“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

SUSU TEMPE

SUSU TEMPE

Susu tempe mulai marak di bicarakan sebagai alternative penganti susu sapi, bahkan di klaim lebih sehat di bandingkan pendahulunnya _ susu kedelai . Benarkah demikian ?

Hebohnya berita tentang susu formula yang mengandung bakteri hingga kini masih menimbulkan kegelisahan bagi para orang tua . Apabila ada banyak kasusu anak yang mengalami diare akibat alergi terhadap susu sapi . Hal ini mendorong banyak orang tua yang banting setir dengan memberikan anak mereka susu kedelai sebagai penganti susu sapi .

Kini ada pendatang baru di dunia persusuan, yakni susu tempe. Susu tempe tak hanya di tujukan bagi anak – anak, tapi juga untuk orang dewasa . Minuman fungsional yang terbuat dari sari tempe ini konon memiliki banyak manfaat sehat, mulai dari mengobati diare hingga menurunkan kolesterol Yuk, kita kenalan sama susu tempe .

Sekilas Tentang Tempe

Siapa tak kenal tempe ? Makanan tradisional yang menjadi lauk khas di Indonesia ini memang sangat terkenal sejak berabat – abad yang lalu, terutama bagi masyarakat Jawa . Konon, rujukan tentangtempe di temukan tahun 1875, bahkan di sebut – sebut dalam Serat Centini dan buku History of Java karangan Stanfor Raffles.

Tempe di buat melalui proses fermentasi terhadap biji kedelai atau bahan lainnya dengan mengunakan kapang Rhizopus sp. Yang juga di kenal sebagai “ragi tempe” . makanan yang popularitasnya sudah mendunia ini merupakan sumber protein nabati, vitamin ( terutama vit B kompleks, mineral, ( besi, kalsium ), dan asam amino esensial yang memang sudah terkandung dalam kedelai sebagai bahan pokoknya . Tempe juga kaya akan serat, sementara kandungan lemak serta kolesterolnya rendah .

Tempe mempunyai mutu dan nilai gizi lebih tinggi di bandingkan kedelai murni. Kandungan asam amino tempe lebih tinggi 24 kali lipat di bandingkan kedelai. Kandunga serat, vitamin B acompleks terutama vitamin B12, efesiensi protein dan nilai asam lemak sehatnya juga lebih baik daripada kedelai.

Ini karena enzim pencernaan yang menghasilkan oleh kapang yang tumbuh dalam proses fermentasi saat pembuatan tempe, akan memecah senyawa – senyawa kompleks ( protein, lemak, dan karbohidrat ) yang terkandung dalam kedelai menjadi senyawa sederhana. Hal ini membuat tempe menjadi lebih mudah di cerna, diserap, dan di manfaatkan nutrisinya oleh tubuh di bandingkan dengan zat gizi dalam kedelai.

Tempe sering di gunakan sebagai penganti daging oleh kaum vegetarian. Vitamin B12 umumnya terkandung dalam pangan hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati, termasuk kedelai. Namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe mnejadi satu – satunnya

Keunggulan susu tempe di bandingkan dengan susu kedelai adalah susu tempe – sama dengan tempe sebagai bahan bakunya-mengandung vitamin B12. Sementara susu kedelai tidak mengandungvitamin B12 sehingga tidak dapat mengantikan susu sapi secara utuh. Kandungan mineral susu kedelai, terutama kalsium, juga lebih sedikit daripada susu sapi. Sedangkan susu tempe lebih kaya akan kalsium.

Hasil penelitian yang di lakukan department Gizi Masyarkat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa pemberian tempe dalam bentuk (susu) bubuk dapat membantu penyembuhan diare pada anak – anak berusia 2-5 tahun. Pemberian susu tempe selama 2 hari pada anak yang menderita diare terbukti mampu mengurangi frekuensi diare .

Tempe bersifat anti biotic terhadap kuman penyebab diare. Proses fermentasi penyebabnya tempe mengandung prebiotik yang bermanfaat menyeimbangkan flora normal usus dan memperbaiki penyerapan air dan elektrolit. Selain itu, tempe sangat mudah di cerna, sehingga sangat baik untuk orang yang terkena gangguan pencernaan seperti diare.

Penelitian lainnya terhadap bayi dan balita penderita gizi buruk dan diare kronis, membuktikan bahwa dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan anak penderita gizi buruk meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Ini karena pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu serat makanan tak dapat dicerna yang menjadi penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung).

Menurut penelitian Mulus Gumilar dan Rr Nur Fauziah yang di publikasikan dalam Simposium Nasional ke-6 kementerian kesehatan RI, konsumsi susu tempe selama lima hari oleh penderita hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah .

Ini karena kandungan asam lemak PUFA (polyunsaturated fatty acids), serat dan niasin dalam tempe yang berperan mengurangi kadar LDL alias kolesterol ”jahat” . Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, terjadinnya peningkatan kadar asam lemak tak jenuh (PUFA) yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan niasin tempe yang cukup tinggi berperan menekan aktifitas enzim lipoprotein lipase, sehingga produksi VLDL ( very low density lipoprotein ) di hati menurun . Kondisi ini akan menyebabkan penurunan kadar kolesterol total , LDL, dan trigliserida.

Senyawa dalam tempe juga menghambat aktivitas HMG – CoA-reduktase, enzim pembentuk kolesterol. Tempe juga mengandung samponin, yang terbukti memiliki efek menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, sekaligus meningkatkan kadar HDL, alias ”kolesterol baik”.

Iklan

3 responses

  1. annisa rahmawati

    tengs for your information brother . i really need this articel for my assignment 🙂
    maybe i want to give you some comment ya . the contains of your blog is good , but your blog layout can you change more interesting before this . i thing that’s all . tengkyu once more 🙂

    1 Maret 2012 pukul 15:45

    • sirossiris

      thanks for your attention and advice for my blogs,,,tempeh milk is a part of my final project,,I made a research about the ice cream from the tempeh milk…

      1 Maret 2012 pukul 21:18

  2. vera

    Bisa utk bayi 0-6 bln ga? Asi saya sedikit jd ditambah sufor…

    13 Agustus 2016 pukul 18:05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: