“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

KUNYIT PUTIH DAN PEMANFAATANNYA

KUNYIT PUTIH DAN PEMANFAATANNYA

Created by mahasiswa ITP_FTP UB 2006

Kunyit putih (Curcuma zedoaria) adalah tanaman yang rimpangnya berbentuk spesifik dan dapat dibedakan dari rimpang empon-empon lainnya. Kunyit putih mengandung senyawa kimia, seperti kurkuminoid dan minyak atsiri.

Kunyit putih (Curcuma alba) Kunyit putih alias temu putih adalah satu di antara tanaman berkhasiat yang bisa diolah menjadi obat tradisional. Bernama latin Curcuma zedoaria, kunyit putih merupakan tanaman rimpang atau umbi-umbian. Selintas tanaman ini mirip dengan temu mangga, sebab warnanya sama-sama putih. Kunyit atau kunir putih juga berbeda dengan kunyit kuning yang berwarna kuning.

Tanaman kunyit adalah terna berumur panjang dengan daun besar berbentuk elips, 3-8 buah, panjang sampai 85 cm, lebar sampai 25 cm, pangkal daun meruncing, berwarna hijau seragam. Batang semu berwarna hijau atau agak keunguan, tinggi sampai 1,60 m. Perbungaan muncul langsung dari rimpang, terletak di tengah-tengah batang, ibu tangkai bunga berambut kasar dan rapat, saat kering tebalnya 2-5 mm, panjang 16-40 cm, daun kelopak berambut berbentuk lanset panjang 4-8 cm, lebar 2-3,5 cm, yang paling bawah15 berwarna hijau, berbentuk bulat telur, makin ke atas makin menyempit dan memanjang, warna putih atau putih keunguan, tajuk bagian ujung berbelah-belah, warna putih atau merah jambu.

Bentuk bunga majemuk bulir silindris. Mahkota bunga berwarna putih. Bagian di dalam tanah berupa rimpang yang mempunyai struktur berbeda dengan Zingiber (yaitu berupa induk rimpang tebal berdaging, yang membentuk anakan, rimpang lebih panjang dan langsing) warna bagian dalam kuning jingga atau pusatnya lebih pucat.

Kandungan senyawa kurkumin pada kunyit putih dapat mengindikasikan khasiatnya sebagai antioksidan. Dengan aktivitas antioksidan yang dimilikinya, kunyit putih dapat membantu mencegah kerusakan sel. Karena mengandung minyak atsiri, kunyit putih dapat dipakai untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan dan pencernaan.

Minyak atsiri 2-5% terdiri dari seskuiterpen dan turunan phenylpropane (I) yang meliputi turmeron, ar-turmeron, α- dan β-turmeron, curlon, curcumol, atlanton, turmerol, β-bisabolen, β-sesquiphellandren, zingiberen, ar-curcumene, humulen, arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan damar, serta mineral yaitu Mg, Mn, Fe, Cu, Ca, Na, K, Pb, Zn, Co, Al dan Bi. Zat warna curcuminoid suatu senyawa diarylheptanoide 3-4% terdiri dari curcumin, dihydrocurcumin, desmethoxy curcumin dan bisdesmethoxy-curcumin.

Tanin terdapat luas dalam tumbuhan berpembuluh, dalam angiospermae, terdapat khusus dalam jaringan kayu. Tanin tersebar dalam setiap tanaman yang berbatang dan berada dalam jumlah tertentu, biasanya berada pada bagian spesifik tanaman, seperti daun, buah, akar dan batang. Tanin merupakan senyawa kompleks, biasanya merupakan campuran polifenol yang sukar untuk dipisahkan karena tidak dalam bentuk Kristal.

Rimpang kunyit mempunyai bau khas aromatik, rasa agak pahit, agak pedas dan dapat bertindak sebagai astringensia. Astringensia merupakan zat yang bekerja lokal yaitu dengan mengkoagulasi protein tetapi demikian kecil daya penetrasinya sehingga hanya permukaan sel yang dipengaruhi. Akibat dari aksi tersebut permeabilitas membran mukosa yang kontak dengan astringen menurun sehingga kepekaan bagian tersebut menurun pula.

Kunyit memiliki warna daging lebih kuning dan rasanya tak begitu getir. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih, tetapi keduanya memiliki aroma khas dan kuat karena kandungan minyak atsirinya. Selama ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mengakui khasiat kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Kunyit putih ini mengandung suatu zat yang akan menempel secara selektif pada sel-sel abnormal. Zat ini dipercaya mampu memandulkan perkembangan sel yang berkembang biak.

Selain dikenal sebagai pereda masuk angin dan gangguan ringan lainnya seperti maag, kunyit juga diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai herba pelengkap penyembuhan kanker.Rimpang kunyit putih mampu menghambat laju perkembangan sel kanker dan mencegah kerusakan gen yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Hal ini karena rimpangnya mengandung riboisme in activating protein (RIP), yakni protein toksis dan kurkumin. Senyawa protein inilah yang menghambat laju sel kanker.

Kunyit putih sering disebut sebagai anti inflamasi, anti astringen, anti panas dalam, anti diare, anti nyeri perut, anti peluruh kentut, penambah nafsu makan, mengobati penyakit hepatitis, gangguan pencernaan, antimikroba, antikolesterol, dan anti-HIV. Kurkumin dan atsiri menghambat pertumbuhan tumor payudara dan usus besar, menguatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus maupun sel kanker.

Kunyit bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif, yaitu Lactobacillus fermentum, L. bulgaricus, Bacillus cereus, B. subtilis, dan B. megaterium Kunyit mengandung lebih dari satu senyawa yang bersifat bakterisidal. Salah satu senyawa tersebut adalah senyawa kurkumin yang merupakan senyawa golongan fenol yang terdiri dari dua cincin fenol simetris dan dihubungkan dengan satu rantai hiptadiena. Senyawa fenol menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara merusak membrane sel yang akan menyebabkan denaturasi protein sel dan mengurangi tekanan permukaan sel.


 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunyit putih tumbuh baik pada tanah jenis latosol, aluvial dan regosol, ketinggian tempat 240 – 1200 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan 2000 – 4000 ml/tahun. Kunyit juga dapat tumbuh di bawah tegakan tanaman keras seperti sengon, jati yang masih muda sekitar umur 3 – 4 tahun, dengan tingkat naungan tidak lebih dari 30%.

Umur panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, yaitu pada tanaman umur 10 – 12 bulan setelah tanam, biasanya daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20 – 24 bulan setelah tanam.

Kunyit puti bisa dijadikan sebagai bahan baku obat, zat pewarna dan rempah, selain berupa simplisia irisan kering juga bisa diolah berupa tepung, minyak atsiri, oleoresin dan zat pewarna kurkuminoid. Salah satu produknya adalah sirup kunyit putih atau dipasaran dikenal dengan sirup curcuma plus.

Syrup Curcuma plus adalah salah satu produk industri nasional, mengandung curcuminoid dan multivitamin. Produk ini diindikasikan untuk penambah nafsu makan, perut kembung, dan sukar buang air besar/kecil. Syrup tersebut sering diresepkan oleh dokter untuk anak-anak atau dikonsumsi oleh anak-anak dengan membeli secara bebas.

Salah satu komponen kurkuminoid, yaitu kurkumin dapat berinteraksi dengan teofilin dan parasetamol. Kurkumin mampu menghambat aktivitas sitokrom P-450 1A1/ 1A2 dan 3A4. Peneliti lain melaporkan bahwa kurkuminoid dan kunyit dapat meningkatkan klirens total propanolol dan salisilamid. Propranolol dan salisilamid adalah obat yang termasuk rasio ekstraksi tinggi, sehingga peningkatan klirens tersebut diduga kurkuminoid mampu meningkatkan aliran darah hepatic.

Pemberian syrup Curcuma Plus bersamaan dengan rifampisin dapat menurunkan bioavailabilitas rifampisin, akhirnya dapat mengurangi efektivitas anti-mikroba. Rifampisin adalah bakterisidal spektrum luas terhadap mikro organisme termasuk Mycobacteria tuberculosis. Rifampsin diabsorpsi secara baik dari saluran pencernaan meskipun beberapa makanan dapat menghambat absorpsinya. Harga waktu paro eliminasinya adalah berkisar 1-6 jam (rata-rata 3,4 jam). Jalur metabolisme rifampisin adalah deasetilasi menjadi 3-formilrifampisin dan hidrolisis menjadi 25-O-desasetilrifampisin. Deasetilasi rifampisin dilaporkan dipengaruhi oleh β-esterase. Senyawa inhibitor atau induktor enzim pemetabolisme rifampisin dapat mempengaruhi metabolisme rifampisin.

Tiap sendok teh (5ml) mengandung :

Kandungan

Jumlah

Kurkuminoid

2 mg

Vitamin B1

3 mg

Vitamin B2

2 mg

Vitamin B6

5 mg

Vitamin B12

5 mg

Beta Karoten 10%

4 mg

Dekspantenol

3 mg

Lysine HCl

200 mg

 

    Pembuatan sirup kunyit putih diharapkan lebih memiliki manfaat yang maksimal dibandingkan dengan kunyit putih instan karena pada pembuatan sirup kunyit putih tidak mengunakan suhu yang tinggi dan waktu yang lama seperti pembuatan kunyit putih instan. Senyawa – senyawa bermanfaat dalam kunyit putih akan lebih banyak yang dapat dipertahankan dibandingkan dengan kunyit putih instan. Dengan dapat dipertahankannya senyawa-senyawa tersebut maka manfaat yang diambil dari sirup kunyit putih akan maksimal.

    Akan tetapi, sirup kunyit putih tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama seperti halnya kunyit putih instan. Hal ini disebakan oleh kandungan air dalam sirup yang cukup tinggi sehingga dapat dimungkinkan mikroba pembusuk dapat tumbuh. Apabila kemasan dan cara pengolahan sirup kunyit putih tidak tepat maka sirup akan lebih cepat rusak dan akan berbahaya jika dikonsumsi.

    Pembuatan sirup kunyit putih meliputi pencucian, penghalusan, pengambilan sari kunyit putih, penambahan gula, dan perebusan. Kunyi putih yang dijual dipasar-pasar biasanya masih mengandung banyak kotoran yang melekat. Untuk itu sebaiknya dilakukan pencucian guna menghilangkan kotoran dan juga dapat digunakan sebagai cara untuk menyeleksi kunir putih yang baik. Jika kunir putih dalam kondisi yang baik maka saat dicuci akan tenggelam, sebaliknya jika kunyit putih cacat atau kurang baik maka saat dicuci akan mengapung dipermukaan air.

    Setelah dilakukan proses pencucian maka dilakukan penghancuran dengan menggunakan blender. Hal ini ditujukan untuk memperbesar luas permukaan dari kunyit putih sehingga ekstrak yang terambil akan semakin banyak. Pengambilan ekstrak dilakukan dengan menambahkan air pada slurry kunyit putih kemudian disaring untuk memisahkan antara ekstrak kunyit putih dengan ampasnya.

    Ekstrak kunyit putih yang didapat kemudian direbus dengan ditambahkan gula dengan takaran tertentu. Proses perebusan dilakukan beberapa menit hingga larutan mengental. Jika larutan telah mengental maka sirup tinggal dimasukkan dalam botol – botol kemasan yang telah disterilkan. Proses pemasukan sirup dalam botol sebaiknya dalam kondisi cukup panas supaya menghindari masuknya mikroba kontaminan yang ikut masuk dalam botol sehingga memperpendek umur simpan dari sirup kunyit putih.

Iklan

One response

  1. yerma

    thanks banget atas infonya, boleh saya copy ya.. mau dipraktekin cara pembuatan sirup kunyit putihnya.

    19 Maret 2012 pukul 12:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: