“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

PERMEN TING-TING JAHE

PERMEN TING-TING JAHE

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe yang telah dipanen baik yang sudah tua maupun yang masih muda tidak akan lama bertahan dalam penyimpanan jika berbentuk segar. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap dapat dikonsumsi. Beberapa hasil pegolahan jahe yang ada dipasaran antara lain adalah jahe segar, jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, minyak jahe, oleoresin jahe dan permen jahe atau ginggerbon.

Jahe secara tradisional akan dimanfaatkan sebagai wedang jahe, dimana jahe akan dipotong potong dan digeprek kemudian akan diseduh air panas. Wedang jahe ini bermanfaat untuk menghangatkan tubuh serta dpercaya dapat menyembuhkan masuk angin karena efek hangat di dalam perut. Akan tetapi, pembuatan wedang jahe tergolong tidak praktis, dimana kita masih memotong jahe dan menyeduhnya di dalam gelas. Sekalipun ada minuman jahe instan yang berada di pasaran saat ini, tetap dianggap kurang praktis bagi mereka penggemar jahe dan yang membutuhkan kehangatan jahe misalnya disaat bekerja di kantor, karena akan sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas kerja. Oleh karena itu diperlukan sarana dan metode pengolahan jahe lain yang lebih praktis untuk semua kalangan, dan dibuatlah ting – ting jahe.

Pemilihan pembuatan ting – ting jahe dikarenakan ting ting merupakan makanan tradisional yang harus tetap dilestarikan. Selain itu dengan menggunakan konsep ting – ting jahe, maka jahe akan dapat menyentuh semua kalangan, dimana pada umunya jahe hanya dinikmati oleh kalangan orang dewasa dan penyuka jahe saja.


Peralatan

  • Kompor
  • Wajan
  • Pengaduk kayu
  • Cup ukuran 160 ml
  • Loyang
  • Pisau
  • Baskom
  • Sarung tangan

Bahan dan Fungsinya

  • 2 sdm ekstrak jahe atau jahe cincang (+- 40gr) yang dilarutkan dalam ½ cup air (+- 80ml)
    • Fungsi : Jahe disini digunakan sebagai bahan pengisi dan perasa utama dari ting – ting jahe, dimana jenis jahe yang digunakan akan mempengeruhi rasa dari ting ting yang dihasilkan. Semakin pedas jahe, maka rasa ting ting juga akan semakin pedas. Selain itu, jahe akan memberikan efek warna coklat terang jika dimasak dengan baik dan tidak gosong.
  • 2 cup gula pasir (+- 320ml)
    • Fungsi dari gula yang paling utama adalah memberikan rasa manis pada ting – ting jahe ini. Selain itu, fungsi gula adalah untuk membentuk tekstur permen dengan proses karamelisasi, sehingga akan mengental. Ditambah lagi, gula akan memberikan warna coklat yang bagus dan akan melindungi warna jahe dari kegosongan.
  • 1 cup air (160ml)
    • Fungsi utama air adalah melarutkan gula, tapioca, juehe dan bahan bahan lainnya.
  • 1 sdm light corn syrup (20gr)
    • Fungsi light corn syrup adalah untuk mencegah pengksristalan gula kembali karena pemanasan. Bila tidak ada light corn syrup, dapat diganti dengan sugar syrup dari 1 cup gula + 1/3 cup air dipanaskan sampai menjadi sirup.
  • 1,5 sdt garam (7,5ml)
    • Fungsinya adalah memberikan sensasi gurih pada permen.
  • 1 sdm butter atau mentega (+-20gr)
    • Fungsi butter atau mentega adalah untuk memberikan sedikit aroma oily pada ting – ting sehingga menambahkan kesan gurih pedas manis pada ting – ting.
  • 1 cup larutan tapioca (160ml) dari 1 sdm tepung tapioca + ¾ cup air
    • Fungsi dari larutan tapioca adalah untuk mengentalkan adonan, dimana pati tapioca akan berikatan dengan air yang tersisa pada adonan, sehingga akan mengurangi lama pemasakan dan lebih mengentalkan adonan sehingga kalis.

Metode Pembuatan

  • Buat larutan gula, tuangkan 2 cup gula dengan 1 cup air, dan masak sampai larut.
  • Masukkan larutan jahe dan garam.
  • Masak sampai sedikit kecoklatan.
  • Tambahkan light corn syrup
  • Campurkan mentega
  • Campurkan larutan tepung tapioka dan masak sampai mengental dan kalis.
  • Setelah kalis, taburi loyang dan tepung tapioka, lalu ratakan adonan pada loyang.
  • Ditunggu hingga dingin lalu dipotong dan dibentuk dengan tangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Pos-pos Terbaru

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: