“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

Benchmarking

Benchmarking

Benchmarking merupakan proses pengukuran produk, jasa dan pelatihan secara berkelanjutan terhadap perusahaan kompetitor atau terhadap perusahaan yang terkenal sebagai pemimpin pada industri yang bergerak pada bidang yang sejenis(Camp 1994). Benchmarking adalah suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau umumnya manajemen strategis, dimana suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa  unit/bagian/organisasi lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal. Dari hasil benchmarking, suatu organisasi dapat memperoleh gambaran dalam (insight) mengenai kondisi kinerja organisasi sehingga dapat mengadopsi best practice untuk meraih sasaran yang diinginkan.

Kegiatan benchmarking tidaklah harus peristiwa yang dilakukan satu kali waktu, namun bisa juga merupakan kegiatan berkesinambungan sehingga organisasi dapat memperoleh manfaat dalam meraih praktek aktifitas organisasi yang terbaik untuk mereka.

Tujuan dari benchmaarking adalah untuk menghasilkan dan meningkatkan kredibilitas dari perusahaan itu. Benchmarking merupakan strategi dan peningkatan operational yang sangat penting, dimana akan berfungsi untuk mendapatkan persaingan dan untuk memotifasi orang orang. Untuk itu, suatu organisasi harus :

  • Memastikan bahwa perlu adanya suatu perubahan
  • Identifikasi apa yang harus dirubah
  • Membuat gambaran bagaimana organisasi harus lebih terlihat setelah adanya perubahan

Cakupan benchmarking ada tiga.

  • Dengan mengidentifikasi jarak antara organisasi dan perusahaan lain (kompetitor), benchmarking mengidentifikasi apa yang kita butuhkan.
  • Dengan mencoba untuk mengerti bagaimana suatu perusahaan pemimpin melakukan pekerjaan, benchmarking mengidentifikasi apa yang harus kita rubah.
  • Dan dengan memperlihatkan apa yang mungkin perusahaan lain sudah lakukan , benchmarking membuat gambaran bagaimana organisasi harus terlihat setelah ada perubahan.

 

Sepuluh langkah proses benchmarking adalah :


  1. Planning
    • Pertama-tama, tentukan subyek yang akan menjadi benchmark, misalnya pemasaran, CRM, keuangan, SDM, operasional, atau lainnya. Penentuan ini krusial, karena area inilah yang nantinya akan Anda tingkatkan.
    • identifikasi perusahaan yang jadi best practice untuk melakukan benchmark
    • pilih teknik pengumpulan data yang terbaik. Xerox misalnya, mengumpulkan data dengan cara berlangganan majalah dan jurnal perdagangan serta database manajemen & teknik, juga berkonsultasi dengan asosiasi professional & perusahaan konsultan.
  2. Analysis
    • mengukur dan mempelajari kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yang menjadi benchmark.
    • bandingkan kekuatan perusahaan Anda dengan perusahaan tersebut.
    • Buat analisa dan proyeksi competitive gap, untuk melihat gambaran bagaimana posisi Anda saat ini dan di masa depan, dibandingkan dengan perusahaan tersebut
  3. Integration
    • menetapkan tujuan yang ingin dicapai demi mencapai kinerja terbaik
    • mengintegrasikan tujuan ini ke dalam proses perencanaan perusahaan, sehingga perusahaan nantinya akan punya target yang baru
  4. Action
    • mengimplementasikan rencana yang sudah disepakati
    • mengkaji implementasi secara periodic, untuk mengetahui apakah perusahaan mencapai tujuan yang ditetapkannya
    • jika terdapat penyimpangan, maka lakukan tindakan koreksi
  5. Maturity
    • Tentukan apakah kinerja perusahaan sudah superior, yang berarti benchmarking berhasil.
  • Pada beberapa kasus, maturity dimasukkan pada acton.

     

10 Langkah proses benchmarking adalah :

Langkah 1

Identifikasi dan dokumentasikan proses, praktik atau layanan yang akan di-benchmark. Pertama kali sangat penting memastikan bahwa fokus utama Anda dalam melakukan benchmark. Kesalahan umum dalam melakukan benchmarking adalah mempelajari begitu banyak faktor dan parameter pada waktu yang sama, yang berakibat terkumpulnya banyak data tanpa hasil yang dapat dikerjakan. Jika mungkin, batasi cakupan benchmarking hanya dalam lingkup yang mungkin diselesaikan hanya dalam 90 hari. Perhatian kalangan eksekutif cukup sempit, dan karenanya hasil-hasil yang terukur akan menjadi kemestian untuk dibiayai guna mencapai hasil yang diinginkan.

Langkah 2

Identifikasi perusahaan atau sekelompok perusahaan yang akan menjadi sasaran benchmark Anda terhadap sejumlah proses tertentu. Ini merupakan proses pencarian dan anggota tim Anda harus membuat daftar perusahaan potensial yang akan di-benchmark. Penyelidikan yang intensif perlu dilakukan terhadap perusahaan tersebut agar daftar yang dibuat dapat lebih fokus, sehingga Anda pun akan semakin tertantang untuk memilih mana yang benar-benar tepat. Anda mungkin tidak ingin atau dapat mem-benchmark kompetitor langsung Anda. Sebaliknya, Anda mungkin menyukai mem-benchmark perusahaan yang “serupa”. Misalnya sebuah perusahaan pembuat mesin mobil akan melakukan benchmark ke perusahaan pembuat “chip”, karena masing-masing membuat dan memasarkan “mesin” yang beroperasi di dalam produk-produk perusahaan lainnya.

Langkah 3

Kumpulkan dan simpan data mengenai perusahaan-perusahaan yang akan di benchmark. Robert Camp merekomendasikan bahwa proses ini harus dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Penggunan “business databases” yang menyediakan Anda dengan competitive intelligence, sejarah perusahaan, pengembangan produk dan informasi industri sangat diusulkan.

Langkah 4

Analisis data. Dengan menganalisa data Anda akan mengetahui jurang (gaps) antara praktik perusahaan Anda dengan praktik-praktik terbaik yang dilakukan perusahaan-perusahaan lain dalam lingkungan industri Anda.

Langkah 5

Kinerja mendatang proyek Anda.Kompetisi tak berdiam diri, melainkan terus meningkat, yang semakin mendorong Anda untuk terus mengikuti perkembangannya. Karenanya, hal ini membutuhkan analisis dan pemahaman mengenai tren industri untuk melihat seberapa cepat Anda dan kompetitor Anda berubah. Langkah ini akan menjaga hasil yang akan Anda dapatkan tidak mudah bertahan alias kadaluarsa.

Langkah 6

Komunikasikan hasilnya dan diterima di lingkungan perusahaan Anda. Mendapat tanggapan dari anggota tim yang kritis merupakan suatu tantangan. Dengan mengokunikasikan hasilnya, Anda meningkatkan kemungkinan untuk diterima oleh kalangan manajemen senior, dan yang lebih penting oleh karyawan yang diharapkan untuk melakukan perubahan dan peningkatan.

Langkah 7

Buat tujuan yang akan dicapai. Setelah menetapkan pencarian dan strategi mencarinya, tim harus menyampaikan rekomendasi akhirnya mengenai sasaran dan bagaimana organisasi harus berubah untuk mencapai tingkat kinerja yang baru.

Langkah 8

Bangun “action plan” untuk masing-masing tujuan. Rencana tersebut harus merinci tugas-tugas yang terkait, termasuk nama-nama spesifik dan tanggal-tanggal yang terkait dengan tugas masing-masing. Setiap orang bertanggungjawab untuk setiap proses harus terlibat dalam membangun rencana-rencana perubahan tersebut.

Langkah 9

Implementasikan dan pantau hasilnya. Langkah ini, yang biasanya dilakukan oleh suatu kelompok pengimplementasi dan para manajer mereka, sangat penting. Itu termasuk mengumpulkan data pada tataran kinerja yang baru, menggunakan tim problem-solving untuk menyelidiki isu-isu tertentu, dan menyesuaikan proses peningkatannya jika sasarannya belum tercapai.

Langkah 10

Mulai prosesnya sekali lagi, selangkah demi selangkah.
Sepanjang perusahaan Anda, industri Anda dan pelanggan Anda terus berubah, langkah ini sangat penting. Seberapa sering Anda harus memulai proses itu akan tergantung seberapa cepat lingkungan Anda berubah.

Daftar Pustaka

Camp, R. The search for industry best practices that lead to superior performance. Productivity Press.1989.

Juran’s quality handbook / Joseph M. Juran, co-editor-in-chief, A. Blanton Godfrey, co-editor-in-chief. — 5th ed. 1998

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 141 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: