“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

Rosella

Rosella

Rosela (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman herbarium (Departemen of Phanerogamic Botany Swedish Museum of Natural History, 2002) dengan tatanan taksonomi sebagai berikut:

  • Kingdom    : Plantae
  • Subkingdom    : Tracheobionta
  • Division    : Magnoliophyta
  • Class        : Magnoliopsida
  • Subclass    : Dilleniidae
  • Ordo        : Malvales
  • Family    : Malvaceae
  • Genus    : Hibiscus L.
  • Species    : Hibiscus sabdariffa L

Bunga tanaman rosela (H. sabdariffa L) memiliki struktur yang sama dengan bunga tanaman herbarium lainnya. Ukuran bunga besar dengan warna merah sampai kuning dan semakin gelap di tengah bunga. Struktur morfologi bunga rosela antara lain:

  • tangkai bunga (pediselus),
  • epycalyx,
  • kelopak bunga (calyx),
  • mahkota bunga (corola),
  • tangkai putik (androgynophorum),
  • benang sari (stamen) dan
  • putik (gynensium).

Tinggi tanaman rosela mencapai 0,5-2,4 m (Lampung Post, 2004). Tipe bunga tanaman ini adalah bunga tunggal tidak lengkap (bunga bertangkai) dengan tipe duduk bunga majemuk menyirip gasal berseling dan warna bunga dewasa bervariasi dari hijau tua sampai merah kekuningan. Batang tanaman bulat, berserat dan bercabang. Tanaman rosela memiliki akar tunggal yang cukup dalam. Buah tanaman rosela berwarna hijau tua dan mampu mencapai diameter 5,3 cm dan panjang 5 cm.

Pohon ini tumbuh dari biji dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 – 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Batangnya bulat, tegak, berkayu dan berwarna merah. Bunganya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, pangkal berlekuk. Panjang bunga 6-15 cm dan lebar 5-8 meter.Bunga Rosella berwarna cerah dengan kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap, tebal dan mempunyai rasa yang masam (Maryani dan Kristiana, 2007).

Tanaman rosella terdapat dua varietas dengan budidaya dan manfaat yang berbeda, yaitu:

  • Hibiscus Sabdariffa Var. Altisima, rosella berkelopak warna kuning yang sudah lama dikembangkan untuk diambil serat batangnya sebagai bahan baku pulp dan karung goni.
  • Hibiscus Sabdariffa Var. Sabdariffa, rosella berkelopak bunga merah yang diambil kelopak bunga dan bijinya sebagai tanaman herbal dan bahan baku minuman segar yang menyehatkan.

 

Kandungan dan Khasiat Rosella (Hibiscus sabdariffa)

Kelopak segar Dalam 100 g

Komponen 

Jumlah 

Air

9.2 g 

Protein

1.145 g 

Lemak

2.61 g 

Serat

12.0 g 

Abu

6.90 g 

Kalsium

1,263 mg

Fosforus

273.2 mg 

Zat Besi

8.98 mg 

Karotena

0.029 mg 

Thiamine 

0.117 mg

 

Rosella (Hibiscus Sabdariffa.Linn) adalah tanaman perdu yang diperkirakan berasal dari India Timur, kemudian menyebar secara luas ke daerah tropis dan sub tropis termasuk Indonesia. Lebih dari 300 spesies dari Hibiscus ditemukan di seluruh dunia, tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Varietas yang banyak dikembangkan yaitu varietas sabdariffa. Varietas ini mempunyai kelopak bunga berwarna merah yang dapat dimanfaatkan sebagai teh, juga dapat diolah menjadi jus, selai, jelly, perasa dan penyedap serta bahan es cream. Nama ilmiah rosela yaitu Hibiscus sabdariffa. Linn yang merupakan anggota famili Malvaceae. Habitat aslinya terbentang dari India hingga Malaysia (Amanda dan Prima. 2008).

Kelopak bunga ini mengandung vitamin C, vitamin A, asam amino, protein dan kalsium dan dimanfaatkan sebagai minuman teh herbal, sirup herbal, bahan pewarna dan perasa dalam membuat puding dan ice cream. Bunga muda rosella juga bisa dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara di India, bijinya dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah dan kelesuan. Di Sudan, Rosella diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan (Amanda dan Prima, 2008). Rosella juga kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah osteoporosis. Beberapa manfaat dari tanaman Rosella yang terkenal adalah:

Anti Oksidan

Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktifitas anti oksidan pada kelopak bunga rosella pernah diteliti, menemukan bahwa kadar anti oksidan dalam kelopak bunga rosella kering jauh lebih tinggi dibanding dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunnga rosella meliputi gossypetin, anthosianin, dan glucoside hibiscin. Kadar anti oksidan yang tinggi pada kelopak rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang banyak ditemui saat ini banyak disebabkan oleh paparan radikal bebas yangn berlebihan. Diantaranya kerusakan ginjal,, diabetes, mellitus, jantung koroner, hingga kanker. Selain itu, radikal bebas juga dapat menyebabkan proses penuaan dini. Semakin pekat warna merah pada kelopak bunga rosella, rasanya akan semakin asam dan kandungan anthosianin (sebagai anti oksidan) semakin tinggi. Sayangnya kadar anti oksidan tersebut menjadi berkurang bila mengalami proses pemanasan dan pengeringan (dengan oven). Kadar anti oksidan tersebut berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk kering.

Anti Kanker

Hasil penelitian Hui-Hsuan lin dari Institute Of Biochemistry dan Biotechnology, Chung San Medical University, Taichung, Taiwan. Membuktikan bahwa rosella bersifat anti kanker lambung. Penelitiannya menemukan anti oksidan rosella membunuh sel kanker dengan metode sitotoksis dan apoptosis. Penelitian lain yang dilakukan di Jepang, menemukan bahwa delphidin 3-sambubioside, antioksidan rosella ampuh mengatasi kanker darah alias leukemia. Cara kerjanya dengan menghambat terjadinya kehilangan membrane mitokondria dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke setosol.

Anti Hipertensi

Studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengkonsumsi teh rosella sebanyak 1 liter sebelum sarapan pagi, sebagian lagi mengkonsumsi 25 mg obat anti hipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolic berkurang hingga sepuluh angka untuk 79 % orang yang mengkonsumsi rosella dan 84 % untuk orang yang mengkonsumsi obat antihipertensi.

Panen dan Pascapanen Rosella

Panen

Rosella sudah dapat dipanen pada umur 7 – 8 bulan, yaitu terhitung dari masa ditanamnya biji. Pada umur tersebut, kelopaknya yang berwarna merah pekat memiliki tekstur keras. Tandanya buah sudah siap untuk dipetik. Dalam sekali panen, satu tanaman rosella yang berkualitas baik dapat menghasilkan 200 – 250 gram kelopak bunga rosella segar / basah.

Rosella yang siap panen ditandai dengan mahkota bunga yang telah gugur dan buahnya membuka. Pemetikan dilakukan dengan menggunakan gunting. Saat memetik, diusahakan agar kelopaknya tetap utuh dan menguncup. Jika kelopaknya terkoyak, sobek atau hancur akan menyebabkan kualitas dan harga di pasaran menjadi turun.

Penanganan pascapanen

Setelah panen, rosella perlu penanganan khusus. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu :

  • Mengeluarkan Biji

    Setelah panen, tahap berikutnya mengeluarkan biji beserta cangkang dari dalam kelopak. Tahapan ini harus segera dilakukan karena kapsul penutup biji cepat mengering dan mengeras sehingga biji akan sulit dikeluarkan.

  • Menjemur Biji

    Setelah dikeluarkan dari kelopak, cangkang biji harus dijemur hingga merekah dan biji akan keluar dengan sendirinya. Membuka cangkang biji yang masih berwarna hijau harus dengan hati-hati, karena akan mengakibatkan biji yang didapat tidak berkualitas.

  • Mengeringkan kelopak rosella

    Ada dua cara pengeringan yang bisa dilakukan, yaitu dijemur di bawah sinar matahari atau dipanaskan dalam oven. Namun yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah pengeringan dengan sinar matahari. Proses pengeringan ini membutuhkan waktu 3- 5 hari di bawah sinar matahari penuh tanpa diselingi mendung.

    Jika tahapan pengeringan sudah selesai maka dilanjutkan dengan menguji tingkat kekeringan kelopak. Caranya adalah dengan menekan kelopak hasil pengeringan menggunakan dua jari, misalnya ibu jari dan jari telunjuk. Jika kelopak pecah berarti rosella sudah benar-benar kering.

Pemanfaatan Rosella

Bagian tanaman Rosella yang dimanfaatkan adalah bagian kelopak bunga. Agar lebih praktis dan tahan lama, kelopak bunga Rosella diolah menjadi berbagai macam produk seperti Teh Kering Rosella, Jelly, Selai, Sirup dan Manisan. Berikut adalah sebagian cara pengolahan kelopak Rosella secara sederhana:

  • Sirup Rosella

Kelopak bunga Rosella dimasak dengan air hingga mendidih dan terekstrak warna merahnya kemudian dicampurkan dengan gula. Masak hingga larutan mengental dan rata. Setelah dingin,masukkan ke dalam botol tertutup kemudian simpan.

  • Selai Rosella

Blender bunga rosella dengan air dan tepung maizena hingga halus. Angkat. Tuang ke dalam panci, tambahkan gula dan air. Masak hingga mendidih, masukkan jeruk nipis, pasta vanili dan garam. Masak hingga tekstur saus mengental. Angkat. Simpan di dalam stoples kedap udara.

  • Teh Kering Rosella

Kelopak bunga Rosella segar di keringkan menggunakan oven atau sinar matahari. Setelah kering dapat disimpan atau diseduh air hangat hingga air berwarna merah.

DAFTAR PUSTAKA

Widyanto, P.S dan Nelistya .2008. Rosella Aneka Olahan, Khasiat, dan Ramuan. Penebar Swadaya. Jakarta

Amanda & Prima. 2008. Khasiat Teh Rosella. http://Amandaprima.Blogsome/2008 / 10 / 02 / khasiat – teh – rosella /. Diakses tanggal 30 November 2009

Goldberg, Israel. 2002. FUNCTIONAL FOODS, Designer Foods, Pharmafoods,Nutraceuticals. Edited by Israel Goldberg, Chapman and Hall. New York.

Maryani, H., & L. Kristiana. 2007. Khasiat dan Manfaat Rosella.http://www.rosella-tea.blogspot.com. Diakses tanggal 30 November 2009.

Iklan

2 responses

  1. dewi andini

    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan yaitu:
    1.kalau pengeringan di oven berapa derajat suhu dan berapa lama waktu yang dibutuhkan?
    2.pada pembuatan sirup rosella menggunakan rosella yang basah atau yang kering dan berapa takaran dari masing-masing bahan?
    saya harap balasannya langsung di e-mail saya. Terima kasih.

    6 April 2010 pukul 10:42

  2. Untuk ciri” panen yang dimaksud bunganya sudah terbuka itu cangkang bijinya atau kelopaknya

    lalu untuk ciri” panen yang dilihat dari cangkang biji seperti apa apakah berubah warna atau apa

    15 Juni 2014 pukul 10:37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: