“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

NUTRITION CLAIM

NUTRITION CLAIM

created by mahasiswa ITP-UB

Latar Belakang dan Pengertian

Pelabelan suatu produk, khususnya produk pangan banyak yang mulai jauh dari standar yang ditetapkan. Padahal perlu disadari bahwa “labeling product” sangat penting khususnya bagi para konsumen. Salah satu manfaat pencantuman informasi yang benar pada label dan iklan adalah untuk memberikan pendidikan kepada konsumen tentang hal yang berkaitan dengan pangan. Informasi penting yang umum disampaikan melalui label dan iklan tersebut antara lain berupa bagaimana cara menyimpan pangan, cara pengolahan yang tepat, kandungan gizi pada pangan tertentu, fungsi zat gizi tersebut terhadap kesehatan, dan sebagainya.

Menurut  UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan menyatakan bahwa setiap label dan atau iklan pangan yang diperdagangkan harus memuat keterangan mengenai pangan dengan benar. Produk pangan hendaknya tidak dinyatakan, didiskripsikan atau dipresentasikan secara salah, menyesatkan (misleading atau deceptive), atau menjurus pada munculnya impresi yang salah terhadap karakter produk pangan tersebut. Bahkan, diskripsi atau presentasi baik melalui kata-kata, gambar, atau cara lain hendaknya tidak secara sugestif, baik langsung atau tidak langsung, membuat konsumen mempunyai impresi dan asosiasi terhadap produk lain.

Komposisi gizi dan klaim gizi sudah selayaknya mendapat perhatian. Konsumen perlu memperoleh informasi yang lengkap dan benar tentang produk yang dibelinya. Pencantuman komposisi gizi merupakan wujud tanggung jawab produsen agar konsumen tidak keliru menentukan pilihan. Namun selain itu, informasi ini juga bisa menjadi sarana iklan yang baik untuk menarik konsumen. Konsumen yang sudah sadar gizi dan kesehatan, akan memilih produk yang informasinya lengkap, sehingga kalau dia mengkonsumsi produk tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Klaim mengenai kandungan gizi bersifat kuantatif. Perlu diketahui disadari bahwa secara kuantitatif kandungan zat gizi pada umumnya akan berubah (umumnya menurun) selama penyimpanan.

Nutrition Claim merupakan pernyataan yang mewakili, menyarankan bahwa makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi seperti energi, lemak, sodium dan vitamin, atau substansi aktif biologi.

Nutrition claim pada label makanan dapat menunjukkan kepada konsumen dalam memilih makanan dan membantu industri makanan untuk menyampaikan bahwa produk mereka  menguntungkan bagi kesehatan. Misalnya dairy product seperti susu, yogurt, keju banyak memiliki nutrisi esensial dan penelitian yang banyak dilakukan membuktikan bahwa produk tersebut menguntungkan bagi kesehatan, dan klaim gizi dapat disampaikan melalui label produk.

Terdapat tiga jenis nutrition claim antara lain :

Nutrient content claim merupakan klaim gizi yang dideskripsikan sebagai tingkat dari nutrisi yang terkandung pada makanan

Contoh : sumber kalsium, tinggi serta dan rendah lemak

Comparative claim merupakan klaim yang membandingkan tingkat nutrisi dan nilai energi dari dua atau lebih jenis makanan

Contoh : “reduced”; “less than”; “fewer”; “increased”; “more than”

Nutrient function claim merupakan klaim gizi yang dideskripsikam dari sifat fisikologi dari nutrisi dalam pertumbuhan, pembangun, dan fungsi normal tubuh.

Contoh : kalsium penting dalam pembangun tulang dan gigi kuat, protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, zat besi adalah faktor dalam pembentukan sel darah merah, vitamin E melindungi lemak dalam jaringan tubuh dari oksidasi, mengandung asam folat: asam folat berkontribusi untuk pertumbuhan fetus.

Syarat-syarat untuk mengklaim suatu produk

Beberapa klaim gizi yang perlu diatur adalah serat (sumber serat, kaya serat), lemak (bebas lemak, rendah lemak, sedikit lemak), asam lemak (bebas lemak jenuh, rendah lemak jenuh, sumber lemak tak jenuh, tinggi lemak tak jenuh), kolesterol (bebas kolesterol, rendah kolesterol), garam (bebas garam, rendah garam, sangat rendah garam)

Syarat-syarat  yang dibutuhkan dalam meng klaim produk :

Rendah energi (low energy)

digunakan untuk produk pangan padat yang mempunyai kandungan energi 40 kilokalori per 100 gram atau kurang; atau produk pangan cair dengan kandungan energi 20 kilokalori per 100 ml atau kurang.

free energy

hanya boleh diperuntukkan pada pangan cair yang hanya mengandung energi 4 kilokalori per 100 ml

no added sugar, without added sugar, atau no sugar added.

Ketiga istilah ini dalam bahasa Indonesia sering dinyatakan dengan ‘tanpa penambahan gula’. Klaim ini hanya boleh digunakan jika penambahan gula memang tidak dilakukan selama pengolahan, termasuk penambahan ingridien yang mengandung gula seperti sirup, jus buah, sos apel, dan lain-lain. Disamping itu, pengolahan yang dilakukan juga tidak menyebabkan peningkatan gula (secara nyata), sedangkan pada umumnya, produk pangan tersebut atau produk sejenisnya diproses dengan penambahan gula.

reduced atau fewer calory.

Hal ini hanya boleh dilakukan jika produk tersebut paling tidak mengandung kalori 25 persen lebih kecil daripada produk pangan biasanya atau produk pangan acuannya. Artinya jika pada umumnya produk biskuit mengandung kalori sebanyak 100 kilokalori per 20 gram; lalu ada produk baru mengandung 85 kilokalori per 20 gram, maka produk tersebut tidak boleh melakukan klaim sebagai reduced calory.

reduced atau less fat

hanya boleh dilakukan oleh produk yang paling tidak mengandung lemak 25 persen lebih kecil daripada produk pangan sejenis pada umumnya

reduced atau less cholesterol.

Klaim ini tidak hanya mensyaratkan bahwa produk tersebut paling tidak mengandung kolesterol 25 persen lebih kecil dari produk sejenis biasanya tetapi juga harus mengandung lemak jenuh paling tidak 2 gram lebih kecil lebih kecil daripada produk pangan acuannya tersebut.

high fiber

hanya boleh digunakan untuk produk yang paling tidak mengandung serat (fiber) 5 gram per 100 gram (padat) atau 100 ml (cairan) dan memenuhi persyaratan sebagai produk pangan low fat, atau kandungan lemaknya dinyatakan berdampingan dengan klaim kaya serat

good source of fiber

menyatakan bahwa produk tersebut paling tidak mengandung mengandung serat 2,5-4,9 gram per penyajian. Jika kita melihat istilah more atau added fiber, maka itu berarti bahwa paling tidak produk tersebut mengandung mengandung serat 2,5 gram per penyajian.

TABLE OF CONDITIONS FOR NUTRIENT CONTENTS

COMPONENT CLAIM CONDITIONS
NOT MORE THAN
Energy Low 40 kcal (170 kJ) per 100 g (solids)
or
20 kcal (80 kJ) per 100 ml (liquids)
Free 4 kcal per 100 ml (liquids)
Fat Low 3 g per 100 g (solids)
1.5 g per 100 ml (liquids)
Free 0.5 g per 100 g (solids) or 100 ml (liquids)
Saturated Fat Low 1.5 g per 100 g (solids)
0.75 g per 100 ml (liquids)
and 10% of energy
Free 0.1 g per 100 g (solids)
0.1 g per 100 ml (liquids)
Cholesterol Low 0.02 g per 100 g (solids)
0.01 g per 100 ml (liquids)
Free 0.005 g per 100 g (solids)
0.005 g per 100 ml (solids)
and, for both claims, less than:
1.5 g saturated fat per 100 g (solids)
0.75 g saturated fat per 100 ml (liquids)
and 10% of energy of saturated fat
Sugars Free 0.5 g per 100 g (solids)
0.5 g per 100 ml (liquids)
Sodium Low 0.12 g per 100 g
Very Low 0.04 g per 100 g
Free 0.005 g per 100 g
NOT LESS THAN
Protein Source 10% of NRV per 100 g (solids)
5% of NRV per 100 ml (liquids)
or 5% of NRV per 100 kcal (12% of NRV per 1 MJ)
or 10% of NRV per serving
High 2 times the values for “source”
Vitamins and Minerals Source 15% of NRV per 100 g (solids)
7.5% of NRV per100 ml (liquids)
or 5% of NRV per 100 kcal (12% of NRV per 1 MJ)
or 15% of NRV per serving
High 2 times the value for “source”

Untuk mengetahui klaim dari suatu produk, dapat dilihat dari nutrient label yang ada pada produk tersebut. Misalnya pada produk Anlene yang mengklaim rendah lemak, dilihat dari nutrient label menyebutkan total lemak 3,5 gram per 133 kalori atau 15 gram.jika dibandingkan dengan tabel 1., yang menyebutkan 3 gram per 100 gram maka dapat dikatakan bahwa Anlene dengan kandungan lemak tersebut termasuk dalam kategori rendah lemak.

Regulasi Penggunaan Nutrition Claims

Ada beberapa panduan penggunaan nutrition claims yang telah ditetapkan oleh WHO, yaitu :

a)      Nutrition claims harus konsisten terhadap kebijakan nutrisi alami dan mendukung kebijakan tersebut

b)      Nutrition claims diijinkan untuk energy, protein, karbohidrat, dan lemak serta komponennya, dan serat, natrium, vitamin dan mineral. Makanan dapat diklaim menjadi rendah,bebas,tinggi, atau sumber utama dari sebuah nutrient hanya jika sesuai dengan referensi nilai nutrisi yang telah ditentukan dalam panduan

c)      Klaim yang berhubungan dengan panduan makanan atau makanan kesehatan harus konsisten dengan panduan klaim.

d)     Makanan tidak seharusnya disebutkan sebagai “sehat” atau direpresentasikan dalam suatu cara yang menyatakan secara tidak langsung bahwa makanan tersebut akan memberi kesehatan.

e)      Makanan apapun dengan nutrition claims harus disertai dengan nutrition label yang sesuai dengan panduan nutrition labelling

Iklan

One response

  1. wie dewi

    boleh tau ga daftar pustaka tulisan ini…
    makasihh.. 🙂

    25 November 2011 pukul 11:56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: