“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

ANTIBAKTERI TANAMAN REMPAH

ANTIBAKTERI PADA TANAMAN REMPAH

CREATED BY RIZKY KURNIA ITP-FTP UB

Senyawa antimikroba didefinisikan sebagai senyawa biologis atau kimia yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroba yang bertujuan mencegah kebusukan atau keracunan pada bahan pangan.

Mekanisme kerja zat antibakteri sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungannya antara lain konsentrasi zat antibakteri, spesies bakteri, jumlah bakteri dan ph lingkungannya. Pada umumnya cara kerja senyawa antimikroba terdiri dari 3 kategori yaitu

  1. Bereaksi dengan membran sel menyebabkan meningkatnya permeabilitas dan hilangnya unsur pokok dalam sel.
  2. Menginaktivasi enzim esensial.
  3. Penghancuran atau inaktivasi materi genetik

Pada prinsipnya, mekanisme antibakteri bila dilihat dari struktur sel bakteri maka dapat dibagi 2 yaitu penghambatan penghambatan pada bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Struktur sel S. aureus adalah gram positif yang sangat sensitive terhadap antimikroba yang mempunyai target menghambat sintesis dinding sel. Pada gram positif dinding selnya tebal dan homogen (10-80nm), komposisi kimianya terdiri dari peptidoglikan, asam teikoat, polisakarida, sedangkan dinding sel bakteri gram negative dinding selnya terdiri dari lapisan dalam 2-3 nm, lapisan luar 7-8 nm dengan komposisi lipopolisakarida, peptidoglikan, fosfolipin, lipoprotein dan protein. Penghambatan pertumbuhan bakteri melalui mekanisme penghambatan sintesis dinding sel melibatkan gangguan pada sintesis peptidoglikan. Padahal peptidoglikan merupakan komponen utama dinding sel bakteri gram positif. Peptidoglikan merupakan molekul besar yang disusun oleh senyawa gula dan asam amino. Dua gula penyusunnya adalah N-acetylglucosamin (NAG) dan N-acetymuramic acid (NAM). Lapisan peptidoglikan tunggal saling berikatan dengan lapisan lainnya melalui bagian rantai asam aminonya, sehingga membentuk suatu ikatan silang yang kuat menutupi seluruh sel. Masuknya antibakteri ke dalam sel dapat melalui beberapa cara antara lain melaui asam teikoat yang hanya ditemui pada dinding sel dan membran dinding sel dan membran sel dari gram positif, asam teikoat diketahui mempunyai muatan negative sehingga dapat membatasi mcam substansi yang akan diikat dan diteruskan dalam sel. Selain itu dapat melalui adsorbsi yang mempengaruhi permeabilitas dan porositas dinding sel yang menyebabkan terganggunya sintesis peptidoglikan sehingga pembentukan sel tidak sempurna katena tidak mengandung peptidoglikan dan dinding selnya hanya meliputi membran sel. Keadaan ini menyebabkan sel bakteri mudah mengalami lisis, baik berupa fisik maupun osmotic dan menyebabkan kematian sel.

Pada tanaman rempah lengkuas (Alpinia galanga) terdapat senyawa antibakteri yang berasal dari kandungan minyak asirinya yaitu senyawa borneol yang merupakan turunan terpen siklis dengan gugus fungsional hidroksil yang cenderung polar. Secara murni borneol member efek bakteriostatis pada konsentrasi 0,3% dan bakteriosidal pada konsentrasi 0,5% terhadap bakteri gram positif. Mekanisme antibakterinya adalah bakteri gram positif memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal dengan kandungan lipida yang lebih sedikit. Sedangkan bakteri gram negative memiliki lapisn peptidoglikan yang tipis dengan kandungan lipida yang banyak. Secara teori, borneol akan kehilangan aktifitasnya jika terjadi pelarutan fraksinya dengan lemak. Borneol yang memiliki gugus polar akan mendekati permukaan peptidoglikan yang cenderung polar. Diduga senyawa ini akan terus berpenetrasi sampai pada bagian fosfolipid (membran sitoplasma terluar). Pada bagian fosfolipid, kandungan lipida ang lebih banyak pada bakteri gram negative akan menginaktivasi kerja senyawa ini. Sedangkan pada gram positif, senyawa ini akan terus terpenetrasi bagian dalam sel dan kemudian terdapat keungkinan senyawa borneol bekerja sebagai antibakteri dengan menginaktivasi enzim esensial serta penghancuran atau inaktivasi materi genetik.


Pada tanaman rempah kunyit terdapat senyawa antibakteri kurkumin dan senyawa fenol serta turunannya. Beberapa senyawa fenol diketahui dapat menurunkan tegangan permukaan sel sehingga dapat merusak permeabilitas dinding sel bakteri. Aktvitas senyawa fenol ini dapat meningkat karena beberapa factor antara lain karena subtitusi alkil dan halogen, semakin panjang rantai alifatik dan kondisi media yang asam atau pH rendah sehingga meningkatkan aktivitas antimicrobial. Dinding sel bakteri gram positif akan bermuatan negative sebagai akibat dari ionisasi gugus fosfat dari asam teikoat pada struktur dinding selnya, sedangkan fenol merupakan suatu alcohol yang bersifat asam lemah sehingga disebut asam karbolat. Sebagai asam lemah, senyawa fenolik dapat terionisasi melepaskan ion H dan melepaskan gugus sisanya yang bermuatan negative. Kondisi yang bermuatan negative ini akan ditolak oleh dinding sel gram positif yang secara alami bermuatan negative. Senyawa fenol pada pH rendah akan bermuatan positif, sehingga senyawa fenol tidak akan terionisasi. Perbedaan muatan ini akan terjadinya daya tarik menarik antara fenol dengan dinding sel sehingga fenol secara keseluruhan dalam bentuk molekulnya akan lebih mudah melekat atau melewati dinding sel gram positif. Tidak terdapatnya asam teikoat pada dinding sel bakteri gram negative menyebabkan bakteri golongan ini lebih tahan terhadap senyawa fenol disbanding gram positif. Konsentrasi penghambatan bubuk kunyit terhadap bakteri gram negatif E. coli adalah 7g/L, sedangkan bakteri gram positif seperti B. cereus maupun Salmonella galinarum hanya membutuhkan konsentrasi 4g/L.

Iklan

15 responses

  1. ihsan maulana

    tolong jelaskan apa kah pengaruh kunyit dapat menghambat bakteri halopiik, dalam proses fermentasi ikan,,,,,,,tolong ya

    27 Juli 2010 pukul 11:44

    • lordbroken

      Kunyit bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif, yaitu Lactobacillus fermentum, L. Bulgaricus, Bacillus cereus, B. Subtilis, dan B. megaterium dan diduga kunyit mengandung lebih dari satu senyawa yang bersifat bakterisidal, dan salah satu senyawa tersebut disebabkan oleh senyawa kurkumin yang merupakan senyawa golongan fenol yang terdiri dari dua cincin fenol simetris dan dihubungkan dengan satu rantai heptadiena. Senyawa fenol menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara merusak membran sel yang akan menyebabkan denaturasi protein sel dan mengurangi tekanan permukaan sel.
      Perlakuan garam dan kunyit merupakan suatu kombinasi zat aktif anti mikroorganisme NaCl dan kurkumin untuk mengawetkan. Kombinasi tersebut akan saling bersinergis, NaCl bersifat hidroskopis sehingga dapat menyerap air dari bahan yang mengakibatkan aw dari bahan tersebut menjadi rendah. Selain itu NaCl dapat mengurangi kelarutan oksigen, sehingga mikroba aerob dapat dicegah pertumbuhannya (Supardi 1999) dan dikombinasikan dengan sifat antimikroorganisme kurkumin yang dapat mengubah permeabilitas membran sitoplasma yang menyebabkan kebocoran nutrisi dari sel sehingga sel bakteri mati atau terhambat pertumbuhannya (Marwati et al. 1996). Fungsi lain dari kurkumin
      adalah sebagai zat pewarna dan diharapkan dapat meningkatkan penerimaan warna.

      27 Juli 2010 pukul 18:10

  2. sarnidayani

    Assalamualaikum, ka saya sangat tertarik membaca artikel kk tp, yang mau sy tanyakan saya khan skg sdg meneliti jamu temulawak, yaitu sejenis jahe-jahean tapi dikatan sebagai antibakteri kok bisa ditemukan bakteri dalam penelitian sy,

    25 Agustus 2010 pukul 10:29

  3. lordbroken

    sebabnya bisa bermacam-macam,,,selain kendala teknis seperti aseptis ataupun peluang kontaminasi pada media saat platting..
    Penghambatan terhadap mikroba dapat disebabkan oleh perbedaan struktur dinding sel dari antara jenis bakteri gram negatif dan gram positif. selbakteri gram negatif memiliki outer membran yang berfungsi sebagai pelindung zat-zat racun termasuk antibakteri yang mempunyai fungsi menghambat sintesis peptidoglikan sebagai komponen utama pembentuk dinding sel.
    jadi,,sebenarnya aktivitas penghambatan dari setiap jenis zat antimikrobia itu berbeda-beda. terkadang penghambatan optimum untuk jenis kapang dan yeast saja, tapi tak mampu menghambat bakteri,atau sebalknya.. dipelajari lebih mendalam sifat senyawa-senyawa bioaktif maupun senyawa antibakteri baik dari segi kelarutan, pH optimumnya,serta kemampuan penghambatan terhadap masing2 jenis mikroba.

    27 Agustus 2010 pukul 15:37

  4. nuzul

    aslm…
    saya sangat tertarik dg artikel2 yg anda tulis.
    kebetulan saat ini sya sdg pnelitian antimikroba dr ekstrak temu giring, yg ingin sya tyakan anda mengambil materi artikel ini dr pustaka mana?
    terimakasih.

    17 September 2010 pukul 11:52

    • lordbroken

      anda identifikasi jenis-jenis senyawa di temu giring, coba kemudian anda cari buku antimicrobial in food,,saya lupa pengarangnya,tapi disana sudah terdapat beberapa natural antimicrobial yang dijelaskan sifat2nya

      21 September 2010 pukul 08:32

  5. dafid

    aslm..
    mas saya sangat tertarik dgn tulisan mas..
    yg saya mau tanyakan tentang kunyit..
    bagaimana jika kunyit dicampurkan dgn mie basah?
    pengaruhnya terhadap warna, pH, Tekstur, elastisitas, TVB, total mikrobanya, protein, kadar air, nilai aw, kadar lemak??masing2 tolong jelaskan poengaruhnya y mas???dan sekalian mekanisme kerjanya andaekan terdapat pengaruh didalamnya??
    soalnya sy dapat tugas tapi sama dosen saya disuruh ngerevisi terus mas??
    mohon bantuannya ya..
    maaf sebelumnya..
    terimakasih..
    wasalam..
    secepatnya ya mas..

    5 Oktober 2010 pukul 08:29

    • lordbroken

      Pada mie basah dengan penambahan ekstrak kunyit tidak terdapat
      mikroba koliform. Nilai pH akhir dari mie basah dengan penambahan ekstrak
      kunyit masih tergolong basa. Mie basah mentah dengan penambahan ekstrak
      kunyit memiliki Aw 0.919, sedangkan mie basah matang dengan penambahan
      ekstrak kunyit memiliki Aw 0.942.
      Mie basah memiliki warna merah kecoklatan, sedangkan mie basah kontrol berwarna kuning.Warna merah kecoklatan ini disebabkan pigmen warna kunyit yaitu kurkuminyang berwarna merah kecoklatan pada pH alkali dan kuning jingga pada pH asam.
      Mie basah kunyit memiliki
      kisaran pH 8.5-9.5, baik mie basah mentah maupun mie basah matang. Mie basah mentah dengan penambahan ekstrak kunyit yang memiliki pH tertinggi adalah mie basah mentah dengan penambahan ekstrak kunyit 33.33% ekstrak rebus (1 :3, 10 menit) yaitu 9.57 dan pH terendah adalah mie basah mentah denganpenambahan ekstrak rebus 33.33% (1 : 5, 10 menit) yaitu 8.82.

      5 Oktober 2010 pukul 11:10

      • dafid

        sumbernya bisa disebutkan mas..

        7 Oktober 2010 pukul 09:10

      • lordbroken

        ada di abstrak skripsi anak IPB,,judulnya lupa, coba searching di google dgn keyword mie kunyit dengan format pdf

        7 Oktober 2010 pukul 18:45

  6. ayra

    asslmk..ms mau tanya bgaimana mekanisme yang trjadi bila fraksi protein membran sitoplasma rusak sehingga menyebabkan lisis-nya sel? makasih yaa 🙂

    14 Januari 2011 pukul 17:36

    • lordbroken

      jadi begini,dalam bahasa yang lebih sederhana,, rempah yang mempunyai senyawa antibakteri yang memiliki polaritas yang sama dengan membran, hal ini menyebabkan senyawa antibakteri itu dapat masuk menembus membran dan karena senyawa bakteri ini memiliki sifat toksik maka susunan didalam sel akan rusak sebab rusaknya sistem metabolismenya,,hal inilah yang menyebabkan lisis sel

      14 Januari 2011 pukul 21:48

  7. susi

    asw, artikelnya bagus sekali, kk sy mau tanya bagaimana dengan aktivitas antibakteri pada jahe ?

    trm ksh ^_^

    23 Januari 2011 pukul 08:55

    • devi

      assalamualaikum, bs tolong jelaskan apa kah pengaruh jahe dapat menghambat bakteri pada ikan? brpkah prevalensinya? mohon bantuannya buat penelitian saya, trm kasih ^^

      20 Februari 2011 pukul 10:52

  8. HILMY

    keren mas penjelasannya. saya mau tanya tentang pengaruh rempah rempah anti bakteria terhadap tanaman yang terkena bakteri?

    12 September 2014 pukul 06:57

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: