“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

Penentuan Umur Simpan Produk Pangan

Penentuan Umur Simpan Produk Pangan

created by Ahmad Mahmudan Zuhry ITP-FTP 2006

Perlakuan selamam proses dan distribusi serta pengaruh kondisi lingkungan dapat menyebabkan penurunan dan kerusakan produk pangan. Akibatnya makanan tersebut tidak dapat diterima karena membahayakan konsumen,oleh karena itu kinetika penurunan mutu sangat penting dala menentukan evaluasipenentuan umur simpan suatu produk. Pemilihan model yang tepat untuk menhyatakan penurunan mutu harus ditetapkan dulu dalam penentuan umur simpan. Setelah itu ditetapkan parameter penyebab kerusukan fisik, kimia dan mikrobiologis (Theodore and Labuza, 2000).

Beberapa metode yang digunakan untuk menentukan umur simpan produk makanan.

  • Studi Literatur

Penetapan umur simpan dip[eroleh dari literatur yang analog dengan produk tersebut. Berdasarkan asumsi bahwa produk yang mempunyai proses produksi yang sama akan menghasilkan umur simpan yang hampir sama.

  • Turnover Time

Jangka waktu produk selama berada di rak penjual sehingga konsumen memperkirakan sendiri berapa lama umur simpannya. Ini tidak menunnjukkan umur simpan yang sebenarnya, tapi hanya umur dimpan yang dibutuhkan. Ini diasumsikan bahwa produk masih dapat diterima untuk beberapa waktu tertentu berada di penjual.

  • End Point Study

Produk diambil secara random sampling dari penjual eceran kemudia di tes di laboratorium untuk dianalisa kualitasnya. Dari sinilah umur simpan dapat ditetapkan karena produk sudah mengalami perlakuan selam penyimpanan dan penjualan.

  • Acelerated Shelf Life Testing

Penerapan umur simpan dengan mempercepat kerusakan produk yaitu dengan mengkondisikan produk di luar kondisi normal dengan tujuan untuk menentukan laju reaksi kerusakannya. Setelah laju reaksi penurunan mutu diketauhi, umur simpan dapat ditentukan dengan persamaan kinetika reaksi (Robetson, 1993).

  • Metode Konvensional

Metode ini dilakukan dengan menyimpan produkpada tempat penyimpanan melalui uji organoleptik untuk mengetauhi batas penerimaan panelis. Pengamatan dihentikan sampai perubahan yang terjadi menunjukkan penurunan mutu sehingga produk tidak layak dikomsumsi (Arpah dkk., 1999).

  • Metode diagram Isohidrik, Isokronikdan Isokronik Penyimpanan

Metode ini digunakan untuk biji-bijian dan serealia dengan menggambarkan diagram Isohidrik, Isotermik dan Isokronik. Diagram-diagram tersebut dibuat hasil percobaan empiris yan memerlukan waktu yang lama. Untiuk dapat membuat diagram tersebut harus ditentukan dulu salah satu faktor mutu yang menjadi tolak ukur. Misalnya susut bahan kering karena respirasi, kontaminasi jasad renik (kapang), asam lemak bebas dan viabilitas benih (syarif dan Halid, 1993).

Iklan

8 responses

  1. marlina

    assalamu’alaikum.wr.wb…
    salam kenal Ahmad mahmudan…setelah saya baca blog anda tentang penentuan umur simpan..boleh ya minta referensi lebih banyak lagi khususnya metode ASLT…pasti akan sangat membantu penelitian saya…ditunggu ya…thanks

    2 Oktober 2010 pukul 13:20

  2. assalamualaikum…salam kenal. blognya bagus..boleh minta lebih banyak referensi ttg penentuan umur simpan produk khususnya motede ASLT…ditunggu ya…^_^.. thanks

    2 Oktober 2010 pukul 13:23

    • lordbroken

      berikut saya kasih artikel tentang ASLT

      4 Oktober 2010 pukul 05:50

  3. weni

    asslm. blognya bgus n bermanfaat. saya lagi cari info n literatur untuk uji daya simpan produk serbuk seperti bumbu snack yang berkaitan dengan penggumpalan produk serbuk tersebut. kira-kara ada info tentang metode apa yang bisa digunakan gak? terimakasih infonya ^_^

    28 November 2010 pukul 12:42

  4. Gorabunga

    saya tertarik mengenai ASLT, apa punya artikel or ebooks mengenai hal itu, kalau bisa yang bahasa Indonesia or Inggris. thanks aa lot

    17 Januari 2011 pukul 16:34

  5. Khairil Munawarah

    wah..bagus t blognya..boleh minta kiriman artikel tentang ASLTnya,,buat membantu saya dalam penelitian tentang umur simpan..thank’s y..ditunggu y..:)..

    14 Februari 2011 pukul 19:47

  6. dyah

    assalammualaikum,
    infonya bagus, saya tertarik tentang ASLT, boleh minta referensinya, kalau bisa untuk minyak goreng, kalau ga ada untuk yg umum jg gpp, trims ya

    19 Maret 2011 pukul 10:31

  7. V3

    ringkas dan padat mudah dimengerti oleh orang awam yang baru belajar tentang pangan….
    Salam kenal ya 😀

    6 April 2012 pukul 01:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: