“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

DEDAK PADI

DEDAK PADI

Created by mahasiswa ITP_FTP UB 2006

Indonesia sebagai salah satu negara produsen beras yang besar di kawasan asia tenggara tentunya akan menghasilkan dedak padi yang cukup melimpah. Dedak merupakan hasil ikutan padi, jumlahnya sekitar 10% dari jumlah padi yang digiling menjadi beras. Bahan ini biasa digunakan sebagai sumber energi bagi pakan layer, yang mana penggunaanya rata-rata mencapai 10-20% di usis produksi. Menurut NRC 1994, energi yang terkandung dalam dedak padi bisa mencapai 2980 kcal/kg. Namun nilai ini bukan harga mati, karena jumlah energi yang bisa dihasilkan dari nutrient yang ada pada dedak tergantung dari jumlah serat kasar, dan kualitas lemak yang ada didalamnya. Semakin tinggi serat kasar maka semakin rendah pula jumlah energinya. Indikator tingginya serat kasar bisa di lihat dari jumlah hull/sekam nya dengan cara menaganalisa dengan phloroglucinol . Bau dari dedak padi juga harus fresh, karena jika baunya sudah tengik berarti telah terjadi reaksi kimia

Dedak merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia, sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya. Dedak mengandung bagian luar beras yang tidak terbawa, tetapi tercampur pula dengan bagian penutup beras itu. Hal ini mempengaruhi tinggi-rendahnya kandungan serat kasar dedak. Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan gizi: Protein = 11,35%, Lemak = 12,15%, Karbohidrat = 28,62%, Abu = 10,5%, Serat kasar = 24,46% dan Air = 10,15%.

Pemanfaatan dedak sebagai bahan pakan ternak sudah umum dilakukan. Pada usaha pembibitan sapi , dedak padi dapat menggantikan konsentrat komersial hingga 100%, terutama pada dedak padi kualitas sedang sampai baik yang biasa disebut dengan pecah kulit (PK) 2 atau sparator. Sebagai komoditi yang cukup terbatas ketersediaannya karena tergantung pada musim panen padi serta sifatnya yang mudah rusak serta menjadi kebutuhan utama bagi peternak yang membuat pakan campuran sendiri sehingga mendorong tingginya harga jualnya dipasaran. Hal yang demikian tersebut dimanfaatkan para penjual maupun pengepul katul untuk memanipulasi isi katul tersebut sehingga akan didapat keuntungan yang lebih banyak lagi. Ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk memanipulasi jagung seperti sekam giling, limestone, zeolite dan limbah tepung tapioca (onggok).

Pada musim panen keberadaan dedak padi memang cukup banyak dan seringkali disimpan untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi dedak padi tidak dapat disimpan lama karena :

  1. Mudah rusak oleh serangga dan bakteri.
  2. Mudah berjamur, yang dipengaruhi oleh kadar air, suhu serta kelembaban yang membuat jamur cepat tumbuh. Hal ini dapat diatasi dengan zeolit dan kapur, yang berfungsi sebagai pengering atau penyerap air dari jaringan dedak padi. Penambahan zeolit atau kapur dapat meningkatkan daya simpan dedak padi sampai dengan 12 minggu.
  3. Mudah berbau tengik, yang disebabkan oleh enzim lipolitik/perioksidase yang terdapat dalam dedak karena kandungan asam lemak bebas dalam dedak meningkat selama penyimpanan. Aktivitas enzim tersebut dapat dihambat antara lain dengan cara silase. Silase adalah suatu jenis produk yang dihasilkan melalui fermentasi dari bahan yang mempunyai kandungan air yang tinggi.  Kini sudah tersedia teknologi stabilisasi dedak padi. Stabilisasi dedak padi meliputi netralisasi/inaktifasi enzim lipase, yakni senyawa yang mudah teroksidasi yang menyebabkan dedak cepat busuk dengan mengeluarkan bau tengik. Enzim lipase itu merembes ke dedak pada cara penggilingan padi tradisional.  Langkah lainnya pada stabilisasi termasuk perlakuan methanolik terhadap komponen-komponen minyak mudah menguap pada padi. Dengan langkah-langkah stabilisasi tersebut dedak mempertahankan kandungan nutrisi yang cukup kaya meliputi serat-serat, vitamin B kompleks, mineral, phytosterol, banyak jenis antioksidan, dan fraksi-fraksi minyak dan protein yang stabil.
About these ads

11 responses

  1. alfi

    jika dedak sudah disimpan dalam karung, bagaimana cara penyimpanannya agar tetap awet? makasih atas jawabannya.

    23 Juni 2011 pukul 12:57

    • endik

      apakah dedak kasar kemudian di haluskan dapat di gunakan sebagai makanan itik?

      28 Agustus 2012 pukul 22:55

  2. Apa dedak kasar dapat digunakan sebagai media tumbuh jamur

    1 Oktober 2011 pukul 05:57

  3. APAKAH DEDAK PADI BISA DI GUNAKAN SEBAGAI MINYAK UNTUK BAHAN BAKAR

    29 Februari 2012 pukul 11:05

    • sirossiris

      hehe aneh-aneh aja mas,,,daripada pakai dedaknya lebih baik pakai berasnya untuk pembuatan bioetanol,biar lebih efisien…

      4 Maret 2012 pukul 09:21

  4. intan klau bleh tau mna yng tinggi kabrohidrat jagung dari pada dedak padi

    12 April 2013 pukul 00:45

  5. aku mau buat dedak untuk obat diabetes bisa nggak kak ?

    6 Juni 2013 pukul 10:15

    • sirossiris

      Tergantung komponen yang mau dioptimalkan apanya dulu dalam dedak yg bisa dimanfaatkan penderita diabet

      7 Juni 2013 pukul 10:11

    • Mihra Yustika

      iyaaa, di dalam dedak padi mengandung Niasin (Vitamin B3) salah satu fungsinya adalah mencegah diabetes (kadar gula dalam darah), sehingga dedak padi dapat dijadikan sebagai obat diabets namun penggunaan dedak padi perlu diperhatikan penggunaan berlebih malah nanti dapat menimbulkan gula darah tinggi.

      12 Oktober 2014 pukul 06:15

  6. Mana yang baik, dedak halus atau dedak kasar untuk itik petelur, tolong jawabanya.thanks

    1 Maret 2014 pukul 07:44

    • sirossiris

      sama baiknya,,,halus / kasar hanya cuma perbedaan size mesh,,,dari segi kandungan tidak jauh berbeda

      3 Oktober 2014 pukul 15:16

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.

Pos-pos Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: