“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

ILUSI HARGA PENJUAL BUAH RAMBUTAN

ILUSI HARGA PENJUAL BUAH RAMBUTAN


Kalau anda seorang penikmat buah, pastilah sering melihat pemandangan seperti ini dimana anda pasti mengira bahwa harga buah rambutan binjae adalah Rp 3000,- sehingga pastilah anda tertarik dengan sebuah harga murah dibawah harga pasar. Tapi, begitu anda turun dan menanyakan lagi berapakah harga rambutan binjae itu, anda akan terkaget-kaget karena harganya ternyata Rp 5000,-/kg, lantas anda pasti akan bertanya tentang harga yang Rp 3000,- dan akan terjawab bahwa harga Rp 3000,-/kg untuk harga rambutan protolan kualitas “under” bukan binjae pula. Lantas anda dipersilahkan dulu untuk mencicipi sebelum berkomentar lebih jauh, setelah anda mencicipi rambutan binjae itu pastilah anda akan segera membeli rambutan itu paling tidak 2 kg. Seperti itulah modus yang dipergunakan oleh banyak penjual di negara kita

Lantas apakah itu penipuan? Bukan, menurut saya itu bukan penipuan melainkan sebuah teknik marketing seperti halnya yang diterapkan oleh industri provider telekomunikasi kita. Kok bisa? Kalau penipuan, secara tidak sadar pembeli akan merasakan suatu kerugian setelah membeli rambutan. Untuk kasus ini, pembeli secara sadar dapat menolak atau membeli buah rambutan yang harganya Rp 5000,-/kg walaupun harga yang tertera Rp 3000,-/kg dengan asumsi bahwa harganya tak selisih jauh berbeda yaitu selisih Rp 2000,-/kg, sesuai dengan harga pasaran dan masih dalam jangakuan ekonomi.


Trik harga Rp 3000,-/kg ini sangat mirip dengan trik ilusi yang digunakan oleh tokoh animasi shinobi Uchiha Madara. Entah itu karena sang penjual telah banyak menonton serial animasi ini atau memang tokoh animasi ini yang mengadaptasi teknik penjual rambutan. Tapi yang pasti teknik ini layaknya fatamorgana di padang gurun, kok bisa? Kalau di padang gurun kita berharap sebuah oase hijau yang memiliki sumber air karena sifat air sebagai sebuah motif kebutuhan hidup di padang gurun selain untuk melepas rasa haus. Kalau di perkotaan tentu saja berbeda, fatamorgana itu berubah menjadi sebuah motif ekonomi yang disebut harga murah. Maka dari itu banyak penjual berlomba-lomba menawarkan produknya dengan memampangkan harga murah atau bertuliskan diskon 50% dengan sebuah tujuan utama yaitu menarik konsumen untuk datang, perkara dia nanti membeli atau tidak itu tergantung bagaimana marketer menyiasati trik selanjutnya.

Kembali ke penjual rambutan lagi, trik mencicipi merupakan trik selanjutnya yang sangat jitu. Kok bisa? Begitu anda mencicipi nikmatnya rambutan binjae (dipastikan rasa rambutan binjae itu manis dan segar) secara tidak langsung alam bawah sadar anda termarginal dalam suatu sistem budaya bangsa yaitu ewuh pakewuh dimana anda telah mencicipi buah rambutan yang terbukti enak, akankah anda berani menolaknya? Kalau anda ingin menolak membeli tanpa bisa melepas rasa sungkan dari budaya ewuh pakewuh itu ada triknya yaitu dengan menawar dengan harga yang lebih rendah lagi, dengan resiko kalau pedagang deall dengan harga yang anda tawar maka wajib hukumnya untuk dibeli.

Ada beberapa hal yang perlu juga anda sadari bahwa ada juga trik penipuan yang banyak diterapkan oleh penjual buah khususnya rambutan yaitu bila kita membeli 2 kg buah rambutan, maka hampir dipastikan ½ kg adalah tangkai buahnya karena hampir kebanyakan penjual rambutan memasang tangkai pepohonan dipinggir jalan ke dalam ikatan buah rambutan. Bahkan suatu ketika, karena jengkelnya saya terhadap pedagang rambutan karena banyak tangkai pohon sono di dalam ikatan buahnya, saya pun berkata mana ada pohon sono berbuah rambutan?

Iklan

2 responses

  1. Rumah saya di jawa tempatnya rambutan.
    pedagang rambutan tempat saya banyak yang jadi juragan lho.

    salam kenal brother.

    14 Desember 2011 pukul 15:15

  2. ss

    Kalo harga durian?
    http://hijab1.wordpress.com/2011/12/15/kebaikan-seberat-dzarroh/

    15 Desember 2011 pukul 05:42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: