“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

perjalananku

PERJALANANKU

Sabtu, 31 oktober 2009

Sebuah perjalanan memang tak bias dinyana-nyana dan tak bias terduga, itulah sesungguhnya rahasia hidup yang sangat penting dimaknai. Hari ini, aku menjalani kegiatan rujakan with my friend atas nama kebersamaan BEM, walaupun acaranya menurutku agak kurang jelas dan lebih terkesan seperti omong kosong organisasi dengan acara kumpul-kumpul sambil berharap menyatukan semua elemen organisasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu pidato bang presiden,” acara ini tak hanya akan kita lakukan kali ini saja, tapi juga akan kita laksanakan secara rutin”, tentu saja perkataan itu umum disampaikan bila dia menganggap acara ini sukses sebab orang yang sukses akan suatu hal akan terus melakukan hal tersebut. Seperti halnya seorang maling yang akan berhenti bila dia telah terpergok, bila tak terpergok ya bakalan jalan terus aksinya. Tapi sungguh aku sangat menyambut acara ini dengan apresiasif, why? Karena hal ini memiliki suatu nilai percobaan atas nama kebersamaan sehingga dapat dilihat sebagai solidarity dan sebenarnya solidaritas serta rasa sungkan atas tanggung jawablah yang membuatku dating pada acara ini. But segalanya memiliki skala priority yang harus dipertimbangkan, saat acara kumpul itu pacarku yang termanis duduk sendirian diujung tempat sana hingga tentu saja aku lebih menyayangi kekasihku yang menunggu diriku disana atau dengan kata lain saat kedatanganku diketahuii teman2 BEM maka telah gugur pulalah rasa tanggung jawabku hari itu untuk menyemarakkan acara toh semuanya tampak lancar-lancar saja.

Bagaimana selanjutnya kisah hari ini? Next step, aku punya jadwal kumpul asisten mikro akhirnya ku menuju tempat berkumpul teman-teman asisten tapi tak tega kutinggal my fairy duduk sendirian gara-gara kutinggal dan ditinggal kawannya yang lagi punya jadwal acara masing-masing. Lanjut, kuajak aja sang pacar tercinta menuju tempat kumpul. Selanjutnya ku kumpul dengan teman-teman namun pacarku kutinggal sendirian dan tak kusanka bahwa lama juga dia duduk sendiri gara-gara kutinggal rapat. Sebagai rasa penyesalanku kuajak dia makan siang sebagai imbalan rasa kasih sayang dan setianya menungguku. Perjalanan sih rencananya ke gubuk sambal-sambal pintanya, tapi pikirku masak sedekat dan sebiasa itu tempat makannya dan menurutku tidak sebanding dengan dia menunggui aku lama banget, akhirnya arah tujuan berubah ke rumah makan pak sholeh di karang ploso.

Makan ayam, minum es jeruk, sayur cah kangkung satu piring, satu seruput kefir yang asem banget ma nasi satu bakul membuat kenyang banget apalagi adhekku sayang hanya makan cuma seperempat bakul aja jadi deh tersiksa perutku membagi kapling-kapling ruangannya. After that? Kita lanjut dari karang ploso rencanaku sebenarnya mau pulang tapi kok menurutku nanggung banget, why? Karena menyenangkan hati seseorang yang dicintai sebaiknya jangan setengah-setengah, jika ingin membuat seseorang tersenyum maka buatlah dia tersenyum selepas-lepasnya dan selebar-lebarnya. Akhirnya kuajak dia menuju desa bunga dengan harapan selain melihat keindahan alam sehingga dapat menghibur hatinya, dia juga akan dapat melihat realitas social yang ada di lingkungan masyarakat pedesaan. Dan, benar-benar indah kebun bunga itu sehingga kulihat senyum manis adhekku sayang, walau hanya curi pandang lewat spion.

Pulang dari desa bunga, kami lanjut jalan mencari rumah Allah untuk melaporkan keadaan dan ssyukur kita akan hari ini, kita jalan ke masjid jami’ Batu depan alun-alun, tempat ini kami pilih karena memang belum ada yang pernah kesana. Habis salat, langkah kaki melanjut ke alun-alun yang belum pernah kami berdua tapaki. Setelah itu perjalanan pulang ke Bumiasri harus segera dilanjutkan sebab mendung gelap sudah memperlihatkan tajinya. Perjalan pulang kami telusuri melalui rute BNS, sambil pinguinku sayang berusaha mengajakku untuk mau ikut ke taman bermain. Akan tetapi jawabanku tentu saja teguh untuk berkata “tidak” dengan seribu alas an walaupun sebenarnya alasan yang terbenar adalah aku akan pusing kalau naik wahana permainan tersebut dan bakal mabuk laut tujuh lautan yang ga bakal hilang selama tujuh tahun, tujuh bulan, tujuh hari dan tujuh jam.


One response

  1. hahahahaha
    iki pastiii pas qta2 ke paralayanggg….
    wkwkkwkwkw
    diajakkk brengann malahhh nge date dw…
    lapoo mz????
    ben tambahhh romantis a???
    ;p

    20 Juni 2010 pukul 22:34

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
%d blogger menyukai ini: