“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

PENGOLAHAN MINYAK: PENGHILANGAN BAU

DEODORISASI

Deodorisasi adalah suatu tahap proses pemurnian minyak dan lemak yang bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa ( flavour ) yang tidak disukai konsumen menggunakan cara destilasi dengan suatu aliran uap pada tekanan vakum serta suhu yang semakin tinggi (150ºC -250ºC). Tekanan uap zat-zat yang berbau adalah sangat rendah hingga dengan suhu yang sangat tinggi baru dapat diuapkan dengan tekanan atmosfer. Tetapi suhu yang terlalu tinggi dapat merusak minyak dan lemak. Oleh karena itu vakum yang tinggi dan aliran gas inert untuk menggurangi suhu hingga dibawah suhu proses kerusakan sangat diperlukan.

Deodorisasi didasarkan pada perbedaan volalitas (kemudahan menguap)antara minyak ( trigliserida) dengan komponen pengotor yang tidak diinginkan ini mempengaruhi aroma, rasa, warna, dan stabilitas minyak.

Faktor yang penting pada proses deodorisasi, adalah jumlah minyak, jumlah komponen volatil, jumlah uap yang dipakai, dan besar tekanan dalam proses.

Mekanisme

  • Minyak diberi perlakuan vakum dan diagitasi : Deodorisasi dilakukan dalam alat yang bernama deodorizer. Pada alat ini minyak diberi perlakuan vakum dan suhu ditingkatkan disertai pengadukan dan pengaliran gas. Gas yang digunakan adalah uap air panas. Kondisi vakum menyebabkan komponen volatil menguap dan mengurangi gas yang dibutuhkan. Kondisi vakum juga berperan mengurangi oksidasi minyak dan hidrolisis trigliserida jika gas yang digunakan adalah uap air panas. Setelah minyak dideodorisasi, karena dalam proses deodorisasi ini dilakukan pemanasan, proses pendinginan minyak harus segera dilakukan. Proses deodorisasi dinyatakan mulai berlangsung jika jumlah tekanan uap dan jumlah tekanan zat menguap telah sama dengan permukaan minyak dan lemak. Makin rendah tekanan, makin rendah pula suhu deodorisasi sehingga dengan demikian vakum yang baik sangat berpengaruh dalam proses

    Tabel suhu deodorisasi campuran asam lemak pada tekanan berbeda-beda

Asam Lemak Pada :

P= 5 mm Hg – 8 mm Hg (ºC)

P= 20 mm Hg (ºC)

Minyak Kacang Tanah

210 – 220

230 – 240

Minyak Kedelai

210 – 220

230 – 245

Minyak Biji Kapas

215- 225

235 – 250

Minyak Zaitun

210 – 220

230 – 240

Minyak Kelapa Sawit

210 – 215

225 – 235

Minyak Kelapa

200 -210

215 – 230

  • Minyak diberi aliran gas biasanya uap air : uap panas dimasukkan ke dalam tangki (stripping). Pemasukan uap tersebut dimaksudkan untuk mempengaruhi penguapan senyawa-senyawa volatil agar dapat menguap pada suhu yang lebih rendah. Gelembung-gelembung uap akan naik melalui minyak dan keluar dari lingkungan minyak membawa serta komponen-komponen yang konsentrasinya tergantung pada tekanan parsial masing-masing komponen.


Gambar alat Artisan Continuous Evaporator/Stripper

Alat ini dirancang untuk pemisahan zat volatile dan non-volatil dengan tekanan yang vakum. Alat tersebut dapat digunakan untuk:

  • Memisahkan pelarut dari polimer, surfaktan, coating industri, lemak, lilin, dan minyak sayuran
  • Dehidrasi peroksida organik atau bahan organic lain yang mudah terbakar
  • Pemurnian aromatic, tokoferol, alkil fenol, ester, dan oleokimia
  • Daur ulang pelarut, alcohol, dan keton
  • Deodorisasi polimer, aditif, agrokimia, minyak ikan, dan minyak sayur

Prinsipnya adalah volatilitas, minyak yang akan dimurnikan dipanaskan dengan uap, sehingga bau tak sedap yang volatil akan dengan mudah menguap terlebih dahulu kemudian dikondensasikan untuk dibuang

Tabel titik didih asam lemak pada rasio uap air dan asam lemak yang berbeda

Rasio uap air : asam lemak

2,5 : 1

1 : 1

Asam laurat

191 ºC

215 ºC

Asam myristat

211

235

Asam palmitat

224

248

Asam stearat

243

263

Asam oleat

239

262

 

  • Perhitungan Efisiensi penguapan :

    p x vs

    E= ______ = 1 – e –k (L / D )

    p x vf

    dimana:    e = angka logaritmis naperi

    L = tinggi dari permukaan minyak yang diproses

    D = diameter gelembung udara

    K = konstanta yang merupakan kecepatan

Jumlah uap yang dibutuhkan dalam proses penguapan tergantung pada beberapa faktor

1. suhu yang digunakan

2. vakum yang diberikan

3. besarnya lubang pemasukan uap

4. jenis komponen-komponen volatil

5. tekanan uap dari masing-masing komponen volatil

  • Selama proses seluruh bagian minyak terekspos dengan aliran gas sehingga komponen yang volatil menguap
  • Setelah selesai proses deodorisasi dan proses higrogenasi pemurnian, di lakukan pemurnihan minyak : selama 6 sampai 8 jam, minyak di letakkan di bawah tekanan menggunakan gas hidrogen pada temperatur 120 – 210 derajat celsius atau 248 – 410 derajat farenhet. Kemudian selama proses hidrogenasi selesai, kejenuhan dari ikatan rangkap terjadi dengan hidrogenase.
  • Minyak murni

Pemeriksaan setelah proses deodorisasi adalah:

  1. persentase asam lemak bebas tidak boleh lebih dari 0,05% (berdasarkan asam oleat).
  2. angka peroksida
  3. deodorisasi dianggap selesai apabila komponen volatil yang ada tidak mampu lagi mereduksi larutan kalium permanganat.
  4. untuk minyak kedelai kandungan fosfor sebesar 2ppm-20ppm dianggap telah mengalami deodorisasi dengan baik

     

  • Macam-macam sistem yang digunakan

    1. Deodorisasi sistem batch

    Tipe ini paling banyak digunakan dalam industri minyak dan lemak. Dalam proses ini minyak dipanaskan hingga mencapai suhu 150-250ºC. Selain uap, untuk memanaskan minyak dan lemak yang diproses pada suhu 170-190ºC, dapat pula digunakan “dowtherm vapour” yang dapat memanaskan minyak pada suhu 220-250ºC. Dowtherm vapour adalah suatu campuran “entecticum”. Diphenyl oxide dengan rasio 26,5 – 73,5%. Titik cair campuran ini 12 ºC dan mendidih pada 258 ºC dalam tekanan atmosfir.

    Tekanan yang umum dipakai dalam deodorisasi adalah 4 mm Hg – 6 mm Hg, keadaan ini dapat dipertahankan dengan suatu sistem, menggunakan 3 tingkatan unit vakum dengan sistem vakum ini dan suhu proses 215 – 220 0C, deodorisasi akan berlangsung selama 4 – 4,5 jam.

    Sistem pipa pemanas / pendingin sangat mempengaruhi keberhasilan degradasi. Hal penting yang harus diingat dalam mendesain pipa dalam adalah:

    1. Coil harus mempunyai permukaan yang luas sehingga mampu memanaskan minyak dan lemak sampai 180 0C dalam waktu 30 menit.

    2. Dapat dengan mudah dipasang dan dibongkar jika perlu perbaikan.

    3. Dapat dialiri air dengan lancar.

     

    2. Deodorisasi sistem continous

    Pada sistim ini minyak dialirkan dari bagian atas ke bagian bawah sehingga suhu pemanasan minyak makin ke bawah makin tinggi, dengan demikian pemanasan minyak dapat berjalan dengan cepat tetapi kurang cukup untuk minyak-minyak tertentu. Sehingga cara ini hanya dianjurkan untuk memproses minyak dan lemak yang bau alaminya masih dikehendaki

     


Gambar deodorisasi sistem continous

One response

  1. Ping-balik: Tugas Alat-Mesin : Proses Pengolahan Crude Palm Oil (CPO) « Syerel_MediaPembelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: