“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

ANTARA MALAM DAN DIRIKU

PROSA: ANTARA MALAM DAN DIRIKU

Saya adalah seorang lelaki yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat erat dengan malam, namun merasa cukup kenal dekat dengan malam, dan kadang-kadang saya lancang mengata-ngatai malam. Tapi saya juga bukan lelaki yang bermusuhan dengan malam, saya merasa saya adalah seorang lelaki yang menyayangi malam, yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat erat dengan malam. Padahal jika boleh disombongkan saya saling mencintai dengan malam, tapi seperti kebanyakan cinta yang ada, yang keberadaannya sulit di mengerti dengan sederhana saya juga lebih sering berselisih rasa dengan malam.

Jika boleh jujur, saya mencintai malam dengan segenap hati saya. Dan kasih yang saya miliki pada malam saya berikan utuh tanpa terbagi. Saya adalah lelaki yang mencintai malam dengan begitu terlalu dalam sehingga cinta yang saya miliki dengan terlalu besar pada malam terkadang membuat saya merasa bahwa malam adalah milik saya sepenuhnya. Karena saya adalah lelaki yang mencintai malam sementara malam tidak bisa saya miliki seutuhnya. Saya merasa malam lebih senang jika berbagi, meski saya tahu malam sebenarnya tidak pernah beranjak dari saya dan tidak pernah berbagi dengan sesiapa kecuali saya. Karena kita saling mencintai, begitu kata malam.

Tapi saya adalah lelaki yang begitu tergila-gila pada malam dan malam juga mengggilai saya dengan dengan segenap hasratnya. Namun begitu percintaan saya dengan malam menjalani waktu saya sering merasa malam tiada pernah ingin tahu apa yang saya rasakan pada malam. Terkadang malam begitu sombong mengunjungi saya yang tengah sendirian, malam datang dengan sejuta kerinduan yang kesumat dalam dada saya yang seorang lelaki yang mencintai malam, dan malam tiada goyah menemani saya.

Malam. Tetaplah selalu malam yang anggun yang selalu diam-diam saya cintai setiap malam, ia tiada pernah lelah mengunjungi saya yang terkadang merasa sedikit lelah dengan kehidupan, malam tiada jemu menyapa saya yang terkadang menghadiahkan senyap yang teramat panjang dalam benak saya. Malam. Yang selalu sembunyi-sembunyi menyanyikan sebait puisi dengan berbisik di dada saya. Betapa kita saling mencintai dengan segenap asa-asa yang pelan-pelan hampir pupus ditelan emosi dalam keseharian saya.

Saya adalah lelaki yang mencintai malam, dengan penuh keyakinan saya meminang malam menjadi kekasih saya. Dengan sedikit rayuan yang saya pelajari dari bab kesepian, malam menerima saya sebagai kekasihnya. Kadang, saya menyaksikan malam dengan malu-malu mengatakan bahwa ia lebih dulu mencintai saya tapi tiada memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Saya tersipu mendengarkan kesaksian malam atas apa yang ia rasakan pada saya, dan malam memeluk saya dengan kesunyian yang tiada usai di gelisahkan dalam jiwa saya. Begitulah malam dengan saya yang seorang lelaki mencintai malam saling bercintaan.

Malam ini adalah malam yang kesekian kalinya saya dan malam saling bercengkrama, saya ingin memberi sesuatu pada malam. Meski malam jarang sekali menerima apa yang saya berikan, karena malam tidak terlalu bersahabat dekat dengan saya tapi ketahuilah bahwa saya dengan malam saling mencintai. Jadi, malam tidak terlalu peduli apa yang akan saya beri untuknya karena malam mencintai saya tanpa tiada harapan akan menerima apapun dari saya, malam sudah sangat mengerti bahwa ia tidak ingin diberi apapun oleh saya karena malam sudah mencintai saya begitu juga saya yang mencintai malam, dan malam tau itu meski malam terkadang menujukan sikap seolah tidak mempedulikan saya.

Saya adalah lelaki yang mencintai malam, begitu juga malam yang tiada pernah bosan berkata bahwa malam pun mencintai saya. Malam akan selalu berkata I luv U too Malya jika saya mengirimkan pesan dengan kata-kata Luv U HoneyI. Percintaan saya dengan malam adalah percintaan yang rahasia dan amat romantis, malam bukan tipe yang suka mengumbar kabar-kabar bahwa ia sudah memiliki seorang kekasih, malam lebih suka dikenali sebagai malam tanpa harus di sebutkan bahwa malam adalah kekasih saya. Begitulah malam yang mencintai saya sebagai lelaki yang mencintai malam tapi tidak bersahabat erat dengan malam, tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Meski sekalipun malam tidak pernah berujar bahwa saya adalah seorang kekasihnya malam, itu tidak penting bagi malam.

Malam selalu menjadi malam yang tiada bosan menjemput saya ditengah jenuh yang tiada berkesudahan, malam adalah kekasih yang tidak terlalu perhatian tetapi ketahuilah bahwa saya saling mencintai dengan malam. Malam teramat mengerti mencintai terlalu dalam tidak akan menyelesaikan masalah dalam hidup ini, malam begitu banyak mengetahui betapa mencintai memerlukan jiwa yang amat besar untuk menerima hal yang kadang menyulitkan hati untuk di maknai sendiri. Malam tumbuh dengan apa adanya yang mencintai saya seorang lelaki yang mencintai malam.

Begitulah percintaan saya dengan malam sebuah percintaan yang teramat dalam, karena kita saling mengetahui bahwa kita saling mencintai. Dan malam betapa kuasa membagi hati, malam terkadang mengunjungi saya dengan separuh hati. Tapi ketahuilah saya dan malam saling mencintai. Malam begitu saya cintai sepenuh hati, malam menjadi bagian yang tiada mampu terpisahkan kecuali malam memilih pergi dan saya memilih sendiri, tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Dan begitulah cinta, seperti apa yang saya rasa dengan malam yang kian kuasa menyiksa bathin saya yang kerap dihadiahi kekecewaan oleh malam.

Malam tiada pernah pupus mencintai saya, tapi saya seorang lelaki yang mencintai malam kadang tidak selalu memahami malam. Dan malam tetap mencintai saya dengan kesendirian yang tiada terbagi, malam tiada goyah mencintai dan saya kehilangan daya sebagai seorang lelaki yang mencintai malam. Malam laksana peri dengan cahaya yang tiada terperi menerangi gelapnya pelita hati dan malam kadang meredup karena tak kuasa menahan cinta yang teramat besar kepada saya yang seorang lelaki mencintai malam.

Tiadalah yang paling menyakitkan dalam hidup ini selain mencintai dengan begitu besar seperti saya yang mencintai malam dan ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Tiadalah luka yang paling dalam ialah luka yang mencintai dengan segenap hati, begitulah percintaan saya dengan malam. Percintaan yang membuat luka amat sangat nyeri hingga ulu hati, percintaan yang begitu dengan teramat dalam, mencintai ialah cinta yang pelan-pelan melukai, dan ketahuilah saya adalah lelaki yang mencintai malam dan kita saling mencintai.

Mencintai adalah seni untuk berbagi hati, mencintai adalah kekuasaan untuk menerima keadaan yang tanpa manipulasi, mencintai adalah rasa yang tiada berkesudahan mencari jatidiri, mencintai adalah memahami luka itu sendiri yang tersimpan dalam simpul senyum yang begitu anggun, seperti malam yang kerap berbisik lirih betapa mencintai seoarang lelaki yang mencintai malam adalah mencintai yang kadang terasa tidak masuk akal dan begitulah percintaan saya dengan malam sebuah percintaan yang dikatakan banyak orang sebagai sebuah kekeliruan.

Tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam, meski kita tidak bersahabat erat, malam tiada beranjak dari saya yang mencintainya yang menghadiahkan kecemasan merasakan cinta yang begitu dalam, malam selalu hadir dalam sebuah keterasingan yang menyergap saya seorang lelaki yang mencintai malam. Mencintai saya seorang lelaki adalah sebuah pengorbanan yang begitu amat tiada banding takarannya, mencintai seperti bunuh diri dan tiada jarang mencintai adalah salah satu cara yang manis untuk mengakhiri hidup ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: