“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

WATER TREATMENT & AMDK

Air Minum Alkali dan pH dalam Tubuh

Widiantoko, R.K

Air alkali

Air alkali hingga saat ini masih menjadi topik pembicaraan yang cukup kontroversial. Banyak pakar kesehatan menentang penggunaannya, karena penelitian yang ada saat ini masih belum cukup untuk membuktikan berbagai klaim mengenai manfaat air alkali. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa air alkali dapat bermanfaat pada beberapa kondisi, antara lain:

  • Air alkali diduga dapat menurunkan asam lambung.

Sebuah studi di tahun 2012 mengungkapkan bahwa minum air alkali dengan pH sebesar 8,8 dapat membantu menonaktifkan pepsin (enzim utama penyebab refluks asam lambung) dan mengurangi tingkat keasaman isi lambung. Namun, penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk membuktikan klaim tersebut pada manusia.

  • Air alkali diduga dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Beberapa teori mengatakan bahwa sel-sel kanker tumbuh paling baik dalam kondisi asam. Air alkali dipercaya dapat membantu mengurangi kadar keasaman darah, sehingga diduga dapat bermanfaat untuk memperlambat atau menghentikan proses pertumbuhan sel-sel kanker. Namun, teori ini juga banyak ditentang dan masih belum ada bukti ilmiah terbaru yang mendukung kebenarannya.

  • Air alkali diduga bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan teori ini. Sebuah penelitian pada tahun 2009 menunjukkan bahwa air alkali dengan kandungan bikarbonat dan kalsium yang tinggi dapat meningkatkan kekuatan tulang. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah efek ini berguna untuk jangka panjang dan apakah dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang.

Selain itu, air alkali diyakini sejumlah orang mampu meningkatkan metabolisme, membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih efektif, dan memperlambat proses penuaan. Namun, klaim-klaim tersebut belum dibuktikan kebenarannya oleh para dokter.

Produk minuman air alkali atau alkaline water diklaim dapat meningkatkan vitalitas tubuh hingga menyembuhkan beragam penyakit. Namun, di balik klaim itu, air alkali hanya masuk daftar produk olahan kemasan saja.

“Air alkali dengan pH 8,5 ke atas. Obat segala macam penyakit, kanker, tumor dan lain-lain.” Selain dengan media spanduk, para produsen dan distributor air alkali menampilkan beragam testimoni dan edukasi kesehatan yang diunggah pada situsweb dan media sosial. Fenomena ini tak hanya di Indonesia tapi juga di negara lainnya. 

Air Alkali adalah air yang diklaim memiliki tingkat pH lebih dari 7, kaya senyawa alkalizing, termasuk kalsium, magnesium, oksigen, dan potassium. Skala PH berkisar antara 0-14, angka 7 berada di titik netral, di bawah 7 berarti asam, dan di atas 7 artinya basa. Para produsen air alkali, menanamkan kepercayaan pada konsumen bahwa air tersebut dapat menetralkan asam dalam aliran darah dengan kandungan pH-nya yang cenderung basa – karena PH di dalam tubuh cenderung asam. Selain itu juga berfungsi sebagai antioksidan serta pembersih, membantu tubuh metabolisme nutrisi lebih efektif sehingga membuat kesehatan dan kinerja menjadi lebih baik. 

Pembuatan air alkali dengan cara mengelektronisasi air telah menjadi produksi massal di Jepang semenjak 1965. Langkah ini dipilih Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang guna terapi medis. Air terionisasi alkali yang dihasilkan dari mesin elektronisasi tersebut diyakini dapat mengurangi penyakit fermentasi gastrointestinal, diare kronis, gangguan pencernaan, hiperkus, mengontrol asam lambung. Penelitian yang dilakukan oleh Takashi Hayakawa dan kawan-kawan dari Gifu University, menyatakan uji klinis air terionisasi alkali terbukti lebih efektif meredakan diare kronis daripada air bersih. 

Konsumsi air alkali terionisasi jangka panjang dapat mengurangi sulit buang air besar. Hasil ini diketahui dari model perlakuan tikus yang diberi air alkali. Pada hari ke-88, jumlah amonium dalam kotoran segar dan kandungan feses keras cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh sinergi antara tingkat kalsium yang terkandung dalam air alkali (sekitar 50ppm) dan tingkat pH pada air. 

Infografik Air Alkali Rev

Benarkah klaim bahwa air alkali itu selalu bermanfaat terhadap tubuh?

Beberapa merek air alkali mengklaim produksi mereka adalah air yang diolah melalui alat teknologi Jepang sehingga mencapai pH 8 hingga 9. Sebagai informasi, pH air minum harus berkisar antara 6,5 – 8,5. pH tinggi pada air minum diklaim dapat membuat pH darah juga menjadi alkali atau basa, yang diyakini bisa membuat tubuh lebih sehat. pH darah sebenarnya netral sehingga bila pH darah tiba-tiba asam atau basa, yang mengatur adalah organ paru dan ginjal, bukan dari air yang kita minum. pH darah tidak dipengaruhi oleh minuman yang Anda konsumsi. Secara medis, setiap minuman dan makanan yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam lambung. Di sana, makanan dan minuman akan bertemu asam lambung yang sangat kuat, dengan pH 2 hingga 3. Artinya, keluar dari lambung makanan dan minuman yang sudah dicerna akan bersifat asam.

Menurut Prof. Dr. H. M.A Rindit Pambayun, Ketua Perhimpunan Ahli Teknik Pangan Indonesia (PATPI) Pusat, tubuh manusia dirancang untuk menyeimbangkan PH setiap makanan maupun minuman yang masuk. Jadi lambung kita meregulasi agar PH-nya sama dengan sekitar, dibuat pH derajat keasaman 2 (pH2).

Derajat keasaman 2 dalam lambung berguna untuk menyeleksi agar semua mikroorganisme pantogen mati, kecuali bakteri asam laktat. Sehingga ketika lepas dari lambung makanan yang dikonsumsi akan terbebas dari patogen. 

Kalau makanan terlalu tinggi PH nya dan dijadikan daily food itu berat sekali lambung meregulasi. Bisa-bisa masa pakai lambung seharusnya sampai umur 85 tahun, ini karena harus meregulasi setiap hari jadi di umur 45 tahun sudah habis-habisan.

Makanan dan minuman tersebut kemudian akan turun ke usus. Di sini, pH-nya akan menjadi netral. Nah, hasil proses pencernaan inilah yang akan diserap oleh tubuh.

Karena perut dirancang untuk menjadi asam, maka lambung harus memproduksi lebih banyak asam setiap kali meminum air alkali untuk mengkompensasi dilusi cairan lambung. Mempertahankan keasaman lambung diperlukan untuk melindungi infeksi bakteri dan virus. Mengubah lingkungan asam ini hanya akan membuat kemungkinan usus terinfeksi. 

Regulator seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga melarang penjualan air alkali yang diklaim sebagai obat. Meskipun, penjualan alat-alat untuk memproduksi air alkali masih diperbolehkan. Perizinannya, berada di bawah naungan Kemenkes. Produk minuman alkali kemasan juga sudah banyak juga yang didaftarkan di BPOM. 

Namun, air alkali untuk produk kesehatan belum ada yang disetujui. Air dengan pH basa di Indonesia masih dikategorikan sebagai produk pangan olahan dalam kemasan. Konsekuensinya air alkali dilarang mencantumkan klaim sebagai obat. Selain itu, air alkali yang edar di Indonesia juga wajib memiliki Nomor Izin Edar (NIE) sebagai syarat untuk produk pangan olahan dalam kemasan eceran. .

Asam basa di dalam tubuh

Derajat keasaman atau pH kegunaannya untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebaasaan suatu larutan yang skalanya bersifat relatif tergantung pada standar pH beberapa jenis larutan yang telah ditentukan oleh standar internasional. Tinggi rendahnya pH suatu larutan sangat dipengaruhi oleh kandungan zat mineral lainnya. Sebagaimana yang telah ditetapkan, pH standar (bersifat netral) ialah 7 sampai dengan 8,5. Jika nilai pH suatu larutan bernilai dibawah 7 berarti larutan itu bersifat asam, sedangkan jika nilainya di atas 8,5 berarti basa. Air adalah cairan yang derajat keasamannya adalah netral (pH 7).

Di dalam tubuh manusia, cairan tubuh dan air merupakan komponen yang paling banyak persentasinya. Cairan tubuh manusia ini pun juga mempunyai derajat keasaman atau pH, namun secara alami tubuh akan mengontrol agar cairannya berada pada tingkat keasaman yang tidak kurang dari pH 7,3 dan tidak lebih dari pH 7,45. Terjadinya perubahan pH dalam tubuh akan memicu proses metabolisme untuk bertindak melakukan penetralan secara otomatis.

Darah dan jaringan tubuh perlu sedikit keadaan basa untuk menjaga keseimbangan homeostatis, sehingga pertama yang diperhatikan adalah keasaman dalam tubuh dengan melakukan tes pH pada urin menggunakan strip pH. Kesehatan darah yang baik adalah pada pH 7,365 dan dengan demikian, pH urine harus disekitar 7,2-7,5. Jika pH dalam tubuh di bawah 7, hal ini menunjukkan tingkat keasaman pada tubuh yang dapat merusak seluruh area tubuh. Biasanya mereka dengan penyakit kanker ditemukan pH dalam tubuh mereka beradapada 4,5 atau 5 yang relatif asam.

Secara singkat, derajat keasaam atau pH dalam tubuh sangat penting karena bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, yang juga akan berpengaruh terhadap kesehatan. Menurut ahli, kondisi tubuh yang alkali (basa) dapar mencegah dari terkena penyakit degeneratif termasuk kanker. Sedangkan pada tubuh yang bersifat asam justru sebaliknya (lebih mudah terserang penyakit).

Berikut derajat keasaman atau pH pada beberapa bagian tubuh yang bisa Anda ketahui beserta fungsinya:

  1. Mulut : pH atau derajat keasaman pada mulut biasanya dilihat pada air liur. Adapun pH air liur berkisar antara 6,5 sampai 7,5 atau sedikit asam sampai netral. Keseimbangan pH ini diperlukan agar enzim yang berperan dalam proses pencernaan di mulut yakni enzim amilase dan ptialin dapat bekerja secara optimal.
  2. Perut : pH cairan di perut cenderung bersfat asam yakni sekitar pH 4 sampai 6 untuk perut bagian atas, dan pH 1,5 sampai 3 untuk perut bagian bawah. Kondisi ini disebabkan oleh kandungan HCl atau asam klorida di dalam lambung yang berfungsi agar enzim pepsin dapat bekerja.
  3. Usus : derajat keasaman pada usus cenderung bernilai netral atau asam yakni sekitar pH 5 sampai 7.

Sebagaimana fungsi air yang kita konsumsi adalah untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh (saat proses sekresi cairan) sehingga kita perlu mengkonsumsi air yang bersifat netral dengan pH 7 sampai 8,5. Jangan mengkonsumsi air yang derajat keasamannya di bawah 6,5 karena tidak baik bagi tubuh.

Bahaya Tubuh yang Terlalu Asam

Umumnya, cairan tubuh kita memiliki derajat pH yang normal atau cenderung basa. Namun karena pengaruh hal-hal tertentu tubuh derajat keasaman larutan tubuh bisa berubah menjadi terlalu basa atau terlalu asam. Tetapi, kondisi tubuh yang terlalu basa memang jarang terjadi, sedangkan yang sering terjadi ialah kondisi terlalu asam. Tubuh mungkin akan segera melakukan proses penanganan secara otomatis melalui sistem metabolisme untuk kembali menetralkan asam tubuh. Tapi suatu waktu tubuh tidak bisa juga terus menangani masalah ini padahal tubuh kita sendiri tidak bisa mentolerir kondisi asam dalam waktu yang lama karena akan membahayakan kesehatan. Salah satu penyebab kondisi tubuh terlalu asam ialah jenis makanan, gaya hidup, dan diit yang salah.

Asiodosis; yakni saat tubuh mengalami kondisi terlalu asam, menyebabkan terjadinya penumpukan CO2 atau karbondioksida di dalam tubuh yang menyebabkan seseorang menjadi kesulitan bernapas karena penumpukan karbon dioksida dalam darah justru mengurangi kadar oksigen yang sangat diperlukan.  Hal ini sekaligus menyebabkan tubuh menjadi kelelahan, sakit kepala, nyeri, kulit melepuh, flu dan pilek, serta masalah sinus. Bahkan, jika kondisi ini didiamkan terlalu lama bisa sampai menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh dan akhirnya terjadi kematian.

Makanan olahan yang tidak sehat, terlalu manis, minuman beralkohol, garam, obat-obatan, dan daging bisa menyebabkan tingkat keasaam tubuh meningkat. Tidak hanya makanan, stres juga bisa menyebabkan keasaman pada tubuh. Termasuk kondisi kurang tidur, kurang olahraga, dan peristiwa atau kejadian yang mengundang tekanan terlalu besar dapat memicu terjadi gangguan pada derajat keasaman tubuh yang menyebabkan tubuh cenderung bersifat asam.

Salah satu cara untuk menetralisir tubuh yang terlalu asam ialah dengan minum.  Bisa juga dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan tidak sering memakan jajanan yang tidak higienis serta memperbaiki cara diet.

Bahaya Tubuh yang Bersifat Basa

Kondisi ini memang jarang terjadi tapi bisa saja menimpa siapapun pada suatu waktu. Kondisi tubuh dimana kadar pH cenderung meningkat dan menyebabkan tubuh kelebihan basa disebut alkalosis. Hal ini sering dipicu oleh penurunan konsentrasi ion hidrogen. Alkalosis ada dua; pernapasan dan metabolik.

Alkalosis pernapasan menyebabkan terjadinya hiperventilasi yang membuat kadar karbondioksida dalam darah berkurang dari kebutuhan normal. Sementara Alkalosis metabolik biasanya terjadi karena kehilangan asam klorida dalam perut akibat misalnya muntah. Tubuh yang bersifat basa ditandai dengan kram dan kelemahan otot dan sembelit. Salah satu bahaya alkalosis ialah terjaidnya hipokalemia; kondisi tubuh kekurangan gula.

Seseorang yang tubuhnya terlalu basa cenderung mengalami masalah dalam pernapasan. Untuk itu, perlu berlatih bagaimana cara mengatur napas yang baik dan benar. Belajar cara atau teknik bernapas agar tidak terlalu cepat sehingga bisa mengontrol karbon dioksida yang dikeluarkan.

Mekanisme tubuh menyesuaikan pH terhadap makanan yang masuk

Saat kita makan makanan asam, secara kimiawi, akan banyak ion H+  yang masuk ke dalam tubuh. Masuknya H+ ini yang membuat pH darah di tubuh kita menjadi turun (asam). Beruntung kita punya senyawa penyangga di dalam darah yang mampu mengikat H+ sehingga pH darah kita kembali stabil.

Adapun reaksi kimia yang terjadi antara senyawa penyangga HCO3 dengan H+ adalah sebagai berikut:

reaksi kimia asam dengan senyawa penyangga

Lalu bagaimana kalau kita mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung basa? Hal ini tentu akan meningkatkan pH darah dan membuatnya menjadi basa dong. Eits, jangan takut. Masuknya ion OH dari makanan/minuman basa tadi juga akan ditangkap oleh senyawa penyangga. Berikut reaksi kimianya:

reaksi kimia basa dengan senyawa penyangga

Kenapa yang bertugas menangkap H+ itu HCO3 sementara yang menangkap OH itu H2CO3

Senyawa penyangga yang bereaksi dengan ion H+ selalu senyawa basa (HCO3), dan yang bereaksi dengan OH- adalah senyawa penyangga asam ( H2CO3 ).

Selain penyangga yang ada di darah, di dalam sel di tubuh kita juga ada senyawa penyangganya. Adapun senyawa penyangganya adalah H2PO4 (asam) dan HPO42-(basa konjugasi). Sama halnya dengan senyawa yang ada di dalam darah, apabila ada makanan asam (H+) yang masuk ke dalam tubuh, maka akan diikat oleh senyawa penyangga basa konjugasi (HPO42-). Sebaliknya, apabila ada makanan/minuman yang mengandung basa masuk ke dalam sel, maka akan ditangkap oleh senyawa penyangga asam (H2PO4).

Adapun reaksi untuk mengikat asam di dalam sel:

reaksi kimia asam di dalam sel dengan senyawa penyangga

Sementara yang mengikat basa di dalam sel:

reaksi kimia basa dengan senyawa penyangga di dalam sel

Bayangkan jika tidak ada senyawa penyangga di dalam tubuh kita. Baik di darah, maupun di dalam sel. Tahu, kan, bahayanya zat asam tinggi di dalam tubuh?

Tubuh kita hanya dapat memproses sejumlah asam, sehingga sangat mungkin untuk tubuh menjadi terlalu asam. Daging termasuk daging sapi, babi, ayam dan kalkun adalah asam. Produk seperti susu, mentega dan keju juga asam. Biji-bijian seperti beras, kentang, pasta dan roti, juga asam. Kopi, teh, dan softdrink merupakan asam kuat. Produk- produk makanan meningkatkan keasaman dan menyebabkan pengendapan banyak penyakit.

Tingkat pH adalah seimbang dalam tubuh kita. Untuk mencapai dan menjaga kesehatan yang optimal darah dan jaringan diseluruh tubuh kita harus tetap alkali. Namun dalam terus-menerus tubuh kita membuat produk sampingan berupa asam dari setiap proses metabolisme dalam tubuh kita seperti pernapasan, pencernaan, produksi energi. Jadi tubuh kita terus-menerus bekerja untuk menjaga homeostasis asam dan basa tubuh. Ketika keseimbangan asam-basa ini tidak dapat dipertahankan peningkatan keasaman adalah penyebab utama dari kondisi sakit dari tubuh kita.

Dalam keadaan normal, tubuh menggunakan dua metode untuk melawan asidosis metabolik dan mempertahankan pH darah dalam kisaran 7,35-7,45. Salah satufaktor yang dapat menyebabkan asidosis metabolik adalah penumpukan karbon dioksida(CO2) dalam darah. Paru-paru yang digunakan untuk melawan kelebihan CO2, yang biasanya dihasilkan oleh proses metabolisme tubuh.Penyebab paling umum dari meningkatnya CO2 adalah olahraga dan tubuh merespon dengan meningkatkan laju pernapasan yang memungkinkan paru-paru untuk mengusir kelebihan CO2 dan mempertahankan keseimbangan pH darah. Asidosis metabolik yang disebabkan oleh diet ditandai dengan penumpukan ion hidrogen pembentuk asam dalam darah. Ginjal menanggapi ini dengan memproduksi bikarbonat (HCO3) yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan ion hidrogen. Ginjal juga dapat bertindak untuk menurunkan kadar ion hidrogen dalam darah dengan mengeluarkan melalui urin.

Kedua sistem ini bekerja sama menjaga agar pH tetap normal. Produk-produk dari kedua sistem bergabung membentuk asam karbonat (H2CO3) yang dapat dipecah untuk membentuk kedua ion hidrogen dan bikarbonat, berdasarkan apa yang dibutuhkan tubuh saat itu. Dalam tubuh yang sehat kedua sistem ini bekerja untuk menjaga keseimbangan pH darah.

Iklan

Sekilas Mengenal Air Minum Yang Sehat

Sekilas Mengenal Air Minum Yang Sehat
(pengujian air minum yang sehat)

Tubuh manusia sebagian besar(sekitar 70%) terdiri dari zat cair. Air didalam tubuh manusia memiliki peranan sangat penting, diantaranya adalah untuk proses metabolisme tubuh, mempertahankan suhu tubuh yang ideal, melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh serta berguna untuk proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh melalui air kencing & keringat.
Jika tubuh manusia kekurangan cairan maka dampaknya adalah, merasa kehausan, suhu tubuh meningkat, kerja ginjal, empedu, saraf & kantong kemih akan terganggu, distribusi oksigen ke otak akan tidak lancar, tekanan darah tidak stabil,, WoW ngeri juga ya Gan…..
Saat ini banyak sekali / menjamurnya bisnis-bisnis isi ulang air minum, industri air minum dalam kemasan (AMDK) juga menjamur dimana-mana.
Berbagai merk yang dibalut dalam kemasan yang bagus serta iming-iming air minum yang mereka produksi berasal dari sumber mata air pegunungan yang jernih. Kesemuanya itu membuat kita banyak pilihan untuk membeli & mengkonsumsi air galon isi ulang & AMDK tersebut.
Gan, ada  baiknya kalau Agan menguji kualitas air kemasan atau air dari si penjual galon isi ulang tersebut. Pengujian ini dapat berupa pembelian alat yang disebut sebagai katalisator yang banyak dijumpai di toko-toko bangunan. Secara umum cara kerja alat ini adalah dengan memanaskan air menggunakan arus listrik sampai dengan suhu 180 derajat Celcius. Dari proses pemanasan ini mengakibatkan senyawa H2O yang tekandung dalam air akan terlepas & membentuk gumpalan. Naah,, gumpalan inilah Gan yang sebenarnya adalah zat yang tidak dapat terserap oleh tubuh yang dalam jangka panjang akan membahayakan tubuh manusia. Semakin banyak gumpalan yang terbentuk,semakin berbahaya air tersebut untuk dikonsumsi oleh tubuh.
Cara lain yang lebih akurat untuk menguji air berkualitas adalah dengan cara membawa sampel air ke laboratorium untuk diteliti.
Adapun garis besar hasil dari penelitian/pengujian air di laboratorium adalah berupa pengujian-pengujian berikut:

1. Turbidity (kekeruhan)

Tes ini digunakan untuk menyatakan derajat kejernihan di dalam air yang disebabkan oleh bahan-bahan yang melayang. Kekeruhan ini biasanya disebabkan / terdiri dari partikel organik maupun non organik yang pada umumnya tidak terlihat oleh mata telanjang. Pengukuran kekeruhan ini adalah merupakan tes kunci dari suatu pengujian kualitas air. Semakin sedikit partikel-partikel yang ada didalam air, maka air akan terlihat semakin jernih.

2. Conductivity (penghantar)

Conductivity adalah kemampuan menghantarkan panas, listrik serta suara. Semua logam kebanyakan adalah penghantar yang baik, karena terdiri dari elemen-elemen. Air minum yang baik adalah air yang susah dalam hal menghantarkan atau mengalirkan arus listrik, artinya air ini tidak memiliki atau sangat sedikit mengandung logam-logam penghantar arus listrik.

3. Total Iron / Zat Besi

Zat besi tidak dianggap berbahaya bagi kesehatan, karena pada kenyataannya justru zat besi sangat penting bagi kesehatan. Zat besi berfungsi sebagai pengangkut oksigen di dalam darah. Kandungan Zat besi tersebut harus dibatasi dalam kandungan air minum, karena kalau berlebih akan menyebabkan keracunan. Kandungan / kadar zat besi dalam air minum yang disarankan adalah tidak lebih dari 0,3 mg/liter air.

4. Total Free / Residual Chlorine 

Klorin adalah desinfektan yang sangat efektif & dapat dicampurkan/bercampur dengan air minum. Kandungan klorin dalam air bermanfaat untuk membunuh bakteri berbahaya yang hidup dalam air. Namun demikian kandungan klorin didalam air minum harus sesuai dengan batas yang dianjurkan. Air minum membutuhkan 2.0 mg/ltr Klorin untuk merusak semua kuman.

5. Total Hardness / Kekerasan

Kekerasan air adalah air yang memiliki kandungan mineral yang tinggi. Mineral yang  ada di dalam air terdiri dari Kalsim (Ca2+) & kation dari logam Magnesium (Mg2+), serta senyawa-senyawa lainnya yang larut dalam air seperti bikarbonat, sulfat & besi yang sangat tinggi. Kalsium masuk kedalam air bisa sebagai Kalsium Karbonat (CaCO3) dalam bentuk kapur/batu kapur, dapat juga masuk sebagai Kalsium Sulfate (CaSO4) berupa deposit-deposit mineral. Air seperti ini umumnya tidak berbahaya, tapi sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

6. Total Dissolved Oxygen (DO) / kelarutan Oksigen

Keberadaan oksigen dalam air biasanya diukur dalam jumlah oksigen terlarut, yaitu jumlah miligram gas oksigen yang terlarut dalam 1 liter air. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air, tetapi jika nilai DO berlebih akan tidak baik juga untuk kesehatan karena akan memperberat kerja ginjal & pembuluh darah.