<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Be Smile Lah</title>
	<atom:link href="http://lordbroken.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lordbroken.wordpress.com</link>
	<description>HIDUP BUTUH PERUBAHAN</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 06:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lordbroken.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5c4ae46cf5fe1ebeb74a6b1d54920938?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Be Smile Lah</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lordbroken.wordpress.com/osd.xml" title="Be Smile Lah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lordbroken.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TERSISIHNYA BAHASA INDONESIA DARI NEGERI INDONESIA</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/21/tersisihnya-bahasa-indonesia-dari-negeri-indonesia/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/21/tersisihnya-bahasa-indonesia-dari-negeri-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 17:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KRITIS SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2519</guid>
		<description><![CDATA[TERSISIHNYA BAHASA INDONESIA DARI NEGERI INDONESIA Bahasa Indonesia itu sulit dan menyulitkan, penyebabnya adalah karena bahasa Indonesia itu mudah. Dalam konteks blogosfer saya persempit ke dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan saja, sebab menulis adalah sarana dengan upaya yang lebih murah dibandingkan dengan merekam ucapan kita dalam bentuk podcast atau videoblog. Dalam pikiran saya sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2519&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>TERSISIHNYA BAHASA INDONESIA DARI NEGERI INDONESIA<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Bahasa Indonesia itu sulit dan menyulitkan, penyebabnya adalah karena bahasa Indonesia itu mudah. Dalam konteks blogosfer saya persempit ke dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan saja, sebab menulis adalah sarana dengan upaya yang lebih murah dibandingkan dengan merekam ucapan kita dalam bentuk <em>podcast</em> atau <em>videoblog</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;"><img src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/012012_1740_tersisihnya11.png?w=590" alt="" /><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Dalam pikiran saya sendiri termasuk ekspresi yang tertuang dalam tulisan-tulisan blog ini, saya berusaha menulis dengan bahasa Indonesia yang benar. Tentunya selalu disertai dengan kesalahan ejaan, tanda baca atau struktur kalimat. Setidaknya upaya mengacuhkan aturan tetap lebih baik daripada asal tulis yang berprinsip pada kebebasan berbicara. Kebebasan bukanlah lepas dari aturan, etika atau <em>common-sense</em>, apalagi kebebasan berbicara yang sering membuat orang lupa pada kebebasan yang jauh lebih hakiki, yaitu kebebasan berpikir. <em>&#8220;Haree genee masih pake rington monoponik?&#8221;</em> adalah ekspresi kebebasan berbicara, namun anda akan menemukan makna lain saat mendengar, <em>&#8220;Haree genee masih ngomong haree genee?&#8221;</em> Ada unsur penyanggahan pemikiran yang kontra positif meski tidak dalam tatanan bahasa Indonesia itu sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Bahasa Indonesia itu mudah</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Kita mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia setidaknya dalam rentang pendidikan formal, bahkan sampai ke tingkat pertama universitas. Sebuah rentang yang panjang untuk memahami sebuah ilmu bahasa di mana bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Saya asumsikan mereka yang mendapatkan pendidikan formal mampu berbahasa Indonesia dengan mengabaikan faktor benar-salah dan baik-buruk. Dengan asumsi tersebut saya simpulkan bahasa Indonesia itu mudah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Namun ternyata tidak sedikit juga yang mengatakan bahasa Indonesia itu sulit. Kemungkinan karena faktor mudahnya itu menjadikan paradigma mudah dikacaukan atau mudah dibuat <em>slengean</em>, sehingga muncul kesulitan saat harus menulis yang benar, apalagi yang baik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Seiring kita belajar bahasa Indonesia yang benar, di luar sekolah kita berhadapan dengan media yang mempunyai pengaruh kuat kepada masyarakat dalam berbahasa. Dahulu di sekitar tahun 1980-an jika kita mendengar radio, menonton TV dan membaca koran kita menemukan kualitas bahasa yang jauh lebih baik daripada saat ini. Kini malah sebaliknya, media memasyarakatkan ekspresi <em>slengean</em>, menulis berita formal dengan gaya <em>slengean</em> juga, bahkan ditambah dengan penulisan tanda baca yang berantakan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Paradigma &#8220;yang penting yang baca ngerti&#8221; sering dijadikan alasan untuk kemudahan sebaran informasi. Namun di sisi lain upaya tersebut tidak mencerahkan dan mencerdaskan. Kadang saya sendiri mendapat komentar di blog ini mengenai bahasa yang saya tulis sulit dimengerti, namun prinsip saya tetap, yaitu menulis dengan kaidah yang benar, berupaya benar. Saya biarkan kuantitas sebaran informasi berkurang, namun saya mendapat respon dari mereka yang tercerahkan, terlebih yang tercerdaskan. Itu sudah cukup, sebab aliran informasi di dunia internet dan blogosfer sudah tidak perlu saya upayakan lagi, terjadi dengan sendirinya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;"><img src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/012012_1740_tersisihnya2.png?w=590" alt="" /><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Rintangan Mental</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Kita sudah memasuki dunia dan budaya global. Selain arus informasi, sisa-sisa budaya dunia industri tetap melekat, termasuk kerancuan budaya instan terhadap budaya efektivitas dan efisiensi. Jika tidak instan berarti tidak keren. Banyak yang berpendapat kalimat bahasa Indonesia terlalu panjang untuk ekspresi yang sama dalam Bahasa Inggris. Banyak kosakata asing diserap dengan lafal dan ejaan yang sesuai. Kita tak perlu merasa hipokrit atau munafik menuliskan kosakata tersebut sebab bahasa Indonesia tidak punya kosakata asli yang bermakna hipokrit dalam Bahasa Inggris atau munafik dalam Bahasa Arab.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Jika anda berpikir sepakat dengan Hericz bahwa Bahasa Indonesia itu nggak cool apakah anda memang <em>cool</em> saat berbahasa Inggris? Menyampaikan kecerdasan berpikir terkadang diekspresikan dalam bentuk paradoks atau hipokritikal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Selain kesulitan menulis juga kita sering dihantui kewaswasan pembaca tidak akan mengerti, sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat yang berprinsip &#8220;yang penting yang baca ngerti&#8221;. Prinsip ini akhirnya diterapkan dalam kondisi apapun, menjadi asumsi yang berlebihan. Jeleknya malah menghilangkan impresi terhadap apa yang kita tulis dan berlindung di balik alasan, &#8220;Makanya gaul dong, masa segitu aja gak ngerti? Nggak asik lu, ah!&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Makna Asosiatif</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Terkadang saya heran terhadap makna asosiatif sehingga arti atau makna sebenarnya dilupakan orang. Kosakata seperti lokalisasi, gairah, atau merangsang cenderung membuat orang berpikir mesum meskipun dalam konteks yang jauh dari kemesuman. Blog ini saya pasang dengan lokalisasi bahasa Indonesia untuk merangsang penggunaan bahasa Indonesia dalam aplikasi blog agar lebih bergairah. Apakah anda terangsang dan lebih bergairah melihat lokalisasi antarmuka blog ini?<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Orang cenderung menghindari penggunaan kosakata seperti di atas karena kewaswasan berlebihan disalahartikan pembaca, padahal dengan kalimat yang sama dan dengan penggantian kosakata lain tidaklah akan mengubah arti kalimat itu sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Bentukan Waktu</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Saat pendapat dikemukakan mengenai bahasa Indonesia tidak mengenal bentukan kata terhadap waktu maka pendapat tersebut pastilah disampaikan oleh kecerdasan seseorang yang mempunyai kemampuan bahasa lain, terutama Bahasa Inggris. Pendapat tersebut sering berakhir dalam kesimpulan bahwa bahasa Indonesia itu jelek. Mungkin menurut orang Prancis bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal gender untuk setiap kata bendanya. Mungkin menurut orang Arab bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal kata ganti tunggal, dua dan jamak. Mungkin juga menurut orang Cina bahasa Indonesia itu jelek karena hanya bisa dituliskan dengan satu bentuk saja, tidak seperti kata pedang yang bisa dituliskan puluhan bentuk dalam tulisan Cina.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Ketika orang berpikir sulitnya mengekspresikan sesuatu dalam bahasa Indonesia maka pikiran pertama yang datang adalah bahasa Indonesia itu sulit, dan menyulitkan. Namun di sisi lain orang lupa, sulitnya berbahasa Indonesia bisa jadi adalah ketidakmampuan berbahasa Indonesia meski setiap hari menggunakannya, bahkan telah diajari dan dipelajari belasan tahun di pendidikan formal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Dari semua yang telah saya sampaikan di atas tentunya masih banyak faktor lain yang berpengaruh. Satu hal lain yang masih mengganjal bagi saya pribadi adalah tidak adanya Pusat Bahasa menyediakan situs panduan berbahasa, menyediakan kamus bahasa Indonesia <em>online</em>, menyediakan sarana <em>online</em> untuk menerima masukan serapan kosakata, menerbitkan kosakata baru secara resmi, dan banyak lagi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Kadang saya berpikir apakah Pusat Bahasa tertinggal di landasan di era globalisasi ini?<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff99;font-family:Arial;font-size:12pt;">Apakah alasan penggunaan bahasa gaul sebagai bahasa komunitas dapat melanggengkan alasan pemusnahan bahasa Indonesia? Bukankan Bangsa Indonesia lebih besar daripada harga sebuah komunitas.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2519&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/21/tersisihnya-bahasa-indonesia-dari-negeri-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/012012_1740_tersisihnya11.png" medium="image" />

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/012012_1740_tersisihnya2.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA MALAM DAN DIRIKU</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/17/antara-malam-dan-diriku/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/17/antara-malam-dan-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 17:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2516</guid>
		<description><![CDATA[PROSA: ANTARA MALAM DAN DIRIKU Saya adalah seorang lelaki yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat erat dengan malam, namun merasa cukup kenal dekat dengan malam, dan kadang-kadang saya lancang mengata-ngatai malam. Tapi saya juga bukan lelaki yang bermusuhan dengan malam, saya merasa saya adalah seorang lelaki yang menyayangi malam, yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2516&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>PROSA: ANTARA MALAM DAN DIRIKU<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya adalah seorang lelaki yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat erat dengan malam, namun merasa cukup kenal dekat dengan malam, dan kadang-kadang saya lancang mengata-ngatai malam. Tapi saya juga bukan lelaki yang bermusuhan dengan malam, saya merasa saya adalah seorang lelaki yang menyayangi malam, yang entah kenapa tidak terlalu bersahabat erat dengan malam. Padahal jika boleh disombongkan saya saling mencintai dengan malam, tapi seperti kebanyakan cinta yang ada, yang keberadaannya sulit di mengerti dengan sederhana saya juga lebih sering berselisih rasa dengan malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Jika boleh jujur, saya mencintai malam dengan segenap hati saya. Dan kasih yang saya miliki pada malam saya berikan utuh tanpa terbagi. Saya adalah lelaki yang mencintai malam dengan begitu terlalu dalam sehingga cinta yang saya miliki dengan terlalu besar pada malam terkadang membuat saya merasa bahwa malam adalah milik saya sepenuhnya. Karena saya adalah lelaki yang mencintai malam sementara malam tidak bisa saya miliki seutuhnya. Saya merasa malam lebih senang jika berbagi, meski saya tahu malam sebenarnya tidak pernah beranjak dari saya dan tidak pernah berbagi dengan sesiapa kecuali saya. Karena kita saling mencintai, begitu kata malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Tapi saya adalah lelaki yang begitu tergila-gila pada malam dan malam juga mengggilai saya dengan dengan segenap hasratnya. Namun begitu percintaan saya dengan malam menjalani waktu saya sering merasa malam tiada pernah ingin tahu apa yang saya rasakan pada malam. Terkadang malam begitu sombong mengunjungi saya yang tengah sendirian, malam datang dengan sejuta kerinduan yang kesumat dalam dada saya yang seorang lelaki yang mencintai malam, dan malam tiada goyah menemani saya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Malam. Tetaplah selalu malam yang anggun yang selalu diam-diam saya cintai setiap malam, ia tiada pernah lelah mengunjungi saya yang terkadang merasa sedikit lelah dengan kehidupan, malam tiada jemu menyapa saya yang terkadang menghadiahkan senyap yang teramat panjang dalam benak saya. Malam. Yang selalu sembunyi-sembunyi menyanyikan sebait puisi dengan berbisik di dada saya. Betapa kita saling mencintai dengan segenap asa-asa yang pelan-pelan hampir pupus ditelan emosi dalam keseharian saya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya adalah lelaki yang mencintai malam, dengan penuh keyakinan saya meminang malam menjadi kekasih saya. Dengan sedikit rayuan yang saya pelajari dari bab kesepian, malam menerima saya sebagai kekasihnya. Kadang, saya menyaksikan malam dengan malu-malu mengatakan bahwa ia lebih dulu mencintai saya tapi tiada memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Saya tersipu mendengarkan kesaksian malam atas apa yang ia rasakan pada saya, dan malam memeluk saya dengan kesunyian yang tiada usai di gelisahkan dalam jiwa saya. Begitulah malam dengan saya yang seorang lelaki mencintai malam saling bercintaan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Malam ini adalah malam yang kesekian kalinya saya dan malam saling bercengkrama, saya ingin memberi sesuatu pada malam. Meski malam jarang sekali menerima apa yang saya berikan, karena malam tidak terlalu bersahabat dekat dengan saya tapi ketahuilah bahwa saya dengan malam saling mencintai. Jadi, malam tidak terlalu peduli apa yang akan saya beri untuknya karena malam mencintai saya tanpa tiada harapan akan menerima apapun dari saya, malam sudah sangat mengerti bahwa ia tidak ingin diberi apapun oleh saya karena malam sudah mencintai saya begitu juga saya yang mencintai malam, dan malam tau itu meski malam terkadang menujukan sikap seolah tidak mempedulikan saya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya adalah lelaki yang mencintai malam, begitu juga malam yang tiada pernah bosan berkata bahwa malam pun mencintai saya. Malam akan selalu berkata I luv U too Malya jika saya mengirimkan pesan dengan kata-kata Luv U HoneyI. Percintaan saya dengan malam adalah percintaan yang rahasia dan amat romantis, malam bukan tipe yang suka mengumbar kabar-kabar bahwa ia sudah memiliki seorang kekasih, malam lebih suka dikenali sebagai malam tanpa harus di sebutkan bahwa malam adalah kekasih saya. Begitulah malam yang mencintai saya sebagai lelaki yang mencintai malam tapi tidak bersahabat erat dengan malam, tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Meski sekalipun malam tidak pernah berujar bahwa saya adalah seorang kekasihnya malam, itu tidak penting bagi malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Malam selalu menjadi malam yang tiada bosan menjemput saya ditengah jenuh yang tiada berkesudahan, malam adalah kekasih yang tidak terlalu perhatian tetapi ketahuilah bahwa saya saling mencintai dengan malam. Malam teramat mengerti mencintai terlalu dalam tidak akan menyelesaikan masalah dalam hidup ini, malam begitu banyak mengetahui betapa mencintai memerlukan jiwa yang amat besar untuk menerima hal yang kadang menyulitkan hati untuk di maknai sendiri. Malam tumbuh dengan apa adanya yang mencintai saya seorang lelaki yang mencintai malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Begitulah percintaan saya dengan malam sebuah percintaan yang teramat dalam, karena kita saling mengetahui bahwa kita saling mencintai. Dan malam betapa kuasa membagi hati, malam terkadang mengunjungi saya dengan separuh hati. Tapi ketahuilah saya dan malam saling mencintai. Malam begitu saya cintai sepenuh hati, malam menjadi bagian yang tiada mampu terpisahkan kecuali malam memilih pergi dan saya memilih sendiri, tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Dan begitulah cinta, seperti apa yang saya rasa dengan malam yang kian kuasa menyiksa bathin saya yang kerap dihadiahi kekecewaan oleh malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Malam tiada pernah pupus mencintai saya, tapi saya seorang lelaki yang mencintai malam kadang tidak selalu memahami malam. Dan malam tetap mencintai saya dengan kesendirian yang tiada terbagi, malam tiada goyah mencintai dan saya kehilangan daya sebagai seorang lelaki yang mencintai malam. Malam laksana peri dengan cahaya yang tiada terperi menerangi gelapnya pelita hati dan malam kadang meredup karena tak kuasa menahan cinta yang teramat besar kepada saya yang seorang lelaki mencintai malam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Tiadalah yang paling menyakitkan dalam hidup ini selain mencintai dengan begitu besar seperti saya yang mencintai malam dan ketahuilah saya saling mencintai dengan malam. Tiadalah luka yang paling dalam ialah luka yang mencintai dengan segenap hati, begitulah percintaan saya dengan malam. Percintaan yang membuat luka amat sangat nyeri hingga ulu hati, percintaan yang begitu dengan teramat dalam, mencintai ialah cinta yang pelan-pelan melukai, dan ketahuilah saya adalah lelaki yang mencintai malam dan kita saling mencintai.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mencintai adalah seni untuk berbagi hati, mencintai adalah kekuasaan untuk menerima keadaan yang tanpa manipulasi, mencintai adalah rasa yang tiada berkesudahan mencari jatidiri, mencintai adalah memahami luka itu sendiri yang tersimpan dalam simpul senyum yang begitu anggun, seperti malam yang kerap berbisik lirih betapa mencintai seoarang lelaki yang mencintai malam adalah mencintai yang kadang terasa tidak masuk akal dan begitulah percintaan saya dengan malam sebuah percintaan yang dikatakan banyak orang sebagai sebuah kekeliruan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Tapi ketahuilah saya saling mencintai dengan malam, meski kita tidak bersahabat erat, malam tiada beranjak dari saya yang mencintainya yang menghadiahkan kecemasan merasakan cinta yang begitu dalam, malam selalu hadir dalam sebuah keterasingan yang menyergap saya seorang lelaki yang mencintai malam. Mencintai saya seorang lelaki adalah sebuah pengorbanan yang begitu amat tiada banding takarannya, mencintai seperti bunuh diri dan tiada jarang mencintai adalah salah satu cara yang manis untuk mengakhiri hidup ini.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2516&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/17/antara-malam-dan-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAMPEAN MUSLIM ??? (MEMAKNAI KEBERAGAMAN UMAT)</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/sampean-muslim-memaknai-keberagaman-umat/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/sampean-muslim-memaknai-keberagaman-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGAMA DAN KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2514</guid>
		<description><![CDATA[SAMPEAN MUSLIM ??? (MEMAKNAI KEBERAGAMAN UMAT) Dalam diskusi publik atau media sosial seperti Twitter, saya kerap mendapatkan pertanyaan, &#8220;Anda agamanya apa?&#8221; atau &#8220;Anda Muslim bukan?&#8221; Gara-garanya adalah karena saya mengajukan pemahaman tentang Islam yang berbeda dengan yang dipahami oleh si penanya. Pertanyaan yang menjengkelkan semacam ini juga kerap dialami oleh orang-orang lain. Saya akan mengulas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2514&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><strong>SAMPEAN MUSLIM ??? (MEMAKNAI KEBERAGAMAN UMAT)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011612_0500_sampeanmusl1.gif?w=590" alt="" /><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dalam diskusi publik atau media sosial seperti Twitter, saya kerap mendapatkan pertanyaan, &#8220;Anda agamanya apa?&#8221; atau &#8220;Anda Muslim bukan?&#8221; Gara-garanya adalah karena saya mengajukan pemahaman tentang Islam yang berbeda dengan yang dipahami oleh si penanya. Pertanyaan yang menjengkelkan semacam ini juga kerap dialami oleh orang-orang lain. Saya akan mengulas gejala ini, apa asumsi-asumsi yang melatarinya, dan bagaimana menyikapinya secara tepat.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Pertanyaan semacam itu jelas tak bisa lain kecuali pertanyaan yang menghakimi (<em>judgemental</em>). Si penanya ingin meragukan keislaman lawan bicara. Asumsi yang ada di balik pertanyaan semacam ini adalah bahwa si penanya berada pada posisi yang benar, sementara lawan bicaranya berada pada posisi yang salah, atau diragukan kebenarannya (dhi. keislamannya).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Si penanya juga punya asumsi lain yang tentu harus dipersoalkan dan diinterogasi. Asumsi itu ialah bahwa Islam seolah-olah hanya bisa dipahami dengan satu cara saja, sementara pemahaman-pemahaman lain yang tak sesuai dengan cara yang satu dan benar itu dianggap menyimpang atau sesat. Bahkan pemahaman yang tak sesuai dengan cara yang satu itu akan menempatkan seseorang berada di luar lingkaran Islam, alias kafir. Dengan kata lain, pertanyaan semacam itu merupakan tindakan mengkafirkan pihak lain secara tersembunyi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Asumsi-asumsi semacam itu jelas tidak tepat, dan bahkan berbahaya jika tak dikoreksi. Asumsi bahwa Islam hanya bisa dipahami dengan satu cara saja, jelas asumsi yang tak benar. Dalam sejarah Islam yang terbentang lebih dari seribu tahun, kita menyaksikan perbedaan pandangan yang luar biasa kaya dalam memahami ajaran Islam. Masing-masing golongan dalam Islam mempunyai &#8220;lensa epistemologis&#8221; yang berbeda-beda untuk memandang, membaca, dan memahami teks-teks dalam Islam, terutama dua teks utama: Quran dan sunna.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Gejala takfir (pengkafiran/mempertanyakan keimanan) sebetulnya mencerminkan sebuah pertarungan internal dalam tubuh umat Islam. Sebagaimana kita tahu, meskipun pada pokok-pokok keyakinannya, umat Islam kurang lebih bersatu, tetapi dalam masalah-masalah yang bersifat cabang atau ranting, termasuk dalam cara menafsirkan pokok-pokok keyakinan (<em>aqida</em>), mereka sebetulnya berbeda-beda sejak lebih dari seribu tahun yang lalu. Pandangan sebagian kalangan Islam saat ini yang mengatakan bahwa Islam hanya satu, yaitu Islam sebagaimana diajarkan oleh Quran dan sunnah, bisa benar, tetapi juga tidak seluruhnya benar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Benar, karena memang Islam pada dasarnya memang satu, yakni Islam seperti diajarkan oleh Nabi Muhammad dantertuang dalam dua teks utama, yaitu Quran dan sunnah. Tetapi, sebagaimana layaknya setiap teks, dua teks utama dalam Islam itu dipahami secara berbeda-beda oleh banyak kalangan dalam Islam sendiri. Inilah yang menjelaskan kenapa dalam sejarah Islam yang panjang itu kita jumpai berbagai bentuk sekte (<em>firqah</em>) atau mazhab (<em>school of thought</em>).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Ya, benar, Islam memang satu, tetapi manifestasinya dalam sejarah yang kongkret bisa bermacam-macam. Sementara itu, keragaman tersebut pada akhirnya juga bermuara pada mata air yang sama. Kalau boleh dibuat semacam analogi, Islam adalah seperti mata air besar yang menimbulkan berbagai aliran air atau sungai kecil yang begitu banyak. Mata airnya Islam memang satu, tetapi mata air yang satu itu melahirkan sungai-sungai kecil yang banyak. Sebaliknya, sungai-sungai itu memang banyak, tetapi pada akhirnya bermuara pada mata air yang sama. Kalau anda mau, boleh juga memakai istilah yang sudah populer, <em>unity in diversity</em>, kesatuan dalam keragaman; atau <em>diversity in unity</em>, keragaman dalam kesatuan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Keragaman internal dalam tubuh umat Islam itu, sebagaimana kita lihat dalam sejarahnya yang panjang, kadang menimbulkan pertengkaran di dalam &#8220;rumah&#8221; umat Islam sendiri. Satu golongan merasa bahwa pemahamannyalah yang paling benar, sementara pemahaman golongan lain adalah sesat. Dalam beberapa kasus, golongan yang satu bisa saja menganggap bahwa golongan yang lain itu bukan saja sesat, tetapi juga kafir. Masing-masing golongan membawa semacam <em>truth claim</em>, atau kleim tentang kebenaran. Kleim inilah yang menjadi dasar bagi golongan tertentu untuk menyesatkan atau mengkafirkan golongan yang lain.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Apakah semua pemahaman itu benar, ataukah hanya satu yang benar? Kalau kita tengok khazanah pemikiran Islam sendiri, ada dua pendapat dalam menjawab pertanyaan ini. Mazhab pertama adalah mazhab <em>mukhattia</em> yang berpandangan bahwa hanya ada satu tafsiran dalam Islam yang benar, sementara yang lain salah. Mazhab ini juga terpecah dalam dua kelompok atau sub-mazhab: ada yang berpandangan bahwa tafsir satu yang benar itu dapat dicapai dan diketahui oleh manusia; ada yang berpandangan bahwa hanya Tuhan lah yang tahu mana tafsir satu yang benar secara mutlak itu. Mazhab kedua adalah <em>mushawwiba</em> yang berpandangan semua pemahaman dan tafsir itu benar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya menganggap bahwa mazhab mushawwiba lebih demokratis dan sesuai dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan dialog yang sehat dalam tubuh umat Islam. Gejala yang mudah menganggap sesat atau kafir golongan lain yang berbeda tafsir jelas kurang sehat, sebab hanya akan menimbulkan perpecahan dan polarisasi dalam tubuh umat. Dengan mengembangkan pandangan yang dikemukakan oleh mazhab mushawwiba itu, kita berharap golongan-golongan dalam Islam bisa menolerir perbedaan pandangan dan tafsir dalam soal keislaman, bukan mudah mengkafirkan atau meragukan keislaman pihak lain yang berbeda itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kerapkali asumsi yang melandasi pertanyaan di atas itu disebabkan pula oleh lemahnya pemahaman historis di kalangan sebagian umat Islam. Mereka, terutama yang baru saja &#8220;asyik kembali&#8221; menjadi Muslim (<em>born-again Muslim</em>), tak pernah atau jarang mempelajari sejarah perbedaan penafsiran dan pemahaman dalam umat Islam sepanjang sejarahnya yang membentang lebih dari seribu tahun itu. Mereka tak pernah belajar bahwa ada banyak golongan, sekte, firqa, dan mazbah dalam Islam. Mereka mengira bahwa Islam dalam sejarahnya hanya bisa dipahami dan ditafsir dengan satu cara atau lensa saja. Lemahnya kesadaran historis ini menyebabkan orang rabun (<em>myopic</em>) terhadap sejarah intelektual Islam sendiri. Pertanyaan di atas itu adalah gambaran saja dari gejala ahistorisisme dalam tubuh umat Islam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Apa solusi untuk keadaan seperti ini? Salah satunya, dan yang paling penting, adalah mendorong umat untuk mempelajari sejarah keragaman dalam Islam sendiri sejak dahulu hingga sekarang. Sementara itu sikap yang tepat terhadap sejarah keragaman itu juga harus dikembangkan, yakni sikap seperti yang diusulkan oleh mazhab mushawwiba di atas: sikap menerima perbedaan secara lapang dada. Almarhum Prof. Nurcholish Madjid aka Cak Nur dulu pernah menyebut hal ini sebagai &#8220;toleransi internal&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Sumber Tulisan: disadur dari &#8220;seseorang&#8221;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2514&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/sampean-muslim-memaknai-keberagaman-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011612_0500_sampeanmusl1.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PERGILAH KASIH</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/pergilah-kasih/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/pergilah-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 20:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2511</guid>
		<description><![CDATA[PERGILAH KASIH Kau pergi tanpa sepatah kata untukku Tidak ingin makan,tidak ingin tidur Manis pun pahit rasanya Rasa sakit ini ingin kubawa sampai ku mati Bagai singa yang penakut Hanya satu pertanyaan Apa sungguh aku layak mendapatkannya Janganlah lupa Kesedihanku ini menyakitkan Pergi carilah pasangan terbaikmu Selamat jalan Aku akan menanggung kesedihan ini Sendiri<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2511&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>PERGILAH KASIH<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Kau pergi tanpa sepatah kata untukku<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Tidak ingin makan,tidak ingin tidur<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Manis pun pahit rasanya<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Rasa sakit ini ingin kubawa sampai ku mati<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Bagai singa yang penakut<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hanya satu pertanyaan<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Apa sungguh aku layak mendapatkannya<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Janganlah lupa<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Kesedihanku ini menyakitkan<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Pergi carilah pasangan terbaikmu<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Selamat jalan<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Aku akan menanggung kesedihan ini<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sendiri<br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2511&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/pergilah-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KECEWA</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/kecewa/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/kecewa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 20:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2509</guid>
		<description><![CDATA[  KECEWA Kekecewaan datang cepat padaku Amat sangat perih Akupun menangis Tangis yang melepas kesedihanku Hanya tangis Hingga ku menyadari Sungguh ku sangat terluka Hanya air mata yang kumiliki Percayalah Hanya air mata yang mampu menemaniku Hanya air mata yang mampu mengurangi rasa sakitku<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2509&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>KECEWA<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Kekecewaan datang cepat padaku<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Amat sangat perih<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Akupun menangis<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Tangis yang melepas kesedihanku<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hanya tangis<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hingga ku menyadari<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sungguh ku sangat terluka<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hanya air mata yang kumiliki<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Percayalah<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em> Hanya air mata yang mampu menemaniku<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hanya air mata yang mampu mengurangi rasa sakitku</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2509&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/kecewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI TUK KEKASIH HATIKU 1</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/puisi-tuk-kekasih-hatiku-1/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/puisi-tuk-kekasih-hatiku-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 20:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2505</guid>
		<description><![CDATA[PUISI TUK KEKASIH HATIKU 1 Sebelum langit tersenyum cerah,,, Sebelum bunga-bunga berseri,,, Sebelum mentari menunjukkan sinarnya,,, Sebelum aku terbangun dari mimpi indahku,,, Kuserahkan jiwa dan ragaku dihadapanmu,,, Kuserahkan janjiku tuk percaya padaku,,, Hanya tuk dekat denganmu,, Hatiku kosong hingga cintamu datang mengisinya,,, Terangi jiwaku dengan cahaya kasihmu,,, Hidupku hampa hingga dirimu datang mengisinya,,, Bawalah aku,,,selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2505&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>PUISI TUK KEKASIH HATIKU 1<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sebelum langit tersenyum cerah,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sebelum bunga-bunga berseri,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sebelum mentari menunjukkan sinarnya,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Sebelum aku terbangun dari mimpi indahku,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Kuserahkan jiwa dan ragaku dihadapanmu,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Kuserahkan janjiku tuk percaya padaku,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hanya tuk dekat denganmu,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hatiku kosong hingga cintamu datang mengisinya,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Terangi jiwaku dengan cahaya kasihmu,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Hidupku hampa hingga dirimu datang mengisinya,,,<br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><em>Bawalah aku,,,selalu bersamamu,,,<br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2505&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/16/puisi-tuk-kekasih-hatiku-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUHAN ITU ADA!!!</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/14/tuhan-itu-ada/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/14/tuhan-itu-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 05:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2501</guid>
		<description><![CDATA[        TUHAN ITU ADA!!!   Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;. &#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2501&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><strong>        TUHAN ITU ADA!!!<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011412_0523_tuhanituada1.jpg?w=590" alt="" /><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"> <br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &#8220;Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Tentu saja,&#8221; jawab si Profesor,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &#8220;Profesor, apakah dingin itu ada?&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kamu tidak pernah sakit flu?&#8221; Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mahasiswa itu melanjutkan, &#8220;Profesor, apakah gelap itu ada?&#8221; Profesor itu menjawab, &#8220;Tentu saja itu ada.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi anda salah, Pak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &#8220;Profesor, apakah kejahatan itu ada?&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dengan bimbang professor itu menjawab, &#8220;Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi Anda salah, Pak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Profesor itu terdiam.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Siapakah mahasiswa tersebut???<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>ALBERT EINSTEIN</strong></span><span style="font-family:Arial;"><br />
			</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_i3H2EDiHvHg/S-I8X8VUOtI/AAAAAAAAAIQ/MUbLW3WpuFY/s1600/albert-einstein-young-1.jpg"><img align="left" src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011412_0523_tuhanituada2.jpg?w=590" alt="" border="0" /></a><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><br />
		</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2501&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/14/tuhan-itu-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011412_0523_tuhanituada1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011412_0523_tuhanituada2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Eisenhower Dan Sembilan Murid Hitam</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/eisenhower-dan-sembilan-murid-hitam/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/eisenhower-dan-sembilan-murid-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 09:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KRITIS SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2491</guid>
		<description><![CDATA[Ulil Abshar Abdalla: Eisenhower Dan Sembilan Murid Hitam Ulil Abshar Abdalla Kisah mengharukan tentang sembilan murid kulit hitam yang situasinya nyaris serupa dengan yang dialami jemaat GKI Yasmin. Kisah ini terjadi jauh di negeri lain di tahun 50-an. Tokoh utamanya adalah sembilan murid berkulit hitam, Presiden Dwight D. Eisenhower dari Amerika Serikat, dan Gubernur negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2491&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Ulil Abshar Abdalla: Eisenhower Dan Sembilan Murid Hitam<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img align="left" src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011312_0914_eisenhowerd11.jpg?w=590" alt="" /><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Arial;font-size:12pt;">Ulil Abshar Abdalla<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong><em>Kisah mengharukan tentang sembilan murid kulit hitam yang situasinya nyaris serupa dengan yang dialami jemaat GKI Yasmin.</em></strong><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kisah ini terjadi jauh di negeri lain di tahun 50-an. Tokoh utamanya adalah sembilan murid berkulit hitam, Presiden Dwight D. Eisenhower dari Amerika Serikat, dan Gubernur negara bagian Arkansas Orval Faubus. Lokasinya, sebuah sekolah menengah Little Rock High School di Little Rock, ibukota negara bagian Arkansas. Kisah ini patut menjadi teladan untuk negeri kita, terutama untuk para pemangku kebijakan. Inilah kisah selengkapnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Sejarah perbudakan di AS berlangsung sejak lama, jauh sebelum negeri itu berdiri pada 1776. Sebelum abad ke-16, lembaga perbudakan ada hampir di seluruh pelosok dunia, termasuk di dunia Islam. Baru pada pertengahan abad ke-16, muncul suara-suara protes dari kalangan gereja yang menyerukan penghapusan perbudakan. Salah satu sekte Kristen yang terkenal dengan semangat anti-perbudakan adalah Quaker. Bagi mereka, perbudakan adalah praktik yang <em>un-Christian</em>, tidak Kristiani.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Pada tahun 1865, perbudakan dihapuskan secara resmi di AS melalui amandemen ke-13, persis setelah perang sipil yang berlangsung selama lima tahun (1861-1865). Meski demikian, praktik diskriminasi terhadap mantan budak masih terus berlangsung, terutama di bagian Selatan. Praktik segregasi itu bahkan disahkan melalui doktrin hukum yang terkenal saat itu: <em>equal but separate</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Inti doktrin itu, orang-orang kulit hitam (belakangan lebih dikenal dengan sebutan African-American) dianggap sebagai warga negara yang sama dengan warga lain, tetapi mereka tak diperbolehkan berbaur dengan warga lain itu, terutama yang berkulit putih. Penganut doktrin ini beranggapan bahwa praktek <em>&#8216;equal but separate&#8217;</em> tak berlawanan dengan amandemen ke-13.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dengan doktrin ini, orang-orang hitam tak boleh bersekolah di tempat yang sama dengan orang-orang kulit putih, dilarang masuk ke tempat-tempat umum dimana orang kulit putih ada di sana: restoran, pub, bar, bahkan toilet. Orang kulit hitam memang dianggap sebagai warga negara yang sah dan sama kedudukannya dengan warga lain, tetapi mereka seperti &#8216;dikarantina&#8217; di tempat yang terpisah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Praktik segregasi, terutama di sekolah itu, baru dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung <em>(Supreme Court)</em> AS pada 1954 melalui suatu keputusan yang dikenal dengan <em>Brown v. Board of Education</em>. Keputusan mahkamah ini menyatakan bahwa seluruh praktik segregasi di sekolah-sekolah AS tidak sah dan berlawanan dengan konstitusi. Seluruh sekolah diharuskan untuk mengintegrasikan murid-murid berkulit hitam dengan murid-murid kulit putih. De-segregasi juga diharuskan di tempat-tempat publik yang lain.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Semua sekolah, tentu dengan enggan, menaati aturan ini. Tetapi ada perkecualian yang kemudian pecah sebagai insiden yang menghebohkan seluruh Amerika pada tahun 1957. Insiden itu terjadi di sebuah sekolah menengah di kota Little Rock, yakni Little Rock High School.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Menindaklanjuti keputusan mahkamah itu, NAACP (National Association for the Advancement of Colored People), sebuah LSM yang berjuang untuk membela hak-hak sipil warga kulit hitam, berencana untuk mendaftarkan sembilan murid hitam di Sekolah Little Rock yang, sudah tentu, seluruh muridnya berkulit putih. Kepala sekolah setuju. Rencananya, kesembilan murid itu akan mulai masuk pada musim gugur 1957, persisnya pada 4 September 1957.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Rencana ini diprotes oleh kelompok kulit putih yang pro segregasi. Mereka ramai-ramai mendatangi sekolah itu dan menghalang-halangi kesembilan murid tersebut untuk masuk gerbang sekolah. Yang lebih dramatis, Gubernur negara bagian Arkansas Orval Faubus mendukung kaum segregasionis itu, dan, tak main-main, mengirimkan pasukan Garda Nasional dari Arkansas untuk membantu kaum kulit putih mencegah sembilan murid hitam memasuki halaman sekolah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Sembilan murid hitam itu akhirnya gagal masuk sekolah. Mereka, murid yang masih ingusan itu, dicegat oleh barisan tentara Garda Nasional. Mereka juga menjadi sasaran cemoohan dan pelecehan massa kulit putih yang meneriakkan yel-yel, <em>&#8220;Two, four, six, eight&#8230; We ain&#8217;t gonna intregrate!&#8221;</em> Mereka mengejar dan memukuli para wartawan yang meliput peristiwa itu. Peristiwa ini langsung menjadi isu nasional yang menyedot perhatian seluruh warga Amerika.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Melihat tindakan gubernur Arkansas yang nyata-nyata melawan keputusan Mahkamah Agung ini, Presiden Dwight D. Eisenhower langsung turun tangan. Dia meminta Gubernur Faubus menemuinya secara pribadi, dan memerintahkan agar dia tak membangkang dari keputusan Mahkamah. Gubernur Faubus rupanya tak menggubris. Terjadilah ketegangan antara pemerintah federal dan negara bagian.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Presiden Eisenhower akhirnya mengambil alih masalah &#8216;kecil&#8217; kota Little Rock ini. Dia mengirim pasukan Divisi Airborne 101 dari Angkatan Darat AS ke Arkansas untuk melindungi sembilan murid kulit hitam itu. Tindakan Presiden Eisenhower membuahkan hasil. Pada 23 September 1957, untuk kali pertama, sembilan murid itu berhasil masuk sekolah dengan dikawal oleh 1.200 pasukan AD Amerika.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Presiden Eisenhower juga mengambil tindakan drastis lain&#8211;memfederalisasi pasukan Garda Nasional Arkansas dan menempatkannya langsung dibawah komando presiden, bukan lagi di bawah Gubernur Faubus. Tujuannya jelas: agar Gubernur Faubus tak menggunakan tentara garda itu untuk melawan pemerintah federal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kisah ini sangat mengharukan saya. Sembilan murid hitam di sebuah kota yang jauh dari ibukota Washington, masuk sekolah dengan dikawal oleh 1.200 tentara. Hak mereka untuk sekolah hendak dibatalkan oleh seorang gubernur, dan seorang presiden langsung turun tangan melindungi murid-murid yang masih belia itu.  <br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Keberanian Presiden Eisenhower untuk langsung turun tangan dan ambil alih masalah ini, merupakan &#8216;kebajikan kepemimpinan&#8217; <em>(virtue of leadership)</em> yang layak diteladani. Sudah tentu, tindakan Presiden Eisenhower ini kontroversial, dan ditentang oleh orang-orang kulit putih di kawasan Selatan yang umumnya masih pro segregasi. Tetapi, konstitusi tetaplah konstitusi, dan harus ditegakkan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Kasus di negara bagian Arkansas ini mengingatkan kita pada kasus yang nyaris serupa. Walikota Bogor, Diani Budiarto, membangkang dari keputusan MA yang telah menjamin hak jemaat GKI Yasmin untuk membangun gereja di sebuah kawasan perumahan di Bogor. Apa yang dilakukan oleh walikota ini persis dengan yang dilakukan oleh Gubernur Orval Faubus dari Arkansas.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dalam kasus GKI Yasmin ini, kita tentu berharap ada &#8216;Eisenhower Indonesia&#8217; yang mau turun tangan langsung dan memastikan bahwa hak-harga warga negara untuk membangun rumah ibadah yang dijamin oleh konstitusi itu tak dicederai.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Ulil Abshar Abdalla,</strong><br />
			<em>pemerhati dan praktisi politik. Peneliti di Freedom Institute, Jakarta.</em><br />
		</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2491&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/eisenhower-dan-sembilan-murid-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011312_0914_eisenhowerd11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>6 Kali Aku Menangis Karena Cinta Adikku (cerita motivasi dari kaskus)</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/6-kali-aku-menangis-karena-cinta-adikku-cerita-motivasi-dari-kaskus/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/6-kali-aku-menangis-karena-cinta-adikku-cerita-motivasi-dari-kaskus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 04:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH DAN MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2488</guid>
		<description><![CDATA[  6 Kali Aku Menangis Karena Cinta Adikku (cerita motivasi dari kaskus) Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2488&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p><a href="http://panggilakurendra.wordpress.com/2011/01/06/6-kali-aku-menangis-karena-cinta-adikku/"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><strong>6 Kali Aku Menangis Karena Cinta Adikku</strong></span></a><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><strong> (cerita motivasi dari kaskus)<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.<br />Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laciayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.:<br />&#8220;Siapa yang mencuri uang itu?&#8221; Beliau bertanya.<br />Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa punmengaku, jadi Beliau mengatakan :<br />&#8220;Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!&#8221;.<br />Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikkumencengkeram tangannya dan berkata :<br />&#8220;Ayah, aku yang melakukannya! &#8220;.<br />Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitumarahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami danmemarahi,:<br />&#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yangakan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221;.<br />Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuhdengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutupmulutku dengan tangan kecilnya dan berkata :<br />&#8220;Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.&#8221;<br />Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanianuntuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masihkelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikkuketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnyamemberengut :&#8221;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitubaik…&#8221;<br />Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Sambil berkata :<br />&#8220;Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?&#8221;.<br />Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata :<br />&#8220;Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyakbuku.&#8221;<br />Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya sambil berkata :<br />&#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?. Bahkan jikaberarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berduasampai selesai!&#8221;.<br />Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjamuang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yangmembengkak, dan berkata <br />&#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidakakan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221;.<br />Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan keuniversitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikkumeninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacangyang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkansecarik kertas di atas bantalku:<br />&#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja danmengirimu uang.&#8221;.<br />Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan airmata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun.Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yangadikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, akusedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan :<br />&#8221; Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !&#8221;.<br />Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, danmelihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen danpasir. Aku menanyakannya, :<br />&#8220;Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?&#8221;<br />Dia menjawab, tersenyum, &#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan merekapikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akanmenertawakanmu? &#8220;<br />Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debudari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku :<br />&#8220;Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamuadalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..&#8221;.<br />Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Iamemakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan :<br />&#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harusmemiliki satu.&#8221;<br />Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalampelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.<br />Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telahdiganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, akumenari seperti gadis kecil di depan ibuku. &#8220;Bu, ibu tidak perlu menghabiskanbegitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!&#8221; Tetapi katanya, sambiltersenyum :<br />&#8220;Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkahkamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendelabaru itu..&#8221;.<br />Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratusjarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya danmebalut lukanya.aku bertanya :<br />&#8220;Apakah itu sakit?&#8221;.<br />&#8220;Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidakmenghentikanku bekerja dan…&#8221; Ditengah kalimat itu ia berhenti.<br />Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun kewajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.<br />Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan akumengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi merekatidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidakakan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan :<br />&#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.&#8221;<br />Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkanpekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikkumenolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerjareparasi.<br />Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan akupergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu :<br />&#8220;Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harusmelakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yangbegitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;<br />Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. :<br />&#8220;Pikirkan kakak ipar…ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidakberpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apayang akan dikirimkan?&#8221;<br />Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yangsepatah-sepatah:<br />&#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!&#8221;<br />&#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221; Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu,ia berusia 26 dan aku 29.<br />Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani daridusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanyakepadanya :<br />&#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?&#8221;.<br />Tanpa bahkan berpikir ia menjawab :<br />&#8220;Kakakku.&#8221;<br />Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidakdapat kuingat :<br />&#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiaphari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah danpulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja danberjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetarankarena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjagakakakku dan baik kepadanya.&#8221;<br />Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannyakepadaku.<br />Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku akhirnya keluar juga :<br />&#8220;Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.&#8221;<br />Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaanini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2488&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/13/6-kali-aku-menangis-karena-cinta-adikku-cerita-motivasi-dari-kaskus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Senior !!! Kamu Junior !!!</title>
		<link>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/11/saya-senior-kamu-junior/</link>
		<comments>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/11/saya-senior-kamu-junior/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 14:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sirossiris</dc:creator>
				<category><![CDATA[MY CRITISM]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lordbroken.wordpress.com/?p=2483</guid>
		<description><![CDATA[Saya Senior !!! Kamu Junior !!! &#8220;Mas punya memory card?&#8221;, tanya seorang anak kecil dengan polos kepada saya. &#8220;Oh Card Reader tah?&#8221;, Saya pun memberikan sebuah card reader kepadanya, karena tanpa dijelaskan lebih lanjut saya sudah paham apa sebenarnya yang dibutuhkan anak tersebut. Selang beberapa menit kemudian si anak kecil tadi kembali menghampiri saya sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2483&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong>Saya Senior !!! Kamu Junior !!!<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011112_1456_sayasenior1.png?w=590" alt="" /><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Mas punya memory card?&#8221;, tanya seorang anak kecil dengan polos kepada saya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Oh Card Reader tah?&#8221;, Saya pun  memberikan sebuah card reader kepadanya, karena tanpa dijelaskan lebih lanjut saya sudah paham apa sebenarnya yang dibutuhkan anak tersebut.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">  Selang beberapa menit kemudian si anak kecil tadi kembali menghampiri saya sambil membawa card reader<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Mas piye cara masange?&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya pun membantu anak tersebut memasang memori card anak tersebut ke dalam card reader. Tak lupa pula saya mengingatkan agar card readernya nanti dicolokkan di belakang komputer tempat dia ngenet.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"> Tak seberapa lama kemudian lagi-lagi si anak kecil itu menghampiri saya, &#8220;Mas cara ngopy lagune gimana?&#8221;, tanya dia sambil garuk-garuk kepala.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Saya segera menghampiri bilik  tempat anak kecil tersebut ngenet, yang kebetulan letaknya tidak begitu terlihat dari meja operator. Di sana saya melihat ternyata si anak kecil tersebut tidaklah sendirian. Ada dua orang anak seumuran SMA yang juga berada di bilik tersebut.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"> Akhirnya saya pun mengerti letak permasalahan dari anak kecil tersebut. Ternyata si anak tidak memperhatikan apa yang tadi saya sarankan agar card readernya dicolokkan di USB belakang komputernya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Piye bisa ngopy dik, lah wong memori kamu saja enggak terbaca di komputernya.  tadi sudah saya bilang card readernya colokin di belakang kan?&#8221;, kata saya ngedumel.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Makane dul didengerin orang ngomong&#8221;, kata salah satu teman anak kecil tersebut. Lucunya lagi salah satu teman anak tersebut nampak mendorong kepala si anak sebagai rasa kejengkelan karena mungkin anak tersebut dianggap melakukan kesalahan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">&#8220;Harusnya kan kamu mas yang tadi datang ke saya, bukan malah nyuruh temanmu yang enggak tahu apa-apa ini?&#8221;, pendelik saya ke pada dua anak tersebut.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dulur blogger, perpaduan antara yang muda dan yang tua tentu saja dibutuhkan dalam sebuah interaksi di kehidupan bermasyarakat kita. Namun kadangkala ada seseorang yang menganggap jika kita telah menjadi seorang senior/tua, kita berhak untuk melakukan apapun kepada yang lebih muda/yunior. Banyaknya kasus perploncoan yang terjadi di lingkungan sekolah, kampus dan diklat-diklat organisasi, saya pikir semua terjadi karena kurangnya pemahaman tentang makna dari kata SENIOR. Senior diartikan sebagai sebuah status jika yang tua itu lebih tahu segala-galanya dari yang muda. Yang muda harus menuruti semua perintah yang tua atau kalau perlu yang muda harus mengalah meski tidak salah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;"> Demikian halnya yang terjadi pada si anak kecil dalam cerita di atas. Karena merasa lebih tua, dua orang anak SMA tersebut dengan seenaknya menyuruh seorang anak kecil tersebut. Sebaliknya si anak kecil dengan terpaksa menuruti kemauan temannya, karena mungkin saja si anak merasa takut kepada temannya yang lebih tua.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Senioritas mungkin tidak akan pernah terjadi manakala kita sadar dengan status senior/yunior yang saat ini kita sandang. Jika menjadi seorang senior jadilah seorang senior yang baik. Seorang senior yang bisa membingkai semua perintahnya kepada yang lebih muda dengan cara yang bijak. Yah, sebuah perintah yang bukan hanya sebatas bernilai kewajiban yang harus dijalankan oleh yang muda, tapi di dalam perintah itu ada sebuah pelajaran yang bisa didapatkan layaknya si anak kecil yang sekarang sudah mengenal arti dari benda bernama card reader. Dan di saat yang muda melakukan kesalahan ada baiknya pula kita mau berkaca, karena bisa jadi dibalik kesalahan yunior kita mungkin di situ ada kesalahan kita pula.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Dalam pencinta alam saya mengenal doktrin jika tidak ada senioritas di dalamnya. Jika saat ini kita menjadi orang yang lebih muda dibanding yang lain, semoga  kita tidak mengartikan kalimat tersebut dengan dangkal. Meski adakalanya kita tak bisa nurut pasrah bongko&#8217;an begitu saja kepada yang lebih senior, tapi budaya unggah-ungguh (sopan santun) haruslah kita kedepankan kepada yang lebih senior dari kita.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:12pt;">Semoga saja kita tidak menjadi silap mata dengan status senior yang kita punya. Selalu mengayomi dan merangkul yang lebih muda layaknya adik-adik atau anak-anak kita sendiri, sebab pada hakikatnya kita adalah pribadi yang tak bisa berdiri sendiri. Mati pun kelak kita membutuhkan yang lebih muda untuk menguburkan jasad kita. Jadi kenapa kita harus terlalu membanggakan status senior yang saat ini kita sandang?.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lordbroken.wordpress.com/2483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lordbroken.wordpress.com/2483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lordbroken.wordpress.com&amp;blog=8976098&amp;post=2483&amp;subd=lordbroken&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lordbroken.wordpress.com/2012/01/11/saya-senior-kamu-junior/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a35489a46fdc2018f5e74aa3a3e20260?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sirossiris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lordbroken.files.wordpress.com/2012/01/011112_1456_sayasenior1.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
