“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

FAKTA DAN MITOS PANGAN

FAKTA & MITOS AIR MINUM

Tak ada makhluk hidup yang bisa hidup tanpa air. Air adalah unsur penting dalam kehidupan manusia. Manusia membutuhkan air bukan hanya untuk minum dan membersihkan badan, tetapi juga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh.

https://i1.wp.com/assets.kompas.com/data/photo/2012/01/20/1745434620X310.jpg

Air merupakan bahan utama yang mengatur sistem tubuh. Tidak kurang dari 80 persen komponen tubuh terdiri dari air yang memegang peranan penting dalam metabolism, transportasi zat gizi, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral, melancarkan proses pencernaan, mengatur suhu tubuh, melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot

Mengingat pentingnya air dalam kehidupan, maka kandungan dalam air perlu diperhatikan untuk membuat tubuh tetap sehat. Air dalam kondisi tertentu bisa jadi berbahaya karena memiliki kandungan nitrit tinggi. Selain itu air dengan kondisi tertentu juga sering kali mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh.

Meski rasanya sederhana, tapi air minum masih menyimpan beberapa mitos dan salah pengertian. Ketahui mana pernyataan yang merupakan fakta dan yang cuma mitos.

1. Orang butuh untuk meminum 8 gelas air per hari.

Mitos. Meskipun air minum mudah didapat dan relatif ekonomis untuk menjaga cairan tubuh, namun sebuah rekomendasi dari Institute of Medicine menyebutkan kebutuhan air minum wanita per hari sekitar 2 liter atau 8 gelas, dan pria sekitar 3 liter atau 12 gelar setiap hari.

Namun, kebutuhan tersebut tak harus dipenuhi seluruhnya dari air putih. Kita juga bisa mendapatkannya dari jenis minuman lain seperti teh, susu, kopi, dan sebagainya. “Tidak ada yang dapat menentukan dari mana saja “delapan gelas air” itu berasal, namun saya percaya itu berasal dari batas wajar perhari yang direkomendasikan,” jelas Georgia Chavent, direktur Program Nutrisi dan Diet dari University of New Haven.

2. Air minum membantu menghilangkan racun-racun dari dalam tubuh.

Fakta. Meskipun air minum tidak sepenuhnya berfungsi untuk menetralkan racun, ginjal membutuhkan air untuk mengeluarkan racun-racun tertentu dari dalam tubuh. Jika Anda tidak meminum cukup air, maka ginjal Anda pun tidak tercukupi kebutuhan cairannya sehingga tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.

“Jika tubuh tidak memiliki cukup air, maka sisa-sisa metabolism tidak akan terbuang secara efisien seperti yang seharusnya,” jelas Amy Hess-Fischl, dari Kovler Diabetes Center, University of Chicago. “Dampaknya adalah tubuh akan menyimpan racun di dalam tubuh, bukan mengeluarkannya. Padahal racun perlu dikeluarkan demi kesehatan.”

3. Air minum botolan dapat menyebabkan gigi keropos.

Mitos. Air minum botolan tidak menyebabkan gigi keropos, namun biasanya air minum botolan tidak mengandung fluoride, yang ditambahkan untuk membantu mencegah pengeroposan gigi.

“Fluoride adalah elemen penting dalam mineralisasi tulang dan gigi,” kata Constance Brown-Riggs, penulis dari buku The African American Guide To Living Well With Diabetes dan ahli gizi dari New York. “Dengan meningkatkan konsumsi air minum botolan, yang tidak ditambahkan fluoride, maka akan terjadi peningkatan kemungkinan pengeroposan gigi.”

4. Air minum dapat membantu menjaga kelembaban kulit.

Mitos. Meskipun air minum dipercaya dapat membuat orang cukup cairan sehingga dapat membantu tetap awet muda dan kulit kencang, faktanya jumlah air yang diminum hanya memiliki sangat sedikit efek untuk membuat kulit tetap lembab. “Meskipun dapat menjaga kecukupan cairan tubuh, namun meminum banyak air tidak dapat mencegah kulit kering,” kata Hess-Fischl.

Pada dasarnya tingkat kelembaban kulit tidak ditentukan pada faktor internal, melainkan faktor eksternal seperti lingkungan dan jumlah kelenjar minyak. Jumlah kelenjar minyak inilah yang menentukan bagaimana tingkat kelembaban kulit. Konsumsi air bahkan tidak dapat mencapai epidermis kulit, yang merupakan bagian kulit terluar.

5. Air minum dapat membantu menurunkan berat badan.

Fakta. Air minum tidak dapat secara khusus memicu penurunan berat badan, namun dapat membantu prosesnya. Air dapat menggantikan minuman berkalori dalam diet, sehingga dapat mengurangi asupan kalori. Air minum juga dapat membuat rasa kenyang sehingga mengurangi nafsu makan. Air minum, terutama air dingin, dapat berperan dalam meningkatkan metabolism.

“Sebuah studi mengatakan air minum dapat mempercepat pengurangan berat badan,” kata Tanya Zuckerbrot, ahli gizi dari New York. “Para peneliti di Jerman menemukan bahwa peserta percobaan dapat meningkatkan kecepatan metabolismenya sebanyak 30 persen setelah meminum sekitar setengah liter air.”

Berikut adalah kondisi air yang sebaiknya tidak diminum:

-Air yang sudah disimpan lama.

Air yang sudah lama disimpan tanpa diminum akan menyebabkan gangguan kesehatan karena mengandung zat yang bersifat toksik. Zat ini dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga dapat memperlambat pertumbuhan bagi anak dalam masa pertumbuhan. Sedangkan pada orang dewasa dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan dan lambung.

-Air yang tidak dimasak

Air yang tidak dimasak memiliki kecenderungan mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu air dengan kondisi seperti ini jika berasal dari ledeng memiliki kandungan klorin yang cukup tinggi akibat proses pemurnian. Pemasakan air hingga suhu mendidih yaitu 100 derajat Celcius dapat menghilangkan zat ini karena adanya penguapan.

-Air yang dibiarkan mendidih terlalu lama

Air dengan kondisi seperti ini memiliki kandungan logam berat dan nitrit yang tinggi. Mengonsumsi air dengan kondisi ini dalam jangka waktu lama dapat mengganggu fungsi lambung dan usus. Kandungan nitrit yang tinggi pada air dapat membuat tubuh kekurangan oksigen.

-Air yang dimasak kembali

Air seringkali dimasak kembali untuk tujuan membuatnya hangat. Namun, ini justru membuat kadar nitrit meningkat karena adanya penguapan kembali. Penumpukan nitrit di dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan.

-Air sisa mengkukus

Air yang sudah digunakan untuk mengkukus memiliki kandungan nitrit yang tinggi, selain itu air ini dapat mengandung kerak yang dapat mengakibatkan perubahan patologis pada sistem pencernaan, saraf, saluran kemih dan pembuatan darah, bahkan mengakibatkan penuaan dini.

Sumber : Kompas & http://www.everydayhealth.com/

Iklan

FAKTA ATAU MITOS : Biskuit yang Dicelupkan ke Teh Jadi Lebih Enak?

Kue kering, biskuit, atau cookies cocok dimakan sebagai sarapan sambil menyeruput teh atau kopi. Namun, ada juga yang mencelupkan kue kering ke dalam minuman. Konon, rasanya jadi lebih enak. Mengapa?

Untuk mengetahui penyebab pastinya, chef Heston Blumenthal bekerjasama dengan ilmuwan dari University of Nottingham, Inggris. Mereka mengembangkan sebuah alat bernama MS-Nose yang mengukur jumlah perisa (flavor) dan aroma yang dilepaskan di mulut ketika memakan atau meminum sesuatu.

Blumenthal memasukkan alat tersebut ke hidungnya dan mulai mengunyah biskuit digestive (semacam biskuit gandum) bersalut cokelat. MS-Nose kemudian mengirimkan datanya ke layar komputer, di mana kadar perisa yang dilepaskan digambarkan melalui grafik. Dalam roti atau kue kering terdapat methylbutanol, zat yang memberikan citarasa (taste) panggang atau malt. Ketika Blumenthal mengunyah kue kering, perisanya tercatat dengan grafik garis di layar. Namun, ketika biskuitnya dicelupkan ke air teh lalu dimakan lagi, garis tersebut langsung menanjak.

Ternyata, biskuit yang basah tak hanya melepaskan lebih banyak perisa, melainkan juga menyemburkan aroma dengan lebih cepat. Avinash Kant dari Flavometrix, produsen MS-Nose, menjelaskan perbedaan perisa (flavor), citarasa (taste), dan aroma. Citarasa terdeteksi di lidah, seperti rasa dasar asin, manis, asam, dan pahit. Di lain pihak, aroma dirasakan di saluran hidung, tepat di antara mata dan dibalik pangkal hidung. Teerdapat hubungan antara saluran yang melewati hidung, telinga, dan mulut. Ketika makanan berinteraksi dengan ludah di mulut, aromapun dilepaskan menuju hidung dari balik kerongkongan. Ketika citarasa dan aroma berpadu, terciptalah perisa dimana ada ribuan aroma dengan karakteristik yang sedikit berbeda. Inilah faktor utama yang menentukan perisa makanan. Makanya, biskuit yang dicelup dengan biskuit kering dapat dibedakan rasanya. Untuk mencapai hidung, aroma harus melayang dari biskuit ke udara. Semakin panas dan basah biskuit tersebut, semakin mudah aromanya naik. Umumnya, semakin panas makanan, semakin cepat pergerakan aromanya.

sumber: detik surabaya


MAKANAN KALENG PERLU DIMASAK LAGI?

Apakah benar makanan kaleng, seperti kornet, ikan tuna kalengan, atau sosis kalengan, bisa langsung disantap tanpa dimasak terlebih dulu?

Makanan siap saji, seperti kornet, ikan tuna kalengan, atau sosis kalengan, memang sengaja disiapkan untuk dikonsumsi langsung. Sebab, pada saat pembuatannya, produk pangan ini sudah melewati tahap pemasakan dengan suhu sterilisasi (di atas 120º C). Tujuannya, untuk membunuh mikroorganisme jahat yang terkandung di dalam bahan makanan tersebut, sehingga aman dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dulu. Namun, untuk memperkaya cita rasa, produk tersebut sering diolah lebih lanjut dengan penambahan bumbu segar, seperti cabai merah, bawang bombay, atau bawang daun.

Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si.

 

 

 


AIR KELAPA CEPAT BASI

Mengapa air kelapa mudah berbau jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu yang lama?

Air kelapa memiliki tingkat keasaman yang rendah, dan mengandung nutrisi lengkap untuk pertumbuhan bakteri, terutama bakteri asam laktat.  Makanya, produk ini tidak tahan lama jika dibiarkan di suhu ruang.

Jika belum ingin dikonsumsi, lebih baik biarkan air kelapa tetap di dalam buah segarnya, atau simpan di dalam lemari pendingin (refrigerator). Perlu diketahui, suhu dingin juga hanya membuat air kelapa bisa bertahan selama 1 hari.

DR.IR.Nuri Andarwulan, M.Si

 

 

 


LALAPAN HARUS DI RENDAM LARUTAN GARAM

Dalam beberapa resep, terdapat tahapan merendam sayuran mentah di dalam larutan garam. Sebenarnya, apa manfaat dari tahap tersebut?

Larutan garam memang kerap digunakan untuk merendam sayuran hijau, seperti brokoli, daun bayam, atau sawi hijau. Salah satu tujuannya untuk membersihkan hama, misalnya ulat daun atau cacing tanah, yang banyak bersarang di dalam sayuran. Dalam hal ini, garam yang dilarutkan di dalam air memiliki tekanan osmosis (perpindahan air dari bagian yang encer ke bagian yang lebih pekat) yang tinggi, yang membuat garam mudah diserap oleh tubuh ulat atau cacing. Penyerapan garam ini akan melumpuhkan sistem pertahanan tubuh pada kedua hama tersebut dan menyebabkannya mati.

 

 

 


LARUTAN GARAM UNTUK KURANGI RASA ASIN PADA IKAN ASIN

Benarkah larutan garam dapat mengurangi rasa asin pada ikan asin  jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya merendam ikan asin di dalam air biasa?

Memang benar, untuk mengurangi rasa asin di dalam ikan asin, Anda bisa menggunakan larutan air garam yang hangat. Hanya, dengan kadar garam yang lebih rendah, dibandingkan dengan kadar garam yang terkandung di dalam ikan asin. Biasanya, untuk 1 kg ikan asin, menggunakan perbandingan air : garam sebesar 2 L air : 1 sdm garam. Dengan cara ini, garam dari ikan asin lebih mudah tertarik dan larut ke dalam air garam, dibandingkan hanya sekadar direndam di dalam air hangat saja.

Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si.

 

 

 


MINYAK ZAITUN KEMASAN KALENG LEBIH BAIK DARIPADA BOTOL

Apakah minyak zaitun yang dijual dalam kemasan kaleng lebih baik daripada kemasan botol?

Minyak zaitun murni (virgin olive oil), biasanya dikemas dalam dua kemasan. Ada yang di dalam kaleng, dan ada yang di dalam botol kaca. Keduanya sama-sama baik, namun minyak zaitun yang disimpan dalam botol kaca memiliki umur simpan yang lebih pendek dibandingkan dengan minyak zaitun di dalam kaleng. Hal ini dikarenakan botol kaca punya kemampuan menyerap cahaya, sehingga menyebabkan terjadinya proses oksidasi yang akan mempercepat kerusakan minyak (minyak menjadi tengik).

Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si.