“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

MENGKUDU

MENGKUDU

(CREATED BY:MAHASISWA ILMU TEKNOLOGI PANGAN-UB)

SEJARAH MENGKUDU

Mengkudu (Morinda citrifolia) termasuk tumbuhan keluarga kopi-kopian (Rubiaceae), yang pada mulanya berasal dari wilayah daratan Asia Tenggara dan kemudian menyebar sampai ke Cina, India, Filipina, Hawaii, Tahiti, Afrika, Australia, Karibia, Haiti, Fiji, Florida dan Kuba.

Mengkudu berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 100 SM, penduduk Asia Tenggara bermigrasi dan mendarat di kepulauan Polinesia, India, dan Cina. Yang kemudian menyebar sampai ke Malaysia, Australia, New Zealand, Kepulauan Pasifik, Tihiti, Hawai, Peurto Rico, Karibia dan Kanada, sampai ke Indonesia. Tanaman mengkudu dikenal sebagai raja dari jenis buah yang ada.

 

MORFOLOGI MENGKUDU

Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m. batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya.

Tanaman mengkudu berbunga sempurna (hermaprodite) dan menghasilkan buah semu majemuk. Buah mengkudu mempunyai bentuk yang bervariasi (agak bulat, agak lonjong atau panjang), dengan permukaan yang tidak rata. Buah stadium muda berwarna kehijau-hijauan dan berubah menjadi hijau keputih-putihan ketika memasuki stadium tua (matang).

Tanaman mengkudu belum banyak diteliti untuk pemuliaan tanaman. Di alam ditemukan dua jenis mengkudu, didasarkan pada struktur buahnya, yaitu jenis mengkudu berbiji (mengandung banyak biji)dan jenis mengkudu tanpa biji. Buah mengkudu yang tak berbiji sering dikenal sebagai “pace sukun”.

 

JENIS-JENIS MENGKUDU

Mengkudu Morinda sp termasuk tanaman tahunan. Di dunia ditemukan 20 jenis mengkudu. Empat di antaranya terdapat di Indonesia seperti M. citrifolia, M. latifolia,
M. bracteata, dan M. tinctoria. Jenis lain seperti M. tinctoria,
M. speciosa, M. sarmentosa, M.
rigida, dan M. elliptica banyak ditemukan di Malaysia, India, Filipina, Myanmar, dan pulau-pulau di Samudera Pasifik.

M. citrifolia dijuluki the queen
of morinda karena paling banyak dibudidayakan. Berbagai temuan membuktikan, citrifolia paling berkhasiat. Dr Ralph M. Heinicke pun menggunakannya mengkudu jenis ini dalam berbagai penelitian. Ratu mengkudu itu paling cocok sebagai bahan baku jus karena mengandung banyak air.

Di Indonesia M. citrifolia dikenal sebagai mengkudu bogor karena banyak tumbuh di wilayah Bogor dan sekitarnya. Buahnya paling besar dibanding jenis lain. Panjang buah 10—12 cm berbobot 200—250 gram. Bentuk bulat lonjong dengan benjolan-benjolan tak beraturan. Warna putih kehijauan kala matang. Rasa daging seperti campuran gula dan sabun dan beraroma menyengat. Pohon berbatang pendek, tinggi hanya 6—7 meter bertajuk jarang. Daun berbentuk elips, berwarna hijau tua. Di pasaran ia dikenal pula sebagai indian mulberry.

M. latifolia jarang dibudidayakan karena produksi rendah. Buah bulat lonjong, hampir tanpa benjolan, seragam, dan berbobot 150—200 gram. Daun agak bulat warna hijau cerah. Daging putih, rasa dan pohon serupa M. citrifolia.

M. bracteata dikenal sebagai mengkudu maluku karena kepulauan itulah yang paling banyak memasok kulit akarnya di pasaran. Ada 2 varietas mengkudu maluku yakni tanah merah dan tanah. Penamaan berdasar zat warna merah yang dihasilkan masing-masing varietas. Keduanya berasal dari Pulau Butung dan banyak dibudidayakan di Maluku dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Pohon bersosok sedang dan berbatang lurus mencapai 12 meter. Buah berbentuk lebih kecil disbanding citrifolia, hanya 100—150 gram.

M. tinctoria dikenal dengan nama mengkudu padang. Ia jarang dibudidayakan. Tinggi pohon 14 meter, diameter batang 30—35 cm. Kayu tua cukup keras, sehingga kerap membatu. Penyebaran cukup luas hingga ketinggian 500 m dpl dari wilayah Asia Selatan hingga ke penjuru Nusantara. Ia tumbuh baik di tempat-tempat lembap dan teduh. Buah bulat lonjong berbobot 100—200 gram.

 

PANEN

Dengan pemeliharaan intensif mengkudu berbuah pada umur 3 – 4 bulan, ia berbuah terus-menerus sepanjang tahun. Buah siap panen pada umur 1 bulan sejak buah terbentuk. Dengan demikian tanaman mulai dipanen hasilnya sejak umur 4 – 5 bulan. Panen berlangsung setiap 2 minggu. Buah siap panen ditandai dengan warna kulit merata putih kekuningan, tetapi kondisi daging cukup keras. Segera setelah dipanen, buah dikemas dan dikirim ke pabrik penampung mengkudu. Ini penting mengingat buah tidak tahan simpan dan cepat busuk. Buah kelewat matang akan rontok bila tidak dipetik. Ciri-cirinya, kulit buah putih bening dengan daging keputihan, sangat lembek, dan mulai membusuk. Buah demikian akan rusak dalam pengangkutan.

 

KANDUNGAN MENGKUDU

  • Senyawa-senyawa Terpenoid

Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada lemak/minyak esensial (essential oils), yaitu sejenis lemak yang sangat penting bagi tubuh. Zat-zat terpenoid membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

  • Zat Anti-bakteri

Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat-zat yang terdapat di dalam buah Mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri infeksi: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti-bakteri dalam buah Mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah Mengkudu mendukung kegunaannya untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.

  • Asam

Asam askorbat yang ada di dalam buah Mengkudu adalah sumber vitamin C yang luar biasa. Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu.

  • Scopoletin

scopoletin adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah Mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia. Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium sp dan juga bersifat antiperadangan dan anti-alergi.

  • Zat Anti-kanker (Damnacanthal)

Beberapa penelitian terbaru tentang Mengkudu dilakukan untuk mengetahui kandungan zat-zat antikanker (damnacanthal ). Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker pada ekstrak Mengkudu ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal dari selsel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis ekstrak tumbuhan. Ternyata zat anti kanker pada Mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

  • Nutrisi

Secara keseluruhan Mengkudu merupakan bahan makanan yang bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa lampau maupun sekarang, menggunakan buah Mengkudu sebagai makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan mengkonsumsi buah Mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan untuk mengkonsumsi buah Mengkudu untuk menambah kekuatan dan tenaga. Selenium adalah salah satu contoh mineral yang banyak terdapat pada Mengkudu dan merupakan antioksidan yang hebat.


  • Xeronine dan Proxeronine

Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah Mengkudu adalah xeronine. Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein di dalam sel. Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia). Walaupun buah Mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi mengandung bahanbahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya dengan bobot molekul relatif besar, lebih dari 16.000. Apabila kita mengkonsumsi proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat. Di dalam tubuh manusia (usus) enzim proxeronase dan zat-zat lain akan mengubah proxeronine menjadi xeronine. Fungsi utama xeronine adalah mengatur bentuk dan rigiditas (kekerasan) protein-protein spesifik yang terdapat di dalam sel. Hal ini penting mengingat bila protein-protein tersebut berfungsi abnormal maka tubuh kita akan mengalami gangguan kesehatan.

  • Zat Pewarna

Kulit akar tanaman Mengkudu mengandung zat pewarna (merah), yang diberi nama morindon dan morindin.

 

MANFAAT MENGKUDU

  • meningkatkan daya tahan tubuh
  • menormalkan tekanan darah
  • melawan tumor dan kanker
  • menghilangkan rasa sakit
  • anti-peradangan dan anti alergi
  • anti bakteri
  • mengatur siklus suasana hati (Mood)
  • mengatur siklus energi tubuh
  • Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus, radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
  • Sistem pernapasan: Batuk,bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma.
  • Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
  • Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, dan masalah-masalah pada kulit lainnya.
  • Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk, sariawan, sakit gigi.
  • Gangguan menstruasi: Sindrom pramenstruasi, siklus haid yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.
  • Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik untuk mengatasi keriput akibat proses penuaan.
  • Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, ganguan pada hormon tiroid.
  • Defisiensi daya tahan tubuh: Penyakit virus Epstein-Barr, candidiasis kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga (AES= altered energy syndrome).

 

PENGOLAHAN PASCA PANEN MENGKUDU

  • Jus mengkudu

    Proses pembuatannya adalah buah mengkudu pasca panen disortasi dan dicuci bersih, ditiriskan kemudian dihancurkan dan diambil sari mengkudunya. Sari mengkudu disaring hingga mendapatkan cairan yang jernih. Setelah jernih dicampur dengan bahan jus dan dipasteurisasi. Sari mengkudu pasteurisasi dikemas dalam botol dan siap untuk dipasarkan.

  • Minuman instant mengkudu

    Proses pembuatan minuman instant mengkudu tidak jauh berbeda dengan jus mengkudu namun pada proses pembuatan minuman instant setelah mendapatkan cairan mengkudu jernih dicampur dengan pencampur bahan serbuk kemudian dikeringkan dengan spray dryer menjadi ekstrak mengkudu. Ekstrak mengkudu dicampur dengan bahan minuman instan dan dihomogenisasi. Setelah homogen dikemas wrapping dan siap untuk dipasarkan.

  • Keripik kembang goyang mengkudu

    Proses pembuatannya mengkudu segar dicuci bersih dan dihilangkan bijinya, kemudian diparut halus. Kocok telur sampai berwarna putih dan campurkan semua bahan halus yaitu bawang putih, tepung beras, terigu dan tapioca (perbandingan tepung 2:1:1 ),kemudian masukkan mengkudu halus dan garam secukupnya, campurkan hingga merata semua bahan. Terakhir masukkan santan dan campurkan hingga adonan homogen. Panaskan minyak panas dan cetakan kembang goyang, cetak adonan dengan cetakan dan digoreng dengan menggoyang-goyangkan cetakan hingga berwarna kuning kecoklatan, setelah dingin barulah ditaburkan bumbu aneka rasa dan siapuntuk dikemas dan dipasarkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bangun, A.P dan Sarwono, B. 2002.
Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Chosdu, R dan T.E Basjir. 2002.
Manfaat tanaman meng-kudu (Morinda citrifolia) sebagai obat tradisional dan kosmetika. Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi, Batan.

Darusman, L.K. 2002. Mengkudu (Morinda citrifolia Kandungan bahan aktif dan efek farmakologisny Makalah disampaikan pada Pertemuan Koordina dalam Rangka Pengembangan Agribisnis Tanam Obat, 25-26 September 2002 di Lamongan.

Purbaya, M. 2002.
Mengenal dan Memanfaatkaan Khasiat Buah Mengkudu. CV. Pionir Jaya, Bandung.

Primayudha, D, dkk. 2009.
Penganekaragaman Pengolahan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) menjadi Keripik Siap Konsumsi sebgai Peluang Usaha Baru yang Menjanjikan. http://Penganekaragaman Pengolahan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) menjadi Keripik Siap Konsumsi sebgai Peluang Usaha Baru yang Menjanjikan _ Primayudha, dkk _ PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UM.mht

Waha, L.G. 2001. Sehat dengan Mengkudu. MSF Group, Jakarta.

Iklan

One response

  1. suparman

    minta di terbitkan alamat pabrik utk kepentingasn konfirmasi hara pasaran

    12 Oktober 2010 pukul 18:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: