“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

ANEKA BISNIS

Mengenal Sistem Screening Organisasi Metode Group Discuss (Focus Discussion Group & Leaderless Discussion Group)

Mengenal Sistem Screening Organisasi Metode Group Discuss (Focus Discussion Group & Leaderless Discussion Group)

Proud by Rizky Kurnia W

Tulisan ini merupakan panduan sederhana dalam menyelenggarakan LGD dengan menggabungkan pendekatan teoritis dan praktis.

Beberapa perusahaan atau biro psikologi menggunakan FGD ( Focuss Discussion Group) atau Diskusi Kelompok Terarah, ada juga yang menyebutnya sebagai LGD atau Leaderless Group Discussion sebagai salah satu bagian dalam proses seleksi atau dalam pelaksanaan psikotes. Dalam pelaksanaannya, peserta tes akan dibagi menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 7 orang. Setiap kelompok akan diberikan sebuah kasus yang harus didiskusikan bersama. Kasus ini bisa berupa isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan media, atau kasus-kasus dimana peserta akan dihadapkan pada pilihan-pilihan tertentu atau mungkin juga kasus fiktif yang mungkin tidak akan Peserta temui dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil FGD & LGD tidak bisa dipakai untuk melakukan generalisasi karena FGD & LGD memang tidak bertujuan menggambarkan (representasi). Arti penting FGD & LGD bukan terletak pada hasil representasi populasi, tetapi pada kedalaman informasinya. Lewat FGD & LGD, pewawancara bisa mengetahui alasan, motivasi, argumentasi atau dasar dari pendapat seseorang atau kelompok.

LGD berbeda dengan FGD (focus group discussion). LGD digunakan untuk mengamati perilaku seseorang, sedangkan FGD digunakan untuk mengumpulkan data.

LGD lebih menitikberatkan pada perilaku tampak, atau yang ditampakkan, atau yang diharapkan ditampakkan selama proses diskusi. Diskusi ini disebut leaderless karena tidak ada kesepakatan sebelumnya mengenai siapa yang menjadi moderator, pemimpin dan sebagainya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa semuanya dalam posisi yang sama.

Meskipun demikian, sering kali ditemukan pada awal mula diskusi
 yang dikemukakan adalah siapa yang akan memimpin atau menjadi moderator. Apabila yang ditunjuk atau yang mengajukan diri berhasil memimpin jalannya diskusi, yang bersangkutan dipastikan mendapat kartu truf. Namun sayanganya sebagian besar, jika tidak boleh mengatakan hampir seluruhnya, tidak berhasil memimpin diskusi.

Instruktur seleksi diskusi yang profesional akan menekankan bahwa tidak perlu menunjuk pemimpin, sekretaris apalagi bendahara. Ia akan menekankan waktu yang terbatas sehingga lebih bijak jika langsung masuk ke proses diskusi bersama. Hal tersebut ada benarnya daripada menghabiskan 30 detik mencari pemimpin diskusi, lebih baik langsung berdiskusi.

Sesuai namanya, pengertian FGD & LGD Group Discussion mengandung tiga kata kunci: a. Diskusi (bukan wawancara atau obrolan); b. Kelompok (bukan individual); c. Terfokus/Terarah (bukan bebas). Artinya, walaupun hakikatnya adalah sebuah diskusi, FGD tidak sama dengan wawancara, rapat, atau obrolan beberapa orang di kafe-kafe. FGD bukan pula sekadar kumpul-kumpul beberapa orang untuk membicarakan suatu hal. Banyak orang berpendapat bahwa FGD & LGD dilakukan untuk mencari solusi atau menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta, padahal aktivitas tersebut bukanlah FGD & LGD, melainkan rapat biasa. FGD & LGD berbeda dengan arena yang semata-mata digelar untuk mencari konsensus.

Prinsip-prinsip FGD & LGD adalah :

  1. FGD adalah kelompok diskusi bukan wawancara atau obrolan. Ciri khas metode FGD yang tidak dimiliki oleh metode riset kualitaif lainnya (wawancara mendalam atau observasi) adalah interaksi! Hidup mati sebuah FGD terletak pada ciri ini. Tanpa interaksi sebuah FGD berubah wujud menjadi kelompok wawancara terfokus (FGI-Focuss Group Interview). Hal ini terjadi apabila moderator cenderung selalu mengkonfirmasi setiap topik satu per satu kepada seluruh peserta FGD. Semua peserta FGD secara bergilir diminta responnya untuk setiap topik, sehingga tidak terjadi dinamika kelompok. Komunikasi hanya berlangsung antara moderator dengan informan A, informan A ke moderator, lalu moderator ke informan B, informan B ke moderator, dst…Yang seharusnya terjadi adalah moderator lebih banyak “diam” dan peserta FGD lebih banyak omong alias “cerewet”. Kondisi idealnya, Informan A merespon topik yang dilemparkan moderator, disambar oleh informan B, disanggah oleh informan C, diklarifikasi oleh informan A, didukung oleh informan D, disanggah oleh informan E, dan akhirnya ditengahi oleh moderator kembali. Diskusi seperti itu sangat interaktif, hidup, dinamis!
  2. FGD adalah group bukan individu. Prinsip ini masih terkait dengan prinsip sebelumnya. Agar terjadi dinamika kelompok, moderator harus memandang para peserta FGD sebagai suatu group, bukan orang per orang. Selalu melemparkan topik ke “tengah” bukan melulu tembak langsung ke peserta FGD.
  3. FGD adalah diskusi terfokus bukan diskusi bebas. Prinsip ini melengkapi prinsip pertama di atas. Diingatkan bahwa jangan hanya mengejar interaksi dan dinamika kelompok, kalau hanya mengejar hal tersebut diskusi bisa berjalan ngawur. Selama diskusi berlangsung moderator harus fokus pada tujuan diskusi, sehingga moderator akan selalu berusaha mengembalikan diskusi ke “jalan yang benar”. Moderator memang dituntut untuk mencairkan suasana (ice breaking) agar diskusi tidak berlangsung kaku, namun kadang-kadang proses ice breaking ini kelamaan, moderator ikut larut dalam “keceriaan” kelompok, ber ha-ha-hi-hi, dan baru tersadar ketika masih banyak hal yang belum tergali, sementara para peserta sudah mulai kehilangan “energi”

Kapan FGD & LGD Tidak Diperlukan?

FGD & LGD harus dipertimbangkan untuk tidak digunakan sebagai metode pewawancaraan sosial jika:

  1. Pewawancara ingin memperoleh konsensus dari masyarakat/peserta
  2. Pewawancara ingin mengajarkan sesuatu kepada peserta
  3. Pewawancara akan mengajukan pertanyaan “sensitif” yang tidak akan bisa di-share dalam sebuah forum bersama kecuali jika pertanyaan tersebut diajukan secara personal antara pewawancara dan informan.
  4. Pewawancara tidak dapat meyakinkan atau menjamin kerahasiaan diri informan yang berkategori “sensitif”.

Keuntungan menggunakan FGD & LGD…??

Beberapa perusahaan atau biro psikologi menggunakan LGD sebagai pengganti wawancara, namun ada juga yang tetap melakukan wawancara walaupun telah dilakukan LGD. Metode LGD ini biasanya dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Efisiensi waktu, sehingga pemandu LGD dapat membuat keputusan secara cepat karena LGD mengungkap beberapa aspek sekaligus dari para pelamar kerja
  2. Para pewawancara ingin melihat calon pekerja dari berbagai aspek pekerjaan yang diinginkan
  3. Para pewawancara dapat melengkapi beberapa informasi yang telah didapatkan pada tahap sebelumnya.
  4. Para pewawancara ingin melihat kemampuan calon pekerja dalam berkomunikasi dalam situasi “under pressure”

Persiapan dan Desain Rancangan FGD & LGD

Memilih dan Mengatur Tempat

Pada prinsipnya, FGD & LGD dapat dilakukan di mana saja, namun seyogianya tempat FGD & LGD yang dipilih hendaknya merupakan tempat yang netral, nyaman, aman, tidak bising, berventilasi cukup, dan bebas dari gangguan yang diperkirakan bisa muncul (preman, pengamen, anak kecil, dsb). Selain itu tempat FGD & LGD juga harus memiliki ruang dan tempat duduk yang memadai (bisa lantai atau kursi). Posisi duduk peserta harus setengah atau tiga perempat lingkaran dengan posisi moderator sebagai fokusnya. Jika FGD & LGD dilakukan di sebuah ruang yang terdapat pintu masuk yang depannya ramai dilalui orang, maka hanya moderator yang boleh menghadap pintu tersebut, sehingga peserta tidak akan terganggu oleh berbagai “pemandangan” yang dapat dilihat diluar rumah.

Jika digambarkan, layout ruang diskusi dapat dilihat sebagai berikut:


(Irwanto, 2006: 68)

Jumlah Peserta

Dalam FGD & LGD, jumlah perserta menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan. Menurut beberapa literatur tentang FGD & LGD (lihat misalnya Sawson, Manderson & Tallo, 1993; Irwanto, 2006; dan Morgan D.L, 1998) jumlah yang ideal adalah 7 -11 orang, namun ada juga yang menyarankan jumlah peserta LGD lebih kecil, yaitu 4-7 orang (Koentjoro, 2005: 7) atau 6-8 orang (Krueger & Casey, 2000: 4). Terlalu sedikit tidak memberikan variasi yang menarik, dan terlalu banyak akan mengurangi kesempatan masing-masing peserta untuk memberikan sumbangan pikiran yang mendalam. Jumlah peserta dapat dikurangi atau ditambah tergantung dari tujuan pewawancaraan dan fasilitas yang ada.

Rekruitmen Peserta: Homogen atau Heterogen?

Tekait dengan homogenitas atau heterogenitas peserta FGD & LGD, Irwanto (2006: 75-76) mengemukakan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Pemilihan derajat homogenitas atau heterogenitas peserta harus sesuai dengan  tujuan awal diadakannya FGD & LGD.
  2. Pertimbangan persoalan homogenitas atau heterogenitas ini melibatkan variabel tertentu yang diupayakan untuk heterogen atau homogen. Variabel sosio-ekonomi atau gender boleh heterogen, tetapi peserta itu harus memahami atau mengalami masalah yang didiskusikan. Dalam mempelajari persoalan makro seperti krisis ekonomi atau bencana alam besar, FGD & LGD dapat dilakukan dengan peserta yang bervariasi latar belakang sosial ekonominya, tetapi dalam persoalan spesifik, seperti perkosaan atau diskriminasi, sebaiknya peserta lebih homogen.
  3. Secara mendasar harus disadari bahwa semakin homogen sebenarnya semakin tidak perlu diadakan FGD & LGD karena dengan mewawancarai satu orang saja juga akan diperoleh hasil yang sama atau relatif sama.
  4. Semakin heterogen semakin sulit untuk menganalisis hasil FGD & LGD karena variasinya terlalu besar.
  5. Homogenitas-heterogenitas tergantung dari beberapa aspek. Jika jenis kelamin, status sosial ekonomi, latar belakang agama homogen, tetapi dalam melaksanakan usaha kecil heterogen, maka kelompok tersebut masih dapat berjalan dengan baik dan FGD & LGD masih dianggap perlu.
  6. Pertimbangan utama dalam menentukan homogenitas-heterogenitas adalah ciri-ciri mana yang harus/boleh/tidak boleh heterogen dan ciri-ciri mana yang harus/boleh/tidak boleh homogen.

Pelaksanaan LGD (LEADERLESS GROUP DISCUSS)

Dalam pelaksanaan LGD, kunci utama agar proses diskusi berjalan baik adalah permulaan. Untuk membuat suasana akrab, cair, namun tetap terarah, tugas awal pewawancara terkait dengan permulaan diskusi yaitu (1) mengucapkan selamat datang, (2) memaparkan singkat topik yang akan dibahas (overview), (3) membacakan aturan umum diskusi untuk disepakati bersama (atau hal-hal lain yang akan membuat diskusi berjalan mulus), dan (4) mengajukan pertanyaan pertama sebagai panduan awal diskusi. Untuk itu usahakan, baik pertanyaan maupun respon dari jawaban pertama tidak terlalu bertele-tele karena akan menjadi acuan bagi efisisensi proses diskusi tersebut.

Untuk efisiensi, pembatasan waktu kadang boleh diterapkan. Namun pada beberapa situasi, pembatasan waktu ini justru menghambat dinamika kelompok karena seringkali karena terdesak oleh waktu maka kelompok akan melakukan voting untuk mendapatkan penyelesaikan yang disepakati. Jadi, berapa waktu yang digunakan juga sangat fleksibel, tergantung dari kebutuhan tiap-tiap perusahaan. Setelah kelompok mendapatkan penyelesaian yang dirasa paling tepat, ada baiknya pemandu membahas dinamika kelompok tersebut seperti apa yang mereka dapatkan dari kasus seperti itu, atau apa yang dirasakan ketika harus bekerja dengan orang lain, dsb. Intinya adalah bagaimana membuat peserta mendapatkan insight atau wawasan baru dari kasus atau dinamika kelompok yang baru saja ia lewati. Dengan pengetahuan baru diharapkan peserta lebih paham bagaimana bekerja dan peran seperti apa yang harus dilakukan ketika harus bekerjasama. Pemahaman ini juga melatih peserta untuk lebih siap masuk ke dunia kerja.

Pengumuman pelaksanaan LGD

1. Tentukan waktu untuk pelaksanaan LGD

2. Hubungi calon peserta secara informal lebih dulu untuk tahu kesediaannya (2 minggu sebelum jadwal)

3 Kirim undangan tertulis

4. Hubungi lagi setiap peserta 1 hari sebelum pelaksanaan LGD

LGD efektif apabila

o Peserta memiliki keinginan dan sesuatu untuk diungkapkan

o Tujuannya untuk memahami sikap/tindakan

LGD tidak efektif apabila

o Peserta terpecah/konflik atau marah/emosional

o Tujuannya untuk mengumpulkan informasi faktual

Kasus seperti apa yang biasa digunakan dalam LGD…??   

Umumnya kasus yang digunakan dalam LGD adalah kasus-kasus yang terkait dengan bidang pekerjaan kandidat atau kasus-kasus yang menuntut penyelesaian tidak hanya secara logis namun juga mempertimbangkan kata hati. Namun kasus yang diberikan dalam LGD seyogyanya disesuaikan dengan aspek yang akan diungkap dari pekerjaan kandidat nantinya. Tabel di bawah ini diharapkan dapat membantu untuk lebih memahami bagaimana menyesuaikan kasus dnegan level atau kompleksitas pekerjaan kandidat.

Level

Aspek yang ingin diungkap

Orientasi kasus

Staff

Pada level ini aspek yang biasanya lebih diperhatikan adalah kematangan sosial emosional, potensi kerjasama, pengendalian diri, dan stabilitas emosi

Kasus yang diberikan dapat berupa kasus mengenai permasalahan kongkrit yang terjadi di lingkup pekerjaan atau kasus yang sebenarnya tidak menitik beratkan pada keakuratan penyelesaian namun lebih kepada proses dalam mencapai penyelesaian.

Supervisory / SC

Pada level ini biasanya selain memperhatikan aspek-aspek diatas juga memperhatikan aspek kepemimpinan seperti pengambilan keputusan, inisiatif, kemampuan persuasi, dan pola pengembangan tim

Kasus yang diberikan dapat berupa kasus mengenai suatu permasalahan yang menuntut penyelesaian yang melibatkan beberapa faktor yang terlibat didalamnya sehingga pola kepemimpinan, pola pikir dan prioritas dalam pengambilan keputusan bisa terlihat di sini.

Managerial/ leader/Ketua pelaksana & Koordinator Lapangan

Pada level ini aspek yang diungkap lebih kompleks sehingga selain memperhatikan aspek-aspek diatas juga mmeperhatikan beberapa aspek terutama dalam hal pengambilan keputusan strategis,

Kasus yang diberikan dapat berupa kasus mengenai suatu permasalahan yang melibatkan system organisasi atau policy sehingga kemampuan berfikir startegisnya akan lebih terlihat.

Cara mengakhiri LGD

• Kesimpulan

Apakah kesimpulan yang diambil sudah cukup mengcover seluruh diskusi?

• Pendapat akhir peserta

Minta peserta untuk merefleksi kembali seluruh proses diskusi, kemudian mengutarakan pendapat atau sikap mereka

• Pertanyaan akhir

“Adakah sesuatu yang masih terlewat?”

Data yang perlu dicermati sebelum penilaian

Karena berhubungan dengan kelompok, data-data yang muncul dalam kasus LGD biasanya mencakup:

a. Konsensus

b. Perbedaan Pendapat

c. Pengalaman yang Berbeda

d. Ide-ide inovatif yang muncul, dan sebagainya.

Apakah yang dinilai dari peserta saat LGD…??

Walaupun LGD bentuknya kelompok namun sikap setiap individu juga mendapatkan perhatian karena sebenarnya LGD ini dimaksudkan untuk menilai sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau situasi di luar dirinya. Bagaimana seseorang melihat permnasalahan, mengkomunikasikan isi pikirannya tapi tetap bis amenghargai ide atau gagasan orang lain serta mengambil sikap pada situasi tersebut. Maka cara ketrampilan komunikasi dan kepercayaan diri menjadi hal yang penting pada LGD.

Yang akan dinilai dalam DISKUSI/DINAMIKA KELOMPOK adalah :

* Comunicating ( kepercayaan diri, adaptasi, penyesuaian diri,
sikap saat menyatakan atau mendengarkan argumen, sikap mendebat argumen lawan dan mempertahankan argumennya, ketahanannya dalam berhadapan dengan situasi yang underpressure. Tidak seperti wawancara yang pressurenya dari pertanyaan interviewernya, pressure dari LGD selain berupa kasus itu sendiri bisa dari anggota kelompok lainnya ketika si peserta membandingkan kemampuannya dengan kemampuan anggota kelompok yang lainnya termasuk juga bagaimana pengendalian dirinya.)

* Problem Solving (pemecahan masalah, cari lebih dari satu alternatif pemecahan masalah beserta tahapannya. Jadi disini dilihat apa saja, berapa dan bagaimana kualitas dari ide-ide yang ditawarkan).

* Decision Making (mengambil keputusan) dari beberapa problem solving di atas dengan teori pengambilan keputusan itu lebih bagus misalnya berupa apa nilai lebih kita dibandingkan perusahaan kompetitor untuk mengatasi masalah tersebut, apa kelemahan kita/tim, berapa persen kesempatan/peluang yang kita punya, apa saja tantangannya/ hambatan yang akan muncul. Bahasa lebih sederhananya adalah kemampuan menganalisa SWOT sebagai pertimbangan pengambilan keputusan. Termasuk juga penggunaan referensi dalam pengambilan keputusan.

* Impact (baik postif maupun negatif yang akan terjadi apabila keputusan sudah dijalankan, sehingga langkah selanjutnya dari impact tersebut telah disiapkan. Segala pengambilan keputusan pasti menghasilkan impact “baik dan buruk” yang tidak bisa dipisahkan keduanya dan yang berbeda hanya besarnya persentase diantara keduanya, apabila impact baik tidak disiapkan langkah selanjutnya maka akan terjadi stagnasi dalam next step-nya, sedangkan bila impact negatif tidak disiapkan langkah penanggulangannya meskipun sekecil apapun itu maka akan mempengaruhi kondusifitas & produktifitas)

* Coaching, Initiating Action, Planning and Organizing. (bagaimana cara memperkenalkan teknis atau instruksi dalam menjalankan ide sehingga lebih mudah dipahami dan dilaksanakan sebagai sebuah kebijakan maupun tindakan. Sehingga ide yang dianggap brilian mampu dijabarkan dalam konsep planning maupun pengorganisasian dilapangan, bukan hanya serupa ide yang sulit dipahami)

Sekilas memang LGD terlihat sebagai proses yang sederhana, namun tetap saja proses ini dilakukan untuk melihat profile peserta.

3 Perilaku yang Perlu Dicermati dalam LDG

  • Speak

    Ingat, ini adalah tahap seleksi diskusi yang akan mengamati pola perilaku tampak seseorang. Sebagus apapun logika alur berpikir dan tulisan indah peserta, jika peserta tetap diam selama 20 menit diskusi, Peserta akan gagal dengan keterangan: pasif.

Hampir seluruh kegiatan diskusi menggunakan cerita yang ambigu dan megurutkan sesuatu. Logika dan jawaban Peserta memang akan mendapat nilai, namun nilai tertinggi tetap pada bagaimana cara Peserta menyampaikan logika dan alur berpikir tersebut pada orang lain. Orang yang sangat pandai, tapi cara menyampaikan idenya tidak karuan, tetap nilai amatannya akan jelek.

Berani bicara dalam proses diskusi. Tentunya termasuk berani mendukung pendapat rekan, berani berpendapat beda, dan berani mengakui kebenaran alur dari rekan diskusi lain.

  • Summarize

    Berbicara terlalu sedikit akan dinilai sebagai bebek pengikut, berbicara terlalu banyak akan dinilai sebagai otoriter yang dominan. Titik temunya adalah meringkas berbagai pendapat yang muncul, entah hasil pendapat pribadi atau pendapat beberapa rekan. Tidak perlu menjadi seorang pemimpin diskusi untuk meringkas pendapat orang lain. Bahkan jika sudah ada pemimpin diskusi dan kita yang melakukan proses peringkasan berbagai pendapat, nilai kita lebih unggul dari si pemimpin.

Ketika meringkas, menemukan kesamaan pandang dalam dua laur berbeda, ada celah yang dapat dimanfaatkan. Kita dapat menanyakan pendapat dari rekan yang cenderung diam. Hal ini akan menunjukkan kita memiliki kepekaan terhadap orang lain. Entah orang tersebut akhirnya berpendapat atau hanya bilang “idem”, tak menjadi soal. Kita sudah memberikan kesempatan.

  • Smile

    Semua orang senang dengan rasa manis. Apakah semua senyum itu manis? Tentu saja! Lihat lah SMILE. Sweet Memories In Lips Expression. Satu senyuman akan membuat afirmasi dalam diri, kita akan menjadi lebih rileks, yang mengarah pada kejernihan pikir, lalu berujung pada kepercayaan diri. Kepercayaan diri yang tampak dari senyuman akan direspon oleh orang lain sebagai bentuk kharisma, aura, dan ketaatan.

Kadang kala entah karena tegang atau lapar atau sakit perut, ekspresi yang muncul adalah datar. Ketika diskusi berjalan alot, yang terlihat malah agresi dan senyum mencemooh pendapat orang lain. Senyum yang asli akan sangat bermanfaat. Adakah senyum palsu ? Tentu saja ada, dan itu bisa dideteksi dengan mudah.

Macam Klasifikasi Peserta LGD

1. Self Appointment expert (merasa paling ahli)

2. Dominant talker (suka menguasai pembicaraan/ diskusi)

3 Pemalu dan pasif

4. Rambler (bicara ngalor-ngidul tidak jelas intinya)

OUTPUT LGD

Dalam LGD, keterampilan berinteraksi dalam kelompok yang ditampilkan oleh peserta dapat diamati cukup mendalam karena permasalahan yang dipilih erat kaitannya dengan kondisi sehari-hari yang mungkin dikerjakan oleh seseorang yang menduduki posisi supervisor. Akan tampak kemampuan seseorang dalam menganalisa permasalahan, mengambil keputusan, efektivitas komunikasi, dan kemampuan dalam meyakinkan orang lain serta mempresentasikan ide-idenya dengan cara yang terbuka dan bersahabat. Dapat dikatakan bahwa LGD merupakan metode yang cukup ampuh guna memilah peserta yang memiliki hasrat mengatur dengan peserta yang memimpin, peserta yang punya keinginan menampilkan ide-idenya semata dengan yang peserta yang terbuka terhadap ide-ide orang lain.

Seorang leader yang efektif idealnya mampu mempengaruhi orang lain dengan jalan membangun komitmen serta meningkatkan kohesivitas dalam kelompok. Jadi sebaiknya peserta pun dapat menampilkan kepercayaan diri dalam memberi inspirasi orang lain, persuasif dan memiliki kemampuan mendorong anggota kelompok (terutama yang pasif) untuk berani menampilkan idenya, asertif tanpa bersikap menjatuhkan orang lain serta efektif dalam mengatasi situasi perbedaan pendapat dalam kelompoknya.

Biasanya, peserta yang pasif berbanding lurus dengan rendahnya level kompetensi. Namun demikian, beberapa kali saya jumpai, peserta yang “tidak bunyi” selama LGD berlangsung pada saat interview dapat menampilkan bukti-bukti yang cukup spesifik mengenai kelayakan performa kerjanya selama ini. Orang-orang semacam ini biasanya tipe orang yang membutuhkan adaptasi yang cukup lama bila berhadapan dengan orang-orang atau situasi yang baru sehingga kurang mampu menampilkan dirinya saat LGD. Tipe orang yang melakukan pendekatan secara personal, low profile dan butuh waktu panjang untuk mengambil keputusan. Orang-orang semacam ini cenderung kurang taktis dan kurang mampu tampil meyakinkan di hadapan top manajemen sehingga seringkali terlewatkan atau tenggelam oleh dominansi rekan-rekannya yang lebih “meriah”. Nah, alangkah lebih baiknya jika performa kerja yang diperoleh dibarengi dengan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, karena mau tidak mau seseorang itu pertama kali dikenali melalui kemampuannya dalam berkomunikasi. Jika tidak bisa menjualnya, siapa yang akan tahu prestasi kita?

LGD bertujuan untuk menggali potensi masing-masing peserta dengan melihat kemampuan kepemimpinan, cara berkomunikasi, kemampuan kerjasama dan stabilitas emosi peserta seleksi dalam suatu kelompok diskusi.

Beberapa Hal Penting yang harus Jadi Perhatian dalam LGD

1. Sebelum memulai diskusi, harus ada moderator diskusi untuk mengelola jalannya diskusi (INGAT! Menjadi Moderator belum tentu lolos dalam tahap LGD, bila ingin menjadi moderator, bersikap selayaknya moderator); harus ada tentukan seorang penulis hasil/kesimpulan, ingatlah LGD merupakan diskusi dalam sebuah tim, jadi hasil dari diskusi harus ditulis atas nama satu tim alias tidak ditulis sendiri-sendiri. Namun biarkan tim LGD melakukan sendiri, sebuah diskusi yang baik denga ide yang luar biasa sebaiknya tercatat dan teratur dengan adanya notulen maupun moderasi yang baik.

2. Opini harus diutarakan secara jelas, tepat, dan bertanggung jawab; tidak boleh melenceng dari pokok pertanyaan atau permasalahan kecuali untuk ice break atau mencairkan suasana.

3. Jangan sekali-kali menyerang/offense terhadap pernyataan terhadap teman dalam tim, penyampaian perbedaan pendapat harus dengan sopan dan dengan nada yang terkontrol alias tidak boleh ‘meledak-ledak’. Interaksi yang ada harus sopan dan patut selayaknya komunikasi yang baik, jangan memalingkan muka saat berbicara dengan lawan bicara, jika perlu tatap matanya dengan wajar.

4. Yang dilihat dari LGD bukanlah seberapa hebat secara individu, tetapi bisakah bekerja di dalam team. Fokuskan bagaimana caranya menyelesaikan masalah, demi kepentingan kelompok. Dengan begitu, peserta akan berusaha maksimal demi kesuksesan kelompok. Terkadang banyak ditemukan orang yang “show off” dan berusaha mendominasi menunjukkan dirinya hebat, tapi itu salah besar. Disini dinilai teamwork dan interaksi sosial.

5. Tidak ada yang boleh memposisikan sebagai pemimpin, itu kesalahan fatal. LGD adalah diskusi tidak terpimpin. Kalaupun untuk menjaga keteraturan diskusi boleh menggunakan moderator yang mampu bersikap netral dan mengakomodasi semua argumen termasuk argumennya sendiri tanpa berhak untuk memutuskan hasilnya apapun yang terjadi. Moderator harus bisa menyela dan membagi porsi bicara, tapi tentunya tetap dengan sikap hormat dan sopan

6. Sebenernya LGD untuk mengetahui skill dalam analisa masalah,

poin positif :

  • Mampu memberikan ide yg kreatif untuk mendapatkan solusi pada kasus
  • Mampu menengahi perbedaan pendapan antara peserta diskusi
  • Mampu mendengarkan/menerima ide/pendapat yg lain

poin negatif :

  • Terlalu pasif, gak bisa memberikan ide… hanya merangkum ide2 orang laen.
  • Sangat dominan, merasa ide dia paling benar tanpa mendengarkan ide org lain. (maksudnya bukan tidak boleh merasa ide yg paling baik, setidaknya mendengarkan dulu ide yg lain, terus jelaskan kekurangan dan kelebihan ide teman diskusi dan secara perlahan dan pasti memastikan ke lainnya bahwa ide yg diutarakan memiliki solusi yg baik untuk kasus itu).
  • Berdebat berkepanjangan dengan peserta lain. tanpa ada solusi yg baik.. maksudnya harus mampu mancari titik tengah dari solusi. Karena 1 team ada banyak kepala, kemungkinan perbedaan pendapat pasti ada. Usahakan di akhir diskusi, kelompok diskusi sudah memiliki kesimpulan yg sama.

7. Berani menyebut peserta lain dengan nama mereka adalah hal positif lainnya. Ini menunjukkan peserta merupakan orang yang supel dan mudah bergaul. Tapi dilarang menyebut mereka seperti ini: “Seperti apa yang dikemukakan oleh mas yang berbaju biru….” atau “Saya sependapat dengan mbak yang pakai kacamata,,”. Setiap orang punya nama, sehingga layak panggil mereka dengan nama mereka yang benar.

CONTOH KONSEPAN TEKNIS RULE OF PLAY PRESENTASI & LGD DALAM PEMILIHAN SUPERVISOR OPJH (ORIENTASI PENGENALAN JURUSAN & HIMPUNAN)

Persiapan

  • Peserta dihubungi dan diberi undangan minimal H-3 untuk menghadiri tahap seleksi “presentasi dan leaderless discuss group” dimana setiap peserta diharapkan membawa sebuah presentasi yang diberi waktu x menit tentang topik y (anjuran saya 10 menit presentasi dengan topik “New inovation of concept for OPJH 2013″, presentasi tanpa m.powerpoint). Undangan juga harus berisi contact person+no hp untuk meminimalisir ketidaksiapan para peserta.
  • Disediakan sebuah ruangan yang berisi tempat duduk melingkar dg jumlah disesuaikan jumlah peserta, disediakan kertas kosong untuk coret-coretan peserta, kalau bisa juga disediakan papan tulis/karton manila meskipun kecil untuk presentasi maupun LGD.
  • Tim observer LGD dikumpulkan minimal H-1 untuk briefing dan inisiasi konsep maupun teknis LGD. Tim observer sebaiknya dipilih dari orang yang mampu melihat secara objektif dan dengan jumlah yang sedikit (usahakan tidak lebih dari 5 orang) agar lebih memudahkan dalam pengambilan keputusan dalam bentuk rekomendasi.

Eksekusi

  • Peserta diharapkan datang lebih awal setengah jam sebelum waktu yang ditentukan untuk briefing dan pembagian kelompok LGD. Kelompok LGD agar lebih efektif sebaiknya dalam kisaran 5-10 orang yang bisa dipilih secara acak ataupun dipilih berdasarkan heterogenitas perilaku dari hasil seleksi interview perilaku.
  • Kelompok LGD 1 dipersilahkan masuk & duduk melingkar seperti huruf U kemudian diberi lembar kertas sebagai corat-coret, selanjutnya saling memperkenalkan diri + mempresentasikan inovasinya diestimasikan waktunya 5-10 menit/orang tanpa alat peraga selain papan tulis. Selanjutnya kelompok LGD 1 dipersilahkan untuk berdiskusi selayaknya sebuah tim SC yang memperdebatkan sebuah ide terbaik untuk diterapkan dalam OPJH berdasarkan presentasi yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta sebelumnya. Estimasi waktu LDG selama 30-60 menit. Apabila telah selesai waktunya maka dipersilahkan menyerahkan report & hasil kesimpulan secara tertulis dan lisan kepada tim observer. Tim observer dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan tentang hasil diskusi. Tim observer diberikan waktu 10 menit untuk menuliskan rekomendasi & alasan pribadinya berdasarkan pengamatan saat LDG (penilaian bukan berdasar topik yang dibahas melainkan jalannya diskusi & peranan masing-masing peserta ). Tim observer berhak memberi saran hanya atas hasil diskusi, tapi tidak boleh membeberkan hasil penilaian didepan peserta sebab penilaian akan berupa rekomendasi secara tim bukan personal.
  • FGD dapat dilihat oleh observer ataupun PH tapi dilarang keras memberi interupsi ataupun gangguan dalam bentuk apapun saat LGD berlangsung termasuk penggunaan alat komunikasi didalam ruangan.
  • PJ timer wajib memperingatkan peserta LGD saat menjelang waktu berakhir (tiap kurang 20, 10, 3 menit)
  • Kertas corat-coret harus diberinama dan dikumpulkan kembali sebab dapat menjadi salah satu rujukan tim observer untuk menilai kemampuan “sistematisasi” dari peserta.
  • Perlakuan yang sama dilakukan di kelompok LDG selanjutnya

Pasca

  • Tim observer melakukan diskusi untuk memberikan sebuah rekomendasi secara tim berdasarkan hasil observasi LDG sebelumnya (pihak lain dilarang turut dalam pembahasan kecuali dimintai pendapat oleh tim observer). Hasil rekomendasi diberikan secara tertulis dan terperinci disertai pertimbangan-pertimbangan yang menjadi landasannya untuk diserahkan kepada pengambil keputusan sebagai pihak penanggungjawab.

Kompetisi Bisnis Shell LiveWIRE BSA 2012

 

Kompetisi Bisnis Shell LiveWIRE BSA 2012
Pendaftaran Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards 2012 dibuka 15 Mei 2012!!
Kalau kamu memenuhi kriteria-kriteria:
  • Berusia minimal 18 dan maksimal 32 tahun pada 15 Juli 2012.
  • WNI dan mempunyai kegiatan usaha yang berdomisili di Pulau Jawa dan Bali.
  • Telah menjalankan usaha minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan pada 15 Juli 2012.
  • Belum pernah memenangkan lomba bisnis sejenis sebelumnya baik untuk tingkat propinsi atau nasional.

Dan ingin mendapatkan:
  • Uang tunai 20 Juta Rupiah sebagai modal usaha
  • Coaching dan mentoring untuk bisnis selama 2 tahun
  • Publikasi bisnismu dimedia cetak/ elektronik
Silakan download dan isi formulir BSA 2012 tahap pertama di bawah ini dan kirimkan kembali ke: livewire.indonesia@gmail.com.
Download Form
Tanggal akhir pengembalian formulir adalah: 15 Juli 2012
  • Lomba ini diselenggarakan oleh PT. Shell Indonesia dan hanya terbuka di Pulau Jawa & Bali tanpa dikenakan biaya apapun.
  • Hati-hati atas penipuan yang mengatasnamakan PT. Shell Indonesia dan Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards 2012.
  • Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut kamu dapat menghubungi: Ayu Gunantari : 0816-1307841 atau di ayu.Gunantari@shell.com atau, email ke livewire.indonesia@gmail.com

Sukses Raih Mimpimu, Jadi Pengusaha!
.Tim Shell LiveWIRE Indonesia.


SEMINAR KEWIRAUSAHAAN “SET UP YOUR MIND TO BE AN ENTREPENEUR”

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN “SET UP YOUR MIND TO BE AN ENTREPENEUR”


Rosella Merah, Lambang Era Baru Divisi Kewirausahaan Himalogista-UB

Rosella Merah, Lambang Era Baru Divisi Kewirausahaan Himalogista-UB

(oleh-oleh cerita dari fun-gista 2012)


    Hari minggu, 18 maret 2012, menjadi sebuah kejutan dimana saat acara fun-gista yang menjadi representasi rasa syukur himalogista (Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian-Universitas Brawijaya) atas segala sepak terjangnya selama 13 tahun ini, ada suatu hal yang baru ditunjukkan salah satu stan bazar yang terletak berada di sudut acara fun-gista tersebut. Stand tersebut menjual berbagai macam produk, tapi hal menariknya adalah menjual aneka produk olahan rosella merah seperti jelly drink rosella merah, roti selai rosella merah dan manisan rosella merah. Stand tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah milik divisi kewirausahaan himalogista 2012. Lantas apa menariknya?

    Divisi kewirausahaan himalogista 2012 selama ini memiliki produk yang menjadi brand image yang selalu dan selalu menjadi andalan disetiap ada bazar, pameran dan acara apapun yang diselenggarakan oleh himalogista yaitu jelly drink nanas-wortel yang telah ada sejak tahun 2007. Namun hari minggu itu serasa berbeda saat teman-teman kewirausahaan himalogista menampilkan sesuatu yang lain seperti jelly drink rosella merah. Menurut informasi salah satu staf kewirausahaan himalogista, perubahan ini sebagai wujud antisipasi mereka atas melonjaknya harga bahan baku nanas dan wortel sehingga diambil jalan lain dengan membuat varian jelly drink baru dari rosella merah merah. Rosella merah diambil sebagai salah satu varian alternatif rasa dalam jelly drink karena memiliki kandungan antioksidan maupun vitamin C yang tinggi, rasa yang khas dan warna yang bagus. Jelly drink rosella merah tetap memiliki konsep tujuan yang sama seperti jelly drink yang dibuat sebelumnya yaitu jelly drink fungsional yang menyehatkan.

    Ada hal lain yang mengejutkan juga, kalau jelly drink rosella merah merah memanfaatkan sari rosella merah, lantas bagaimana dengan ampas rosella merahnya? Ternyata ampas rosella merah sisa pengolahan jelly drink diolah menjadi produk makanan lain seperti selai rosella merah. Ampas rosella merah sebagai limbah masih memiliki nilai ekonomis yang tinggi bila dapat diolah kembali sebab memiliki kandungan serat yang tinggi dengan tekstur yang lunak dan sangat cocok untuk dibuat selai. Ampas rosella merah sisa pembuatan jelly drink ternyata dicampur dengan bunga rosella merah yang baru (bukan ampas) untuk mendapatkan warna alaminya yang berwarna merah cerah kemudian dihancurkan dengan blender kemudian ditambahkan gula selanjutnya dilakukan proses penyelaian. Selai rosella merah merah tersebut disajikan di dalam roti bakar rosella merah yang juga dijual dalam acara tersebut dan rasanya tidak jauh berbeda dengan roti selai yang telah beredar di pasaran.

    Tidak hanya selai rosella merah yang memanfaatkan ampas dari bunga rosella merah sisa pemanfaatan pembuatan jelly drink, ternyata ampas bunga rosella merah juga dimanfaatkan menjadi produk benilai ekonomis seperti manisan rosella merah, proses pembuatannya dengan cara mencampur ampas bunga rosella merah dan gula yang kemudian dipanaskan hingga menjadi manisan semi basah. Rasa manisan bunga rosella merah buatan kewirausahaan himalogista sangatlah menggoda selera. “manis-manis asam, seru rasanya, baru kali ini saya mencoba manisan yang terbuat dari rosella merah, mungkin kemasannya bisa dibuat lebih menarik lagi”, ujar salah satu pembeli yang sedang menikmati manisan rosella merah bersama teman-temannya yang juga penasaran dengan produk inovasi kewirausahaan himalogista itu.

Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.

    Kewirausahaan himalogista juga menampilkan produk unik lain yaitu onde-onde ketan hitam, bentuknya memang onde-onde plus biji wijen seperti biasanya, namun warna kulit onde-onde biasanya putih keemasan sekarang menjadi hitam. “ini bukan onde-onde gosong mas, tapi onde-onde ketan hitam”, celetuk salah satu penjaga stand kewirausahaan himalogista. “ini buat belajar membuat onde-onde ketan hitam butuh waktu 1 minggu buat coba-coba resep biar rasanya senikmat ini”, ujar Windra, salah satu staff kewirausahaan himalogista Universitas Brawijaya Malang yang merupakan pembuat onde-onde ketan hitam ini. “mungkin lain waktu akan saya kembangkan dengan aneka rasa, kemarin saya coba pakai isi kacang merah, tapi rasanya masih aneh”, lanjut Windra sembari tersenyum.

    Inovasi-inovasi baru inilah yang mungkin dapat memacu perkembangan kreatifitas mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Brawijaya yang diwadahi oleh kewirausahaan himalogista UB. Selayaknya memang mahasiswa dipacu berpikir inovatif dan mampu memanfaatkan segala sumberdaya termasuk limbah seperti ampas sari rosella merah untuk dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis lebih tinggi.


PROSPEK BISNIS KEDAI SUSU

PROSPEK BISNIS KEDAI SUSU

 

Tingginya kandungan gizi yang terdapat pada segelas susu murni ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan manusia namun juga mendatangkan untung besar bagi sebagian pelaku usaha. Susu murni yang berasal dari sapi kini menjadi salah satu menu minuman sehat yang mulai digemari semua kalangan masyarakat. Sehingga tidak heran bila peluang tersebut dimanfaatkan banyak orang untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar setiap bulannya.


Konsumen

Pada dasarnya target pasar yang bisa Anda bidik sangatlah luas. Sebab, bisa dikatakan susu murni cukup aman untuk dikonsumsi semua kalangan masyarakat, dari mulai balita hingga para manula, baik untuk laki-laki maupun kaum perempuan.

Info Bisnis

Untuk memulai bisnis kedai susu murni, ada beberapa hal penting yang perlu Anda siapkan, yaitu antara lain sebagai berikut :

Mencari supplier susu murni yang berkualitas bagus. Untuk mendapatkan susu sapi segar yang berkualitas, Anda dapat menjalin kerjasama dengan peternak sapi perah yang ada di sekitar lokasi usaha. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan stok susu murni yang kualitasnya benar-benar terjamin.

Menyiapkan lokasi usaha yang strategis. Misalnya saja membangun kedai susu murni di lingkungan kampus, di kantin sekolah, pusat perbelanjaan, atau di tempat-tempat umum yang banyak dilalui kendaraan.

Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk proses produksi maupun peralatan furniture untuk display atau tara ruang kedai. Biasanya peralatan yang dibutuhkan terdiri dari kompor, termos tahan panas, panci, perabot masak, peralatan makan, serta meja dan kursi untuk para konsumen.

Menciptakan aneka varian rasa untuk menarik minat konsumen. Beberapa pilihan rasa yang digemari konsumen antara lain susu coklat, susu jahe, fruit milk (stroberi, melon, jeruk, mangga, dll), cookies milk (susu dengan toping remukan biscuit), milkshake serta ice bland (es susu blender).

Di bawah ini kami informasikan salah satu contoh resep fruit milk yang bisa Anda coba di rumah.

Resep Strawberry Milk

Asumsi : Resep untuk 2 gelas

Bahan :

400 ml susu sapi segar

50 gram buah strawberry segar

2 sdm gula pasir

100 cc air matang

Cokelat bubuk secukupnya (untuk toping)

Cara Membuat :

Haluskan 50 gram buah strawberry dan 100 cc air dengan menggunakan blender. Sisihkan.

Panaskan susu dan gula pasir diatas api kecil, hingga susu benar-benar mendidih.

Campurkan susu dengan buah strawberry yang telah dihaluskan. Hidangkan segera dengan toping cokelat bubuk diatasnya.

Kelebihan Bisnis

Kandungan protein, kalsium, vitamin, dan fosfor yang terdapat pada susu murni memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengan mengkonsumsi susu murni setiap harinya bisa mengurangi resiko penyakit asma dan alergi. Hal ini tentunya memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha susu murni, tingginya kandungan gizi yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga semakin hari makin banyak masyarakat yang gemar mengkonsumsi minuman sehat tersebut.

Selain minat masyarakat yang semakin meningkat, menjalankan bisnis kedai susu murni juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menyesuaikan kedai yang dibangun dengan modal usaha yang Anda miliki. Bila Anda memiliki modal minim, bisa memulai bisnis kedai susu murni dengan menyewa lokasi usaha di depan minimarket-minimarket yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Sedangkan untuk Anda yang memiliki modal cukup besar, bisa mendirikan kedai bisnis susu murni dengan menggunakan konsep cafe maupun restoran.

Kekurangan Bisnis

Menjalankan segala bentuk usaha tentunya tidak terlepas dari adanya resiko kerugian, begitu juga dalam menjalankan bisnis susu murni. Kondisi susu yang mudah basi menjadi salah satu kendala yang cukup merepotkan pelaku usaha. Sehingga mereka harus pintar-pintar mengatur persediaan susu segar dan menyimpannya dengan standar operasional yang benar.

Disamping kualitas susu yang mudah basi, persaingan pasar di bisnis kedai susu murni kini semakin hari kian meningkat pesat. Kondisi ini bisa Anda amati dari banyaknya pelaku bisnis yang menjalankan usaha serupa. Karena itulah, tampilkan sesuatu yang berbeda agar bisnis susu murni Anda tidak tenggelam di tengah persaingan pasar yang sudah ada.

Strategi Pemasaran

Untuk mendukung pemasaran bisnis Anda, bisa dilakukan dengan cara memasang spanduk atau neon box yang cukup besar di depan lokasi kedai susu yang Anda bangun. Lengkapi spanduk tersebut dengan nama usaha yang Anda usung serta gambar-gambar menu unggulan yang ditawarkan. Strategi tersebut cukup efektif untuk menarik minat masyarakat dan mempermudah calon konsumen untuk mengetahui keberadaan bisnis Anda.

Langkah kedua yang bisa Anda lakukan yaitu memberikan pelayanan prima bagi para pelanggan Anda. Ciptakan suasana kedai yang nyaman, sarana dan prasarana yang memadai, serta menu-menu unik yang pastinya dengan cita rasa yang tidak kalah menarik. Melalui upaya-upaya tersebut, konsumen semakin senang mengunjungi kedai Anda dan tidak segan-segan untuk merekomendasikannya kepada orang lain. Bila hal tersebut telah terjadi, selanjutnya Anda bisa memanfaatkan kekuatan promosi word of mouth untuk memperluas jaringan pemasaran yang sudah ada.

Kunci sukses

Yang terpenting Anda memiliki lokasi usaha yang strategis dan memiliki kemampuan khusus dalam menginovasikan varian rasa susu yang ditawarkan. Semakin lezat menu susu murni yang Anda sajikan, serta semakin lengkap menu yag Anda inovasikan, maka semakin besar pula peluang Anda untuk memikat hati para pelanggan. Pelanggan puas, keuntungan pun mengalir semakin deras.

Analisa Ekonomi

 

Modal awal

Sewa tempat             Rp 15.000.000,00

Alat masak (kulkas, kompor, panci, termos)     Rp 3.000.000,00

Peralatan makan (gelas, piring, sendok, dll)     Rp 800.000,00

Meja dan kursi kayu         Rp 2.500.000,00+

Total             Rp 21.300.000,00

 

Peralatan dan perlengkapan mengalami penyusutan dengan rincian :

Alat masak : 1/48 bln x Rp 3.000.000,00     = Rp 62.500,00

Peralatan makan : 1/24 bln x Rp 800.000,00     = Rp 33.300,00

Meja dan kursi : 1/60 bln x Rp 2.500.000,00     = Rp 41.700,00+

Total             Rp 137.500,00

 

Biaya operasional per bulan

Susu murni 20x @ Rp 4.000,00/ltr x 26 hr     Rp 2.080.000,00

Gula, sirup, buah, cokelat bubuk, cookies     Rp 1.300.000,00

Kemasan gelas plastik, sedotan, dll         Rp 300.000,00

Biaya gas 3 kg @ 17.500,00 x 8 tabung     Rp 140.000,00

Gaji 2 karyawan x @ Rp 800.000,00     Rp 1.600.000,00

Biaya listrik dan telepon         Rp 300.000,00

Biaya transportasi             Rp 390.000,00

Biaya promosi             Rp 500.000,00

Biaya penyusutan             Rp 137.500,00 +

Total             Rp 6.747.500,00

 

Omset per bulan

Harga jual produk susu murni, rata-rata Rp 5.000,00/gelas.

Pendapatan : 80 gls x @ Rp 5.000,00 x 26 hr     Rp 10.400.000,00

 

Laba bersih per bulan

Rp 10.400.000,00 – Rp 6.747.500,00         = Rp 3.652.500,00

 

ROI (Return of Investment)

(modal awal : laba bersih per bulan)         = ± 6 bulan

 

Munculnya kedai-kedai susu murni di berbagai penjuru kota, menjadi salah satu bukti nyata bagi kita semua bahwa peluang bisnis tersebut memiliki prospek pasar yang masih sangat bagus. Jadi, bagi para pemula yang sedang bingung mencari peluang usaha, tidak ada salahnya bila Anda mencoba meraup pundi-pundi rupiah dari peluang bisnis kedai susu murni. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Salam sukses.


Inovasi Usaha “Sepatu dan Tas Lukis”

Inovasi Usaha “Sepatu dan Tas Lukis”

Sepatu dan tas bagi anak muda adalah hal yang sangat penting. Sepatu dan tas dengan model yang menarik yang mencerminkan gaya anak muda sekarang ini sedang banyak dicari. Salah satunya, ya ini dia sepatu lukis dan tas lukis. Tampilan yang menarik dan model lukisan yang bisa disesuaikan dengan permintaan si pembeli, membuat produk ini makin digandrungi. Inovasi adanya sepatu dan tas lukis berawal dari keinginan para anak muda yang senang dengan kreasi unik, mereka juga merasa bosan dengan model sepatu yang monoton. Namun kini dengan hadirnya produk sepatu dan tas lukis, mereka dapat mengekspresikan diri melalui gambar yang ada pada sepatu dan tas mereka.

Konsumen


Sejak awal mendirikan usaha ini, target utama produk sepatu dan tas lukis lukis adalah kalangan anak muda. Karena anak muda pasti suka style yang santai dan bebas dengan kreasi unik. Dengan hadirnya sepatu dan tas lukis, mereka dapat memesan sepatu maupun tas dengan gambar yang sesuai keinginan mereka. Tak heran lagi jika produk ini banyak dicari para anak muda.

Info Produk

Sepatu dan tas lukis biasanya terbuat dari kain kanvas, jadi dapat dilukis dengan menggunakan cat untuk menghasilkan gambar yang menarik. Bisnis sepatu dan tas lukis melayani konsumen dengan dua cara, yaitu konsumen membeli langsung produk sepatu dan tas lukis ready stock, atau melayani konsumen yang memesan gambar tertentu sesuai permintaan mereka.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk para pelajar dan mahasiswa. Karena menyesuaikan harga dengan target konsumen yang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar dan mahaiswa yang senang dengan fashion. Untuk harga sepatu biasanya dibandrol dengan harga seratus ribu rupiah hingga dua ratus ribu rupiah, harga disesuaikan dengan sulitnya desain, banyaknya warna yang dipakai, serta model sepatu yang dilukis. Sedangkan untuk tas lukis, biasanya dihargai sebesar 40ribu sampai 100ribu.

Pemasaran

Pemasaran bisnis sepatu dan tas lukis dapat dilakukan dengan menitipkan produk tersebut ke beberapa toko sepatu dan tas, selain itu Anda juga dapat menitipkannya pada beberapa factory outlet yang menjual barang – barang fashion anak muda. Disamping itu Anda juga dapat memperluas pasar dengan membuka toko online, ataupun memasang iklan melalui media online, media cetak maupun media elektronik untuk mencari para agen atau reseller untuk membantu memasarkan. Beberapa event pameran juga menjadi sebuah peluang bagi Anda, untuk mengenalkan produk sepatu dan tas lukis kepada khalayak ramai.

 

Analisa Ekonomi

Modal Awal

Peralatan:

Rak sepatu                Rp 1.000.000,00

Lemari display untuk tas        Rp 750.000,00

Renovasi dan dekorasi         Rp 1.500.000,00

Meja & kursi workshop         Rp 1.000.000,00

Kursi tamu         Rp 500.000,00

1 unit computer + modem         Rp 3.500.000,00+

Jumlah         Rp 8.250.000,00

 

Penyusutan:

Masa pakai 4 tahun.

Nilai residu Rp             1.000,00.

Penyusutan per tahun         = (Rp 8.250.000 – Rp 1.000) : 4

= Rp 2.062.250,00

Penyusutan per bulan         = Rp 171.854,00

 

Perlengkapan:

Kalkulator         Rp 75.000,00

Kantong plastic         Rp 100.000,00

Alat tulis         Rp 50.000,00+

Jumlah         Rp 225.000,00

 

Bahan Baku:

20 sepatu kanvas polos     Rp 1.200.000,00

2 kodi tas kanvas polos     Rp 400.000,00

Cat akrilik         Rp 300.000,00

Satu set kuas nomor 1- 10     Rp 100.000,00+

Jumlah         Rp 2.000.000,00

 

Biaya Operasional:

Sewa tempat per bulan     Rp 500.000,00

Listrik, tlpn, air         Rp 400.000,00

Gaji pegawai         Rp 750.000,00

Biaya perlengkapan     Rp 225.000,00

Biaya bahan baku     Rp 2.000.000,00

Penyusutan peralatan     Rp 171.854,00+

Jumlah         Rp 4.046.854,00

 

Omzet per Bulan:

Pendapatan:

Sepatu Rp 125.000,00 x 20     Rp 2.500.000,00

Tas Rp 60.000,00 x 40     Rp 2.400.000,00+

Jumlah omzet         Rp 4.900.000,00

 

Laba per Bulan:

(Rp 4.900.000,00 – Rp 4.046.854,00) = Rp 853.000,00

 

Tren sepatu dan tas lukis saat ini sedang bagus, dengan begini inovasi usaha sepatu lukis dan tas lukis pun semakin terbuka lebar. Inilah kesempatan bagi Anda untuk berkarya sekaligus berbisnis. Jika Anda masih sebagai mahasiswa pun bisa menggeluti usaha ini di waktu senggang Anda.


 


GURIHNYA AYAM GORENG TEPUNG (LALAPAN)

GURIHNYA AYAM GORENG TEPUNG (LALAPAN)


Hampir semua orang mengenal dan pernah menikmati yang namanya ayam goreng tepung. Penggemarnya pun tidak sedikit. Tebukti dengan menjamurnya gerai ayam goreng dan tepung, baik berupa usaha mandiri ataupun usaha waralaba. Setiap skala usaha ini menjanjikan peluang yang cukup besar karena masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri. Ayam goreng tepung tersebut hanya satu dari sekian aneka olahan yang berbahan dasar daging ayam. Karena kita ketahui bersama selama ini, banyak sekali makanan yang dihasilkan dari bahan utamanya berupa daging ayam.

Produk

Untuk faktor kelezatan, ayam goreng tepung ditentukan oleh kualitas daging ayam yang digunakan, racikan bumbu, dan kerenyahan tepungnya. Sebaiknya Anda menggunakan ayam potong yang segar dengan membeli langsung di tempat pemotongan ayam karena kualitasnya lebih terjamin. Bahkan di tempat tersebut juga bisa memilih ayam yang masih hidup.

Untuk racikan bumbunya, penjual ayam goreng tepung umumnya membuat sendiri atau mencampurnya dengan tepung bumbu siap pakai. Keuntungannya, selain biayanya lebih murah juga dapat menyesuaikan dengan selera pembeli. Untuk kemasan jualannya, biasanya ayam goreng tepung dijual per potong atau per bagain. Pelengkapnya adalah saus dalam bentuk sachet.

Cara memulai usaha

Sebelum memulai usaha ini, tentukan lokasi yang akan digunakan untuk memulai usaha. Lokasi yang kebanyakan diambil atau digunakan oleh para penjual ayam goreng tepung adalah di pinggir jalan raya yang ramai. Bahkan jika memungkinkan Anda sebaiknya membukanya berdekatan dengan kumpulan pedagang makanan lain seperti nasi goreng, sate ayam, atau martabak. Lokasi seperti itu tidak diragukan lagi keramaiannya, sehingga lebih berpeluang mendapatkan pembeli dalam jumlah yang besar. Harga sewa untuk tempat usaha ayam goreng tepung tersebut bervariasi antara Rp. 100.000- Rp. 300.000/ bulan.

Perlengkapan usaha yang diperlukan untuk menjual ayam goreng tepung antara lain gerobak atau etalase sederhana, kompor gas, tabung gas, wajan, sutil, saringan minyak, baskom plastik untuk wadah campuran bumbu dan tepung, penjepit makanan, dan kantong kertas. Kelengkapan usaha yang lainnya adalah tenda sederhana bila berjualan di tempat terbuka dan beberapa kursi untuk kenyamanan pembeli yang sedang menunggu. Dalam menjalankan operasionalnya juga cukup mudah sehingga cukup mempekerjakan satu orang tenaga kerja di satu gerai, untuk potongan daging ayam dan campuran tepung, bumbu bisa dipersiapkan dari rumah. Sehingga ketika berjualan, pegawai dapat langsung melumuri ayam dengan campuran tepung dan bumbu kemudian menggorengnya.

Pemasaran

Untuk media pemasaran, penjual dapat memberikan promosi dengan diskon di awal usahanya. Informasi juga bisa melalui pamflet yang ditempel di sekitar tempat usaha atau brosur yang disebar. Setelah usaha berjalan diharapkan dapat “mempromosikan” dirinya sendiri. Maksudnya, pelanggan atau konsumen secara “sukarela” menginformasikan dan merekomendasikan produk kita dari mulut ke mulut. Promosi semacam ini efektif bila produk Anda unggul dalam rasa, kualitas, dan harga.

Harga dihitung berdasarkan harga beli bahan dan keuntungan yang ingin diraih. Satu potong ayam goreng tepung dapat dijual Rp 3.500 – Rp 5.000, tergantung dari ukuran dan lokasi berjulan. Harga jual dapat sedikit dinaikkan di lokasi yang diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi.

Kendala usaha

Selama ini yang menjadi resiko atau kendala dalam membuka usaha ayam goreng tepung adalah persaingan dan isu penggunaan ayam tiren (mati kemarin) maupun penggunaan formalin pada daging ayam. Persaingan semakin ketat karena semakin banyak usaha baik pribadi maupun waralaba yang menjual jenis makanan ini. Menjual ayam goreng tepung dengan kualitas daging yang terjaga dan racikan bumbu yang konsisten dapat menjadi senjata menghadapi persaingan yang ada. Isu ayam tiren dan penggunaan formalin pada pengawetan daging ayam dapat disiasati dengan memasang brosur cara mengenal daging ayam yang baik dan ciri daging ayam (bentuk, ukuran, dan rasa) yang telah digoreng tepung sehingga pembeli merasa lebih yakin dengan produk yang dijual.

Contoh resep ayam goreng tepung

Bahan:

Satu ekor ayam broiler, potong 12 bagian, cuci bersih

Minyak goreng secukupnya

Tepung bumbu:

1 kg tepung terigu

1 sdm tepung bumbu siap pakai

2 sdm penyedap rasa

1 sdm garam

1 sdt baking powder

1 sdt merica bubuk

1 sdt ketumbar bubuk

Cabai kering bubuk secukupnya

Cara membuat

Rendam potongan ayam dalam air dingin, angkat dan tiriskan

Campurkan tepung terigu, tepung bumbu, penyedap rasa, garam, baking powder, merica, ketumbar, dan cabai kering. Aduk rata.

Lumuri potongan daging ayam menggunakan campuran tepung bumbu hingga seluruhnya tertutupi.

Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak sehingga dapat merendam potongan ayam. Goreng potongan ayam yang telah dilumuri campuran tepung bumbu hingga berwarna keemasan. Angkat kemudian tiriskan.

Analias ekonominya

Asumsi

  • Masa pakai etalase sederhana 5 tahun
  • Masa pakai peralatan masak 4 tahun
  • Masa pakai peralatan lain-lain 2 tahun
  • Satu ekor ayam dipotong menjadi 12 bagian
  • Usaha dijalankan sendiri tanpa karyawa

a. Modal Awal

Etalase sederhana             Rp 1.500.000,00

Peralatan masak (kompor gas, wajan, dan sutil)     Rp 600.000,00

Peralatan lain-lain (baskom plastik, saringan minyak,

dan penjepit makanan)             Rp 100.000,00+

Total investasi             Rp 2.200.000,00

b. Biaya operasional/bulan

1. Biaya tetap

Penyusutan etalase sederhana 1/60 x Rp. 1.500.000      Rp 25.000,00

Penyusutan peralatan masak 1/48 x Rp. 600.000      Rp 12.500,00

Penyusutan perlatan lain-lain 1/24 x Rp. 100.000      Rp 4.200,00

Sewa tempat                             Rp 150.000,00+

Total biaya tetap              Rp 191.700,00

2. Biaya variabel

Ayam (6 ekor x Rp 25.000/ekor x 30 hari)         Rp 4.500.000,00

Tepung terigu dan bumbu (Rp 60.000/hari x 30 hari)     Rp 1.800.000,00

Kantong kertas dan plastik pembungkus

(Rp 5.000/hari x 30 hari)             Rp 150.000,00+

Total biaya variabel             Rp 6.450.000,00

Total biaya operasional (Rp 191.700 + Rp 6.450.000 )     Rp 6.641.700,00

c. Omset per bulan

Penjualan ayam goreng tepung

(72 potong x Rp 4.500/ potong x 30 hari)         Rp 9.720.000,00

d. Keuntungan per bulan

Keuntungan = Total Omset – Total biaya operasional

= Rp 9.720.000,00 – Rp 6.641.700,00

= Rp 3.078.300,00

e. Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional

= Rp 9.720.000,00 : Rp 6.641.700,00

= 1, 46

f. Pay Back Period

Pay back period=(total biaya investasi:keuntungan)x1 bulan

= (Rp 2.200.000,00 : Rp 3.078.300,00)x1 bulan

= 0,7 bulan


BISNIS MIE AYAM TETAP SUBUR

BISNIS MIE AYAM TETAP SUBUR


Sekarang mie telah menjadi makanan pokok ke 2 setelah beras. Ini ide bagus jika kita bisa mengambil ini sebagai peluang bisnis yang potensial untuk digali. Yah, memang selama ini bisnis yang masih cukup menggoda untuk tetap dikembangkan adalah bisnis mie ayam.

Bagaimana tidak, hampir semua orang menyukai makanan ini. Bisnis ini bak jamur yang mudah tumbuh dimana-mana dan tetap eksis sampai sekarang. Tapi banyak juga yang gulung tikar karena tidak bisa memiliki ciri khas yang membuat konsumen terpikat oleh mie yang ditawarkan.

Saat ini penjualan Mie bisa kita temui dengan banyak variasi, ada juga berjualan dengan menggunakan gerobak, tenda, warung, maupun dalam restoran-restoran. Sehingga tak salah jika banyaknya persaingan dalam penjualan mie ini. Persaingan memang merupakan salah satu resiko usaha mi ayam. Karena hampir di semua ruas jalan dapat ditemui pedagang makanan ini. Untuk menghindari persaingan memang perlu beberapa cara untuk memenangkan suatu persaingan demi memikat konsumen agar datang ke usaha anda.

Beberapa faktor yang bisa mendukung pengembangan usaha mie, antara lain:

  • Semangat yang optimis bahwa usaha yang anda dirikan akan sukses.
  • Ada ciri khusus dari mie yang anda tawarkan. Misalnya ke khasan dari menu, adanya variasi-variasi menu yang ditawarkan, contoh: dengan penambahan pangsit pada mie, penambahan jamur pada pelengkapnya atau menggantikan lauknya dengan daging sapi, daging ikan maupun mengubah tampilan mie dengan memvariasikan pembuatan mie dengan berbagai sayuran menjadi mie pelangi, dll.
  • Peningkatan mutu (misalnya: kehalalan menu, standarisasi mutu, higienitas menu yang ditawarkan, dll)
  • Pemilihan tempat yang strategis.
  • Kenyamanan bagi pengunjung.
  • Pelayanan yang memuaskan.
  • Lakukan promosi di awal usaha dengan mengenalkan keunggulan mie yang anda berikan.

Nah, setelah anda yakin dengan usaha mie yang akan anda rintis, lalu, mungkin anda akan bertanya bagaimana membuatnya? Berikut ini akan saya tampilkan bagaimana cara membuat mie ayam. Silahkan jika anda ingin mengkreasikan dengan berbagai macam variasi-variasi yang lain agar mie yang anda ciptakan mempunyai ciri khas tersendiri, yang bisa menarik consumen. Selamat mencoba.

Bahan:

  • 1/2 kg mie ayam (siap dibeli di pasar)
  • 100 ml Minyak ayam
  • 100 ml Kecap asin
  • 300 gr Daging ayam direbus dan dipotong kotak
  • 3 sdm Kecap manis
  • 2 sdm Kecap Ingris
  • 2 batang Daun bawang dirajang
  • Caisin, penyedap dan bawang goreng secukupnya.
  • Bumbu yang dihaluskan:
  • 3 siung Bawang putih
  • 5 buah Bawang merah
  • 1 sdt Ketumbar
  • 3 cm Kunyit
  • 3 cm Jahe
  • 4 butir Kemiri
  • Bahan Kaldu:
  • 2 liter Air
  • 1/2 kg Tulang ayam
  • 1 sdt Garam
  • 1/2 sdt Lada bubuk

Cara membuat :

  • Kaldu: air direbus hingga mendidih, masukkan tulang ayam, rebus dengan api kecil hingga kaldu beraroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam.
  • Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan ayam, tumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam,tambahkan penyedap, tumis sebentar, angkat, sisihkan.
  • Masukkan 2 sdm minyak ayam ke dalam mangkok, 1/4 sdt penyedap.
  • Rebus mie dan caisin yang telah dirajang hingga matang, angkat dan letakkan di dalam mangkuk yang telah terisi dengan bumbu, masukkan ayam 2 sdm.
  • Taburkan bawang goreng dan daun bawang yang telah dirajang.

Catatan:

  • Kunci kelezatan mie ayam ada pada minyak ayamnya.
  • Cara membuat: ambil kulit ayam dan lemaknya, panaskan dengan api kecil diatas penggorengan, tambahkan 2 siung bawang putih digeprak, panaskan hingga seluruh minyak keluar dari kulit dan lemak ayam, minyak siap untuk digunakan.

Cara membuat pangsit goreng

Bahan

Kulit :

  • 250 gr tepung terigu
  • 1 kuning telur
  • 50 gr margarin yang dilelehkan
  • 100 ml air
  • 1/2 sdt garam

Isi Pangsit :

  • 125 gr udang, buang kulitnya lalu cincang halus
  • 1 btr telur
  • 2 sdm tapioka
  • 1 bh daun bawang di iris halus
  • merica dan garam secukupnya
  • minyak wijen 1/2 sdm

Cara membuatnya:

  • haluskan udang, lalu campur dengan minyak wijen, telur, tapioka, garam, merica dan daun bawang, aduk2 hingga rata, diamkan dahulu
  • lalu untuk kulit pangsit, masukkan tepung terigu, kuning telur, margarin, air dan garam, aduk2 rata hingga kalis
  • pipihkan adonan, dapat menggunakan mesih pembuat mie, atau dengan kayu untuk memipihkan adonan, lalu potong2 menjadi 10 x 10.
  • Panaskan minyak goreng, masukkan pangsit yang sudah di potong tadi
  • Jika akan membuat pangsit goreng isi udang, Isi adonan pangsit dengat 1 sdt udang yang sudah dihaluskan, rekatkan, bentuk sesuai selera, dan siap di goreng
  • Masak hingga kecoklatan, balik-balik.

Inovasi Usaha “Sepatu dan Tas Lukis”

Inovasi Usaha “Sepatu dan Tas Lukis”

Sepatu dan tas bagi anak muda adalah hal yang sangat penting. Sepatu dan tas dengan model yang menarik yang mencerminkan gaya anak muda sekarang ini sedang banyak dicari. Salah satunya, ya ini dia sepatu lukis dan tas lukis. Tampilan yang menarik dan model lukisan yang bisa disesuaikan dengan permintaan si pembeli, membuat produk ini makin digandrungi. Inovasi adanya sepatu dan tas lukis berawal dari keinginan para anak muda yang senang dengan kreasi unik, mereka juga merasa bosan dengan model sepatu yang monoton. Namun kini dengan hadirnya produk sepatu dan tas lukis, mereka dapat mengekspresikan diri melalui gambar yang ada pada sepatu dan tas mereka.

Konsumen

Sejak awal mendirikan usaha ini, target utama produk sepatu dan tas lukis lukis adalah kalangan anak muda. Karena anak muda pasti suka style yang santai dan bebas dengan kreasi unik. Dengan hadirnya sepatu dan tas lukis, mereka dapat memesan sepatu maupun tas dengan gambar yang sesuai keinginan mereka. Tak heran lagi jika produk ini banyak dicari para anak muda.

Info Produk

Sepatu dan tas lukis biasanya terbuat dari kain kanvas, jadi dapat dilukis dengan menggunakan cat untuk menghasilkan gambar yang menarik. Bisnis sepatu dan tas lukis melayani konsumen dengan dua cara, yaitu konsumen membeli langsung produk sepatu dan tas lukis ready stock, atau melayani konsumen yang memesan gambar tertentu sesuai permintaan mereka.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk para pelajar dan mahasiswa. Karena menyesuaikan harga dengan target konsumen yang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar dan mahaiswa yang senang dengan fashion. Untuk harga sepatu biasanya dibandrol dengan harga seratus ribu rupiah hingga dua ratus ribu rupiah, harga disesuaikan dengan sulitnya desain, banyaknya warna yang dipakai, serta model sepatu yang dilukis. Sedangkan untuk tas lukis, biasanya dihargai sebesar 40ribu sampai 100ribu.

Pemasaran

Pemasaran bisnis sepatu dan tas lukis dapat dilakukan dengan menitipkan produk tersebut ke beberapa toko sepatu dan tas, selain itu Anda juga dapat menitipkannya pada beberapa factory outlet yang menjual barang – barang fashion anak muda. Disamping itu Anda juga dapat memperluas pasar dengan membuka toko online, ataupun memasang iklan melalui media online, media cetak maupun media elektronik untuk mencari para agen atau reseller untuk membantu memasarkan. Beberapa event pameran juga menjadi sebuah peluang bagi Anda, untuk mengenalkan produk sepatu dan tas lukis kepada khalayak ramai.

Analisa Ekonomi

Modal Awal

Peralatan:

Rak sepatu                Rp 1.000.000,00

Lemari display untuk tas        Rp 750.000,00

Renovasi dan dekorasi         Rp 1.500.000,00

Meja & kursi workshop        Rp 1.000.000,00

Kursi tamu                Rp 500.000,00

1 unit computer + modem        Rp 3.500.000,00+

Jumlah                Rp 8.250.000,00

Penyusutan:

Masa pakai 4 tahun.

Nilai residu Rp 1.000,00.

Penyusutan per tahun = (Rp 8.250.000 – Rp 1.000) : 4

= Rp 2.062.250,00

Penyusutan per bulan = Rp 171.854,00

Perlengkapan:

Kalkulator     Rp 75.000,00

Kantong plastic     Rp 100.000,00

Alat tulis     Rp 50.000,00+

Jumlah     Rp 225.000,00

Bahan Baku:

20 sepatu kanvas polos        Rp 1.200.000,00

2 kodi tas kanvas polos        Rp 400.000,00

Cat akrilik                Rp 300.000,00

Satu set kuas nomor 1- 10        Rp 100.000,00+

Jumlah                Rp 2.000.000,00

 

Biaya Operasional:

Sewa tempat per bulan        Rp 500.000,00

Listrik, tlpn, air            Rp 400.000,00

Gaji pegawai                Rp 750.000,00

Biaya perlengkapan      Rp 225.000,00

Biaya bahan baku     Rp 2.000.000,00

Penyusutan peralatan     Rp 171.854,00+

Jumlah          Rp 4.046.854,00

Omzet per Bulan:

Pendapatan:

Sepatu Rp 125.000,00 x 20     Rp 2.500.000,00

Tas Rp 60.000,00 x 40     Rp 2.400.000,00+

Jumlah omzet         Rp 4.900.000,00

Laba per Bulan:

(Rp 4.900.000,00 – Rp 4.046.854,00) = Rp 853.000,00

Tren sepatu dan tas lukis saat ini sedang bagus, dengan begini inovasi usaha sepatu lukis dan tas lukis pun semakin terbuka lebar. Inilah kesempatan bagi Anda untuk berkarya sekaligus berbisnis. Jika Anda masih sebagai mahasiswa pun bisa menggeluti usaha ini di waktu senggang Anda.


KAOS KARIKATUR UNIK “BE SMILE LAH”

“BE SMILE LAH”

KAOS KARIKATUR UNIK “BE SMILE LAH”

cara mudah bikin kaos karikatur wajah diri yang unik dan bisa dicetak satuan


Karikatur adalah salah satu produk seni yang lazim digunakan untuk mengekspresikan ide-ide, lelucon-lelucon atau sekedar untuk memberikan surprise buat seseorang. Karikatur merupakan salah satu bentuk desain grafis yang paling banyak diminati. Disamping unik, lucu, karikatur juga merupakan salah satu media untuk mengekplorasi ekspresi tanpa pembatasan. Karikatur bisa dibuat sesuai request atau pesanan, bisa disesuaikan hobby, pekerjaan, dan bahkan seringkali dibuat dengan konsep yang tidak umum, yang tujuan akhirnya adalah menciptakan sebuah gambar yang berkesan dan memiliki daya tarik yang tinggi.

Sebuah foto diri yang tampak biasa-biasa saja dapat dirubah menjadi sebuah karikatur yang unik dengan tema yang ditentukan oleh pemesannya sehingga sesuai dengan ciri khas dan kepribadiannya. Karikatur yang unik dengan buatan desain grafis program komputer ini kemudian dapat dicetak dalam sebuah media kaos. Bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakan karikatur sebagai simbol identitas kelompok dengan cara mencetak wajah karikatur seluruh kelompok dalam media kaos. Hal inilah yang menjadi keunikan produk kaos BE SMILE LAH, dimana BE SMILE LAH dapat mengerjakan desain karikatur sesuai dengan permintaan keinginan konsumen dan mencetaknya dalam bentuk kaos sehingga produk kaos BE SMILE LAH dapat lebih memiliki sifat eksklusif dan personal bagi penggunanya.


Keunggulan produk kaos BE SMILE LAH ialah model dan desain karikatur yang lucu, unik dan menarik sehingga produk yang dihasilkan tampak trendy, eye-catching, serta tidak monoton. Selain itu, konsumen pun dapat ikut serta berkreasi dalam pembuatan model dan desainnya sendiri sehingga mereka dapat memperoleh barang sesuai dengan keinginan mereka. Hal tersebut dapat memberikan nilai lebih pada produk BE SMILE LAH, dimana kepuasan konsumen bertambah karena produk kaos BE SMILE LAH menjadi lebih personal dan eksklusif. Selain desain karikatur yang unik, Produk kaos BE SMILE LAH juga memiliki kelebihan lain yaitu dapat dicetak dalam jumlah satuan dan tidak dibatasi oleh minimal order sehingga dapat memperingan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen sebab dapat mencetak kaos sesuai dengan kebutuhan saja.

ANDA TERTARIK DENGAN PRODUK YANG KAMI TAWARKAN???

FORMAT PEMESANAN :

1. Mengisi form order by sms (08563435993) atau email (sirossiris@yahoo.com):

  • Nama
  • Email
  • Alamat/nama FB
  • Kontak HP
  • Alamat lengkap
  • Produk {kaos (warna/ lengan panjang atau pendek/ ukuran) atau cetak foto + pigora (ukuran cetak dan jenis bingkai) atau file saja}
  • Jumlah
  • Tambahan Tulisan

NB: harap diisi semua

2. Kirim foto via email dengan persyaratan foto sebagai berikut:

  • Kualitas foto baik (ukuran besar, tidak blur atau buram saat dibuat ukuran 21 cm X 30 cm, diusahakan untuk menggunakan hasil foto kamera digital atau HP dengan pixel yang tinggi)


  • Foto close up (wajah full, tidak terganggu pose seperti tangan atau lain-lain, mata tampak jelas)


  • Jumlah foto yang dikirim minimal 8 foto dengan berbagai pose (lebih banyak lebih bagus)

3. Kami akan konfirmasikan mengenai harga, DP dan estimasi waktu untuk pengerjaan hingga selesai kurang lebih 1 minggu (tidak termasuk edit perbaikan)

4. DP minimal 50 % dan pengerjaan dimulai sejak hari pembayaran DP. Pembayaran dapat dilakukan melalui

BNI 0177677627 atas nama RIZKY KURNIA WIDIANTOKO


MANDIRI 144-00-1024442-1 atas nama RIZKY KURNIA WIDIANTOKO


5. Hasil desain jadi akan dikirim via email untuk mengkonfirmasikan kecocokan desain, apabila telah setuju maka diharap pelunasan segera dibayarkan. Apabila Anda menginginkan revisi, saya hanya menerima revisi yang bersifat koreksi ringan saja dan tidak mengganti keseluruhan gambar. Anda berhak meminta revisi maksimal 2 kali.

6. Setelah pelunasan, Softcopy akan dikirim via email dan barang akan dikirimkan via JNE dan estimasi waktu pengiriman sesuai kota tujuan (dapat dilihat di JNE.co.id )

7. Kami berhak mencantumkan merk dan identitas “be smile lah”, Selain itu kami juga berhak menggunakan gambar karikatur sebagai portofolio “Be Smile Lah”.



Selain itu kami juga berhak menggunakan gambar karikatur sebagai portofolio “Be Smile Lah”

Informasi lebih lengkap :

Kirim E-Mail Ke Sirossiris@Yahoo.Com

Fb : “Rizky Kurnia Widiantoko” dan “Besmilelah pabrik karikatur”

BLOG: BESMILELAH.WORDPRESS.COM

Alamat: simpang KH yusuf D-7, kel Tasikmadu, kec Lowokwaru, Malang, Jawa Timur

Atau Sms/Call Ke : 08563435993

Note : Hasil final editing foto anda akan menjadi bagian portofolio kami.

DAFTAR HARGA

HARGA SPESIAL SUPER HEMAT

PEMESANAN MINIMAL 5 KAOS DENGAN 5 DESAIN KARIKATUR HANYA SEHARGA 90.000/KAOS

Nb: berlaku hanya untuk kaos berwarna putih, bila menggunakan kaos berwarna (merah, hitam, hijau, biru, kuning) dikenakan biaya tambahan 10.000/kaos, bila menggunakan lengan panjang dikenakan biaya tambahan 5000/kaos.

Buruannnnn orderrrrrrrrr !!!



Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.

Pos-pos Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.