mempermainkan harga se-hingga menggiring kepada bencana finansial dan merusak pere-konomian secara umum, dan pada akhirnya menimbulkan mala-petaka kepada kebanyakan orang. Karena kebaikan yang sesung-guhnya adalah dengan berpegang pada ajaran syariat Islam pada segala sesuatu. Allah berfirman:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” [Al-An’am: 153]

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Juru Penolong yang memberikan taufik, yang memberi petunjuk menuju jalan yang lurus. Semoga sha-lawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi Muhammad.

Kesimpulan

Menjual belikan saham dalam pasar modal hukumnya adalah haram, walau pun bidang usaha perusahaan adalah halal. Maka dari itu, dengan sendirinya keberadaan pasar modal itu sendiri hukumnya juga haram.

Investasi jual beli saham dalam pasar modal memiliki kecenderungan dengan cara spekulasi yaitu sikap gambling/judi atau untung-untungan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya seraya merugikan investor lainnya.  Spekulasi ini dilakukan antara lain melalui margin trading, short selling dan option dengan mengharapkan capital gain. Namun demikian tidak semua harapan keuntungan melalui capital gain dapat dikategorikan termasuk spekulasi, sedangkan margin trading, short selling dan option dilarang karena Islam tidak memperbolehkan seseorang menjual sesuatu yang tidak ada padanya/tidak dimilikinya. Selain itu ada larangan berbisnis dengan cara untung-untungan.

JAUHILAH NAFKAH-NAFKAH YANG MENDEKATI PERJUDIAN KAWAN,,,MASIH BANYAK JALAN REJEKI YANG HALAL

DAFTAR PUSTAKA

Al-Mushlih, Abdullah & Ash-Shawi, Shalah, Fikih Ekonomi Keuangan Islam (Maa Laa Yasa’u Al-Taajir Jahlahu), Penerjemah Abu Umar Basyir, (Jakarta : Darul Haq), 2004

An-Nabhani, Taqiyuddin, an-Nizham al-Iqtishadi fi Al-Islam, (Beirut : Darul Ummah), Cetakan VI, 2004

As-Sabatin, Yusuf Ahmad Mahmud, Al-Buyu’ Al-Qadimah wa al-Mu’ashirah wa Al-Burshat al-Mahalliyyah wa Ad-Duwaliyyah, (Beirut : Darul Bayariq), 2002

As-Salus, Ali Ahmad, Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah wa al-Iqtishad al-Islami, (Qatar : Daruts Tsaqafah), 2006

Az-Zuhaili, Wahbah, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Juz IX (Al-Mustadrak), (Damaskus : Darul Fikr), 1996

Fuad, M, et.al., Pengantar Bisnis, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama), 2000

Hasan, M. Ali, Masail Fiqhiyah : Zakat, Pajak, Asuransi, dan Lembaga Keuangan, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada), 1996

Junaedi, Pasar Modal Dalam Pandangan Hukum Islam, (Jakarta : Kalam Mulia), 1990

Muttaqin, Hidayatullah, Telaah Kritis Pasar Modal Syariah, http://www.e-syariah.org/jurnal/?p=11, 20 des 2003

Siahaan, Hinsa Pardomuan & Manurung, Adler Haymans, Aktiva Derivatif : Pasar Uang, Pasar Modal, Pasar Komoditi, dan Indeks (Jakarta : Elex Media Komputindo), 2006

Syahatah, Husein & Fayyadh, Athiyah, Bursa Efek : Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal (Adh-Dhawabit Al-Syar’iyah li At-Ta’amul fii Suuq Al-Awraq Al-Maliyah), Penerjemah A. Syakur, (Surabaya : Pustaka Progressif), 2004

Tarban, Khalid Muhammad, Bay’u Al-Dayn Ahkamuhu wa Tathbiquha Al-Mu’ashirah (Al-Azhar : Dar al-Bayan Al-’Arabi; Beirut : Dar al-Kutub al-’Ilmiyah), 2003

Zuhdi, Masjfuk, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, (Jakarta : CV Haji Masagung), 1993

[Disalin dari buku Ma La Yasa’ut Tajiru Jahluhu, edisi Indonesia Fikih Ekonomi Keuangan Islam oleh Prof.Dr.Abdullah al-Muslih dan Prof.Dr.Shalah ash-Shawi, Penerjemah Abu Umar Basyir, Penerbit Darul Haq, Jakarta hal. hal.121-130]

Sumber : KH. M. Shiddiq al-Jawi


TANDA-TANDA SESEORANG MENCINTAIMU

Mungkin tulisan kali ini sedikit gila yah,,tapi monggo coba direnungi apakah tulisan ini memang benar adanya pada pasangan kamu,,sedikit banyak tanda-tanda ini menjadi sebuah pengalaman pribadi,,,semoga bermanfaat “Tanda-tanda seseorang benar-benar mencintaimu”

ULANG TAHUN PINGUIN

1. Orang yang mencintai kamu tidak  pernah bisa memberikan alasan  kenapa ia mencintai kamu, yang ia  tahu dimatanya hanya ada kamu satu- satunya. Cinta itu tanpa syarat karena memang cinta itu keluar dari hati, saat syarat itu keluar hal itu akan menciptakan alasan dan apabila alasan itu tak terpenuhi maka cinta akan bukanlah menjadi cinta sejati.

2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat  badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan. Walaupun fisikmu tidak lagi sempurna karena kecelakaan, atau jerawat yang berbentol-bentol diwajah karena kulit sensitif yang berminyak,  dia akan tetap mencintaimu karena cinta itu apa adanya lebih dari sekadar kenampakan fisik semata, toh nanti kita akan jadi aki-aki atau nini-nini yang buruk rupa sebagai pasangan sejati sehidup semati.

3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu. Ini bukannya kepo yah, tapi wujud perhatian.

4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “selamat pagi” “selamat hari minggu” “selamat tidur”, walaupun kamu tidak membalas pesannya.

5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.

6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya. Bukan hanya memoribilia yang indah bahkan kenangan yang menyebabkan pertengkaran yang dapat diselesaikan dengan saling berpaut kata “maaf” yang indah akan menjadi sebuah ingatan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya. Bahkan termasuk janji-janji yang dibuat bersama, sebuah nostalgia yang indah bahwa setiap kata menjadi bermakna dengan saling memperhatikan.

8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga. Bahkan itu termasuk pula bila kamu pecinta komik macam miko atau paman gober yang  sulit dipahami kekasihmu, dia akan belajar untuk membacanya,,menurut dia sungguh sebuah bahan perbincangan yang menarik apabila dia memahami apa kesukaan kamu 🙂 atau apabila kamu menyukai peliharaan macam guana pig ataupun hamster sekalipun, maka dia akan juga belajar memeliharanya agar tahu bagaimana sulitnya memeliharanya dan tidak akan pernah meremehkan kesukaanmu apalagi menyalahkanmu kalau binatang peliharaanmu meninggal.

9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu, walaupun si dia tahu kamu enggan banget minum obat atau sudah tahu hobimu itu jalan sambil loncat-loncat dan ceroboh jadi sudah pasti sering keseleo atau jatuh meski itu cuma jalan kaki doang..itulah perhatian…

10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kamu.

11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia, yah meskipun itu cuma bunga plastik tapi itu melambangkan sebuah keabadian cinta dihatinya yang tidak akan pernah layu asal kamu merawatnya dengan baik.

12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu,  sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya, bukannya karena dia kehabisan kata atau enggan berbicara dengan kamu. Seseorang yang mencintai kamu akan sangat-sangat bahagia saat mendengar suaramu terkadang dia hanya ketawa saja saat ditelepon.

13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu, dan akan selalu berwajah muram saat meninggalkkanmu.

14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.

15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih, dia akan menjagamu dan akan melindungimu. Dia akan mencari tahu keadaanmu yang sesungguhnya layaknya seorang detektif, dia akan selalu tahu keaadaanmu meski kamu tidak menceritakannya tapi dia tidak akan pernah menceritakan bahwa dia selalu mencari tahu keadaanmu secara diam-diam karena kabar bahwa keadaanmu sungguh benar-benar baik saja merupakan tujuannya dan apabila terjadi sesuatu yang buruk maka dia akan siap mendampingimu.

16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.

17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lg.

18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia! apalagi kalo ujian mata kuliah tertentu sampai mengulang 3 kali 😀 karena kamu membenci ilmu hitung-hitungan..

19. Kalau kamu melihat handphone- nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya. Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.

20. jika dia bisa menahan ego dan kepentingannya untuk kepentingan kamu, maka sungguh dia telah benar2 mencintai kamu. Dia akan bersedia mengingkari janji yang dia buat untuk dirinya sendiri hanya untuk membuatmu tidak malu dihadapan teman-temanmu, atau mungkin dia akan mengorbankan kuliahnya untuk berusaha mencapai kemapanan hidup agar sewaktu-waktu bisa menikahimu saat kamu minta.

21. jika dia telah memaafkan kesalahan kamu sebelum kamu meminta maaf kepadanya. percayalah hal tersebut dan jangan pernah menganggap remeh sebuah kata maaf atau bahkan mempermainkan kata maaf karena sungguh memperjuagkan sebuah kata maaf itu sungguh sulit.

22. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu, walaupun hal itu membunuh hatinya. Jangan salahkan dia kalau sewaktu-waktu kembali sms kamu meski tidak rutin karena itu adalah sebuah obat yang mempanjang hidupnya, jawablah dengan baik meski kamu tidak ingin menjawabnya. Dia akan berkata ikhlas apabila kamu telah berbahagia dengan orang lain tapi percayalah bila dia benar-benar mencintaimu dia akan selalu memantaskan diri sebagai caranya untuk mendapatkan cintamu lagi, dia akan berjuang dengan memantaskan diri untuk mendapatkan cintamu, kata ikhlash hanyanya sebuah cara agar kamu berbahagia meski hatinya tak akan pernah rela.

23. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada di sana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya… ia selalu menunggumu. separuh kehidupannya telah dia berikan untukmu….mungkin bagimu telah terlambat untuk memulai kembali tapi bagi seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan ada kata terlambat untuk memperjuangkan cintamu,,,percayalah itu karena sebuah kata percaya adalah sebuah kata yang dia nanti darimu


Adakah waktumu untukku?

Adakah waktumu untukku?

Waktu itu kau sibuk dengan laptopmu, hingga kutanya, apa itu ayah? Katamu sedang bekerja dengan ‘laptop’, istilah yang baru kutahu di usiaku. Waktu kemudian kau sibuk dengan ‘tab’mu lalu kutanya, sedang apa ayah? Katamu sedang belanja ‘elektronik’ online. Baru juga kutahu istilah ‘elektronik’ dan aku masih susah mengejanya

Mamaku sibuk dengan androidnya dan kutanya, apa itu mama? Katamu lagi sibuk dengan bbm baru android…lalu twiteran…Wa-an dan ngerumpi dengan teman-temanmu…semuanyapun kata-kata aneh yang belum juga kumengerti walau bisa mengucapnya. Beberapa waktu kemudian kau sibuk dengan smart phone yang lain, kutanya sedang apa mama? katamu buka ‘facebook’ dan kutanya apa itu ‘face-book’ hingga kau susah menjawabnya karena sibuk update status…

Akupun akhirnya disibukkan saja dengan segunung mainanku atau tivi yang selalu menyala di depanku…hingga terkadang jadi marah sendiri dengan teknologi itu yang telah merampas hak hakku…kurasa… Aku juga terkadang jadi bingung dan tak mengerti walau saat ini memang banyak sekali yang belum bisa kupahami….mana prioritasmu?

Aku atau gadgetmu?

Aku butuh pelukanmu, bermain denganmu, membantumu memasak, mencuci, melakukan hal-hal aktif bersamamu itu saja. Idealnya inginku setiap hari bersamamu hanya kutahu itu mungkin tak mungkin…hingga harapku hanya terkadang bisa denganmu ‘utuh’ selama beberapa menit saja….hingga di menit-menit itu…hanya aku di matamu…hingga aku di dekapmu, di pelukmu, dalam hangat ciummu…hingga kutahu cintamu untukku dan benar-benar sambung rasaku…getar jiwaku bersamamu….ayah mamaku…Hingga senyummu candamu dan kasih sayangmu lekat dalam memori kecilku dan…hingga kulewatkan masa kecilku dan hari-hari indah bahagia bersamamu….

Kami yang senantiasa membutuhkanmu di masa perkembangan ini dan akan selalu menyayangimu
‘Be wise’

(Anak-anakmu)

dikutip dari wall bu Wenny “saya ucapkan terimakasih untuk izin sharenya”


Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 140 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.