“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

MENGGALI HASRAT TUK KEMBALI

“SEMOGA”  KLA PROJECT

“Merenungkanmu kini menggugah haruku

Berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu

Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanmu lagi di dalam benakku

Perlahan terbayang pasti garis wajahmu

Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas disitu

Adakah waktu mendewasakan kita?

Kuharap masih ada hati bicara

Mungkinkah saja terurai satu persatu

Pertikaian yang dulu, bagai pintaku?

Semoga…

Lihatlah ku disini memendam rindu

Setiap ku berseru yang kusebut hanya namamu

Sebenarnya ku ingin menggali hasrat kembali

Kuharap agar kau mengerti

Semoga…”

 

Ada yang udah pernah ndengerin lagu “semoga” yang disyahdukan ma Katon dan Kla project…??? Kalau belum buruan cari deh. Kalau diresapi dalam situasi yang pas alias galau-galau riang pasti mengena banget. Lagu “Semoga” ini adalah lagu galau yang dikemas secara indah dalam balutan musik sendu dan lirik yang dalam dan menyentuh. Sungguh khas lagu-lagu Kla Project. Baru-baru ini, “Semoga” di-remake oleh seorang penyanyi muda Indonesia, Vidi Aldiano. Namun saya tetap lebih menyukai versi aslinya. Jika mendengarkan lagu ini, apalagi kalian yang pernah memiliki pengalaman pahit dengan perpisahan, atau masih teringat pada masa lalu, sebaiknya jauhkan baygon, gunting, tali jemuran, dan sebagainya.

Ada makna yang bisa saya tafsir dari lagu “semoga” ini. Terkadang ketika dua orang yang telah lama bersama entah itu disebut pacaran, TTM atau apalah yang  kemudian memutuskan untuk berpisah, keputusan tersebut mereka ambil ketika mereka masih belum dewasa dalam mengambil keputusan. Terkadang perpisahan itu terpaksa terjadi karena salah satu dari mereka merasa bahwa itu merupakan keputusan yang terbaik walaupun faktor ego lebih sering mendominasi daripada kejernihan pikiran. Terkadang setelah perpisahan itu, ada salah satu pihak yang masih tidak sanggup lepas dari pihak yang lain. Terkadang juga ada salah satu pihak yang menginginkan kebersamaan mereka lagi.

Perpisahan membawa efeknya masing-masing dan kadang bisa menciptakan kefatalan yang menurunkan produktifitas hidup. Bagi sebagian orang, terkadang mereka tidak semudah itu untuk lepas dari bayangan-bayangan masa lalunya bersama orang yang dicintainya. Terkadang, yang mereka rindukan bukanlah sosok orang itu sekarang, melainkan kebersamaan yang terjalin di antara mereka. Terkadang, yang mereka inginkan bukanlah sosok orang itu sekarang, melainkan orang itu mereka ketika mereka masih bersama dulu. Ada beberapa orang yang ‘terjebak’ dalam masa lalu mereka. Entah karena rasa yang ia punya untuk pasangannya dulu terlalu dalam, atau karena memang belum ada orang lain yang mampu menghapuskan rasa untuk pasangannya dulu itu. Kejadian ini biasanya terjadi pada sebagian besar kasus yang pernah berpasangan dalam jangka waktu lumayan lama, mungkin disebabkan rasa memiliki atau kebersamaan yang berlangsung cukup lama.

Untuk sebagian orang yang mengalami hal di atas, kembali pada pasangan mereka dulu adalah pilihan utama. Namun untuk sebagian orang lainnya, walaupun kehidupan mereka masih ‘dihantui’ oleh masa lalu, kembali bukanlah pilihan. Dalam lagu ini, dikisahkan orang tersebut ingin mencoba kembali kepada pasangannya dulu. “Adakah waktu mendewasakan kita? Kuharap masih ada hati bicara. Mungkinkah saja terurai satu persatu pertikaian yang dulu, bagai pintaku?” Ia berharap, setidaknya pasangannya masih memberi waktu untuk meluruskan segala kesalahpahaman di antara mereka yang dulu membuat mereka berpisah dan melepaskan ego masing-masing sehingga mampu mendewasakan diri dalam kebersamaan yang terjalin.

Menguraikan segala pertikaian yang dulu pernah menjadi memang merupakan satu hal yang paling diharapkan oleh pasangan yang telah berpisah. Terutama bagi mereka yang memiliki perpisahan yang buruk. Segala sesuatu yang ‘belum selesai’ itu memang tidak menyenangkan. Setidaknya, walaupun tidak akan dapat kembali seperti dulu, mereka akan memiliki perpisahan yang ‘indah’. Unfinished business, begitulah saya menyebutnya, semua persoalan yang belum selesai. Terkadang sebagian orang tidak sanggup lepas dari masa lalunya karena masih ada unfinished business yang ia pendam dan belum sempat terungkapkan. Terkadang sebagian orang ingin bertemu lagi dengan pasangannya yang dulu bukan untuk sekadar kembali, tetapi yang lebih penting adalah untuk menyelesaikan unfinished business tersebut.

Kalaupun perpisahan dapat dihapuskan dengan kata lain dapat kembali bersama, kata seorang sahabat saya, tak usah canggung untuk memulainya kembali dengan lebih baik, anggap saja bertemu orang baru meski hal itu cinta lama bersemi kembali sebab proses “perpisahan” itu tentu saja merupakan salah satu proses pendewasaan diri yang baik. Kebersamaan adalah saat dimana kita dapat menemukan kenyamanan dan kecocokan dengan pasangan, walaupun sudah berpisah dan melanglang aneka dunia cinta yang maya tapi kalau hati sudah merasa saling cocok dan nyaman dengan standard pasangan yang terdahulu yang sangat tinggi maka tidak mustahil untuk memulai kembali.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: