“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

PERBANDINGAN BERBAGAI NILAI GIZI ANEKA SUSU BAGI KESEHATAN

PERBANDINGAN BERBAGAI NILAI GIZI ANEKA SUSU BAGI KESEHATAN

(created by Latifa Putri Aulia ITP-FTP UB 2008)

Susu sudah lama dikenal manusia sebagai minuman bergizi yang memang sudah sangat akrab di telinga manusia, bahkan sejak lahir pun yang pertama kali dikonsumsi oleh manusia yaitu air susu ibu (ASI). Produksi ASI ini terbatas sehingga manusia hanya bisa mengonsumsi ASI maksimal sampai berumur 2 tahun. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuhnya, manusia menggunakan susu yang berasal dari hewan seperti sapi dan kambing. Dengan teknologi pengolahan pangan manusia yang semakin tinggi maka dibuat susu formula yang dibuat secara instan untuk mempermudah penyajian dan dapat meningkatkan kualitas gizinya dengan melakukan fortifikasi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Susu ASI Kolostrum (ASI seminggu pertama)

ASI merupakan makanan yang bergizi sehingga tidak memerlukan tambahan komposisi. Disamping itu ASI mudah dicerna oleh bayi dan langsung terserap. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan. Selama enam bulan pertama. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa makanan tambahan selama tiga bulan pertama.
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya.

Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mama yang mengandung jaringan debris dan sisa – sisa material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar mamaria sebelum dan segera sesudah melahirkan anak. Kolostrum disekresi oleh kelenjar mamaria dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat, dari masa laktasi. Komposisi kolostrum dari hari ke hari berubah dan merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan ASI matur. Kolostrum juga merupakan suatu laxatif yang ideal untuk membersihkan mekoneum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan selanjutnya.

Kandungan protein kolostrum lebih tinggi dibandingkan ASI matur, tetapi berbeda dengan ASI matur dimana protein yang utama adalah kasein, pada kolostrum protein yang utama adalah globulin, sehingga dapat memberikan daya perlindungan tubuh terhadap infeksi. Kolostrum juga lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI matur yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama. Kadar karbohidrat dan lemaknya jika dibandingkan lebih rendah dibandingkan dengan ASI matur. Total energi lebih rendah dibandingkan ASI matur yaitu 58 kalori/100 ml kolostrum. Dan mengandung vitamin larut lemak lebih tinggi, namun vitamin larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari pada ASI matur .

Berikut ini merupakan ciri – ciri kolostrum :

  • Berwarna kekuning – kuningan, lebih kuning dari pada ASI matur.
  • Bila dipanaskan menggumpal, ASI matur tidak.
  • PH lebih alkalis dibandingkan ASI matur.
  • Lemaknya lebih banyak mengandung kolestrol dan lesitin di bandingkan ASI matur.
  • Terdapat trypsin inhibitor, sehingga hidrolisa protein di dalam usus bayi kurang sempurna, yang akan menambah kadar antibodi pada bayi.
  • Volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam.

Zat – zat Gizi

 

Kolostrum

Energi (K Cal)

Protein (g)

- Kasein /whey

- Kasein (mg)

- Laktamil bumil (mg)

- Laktoferin (mg)

- Ig A (mg)

Laktosa (g)

Lemak (g)

Vitamin

- Vit A (mg)

- Vit B1 (mg)

- Vit B2 (mg)

- Asam Nikotinik (mg)

- Vit B6 (mg)

- Asam pantotenik

- Biotin

- Asam folat

- Vit B12

- Vit C

- Vit D (mg)

- Vit Z

- Vit K

Mineral

- Kalsium (mg)

- Klorin (mg)

- Tembaga (mg)

- Zat besi (ferrum) (mg)

- Magnesium (mg)

- Fosfor (mg)

- Potassium (mg)

- Sodium (mg)

- Sulfur (mg)

59

2,3

-

140

218

330

364

5,4

2,9

 

151

1,9

30

75

-

183

0,06

0,05

0,05

5,9

-

1,5

-

 

39

85

40

70

4

14

74

48

22

Susu ASI Mature

ASI matur adalah ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan seterusnya, yang memiliki komposisi relatif konstan, tetapi sebagian peneliti berpendapat bahwa baru pada minggu ke-3 sampai ke-5 ASI komposisinya baru konstan. ASI matur merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi, bahkan ada yang mengatakan pada ibu yang sehat ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan pertama bagi bayi.

Berikut karakteristik ASI matur :

  1. Merupakan cairan putih kekuning – kuningan, karena mengandung kasienat, riboflaum dan karotin.
  2. Tidak menggumpal bila dipanaskan.
  3. Volume: 300 – 850 ml/24 jam.
  4. Terdapat faktor – faktor anti mikrobakteria, yaitu:
  • Antibodi terhadap bakteri dan virus.
  • Cell (phagocyle, granulocyle, macrophag, lymhocycle type T)
  • Enzim (lysozime, lactoperoxidese)
  • Protein (lactoferrin, B12 binding Protein)
  • Faktor resisten terhadap staphylococcus.
  • Komplemen ( C3 dan C4)

Zat – zat Gizi

 

ASI

Energi (K Cal)

Protein (g)

- Kasein /whey

- Kasein (mg)

- Laktamil bumil (mg)

- Laktoferin (mg)

- Ig A (mg)

Laktosa (g)

Lemak (g)

Vitamin

- Vit A (mg)

- Vit B1 (mg)

- Vit B2 (mg)

- Asam Nikotinik (mg)

- Vit B6 (mg)

- Asam pantotenik

- Biotin

- Asam folat

- Vit B12

- Vit C

- Vit D (mg)

- Vit Z

- Vit K

Mineral

- Kalsium (mg)

- Klorin (mg)

- Tembaga (mg)

- Zat besi (ferrum) (mg)

- Magnesium (mg)

- Fosfor (mg)

- Potassium (mg)

- Sodium (mg)

- Sulfur (mg)

 

70

0,9

1 : 1,5

187

161

167

142

7,3

4,2

 

75

14

40

160

12-15

246

0,6

0,1

0,1

5

0,04

0,25

1,5

 

35

40

40

100

4

15

57

15

14


Susu Sapi

Dari sekian banyak jenis susu yang paling banyak dikonsumsi adalah susu sapi. Komposisi gizi susu sapi terdiri atas protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin, dan mineral. Segelas susu sapi (lebih kurang 250 g) dapat mencukupi kebutuhan protein manusia sebanyak sekitar 16%. Mengonsumsi susu 2 gelas dalam 1 hari hanya dapat mencukupi kebutuhan protein sebesar 32%. Oleh karena itu, susu bukan merupakan sumber utama protein. Selain minum susu, manusia juga sangat perlu untuk mengonsumsi sumber protein yang lain seperti telur, daging, dan kacang-kacangan.

Karbohidrat dalam 1 gelas susu sebanyak 12 g dapat menghasilkan energi sebesar 165 Kkal. Energi yang dibutuhkan oleh setiap orang cukup bervariasi tergantung aktivitasnya. Namun, berdasarkan angka kecukupan gizi orang Indonesia jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan energi untuk beraktivitas sebanyak sekitar 8,25%. Untuk mencukupi kebutuhan energi per hari maka setiap orang harus mengonsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, roti, mie, singkong, dan lain-lain.

Manusia pada umumya membutuhkan lemak dalam satu hari sebanyak 55 g, sedangkan kandungan lemak dalam segelas susu hanya sebesar 9,75 g (kurang lebih 17%). Oleh karena itu, mitos yang mengatakan susu sebagai penyebab kegemukan atau obesitas itu tidaklah benar.

Vitamin dalam susu cukup lengkap, terdiri atas vitamin larut lemak yaitu vitamin A (dinyatakan dalam retinol), D, dan E serta vitamin yang larut air yaitu vitamin B dan C. Kandungan vitamin dalam susu dapat dilihat pada tabel berikut:

Dalam susu sapi juga terkandung berbagai mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan manusia. Komponen mineral yang utama dari susu yaitu kalsium. Dalam segelas susu mengandung 287,5 mg kalsium. Kebutuhan manusia akan kalsium yaitu sekitar 700 mg. Jadi dengan mengonsumsi 2 gelas susu per hari mampu mencukupi kebutuhan kalsium manusia per hari sekitar 80%. Komposisi mineral susu dapat dilihat pada tabel berikut:


Susu Kambing

Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Makanya, susu yang sedikit manis itu menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance). Ia rendah laktosa sehingga tidak menimbulkan diare.

Komposisi kimia Susu kambing
Protein (gr) 3,6
Lemak (gr) 4,2
Karbohidrat (gr) 4,5
Kalori (gr) 69
Fosfos (gr) 111
Kalsium (gr) 134
Magnesium (gr) 14
Besi (gr) 0,05
Natrium (gr) 50
Kalium (gr) 204
Vitamin A ()IU 185
Thiamin (mg) 0,05
Riboflavin (mg) 0,14
Niacin (mg) 0,28
Vitamin B6 ()mg 0,05

Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi.

Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing.Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Karena kandungan proteinnya tinggi, susu kambing sangat baik untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Ia merupakan sumber protein yang murah tetapi bermutu tinggi. Secangkir susu kambing yang setara 244 g mengandung protein 8,7 g. Bandingkan dengan susu sapi yang hanya mengandung protein 8,1 g.Protein yang terdapat pada susu kambing mencakup 22 asam amino termasuk 8 asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, dan fenilalanin. Asam amino esensial di dalam tubuh merupakan senyawa penting pembentuk sejumlah senyawa hormon dan jaringan tubuh. Susu kambing juga sumber mineral kalsium, fosfor, kalium, riboflavin (vitamin B2), dan protein.

Anak yang mengkonsumsi susu kambing memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf. Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin, dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf. Sistein dan asam amino lainnya juaga berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsiumfosfat-komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang .Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid. Penelitian membuktikan bahwa dampak pemberian kalsium dari susu kambing jauh lebih baik ketimbang pemberian sediaan kalsium buatan (kimiawi). Dalam penelitian lain yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition, susu kambing terbukti mempercepat pembakaran lemak. Dalam penelitian itu, asupan kalsium alami tinggi bersumber dari susu kambing menghasilkan pembakaran lemak 20 kali lebih cepat dibanding yang tidak diberi asupan. Susu kambing juga mengandung riboflavin. Vitamin B2 itu berperan sebagai pembangkit energi berdasar pada reaksi oksidasi yang diperankan oleh flavoprotein-senyawa ikatan protein yang banyak ditemukan di dalam otot jantung dan otot lainnya.

Susu Formula

Susu formula bayi adalah susu yang dihasilkan oleh industri untuk keperluan asupan gizi yang diperlukan bayi. Susu formula kebanyakan tersedia dalam bentuk bubuk. Susu formula bayi adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak. Mereka berfungsi sebagai pengganti ASI. Susu formula memiliki peranan yang penting dalam makanan bayi karena seringkali bertindak sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. Karenanya, komposisi susu formula yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati dan FDA (Food and Drugs Association/Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) mensyaratkan produk ini harus memenuhi standar ketat tertentu.

Lokakarya Child Health Foundation merekomendasikan agar bayi yang memperoleh ASI harus memperoleh susu formula yang mengandung 0,35 persen AA dan 0,2 persen DHA. Berbagai cara telah ditempuh untuk mendapatkan AA-DHA dalam susu formula, yaitu dengan menambahkan sumber microbiologic (ganggang laut), minyak ikan (salmon), telur, dan minyak nabati.

Perbandingan Baik dan Buruk Konsumsi Masing-Masing Susu

Susu kambing banyak dikonsumsi untuk menggantikan susu sapi oleh orang yang alergi terhadap susu sapi. Alergi biasanya disebabkan karena orang tersebut tidak atau sedikit menghasilkan enzim laktase yang berguna untuk mencerna laktosa yang terkandung dalam susu sapi. Susu kambing memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan susu sapi yaitu lebih mudah dicerna. Hal ini disebabkan karena asam-asam lemaknya memiliki rantai lebih pendek dan ukuran butiran lemaknya lebih kecil.

Mengenai kandungan gizi susu formula, tentunya yang terbaik adalah mendekati ASI. Susu formula disebut juga sebagai susu pengganti ASI, tapi bukan berarti susu formula dapat disamakan dengan ASI. ASI tetap merupakan makanan yang paling baik untuk bayi karena semua zat gizi yang dibutuhkan terkandung di dalamnya, sekalipun susu formula tersebut mengandung tambahan zat gizi tertentu, misalnya DHA, tetap tak bisa menyamai ASI. Asam lemak esensial seperti DHA maupun asam linoleat atau Omega-6 hanya sebagai tambahan saja karena sebenarnya tanpa ditambah DHA dan Omega-6 pun zat gizi sudah terpenuhi. Kandungan tambahan seperti DHA sebenarnya hanyalah komponen terkecil dari asam lemak. Tubuh anak pada dasarnya bisa membuat sendiri sejauh ia mengonsumsi asam lemak tak jenuh atau asam linolenat dan asam linoleat sebagai prekursornya. Dengan kata lain, semua zat gizi yang terdapat pada semua jenis susu formula sudah memenuhi standar kecukupan gizi yang diperlukan bayi. Takaran masing-masing zat gizi pun sudah mendekati kandungan zat gizi ASIJ. Jadi tak ada yang harus lebih diutamakan karena kalau mengutamakan salah satu, misalnya, protein atau lemak saja, akan menganggu keseimbangan zat gizi lainnya. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), lead (sejenis timah hitam) dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.

Susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI. Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein, dan sisanya berupa protein whey yang larut. ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif keras dalam lambung bayi. Bila bayi diberi susu sapi, sedangkan ASI walaupun mengandung lebih sedikit total protein, namun bagian protein “whey”nya lebih banyak, sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak dan lebih mudah dicerna serta diserapoleh usus bayi.

Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak, yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi, sebab ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). Kandungan total lemak sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu fase lakatasi air susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 – 2% lemak dan terlihat encer. Air susu yang encer ini akan membantu memuaskan rasa haus bayi waktu mulai menyusui. Air susu berikutnya disebut “Hand milk”, mengandung sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Ini akan memberikan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga penting diperhatikan agar bayi, banyak memperoleh air susu ini (8)

ASI mengandung lebih sedikit kalsium daripada susu sapi tetapi lebih mudah diserap, jumlah ini akan mencukupi kebutuhan untuk bahan-bahan pertama kehidupannya ASI juga mengandung lebih sedikit natrium, kalium, fosfor dan chlor dibandingkan dengan susu sapi, tetapi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi.

Kandungan kolostrum berbeda dengan air susu yang matur, karena kandungannya yang berbeda dengan air susu yang matur dan jumlah kolostrum hanya sekitar 1% dalam air susu matur. Kolostrum lebih banyak mengandung imunoglobin A (Ig A), laktoterin dan sel-sel darah putih, yang semuanya sangat penting untuk pertahanan tubuh bayi, terhadap serangan penyakit (infeksi), lebih sedikit mengandung lemak dan laktosa, lebih banyak, mengandung vitamin dan lebih banyak mengandung mineral-mineral natrium (Na) dan seng (Zn). Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran dan membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Anjuran Kecukupan Gizi Harian Untuk Bayi

Zat Gizi Usia 0-6 Bulan Usia 6-12 Bulan
Energi (kalori/Kkl) 560 800
Protein (gram/g) 12 15
Lemak linolenat (g) 0.5 0,5
linolenat(g) 3.0 3.0
Vitamin    
A(RE) 350 350
B6 (mg) 0.3 0.6
B12(mg) 0.1 0,1
C(mg) 30 35
D(mkg) 7.5 10
E(mg) 3.0 4.0
K (mg( 5.0 10
Tiamin(mg) 0.3 0.4
Riboflarin(mg) 0.3 0.5
Niasin(mg) 2.5 3.8
Asam Folat(mkg) 22 32
Mineral    
Fe(mg) 3 5
Iodium(mkg) 50 70
Zn(mg) 3 5
Kalsium(mg) 300 500
Fosfor(mg) 200 250
Selenium(mkg) 10 15

Kesimpulan

Pada tahun pertama, khususnya enam bulan pertama adalah masa yang paling kritis dalam kehidupan bayi. Bukan hanya pertumbuhan fisik yang berlangsung dengan cepat, tetapi juga pembentukan psikomotor dan akulturasi terjadi dengan cepat. Air susu ibu (kolostrum dan ASI matur) harus merupakan makanan utama pada masa ini. Biasanya makanan tambahan terhadap ASI diperlukan pada trimester kedua, untuk mempertahankan pertumbuhan anak pada kecepatan yang sarna (antara empat sampai enam bulan}. Makanan tambahan pertama seperrti susu formula yang diberikan adalah terutama untuk memberikan tambahan energi, serta untuk memulai proses pendidikan dan akulturasi Pada suatu saat makanan secara keseluruhan menggantikan peran ASI, hal ini bukan berarti selanjutnya anak tidak perlu diberi susu lagi. Susu (sapi atau kambing) sebaiknya terus diberikan, karena susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi baik bagi anak, orang dewasa maupun orang tua berusia lanjut .

Daftar Pustaka

Anonymous. 2007. Susu Kambing. http://fapertaumy.wordpress.com/2007/05/11/segudang-gizi-susu-kambing-2/

Anonymous. 2008. Komposisi Susu kambing. http://probiotikteam.files.wordpress.com/ 2008/04/komposisi4.jpg

Anonymous. 2011. Dasar-Dasar Susu Formula. http://www.indonesiaindonesia.com/f/13786-dasar-dasar-susu-formula-bayi

Anonymous. 2011. Susu Formula. http://asuh.wikia.com/wiki/Susu_formula

Djaeni Ahmad Sedjaoetama, Ilmu Gizi II, Dian Rakyat, Jakarta 1995

Depkes RI, Petunjujk Pelaksanaan Peningkatan ASI Ekslusif. Jakarta. 1997

Mochtadi Deday, Gizi untuk Bayi. Sinar Harapan. Jakarta. 1994

Purwati, Enny. 2002. Efek Suplementasi Laktoferin Susu Formula. Jurnal Teknologi dan Industri pangan Vol XIII. No 3. 2002

Simopoulus, A. 1991. Kecukupan Gizi Bayi. American Journal Of Clinical Nutrition Vol. 54

Siregar, Arifin. 2004. Pemberian Asi Ekslusif Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. USU Digital Library.

About these ads

2 tanggapan

  1. Makanan apa ya kira2 yang kandungan gizinya hampir sama dengan susu?? seperti sayur , buah-buahan itu seberapa perbandingan agar sama nilai gizinya dengan susu?

    2 Februari 2012 pukul 14:24

  2. Irmawati

    Bagaimn spy anak sy mau mnm susu.dari yang hrg murh smpai mahal udh dicba tetap tdk mau

    28 Juli 2013 pukul 14:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

Tulisan Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: