“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

SPP di Unibraw Naik, Mahasiswa Protes, yang Diprotes Kabur

SPP di Unibraw Naik, Mahasiswa Protes, yang Diprotes Kabur
Penulis : Kontributor kompas Malang, Yatimul Ainun | Kamis, 26 Juli 2012 | 17:40 WIB

MALANG, KOMPAS.com – Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, mendapat protes dari mahasiswanya menyusul kenaikan biaya Sumbangan Penyelengaraan Pendidikan (SPP) sebesar 15 hingga 45 persen, bagi mahasiswa yang sudah menginjak semester IX.

Kenaikan SPP tersebut memang tidak untuk semua mahasiswa. Melainkan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang tak mampu menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 4 tahun atau 8 semester.

Rinciannya, untuk masa studi 5 tahun naik 15 persen. Kemudian 6 tahun naik 30 persen dan jika masa studi hingga 7 tahun naik 45 persen dari nominal SPP awal. Kebijakan tersebut akan diterapkan mulai pembayaran SPP untuk semester depan tahun ajaran 2012/2013.

“Saya sangat kecewa dengan kebijakan tersebut. Jelas kami menolaknya. Kalau diterapkan SPP saya semester depan naik 15 persen. Ini sangat memberatkan,” kata Widodo Nuradi, mahasiswa Sosiologi angkatan 2007, Kamis (26/7/2012). Menurut Widodo, sebelumnya tak ada sosialisasi kepada mahasiswa dari pihak rektorat.

Banyaknya protes mahasiswa mengenai SPP yang diberi nama SPP progresif itu, dibenarkan oleh Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-UB). Lembaga tinggi di Unibraw ini sudah menerima banyak keluhan dari mahasiswa. “Surat edaran tentang kenaikan SPP itu, ditandatangani tertanggal 23 Juli oleh Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya. Setelah surat edaran itu, banyak mahasiswa yang protes,” kata Menteri Kebijakan Publik EM UB, Ladito Risang.

“Kebijakan ini terlalu mepet dikeluarkan. Karena pada tanggal 6 Agustus mahasiswa sudah harus melaksanakan registrasi. Memang sudah ada di buku panduan saat mahasiswa baru. Tapi setelahnya tak ada sosialisasi lagi dari pihak kampus,” katanya.

Akibat banyak keluhan dan protes dari mahasiswa itu, EM UB mengancam akan melakukan demonstrasi besar-besaran jika jalan kekeluargaan tak digubris oleh pihak rektorat. “Maunya bertemu Pembantu Rektor II. Tapi belum ada hasil karena orangnya sakit. Inginnya kami selesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau memang tidak ada hasil, mahasiswa akan demo,” katanya.

Kecaman dan protes keras disampaikan mahasiswa yang aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Brawijaya. “Kalau hal ini tidak disikapi akan memberatkan mahasiswa. Makanya kita kawal kasus ini hingga ada titik temu dan tidak merugikan mahasiswa. Kita hari ini sudah menemui PR I, tapi dilimpahkan ke PR II. Setelah kita ke PR II, ternyata sudah kabur duluan,” tegas Ketua Pengurus Komisariat PMII Universitas Brawijaya, Fahrul Ulum.

PR 1 yang berusaha berkelit dan lempar tanggung jawab saat ditanyai wartawan

Sementara itu, saat Kompas.com akan menklarifikasi tentang hal tersebut ke pihak rektorat, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban dari pihak rektorat. Pembantu Rektor I bidang akademik Bambang Suharto, saat ditemui wartawan, di depan gedung rektorat, malah melimpahkan kasus tersebut ke Pembantu Rektor II, yang bidang keuangan. “Soal itu, silahkan tanya ke PR II saja ya? Itu soal keuangan,” katanya singkat sembari masuk ke mobilnya dan bergegas meninggalkan rektorat. 

Editor :
Glori K. Wadrianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: