“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

ADA APA DENGAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN???

ADA APA DENGAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN???

Based on true story ex mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian 

Proud By Widiantoko, R. K

Hal-hal yang Cuma Dirasakan oleh Mereka yang Kuliah di Jurusan Teknologi Pangan, Apa Aja Sih?

Jaman dulu,  Nicolas Appert telah menemukan cara membuat makanan kaleng, tanpa menggunakan teknologi. Setelah itu, muncul Louis Pasteuryang mengadakan penelitian, menggunakan teknologi untuk mencegah kerusakan fermentasi anggur akibat mikroba. Nah, penemuan beliau inilah yang dikenal dengan istilah pasteurisasi, yang berhasil membunuh mikroba pada susu melalui pemanasan tanpa banyak merubah sifat susu.

Penemuan tersebut mempelopori semakin banyak metode pengolahan makanan, sehingga teknologi pangan semakin berkembang dan muncullah semakin banyak makanan yang praktis, misalnya susu bubuk, mie instan, teh celup, bubur instan, keripik kentang dan lain sebagainya.

Jurusan Teknologi Pangan beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jurusan yang banyak banget diminati oleh para calon mahasiswa karena melihat peluang di masa depan. Kalau di luar negeri, jurusan ini namanya Food Technology atau Food Tech.

Mungkin awalnya anda akan berpikir kalau jurusan ini selalu berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan konsumsi. Kalau anda masih merasa asing sekali dengan jurusan ini, berikut adalah beberapa hal yang dirasakan oleh para mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Atau mungkin, setelah baca artikel ini bakal bikin anda  tertarik untuk lanjut kuliah di jurusan Teknologi Pangan setelah lulus SMA nanti.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah mahasiswa “Tersesat”

Pada saat anda masuk jurusan ini, anda bakal terus berpikir dan menebak-nebak segala sesuatu tentang jurusan ini. Banyak pertanyaan yang akan muncul, bahkan ada yang mengira kalau ia salah jurusan. Bagi mereka yang kuat iman, mereka bakal terus melangkah dan positif thinking dan tidak sedikit juga dari mereka yang memilih untuk pindah jurusan.

Setelah mengikuti kelas dan mempelajari sedikit demi sedikit, lama kelamaan anda akan memahami sendiri apa itu teknologi pangan. Bersyukurnya kalau anda yang memiliki kakak kelas atau saudara yang juga kebetulan mengambil Teknologi Pangan, setidaknya anda bisa bertanya dan punya gambaran tentang jurusan ini. Mungkin saat anda melihat dan mendengar namanya “Teknologi Pangan” bayangan anda jadi dipenuhi dengan makanan-makanan enak atau semacam kelas tata boga, This is true, but thats wrong imagine.

Kegiatan perkuliahan dipenuhi kegiatan masak memasak ??? Teknologi Pangan itu bakal menghadiahi anda mata kuliah yang merupakan gabungan dari kimia, biologi, matematika, dan fisika. Jadi, di jurusan Teknologi Pangan itu ada mata kuliah Kimia Pangan, Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Mikrobiologi Pangan, sampai pada Evaluasi Nilai Gizi Pangan.

Cuma mahasiswa Teknologi Pangan yang tahu seberapa dahsyat mata kuliah-mata kuliah itu. Belum lagi mereka yang mengira jurusan Teknologi Pangan itu sama dengan Pertanian karena masuk dalam Fakultas Teknologi Pertanian yang persepsinya berkaitan pupuk, mesin traktor ataupun cara mencangkul adalah kesalahan besar karena saya sendiri selama kuliah tidak pernah menginjakan sejengkal jari kakipun di sawah.  Meski terkadang banyak orang disekitar yang masih belum tahu tentang jurusan ini dan suka salah paham, pada akhirnya andapun dengan sabar menjelaskan apa itu Teknologi Pangan yang ternyata lebih dahsyat dari sekadar urusan makan-memakan, masak-memasak atau bercocok tanam.

Di tahun pertama, kamu akan belajar dari dasar, mulai dari fisika, biologi, kimia, dan teknik. Dengan dasar tersebut kamu akan bisa memahami setiap ruang lingkup ilmu teknologi pangan. Setelah itu, kamu akan masuk ke mata kuliah yang lebih khusus, misalnya ilmu bioteknologi, yaitu cabang ilmu biologi yang belajar bagaimana menggunakan organisme, sistem atau proses biologi untuk menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi. Misalnya, bagaimana caranya supaya pempek ikan bisa diolah menjadi frozen food dan bisa dijual di supermarket atau diekspor dengan masa kadarluwarsa lebih panjang. Atau misalnya di pabrik keripik pisang, bagaimana caranya membeli ratusan ton pisang dari kebun dan mendatangkan ke pabrik tanpa merusak kualitas pisang (tanpa pisang menjadi busuk).

Mahasiswa juga akan mempelajari manajemen industri. Ini merupakan salah satu mata kuliah penting, karena akan mempelajari pembuatan produk, pengemasan, hingga distribusi produk pangan. Beberapa contoh mata kuliah lainnya adalah Rekayasa Proses Pangan, Mikrobiologi dan Keamanan Pangan, Pangan dan Gizi, Pengemasan Pangan, Pengeringan dan Pendinginan, Teknologi Teh, Kopi dan Coklat, Teknologi Minyak Atsiri, Rempah dan Obat, Teknologi Fermentasi, Mikrobiologi Pangan dan Enzimonologi, alat dan mesin yang digunakan dalam proses industri pangan, bagaimana merencanakan pendirian sebuah pabrik atau usaha dalam bidang pangan, serta Kewirausahaan.

Mahasiswa Teknologi Pangan Typical Mahasiswa “Siap Tempur & Kerja Lembur”

Beberapa mata kuliah yang ada praktikum, akan mengkondisikan anda menambah jam anda di kampus. Anda bisa seharian di kampus. Pagi kuliah, siang sampai sorenya praktikum kadang bisa sampai malam ataupun menginap juga. Pulang malam buat praktikum dan mengerjakan laporan adalah kegiatan sehari-hari mahasiswa Teknologi Pangan sampai anda lulus. Tapi, hal itu membuat terbiasa pintar membagi waktu dan prioritas.

Jangan bersedih karena akan ada rezeki gratis yang menanti anda. Misalnya, kalau ada dosen atau kakak tingkat anda yang penelitian di laboratorium, anda bisa jadi panelis dadakan, bisa menjadi tester berbagai produk olahan pangan. Kalau praktikum, terutama mata kuliah Teknologi Pengolahan Pangan anda bakal praktik mulai dari pembuatan ice cream, permen, mie, manisan, yogurt, asinan, selai, mengolah daging, bahkan mengolah ikan dengan high pressure (presto) atau menjadi ikan asin dan lain sebagainya. Tapi meskipun begitu, badan saya tetap saja kurus karena terjadi keseimbangan antara makanan yang masuk dan tenaga-pikiran yang dicurahkan.

Anda akan diajarkan secara alamiah menjadi mandiri, di sini kaum hawa juga mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh laki-laki. Dari sekian jurusan, mungkin jurusan teknologi pangan dihuni oleh sedikit mahasiswa laki-laki di dalamnya. Tidak seperti jurusan ekonomi atau teknik yang penghuni laki-lakinya banyak. Meski saat ini sudah banyak mahasiswa laki-laki mulai berminat, tetap saja kaum perempuan masih mendominasi. Karena jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. Mau tak mau para mahasiswi bersatu padu menyatukan tenaga di setiap event kampus. Karena keterbatasan jumlah mahasiswa laki-laki, mahasiswi teknologi pangan jadi terbiasa untuk melakukan tugas-tugas laki-laki di dalam sebuah kepanitiaan. Sudah sepatutnya mahasiswa Teknologi Pangan memiliki kepribadian yang mandiri, tangguh dan gigih. Mereka juga tak hanya melakukan single job, double job, bahkan triple job.

Kamu suka berorganisasi? Atau punya bakat lain? Di jurusan ini, kamu bisa banget kok ikutan berbagai organisasi yang ada bahkan berkesempatan untuk bergabung dengan himpunan profesi di tingkat universitasmu, nasional, atau mungkin di dunia. Anda akan mengenal Himpunan mahasiswa jurusan, kalau saya dulu adalah pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista Universitas Brawijaya) dan BEM Universitas Brawijaya, anda akan mengenal Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia di level nasional dan sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa turut aktif menjadi panitia dan melatih jiwa kepemimpinanmu karena banyak sekali pelatihan atau seminar yang berhubungan dengan Teknologi Pangan. Tidak jadi panitia pun kamu juga bisa jadi peserta seminar atau pelatihan dan menambah keahliahanmu di bidang pangan. Dan pastinya ini adalah bekal kamu dimasa depan. Perlu anda ingat, dalam dunia kerja sangat membutuhkan lulusan yang siap tempur dengan soft skill seperti mental yang kuat, kepemimpinan, memberikan problem solving yang cepat, cara komunikasi yang etis dan lain sebagainya selain ditunjang dengan keilmuan yang memadai.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah Manusia “Over Protective”

Mahasiswa Teknologi Pangan juga mempelajari segala penyakit yang kemungkinan disebabkan oleh makanan. Selain itu, mereka juga belajar tentang bagaimana mengolah makanan yang baik, memilih bahan makanan yang sehat dan bergizi. Bahkan pengalaman saya melakukan praktikum terhadap kualitas maupun higienitas dari jajanan makanan atau minuman yang beredar di pasaran mebuat saya insyaf bertaubat untuk dengan mudahnya membeli di “pinggir jalan”. Sangat tahu banyak tentang bahaya bahan-bahan kimia di pangan (bahan tambahan pangan) dan tahu juga bahwa hampir tak ada satu pun makananan yang bebas dari bahan tambahan pangan ini. Anda akan merasa mengalami dilema dalam memilih makanan apa yang baik buatmu. Mungkinkah anda memilih untuk menanam dan mengolah makanan sendiri? Meski mungkin tapi pasti menyita hampir seluruh waktu. Pada akhirnya kamu akan sedikit cuek dan menyimpulkan bahwa semua akan baik-baik saja asal tidak berlebihan (sesuai dosis) kecuali untuk bahan-bahan yang memang bukan untuk pangan seperti boraks dan formalin atau bahan yang dilarang oleh BPOM.

Dari ilmu-ilmu yang dipelajarinya, dikaitkan dengan ilmu mengenai interaksi makanan dengan organ tubuh serta cakupan nutrisi yang masuk ke tubuh. Mahasiswi Teknologi Pangan juga dituntut untuk bisa menanggulangi berbagai penyakit yang berkaitan dengan makanan, meminimalisir adanya kontaminasi kimia dan mikrobiologi yang berlebihan, serta menciptakan makanan yang baik untuk dikonsumsi.

Kesehatan itu sangatlah penting dan butuh perhatian lebih. Untuk menjaga kesehatan diri, seorang calon ahli pangan sudah seharusnya selalu menjaga konsumsi makanan. Berbagai upaya akan ia lakukan untuk membuat diri dan keluarganya kelak menjadi sehat dan terhindar dari bahaya kesehatan. Mereka banyak pertimbangan dalam memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi. Kalau mahasiswa Teknologi Pangan sampai terkena sakit diare, itu menunjukkan apa yang dipelajari belum merasuk sepenuhnya dalam keseharian.

Mahasiswa Teknologi Pangan adalah Orang Komunikatif dan Perhatian.

Seorang Mahasiswa Teknologi Pangan memiliki bekal untuk memecahkan segala permasalahan yang berkaitan dengan pangan. Kesehatan konsumen? Mereka sangat peduli dong. Mereka dengan setia berkontribusi untuk menghasilkan makanan yang baik dan aman di konsumsi dan dikomunikasikan dengan orang disekitarya.

Alhasil mereka diituntut terampil dan cakap dalam berkomunikasi, mau tidak mau mahasiswa jurusan Teknologi Pangan adalah orang yang pandai berkomunikasi namun tidak cerewet. Selama perkuliahan, mereka dituntut mampu presentasi tiada henti agar dapat berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, menghormati orang yang sedang berbicara, bersosialisasi, dan mampu memberikan solusi. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas, kreatif, dan cekatan.

Dalam kuliah teknologi pangan, para mahasiswi juga dibekali ilmu berwirausaha. Ilmu wirausaha merupakan ilmu yang banyak diajarkan pada mahasiwa. Mereka yang tidak suka bekerja di bawah tekanan tentu sangat membutuhkan ilmu kewirausahaan ini. Mereka yang pandai dalam memanfaatkan peluang akan melahirkan ide-ide kreatif untuk dapat menghasilkan pundi-pundi uang dengan berwirausaha. Dengan keterampilan mengolah dan memodifikasi bahan pangan, tentu mereka akan mampu menciptakan produk pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan pastinya bermanfaat.

Mahasiswa Teknologi Pangan Tidak Pernah Mati Gaya Setelah Lulus

Mungkin bagi Anda yang kuliah di jurusan Teknologi Pangan sering mendengar istilah As Long As human eat food, food tech will never die. Yang artinya selama manusia memakan makanan, maka teknologi pangan tidak akan mati. Setelah lulus, mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan bisa berkarir di beberapa bidang ini:

Quality Control/Pengendalian Mutu

Kebanyakan sarjana yang baru lulus diterima bekerja di bagian Pengendalian Mutu (quality control), dimana mereka bertugas untuk memastikan proses pengolahan makanan di pabrik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Misalnya staf quality control di pabrik es krim harus memastikan bahwa es krim yang dihasilkan telah melewati proses yang higienis dan dengan kandungan bahan makanan yang tidak merugikan. Pengawasan juga dilakukan sampai di tahap pengepakan, bahkan pengiriman produk.

Bagian Quality Control membutuhkan cukup banyak lulusan Teknologi Pangan. Untuk satu jenis produk kadang-kadang diperlukan 15 orang pengawas mutu. Jadi kebanyakan lulusan jurusan Ilmu Teknologi Pangan memang mengawali karir mereka di bagian Quality Control.

Untuk dapat berkarir di bidang ini, mahasiswa harus memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Mampu menganalisis parameter mutu dalam bahan (sifat fisik, kimia, biologis
  • Menguasai standar mutu pangan (nasional maupun internasional)
  • Mampu memimpin tim pengendali mutu (bahan, proses, dan produk akhir)
  • Mampu merencanakan, mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin proses produksi
  • Mampu menggali potensi pengembangan produk

Konsultan Pangan dan Gizi

Konsultan pangan dan gizi bertugas memberikan konsultasi bagi industri makanan tentang produksi, pemasaran, trend produk, serta kualitas produk makanan, permasalahan konsumsi gizi dan keamanan pangan.

Lingkup pemerintahan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pertanian, Balitbang, POM(Pengawas Obat dan Makanan), LIPI,dll yang memiliki tanggung jawab sebagai berikut: mampu melayani masyarakat dengan baik, mampu mengkoordinir bagian yang dipimpinnya di Instansi tempat ia bekerja, berwawasan luas dan menguasai Teknologi.

Pengembangan Produk

Tidak mudah untuk diterima di bagian pengembangan produk di suatu perusahaan. Ini di karenakan posisi inilah yang memegang resep rahasia produk perusahaan. Karena posisinya yang penting, staf pengembangan produk (product development) mendapat gaji yang lebih tinggi dan sering berhubungan dengan para pemimpin puncak di perusahaan, sehingga mereka berpeluang mendapat kenaikan pangkat lebih cepat dibandingkan para staf di QC. Posisi tertinggi yang bisa diraih staf di bagian ini adalah Chief Technical Officer, atau Direktur Teknik.

Jumlah sarjana yang diterima di bagian ini biasanya lebih sedikit. Misalnya untuk 1 jenis produk hanya diperlukan 2 staf Pengembangan Produk saja. Kalau sebuah perusahaan memproduksi 10 macam produk, maka jumlah staf di bagian ini paling hanya 20 orang.

Berwirausaha/ Pengusaha pangan

Tidak sedikit lulusan Ilmu Teknologi Pangan yang kemudian membuka usaha ekspor impor. Jika kamu mampu merencanakan dan mendirikan suatu perusahaan, menguasai manajemen perusahaan atau mengembangkan usaha yang telah berjalan, kamu berpeluang untuk membuat pabrik sendiri, misalnya pabrik ekspor makanan beku, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Lulusan Teknologi Pangan Tetap Harus Siap Bertarung di Dunia Kerja

Sebegitu banyak potensi dunia kerja dari lulusan Teknologi Pangan, tapi sesungguhnya dunia kerja sungguhlah kejam. Di dunia kerja anda tidak akan mengenal berapa IPK yang diperoleh dan berapa lama anda kuliah (saya pribadi adalah lulusan 7 tahun pas). Di dunia ini mereka yang mampu beradaptasi lah yang bisa survive.

Mungkin di kampus anda menjadi mahasiswa teknologi pangan yang terlihat vokal. Namun banyak orang menganggap mahasiswa teknologi pangan hanya sebatas akan bekerja di bagian quality control (QC). Bahkan ada beberapa orang yang mengatakan bahwa teknologi pangan sama dengan tukang sortir. Karena kerjanya mahasiswa teknologi pangan menyortir barang buruk dan baik maupun berupa produk atau bahan baku. Hal ini dilakukan terus-menerus.

Hal ini merupakan pendapat orang, dan pendapat tidak ada yang salah.  Padahal sebenarnya masih banyak pekerjaan yang bisa dilakoni oleh mahasiswa lulusan teknologi pangan. Misalnya management training, bagian produksi, sales dan marketing, dan pengembangan produk. Namun perlu diketahui bahwa Saingan dalam dunia kerja tidak hanya lulusan teknologi pangan saja. Ada kecenderungan bahwa pekerjaan yang ditangani para sarjana food tech ini seringkali digantikan oleh lulusan kimia. Hal ini disebabkan oleh keahlian sarjana teknologi pangan lebih kecil dibandingkan sarjana teknik kimia. Kelebihan lulusan teknologi pangan ada di bidang nutrisi. Namun anda juga harus tahu bahwa ada jurusan ilmu gizi. Seringkali beberapa orang berpikir bahwa sebenarnya teknologi pangan tidak diperlukan karena ada teknik kimia dan ilmu gizi.

Mungkin dibandingkan Teknik Pertanian ketika kuliah mahasiswa teknologi pangan bisa berbangga diri. Namun Tahukah anda bahwa alumni teknologi pangan kalah saing dengan alumni Teknik Pertanian karena mereka lebih fleksibel dan adaptif dengan dunia kerja.

Kuncinya adalah belajar beradaptasi untuk mampu bekerja di bawah tekanan. Selain itu Anda juga harus memiliki rasa penasaran yang tinggi agar ketika lulus kuliah anda tidak berhenti untuk belajar. Misalnya Anda bisa mencoba belajar lini produksi atau marketing. Seseorang yang mampu menguasai berbagai bidang tentu akan dianggap anak emas oleh sebuah perusahaan. Selain itu ketika anda mendaftar sebuah pekerjaan mereka pasti akan mengutamakan anda.

Dengan memiliki rasa penasaran yang tinggi Maka otak akan berkembang untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Seorang sarjana dibentuk bukan sebagai pekerja, namun menjadi seorang pemimpin yang mampu memecahkan masalah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.