“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

Modal Nekat Menjadi Wirausaha Muda

Modal Nekat Menjadi Wirausaha Muda

Posted : 14 February 2011

From Media Indonesia, February 14, 2011

Modal Nekat Menjadi Wirausaha MudaMUD A berjaya, tua kaya .raya, matimasuk surga!” Seloroh Rizky Kurnia Widiantoko, 23, dengan penuh semangat dalam rekaman video yang diputar di layar proyektor itu disambut derai tawa rekan-rekan sejawatnya.

Tepuk tangan segera menyusul kemudian dari mereka yang tengah duduk di depan meja berformasi huruf U itu, sebagai tanda salut terhadap tekad wirausaha muda alumnus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu.

“Teman saya itu ndableg, belum dapat dana, malah sudah nyebar-nyebarin promosi. Katanya optimistis profit,” cetus Mahmudan, 23, rekan satu perusahaan Rizky di Unique Lancar Jaya.

Namun, tindakan yang seolah tanpa perhitungan itu justru memicu Rizky dan Mahmudan mencetuskan perusahaan sandal dan tas dengan memanfaatkan limbah spons. Keduanya lalu berjuang lebih keras mencari pinjaman dana untuk merealisasikan ide mereka dan memuaskan permintaan pesanan yang sudah telanjurmenumpuk itu.

“Akhirnya dapat juga (pinjaman) Rp2,5 juta dari koperasi dan bisa penuhi pesanan. Begitulah kalau kepepet,” cerita Rizky dengan khas logat Jawa tentang kesuksesan bisnisnya bersama Mahmudan.

Kondisi tersebut tak jauh berbeda dengan entrepreneur muda lainnya. Sebut saja Mirza Akbar, 24, juragan es krim Yogya yang memulai bisnis dengan nekat memaksa orang tuanya meminjamkan uang dalam jumlah besar. Karena iba, orang tuanya lalu meminjamkan uang Rp40 juta sebagai modal.

Dengan modal itu, dari bisnis kecil-kecilan di kampus, kini usaha es krim Mirza telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan waralaba ayam goreng di Yogyakarta, dengan membangun pabrik es krim yang beroperasi 24 jam di kawasan Gejayan, Yogyakarta.

“Dulu dari awalnya sehari menghabiskan susu 2 liter saja,, kini menjadi 250-300 liter sehari. Omzet perusahaan kini jadi Rp80 juta per bulan,” katalulusan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada itu.

Karakter nekat para wirausaha muda yang juga merupakan finalis kompetisi entrepreneur muda Shell LiveVVIRE Business Start-up Award 2009-2010 itu, menurut pengusaha Sandiaga Uno, merupakan ciri khas yang membedakannya dengan profesi lain.

“Ini bedanya antara karyawan dan wirausaha, mereka harus ada tekad untuk mengambil risiko. Ciri itu harus dimiliki agar bisa maju,” tutur Sandiaga ketika berbagi pengalaman dalam business coaching kepada 30 finalis Shell LiveVVIRE Business Start-up Award 2009-2010 itu, di Jakarta, Jumat (11/2).

CEO The Project North East (PNE) Group/Shell LiveWIRE International Sandy Ogilvie pun mengapresiasi wirausaha muda dalam program kepedulian sosial yang digagas PT Shell Indonesia itu. Menurutnya, program tersebut bisa memberi inspirasi dan menjadi sumber harapan bangsa bagi para pemuda lainnya. (*/H-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Pos-pos Terbaru

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: