“Allahumma tawwi umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ibadikas salihina”

PENGOLAHAN PALAWIJA SINGKONG

UBI KAYU SINGKONG

Umbi-umbian merupakan komoditas pertanian yang tersebar luas di Indonesia. Umbi-umbian merupakan salah satu sumber utama karbohidrat. Umbi adalah akar tanaman yang telah termodifikasi menjadi organ penyimpan cadangan makanan. Contoh umbi-umbian adalah ketela rambat, singkong dan kentang. Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat yang penting setelah beras, dengan kandungan karbohidrat adalah 34,7%. Namun pada kenyataannya singkong kurang begitu dimanfaatkan. Untuk itu perlu adanya pemanfaatan singkong agar menjadi makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.

Ubi kayu (nama botani: Manihot Esculenta Crantz) ialah tumbuhan tropika dan subtropika dari famili Euphorbiaceae yang terkenal sebagai sumber utama karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan sumber bahan makanan ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Ubi kayu tidak memiliki periode matang yang jelas, akibatnya periode panen dapat beragam sehingga dihasilkan ubi kayu yang memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda – beda. Tingkat produksi, sifat fisik dan kimia ubi kayu akan bervariasi menurut tingkat kesuburan yang ditinjau dari lokasi penanaman ubi kayu.

Tanaman ubi kayu menurut merupakan tanaman yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Divisio         : Spermatophyta

Sub Divisio     : Angiospermae

Classis         : Dicotyledoneae

Ordo         : Euphorbiales

Familia     : Euphorbiaceae

Genus         : Manihot

Species     : Manihot utilissima

Tanaman ini berasal dari Brazil, kemudian menyebar ke benua Afrika, Madagaskar, India, dan akhirnya ke Indonesia. Umbi tanaman singkong yang terbentuk merupakan akar yang berubah bentuk dan fungsinya sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Umbi singkong memiliki bentuk bulat memanjang dan daging umbi mengandung zat pati. Tanaman singkong dapat dimanfaatkan umbi dan daunnya untuk dikonsumsi masyarakat. Pada umumnya umbi singkong direbus, dikukus atau digoreng untuk dikonsumsi. Umbi singkong dapat pula digunakan sebagai bahan baku industri pangan, kimia, farmasi, dan tekstil. Selain umbi, batang, dan daun singkong juga dapat dimanfaatkan. Daunnya yang masih muda banyak mengandung vitamin A sehingga baik untuk hidangan sayur, sedangkan daunnya yang tua dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Ubi kayu merupakan batang berkayu yang tumbuh tegak, beruas-ruas, berbuku-buku dan ketinggiannya mencapai 3m. Di dalam batangnya ada liang yang berisi semacam gabus yang berwarna putih. Daunnya serupa tangan manusia dengan jari-jari (helaian daun terbelah dalam dalam). Umbi akar berukuran besar, memanjang dengan kulit luar berwarna coklat suram. Singkong merupakan jenis ubi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, Singkong mengandung glukosa yang jumlahnya bervariasi. Bila kadar glukosa lebih dari 100 mg/ 1kg singkong ini termasuk singkong manis. Glikosida ini menyebabkan rasa pahit dan bila dimakan didalam perut berubah menjadi asam hidrogen. Asam ini dapat mempengaruhi pernafasan sehingga organisme dapat mati karena kekurangan O2. Dalam istilah sehari-hari disebut keracunan. Untuk menanggulanginya dianjurkan memilih singkong jenis manis dan masih segar atau baru dicabut dari dalam tanah. Singkong dikupas, dipotong-potong lalu dicuci, selanjutnya direndam di dalam air sampai betul-betul terendam dan sering diganti airnya.

POTENSI WILAYAH / DAERAH PENGASIL SINGKONG( di INDONESIA)

Singkong merupakan tanaman yang mempunyai daya adaptasi lingkungan yang sangat luas, sehingga singkong dapat tumbuh di semua propinsi di Indonesia. Berdasarkan proporsi produksi terhadap produksi nasional terdapat 10 propinsi utama penghasil singkong yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Sumatera Utara yang menyumbang sebesar 89,47% dari produksi nasional sedangkan propinsi yang lain sekitar 11-12%.

Indonesia merupakan produsen singkong terbesar di dunia selain Brazil, Thailand, India, Peru dan Kolumbia. Walaupun demikian, rata-rata produktivitas nasional singkong hanya sebesar 18,5 ton/ha (BPS 2006), ini jauh sekali dari potensi produktivitas singkong yang mencapai 40 ton/ha seperti hasil singkong yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek. Di daerah Tapal Kuda, varietas yang sering ditanam di daerah itu adalah Aspro dan Faroka (untuk diambil patinya), Randu, Kidang, Karet dan Kuning (untuk kebutuhan dikonsumsi). Di Lampung varietas UJ sangat terkenal dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pati singkong. Namun demikian saat ini bermunculan varietas lokal yang telah dikembangkan dengan baik menjadi varietas unggul, seperti Darul Hidayah dan Mangu dari Sukabumi, Gajah dari Kalimantan, dan Menado dari Lampung.

KUALITAS BAHAN YANG BAIK

Ubi kayu termasuk tanaman tropis, tetapi dapat pula beradaptasi dan tumbuh dengan baik di daerah sub tropis. Secara umum tanaman ini tidak menuntut iklim yang spesifik untuk pertumbuhannya. Namun demikian ubi kayu akan tumbuh dengan baik pada iklim dan tanah sbb:

Iklim:

Curah hujan : 750 -1.000 mm/thn

Tinggi tempat : 0 -1.500 m dpl

Suhu : 25 derajat – 28 derajat Celsius

Tanah:

Tekstur : berpasir hingga liat, tumbuh baik pada tanah lempung

berpasir yang cukup hara

Struktur : gembur

pH Tanah : 4,5 – 8 , optimal 5,8

Benih yang digunakan adalah yang memiliki produksi tinggi dengan umur genjah serta tahan terhadap hama dan penyakit. Ubi kayu ditanam dengan stek batang dari tanaman yang telah berumur 7-12 bulan, diameter 2,5-3 cm dan panjang stek 20-25 cm. Pengolahan tanah dilakukan agar tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik. Tanah dibuat bedengan atau guludan serta dibuat saluran drainase, baru dapat ditanam. Penanaman yang baik adalah permulaan musim hujan karena ubi kayu perlu air pada pertumbuhan vegetatif yaitu umur 4-5 bulan, selanjutnya kebutuhan air relatif sedikit.

Untuk mencapai hasil tinggi perlu dilakukan pemupukan. Pupuk yang diberikan adalah pupuk organik (pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau) dan pupuk anorganik ( Urea, SP-36 dan KCl). Tujuan pemberian pupuk selain meningkatkan kesuburan tanah juga memberikan hara yang tidak tersedia dalam tanah. Pemeliharaan tanaman dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat, baik, seragam dan berproduksi tinggi. Pemeliharaan ubi kayu meliputi penyulaman yang dilakukan paling lambat 5 minggu setelah tanam, penyiangan apabila tampak adanya gulma, dan pembumbunan untuk memperkokoh tanaman supaya tidak mudah rebah.

Varietas-varietas singkong unggul yang biasa ditanam penduduk Indonesia, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4.

Jenis – jenis singkong antara lain:

  • Berdasarkan kandungan zat racunnya singkong dapat dibedakan dalam :

    a.    Tidak beracun yaicu bila kadar HCN kurang dari 50 mg/ kg. umbi basah kupas.

    b.     Setengah beracun yaitu bila kadar HCN anlara 50-100 mg/ kg umbi basah kupas .

    c.     Sangat beracun yairu bila kadar HCN lebih dari 100 mg/kg umbi basah kupas.

 

  • Berdasarkan umurnya singkong dapat dibagi menjadi dua yaitu :

    a.     Berumur pendek. Singkong yang berumur pendek berarti usia sejak mulai tanam sampai musim panen relatif lebih singkat yakni berumur 5 – 8 bulan. Dalam seusia itu singkong dapat dipanen hasil maksimal. Andaikata panennya ditunda atau diperpanjang dari usia sebenarnya akan timbul masalah yakni umbinya banyak yang berkayu.

    b.     Berumur panjang. Jenis kedua yakni yang berumur panjang antara 12 – l8 bulan. Bila dipanen sebelum usia tersebut, hasilnya mengecerakan karena umbinya kecil-kecil dan kandungan patinya sedikit. Jadi paling tepat kalau dipanen setelah berumur 12-19 bulan.

 

Ciri fisik dan kimia

KANDUNGAN KIMIA : Ubi kayu mempunyai komposisi kandungan kimia ( per 100 gram ) antara lain : – Kalori 146 kal – Protein 1,2 gram – Lemak 0,3 gram – Hidrat arang 34,7 gram – Kalsium 33 mg – Fosfor 40 mg – Zat besi 0,7 mg Buah ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : – Vitamin B1 0,06 mg – Vitamin C 30 mg – dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : – Vitamin A 11000 SI – Vitamin C 275 mg – Vitamin B1 0,12 mg – Kalsium 165 mg – Kalori 73 kal – Fosfor 54 mg – Protein 6,8 gram – Lemak 1,2 gram – Hidrat arang 13 gram – Zat besi 2 mg – dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat.

Ciri-ciri fisik tanaman singkong mudah diamati yakni batangnya berkayu, beruas, dan berbuku-buku. Tanaman singkong tumbuh tegak dan ketinggiannya dapat mencapai 3 meter.

SENYAWA PEMBATAS PADA UBI KAYU

Ubi kayu adalah umbi-umbian yang cukup penting sebagai sumber bahan baku pakan. Ubi kayu cukup besar andilnya dalam penyedaan kalori pada pakan yang dikonsumsi oleh ternak. Selain itu ada jenis ubi kayu yang mengandung snyawa sianida yang dapat mengganggu kesehatan bila dikonsumsi. Senyawa sianida tersebut terurai menghasilkan asam sianida(HCN).

Asam sianida (HCN) dalam tanaman ubi kayu secara alami terdapat dalam bentuk glukosida. Senyawa ini dapat diurai oleh enzim β-Glukosida. Apabila ubi kayu dikunyah maka akan dicerna enzim glukosidase sehingga ubi kayu bereaksi dengan glukosida tersebut Dijelaskan bahwa sifat racun dalam asa sianida bukan dalam bentuk asamnya, tetapi dalam bentuk ion sianida (CN)nya dalam tubuh, dimana ion sianida mempunyai afinitas yang kuat terhadap enzim pernafasan yaitu enzim sitochrom oksidase. Apabila ion sianida beraitan dengan Fe++ dan Cu++ yang terdapat dalam enzim pernafasan akan membentuk ikatan yang tabil sehingga menyumbat pengiriman oksigen kedalam sel pernafasan meskipun dalam darah banyak terdapat oksigen, keadaan ini disebut Anoksia.

Jenis singkong dapat dibedakan berdasarkan kandungan racun asam biru (HCN)-nya, yang dihitung dalam mg HCN/ Kg singkong basah kupas. Pada beberapa jenis singkong terkandung HCN yang tinggi, namun pada beberapa jenis singkong yang lain kandungan HCN relatif rendah atau bahkan tidak ada. Berdasarkan sifatnya ubi kayu digolongkan dalam 2 golongan yaitu golongan pahit (kandungan HCN > 50 mg/kg bahan) dan golongan manis (kandungan HCN < 50 mg/kg bahan). Umumnya yang dikonsumsi adalah varietas manis, sedangkan varietas pahit digunakan untuk tujuan industri.

Tabel 2.4 Kadar HCN pada beberapa jenis varietas ubi kayu.

No

Jenis

Kadar HCN ( mg/kg singkong basah)

1

Valenca

< 50

2

Mangi

< 50

3

Ardira 2

  1. – 100

4

Bogor

>100

5

SPP

>100

6

Muara

>100

7

Mentega

< 50

Sumber : Departemen Kesehatan Direktorat Gizi 1979 dalam Soetanto (2001)

Adapun usaha secara tradisional unuk menghilangkan atau menurunkan kadar sianida adalah dengan pamasakan dan pemansan dengan sinar matahari, serta pemanasan dengan udara panas. Ditegaskan pula bahwa pemanasan ubi kayu dengan udara panas ada suhu 60ºC akan menyebabkan penurunan kadar HCN sebesar 90% sedang ubi kayu yang mengandung 38mg HCN/kg bila dipanaskan dengan sinar mathari akan turun menjadi 17mgHCN/kg atau turun sebesar 44%.

CONTOH PRODUK OLAHAN UBI KAYU

Di dalam negeri, singkong biasanya hanya digunakan sebagai pakan ternak dan bahan pangan tradisional nomor tiga setelah beras dan jagung. Memang, di beberapa daerah, singkong sudah digunakan sebagai bahan baku industri yang tingkat kebutuhannya mulai bersaing dengan kebutuhan konsumsi langsung. Namun, data Biro Pusat Statistik menunjukkan, hampir 62 persen singkong masih digunakan untuk konsumsi langsung dan sekitar 35 persen digunakan bahan baku industri pangan. Data lain menunjukkan, hingga pertengahan 1990-an sebagian besar (68 %) singkong dan hasil olahannya dikonsumsi langsung, 11 persen untuk ekspor dan 9 persen untuk bahan baku industri. Ini menunjukkan bahwa singkong masih dipandang sebelah mata (Khudori 2003).

Penggunaan singkong untuk produk olahan pangan terutama karena kandungan patinya yang tinggi. Hasil analisa yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa karbohidrat mendominasi komposisi singkong. Sebagai komponen terbesar penyusun karbohidrat pada singkong, pati sangat penting artinya secara fungsional, yaitu sumber energi dan kemampuannya untuk membentuk gel, senyawa pengental, pengikat dan pembentuk tekstur.

Namun, sampai saat ini pemanfaatan singkong di Indonesia masih sangat terbatas. Pemanfaatan singkong sebagian besar diolah menjadi produk setengah jadi berupa pati (tapioka), tepung singkong, gaplek dan chips. Produk olahan yang lain adalah bahan baku pembuatan tape, getuk, keripik dan lain-lain. Padahal, kandungan pati dari singkong yang tinggi merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai tinggi. Thailand adalah contoh negara yang telah berhasil mengembangkan teknologi pengolahan pati singkong menjadi berbagai produk turunannya yang bernilai tinggi untuk pangan, pakan dan industri.

  • Manfaat singkong

Singkong merupakan komoditas hasil pertanian, sumber karbohidrat yang penting setelah beras. Namun sesuai dengan perkembangan teknologi, singkong tidak hanya dimanfaatkan sebagai makanan saja tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, terutama industri pellet atau makanan ternak dan industri pengolahan tepung. Industri pengolahan tepung akan menghasilkan antara lain : tepung tapioka yang merupakan bahan baku pembuatan krupuk, gula cair, industri tekstil dan sebagainya. Di samping itu di beberapa daerah, singkong dijadikan sebagai bahan makanan pokok pengganti nasi (jawa : tiwul), gatot, roti, biskuit, tape, patila dan berbagai macam makanan lainnya.

Contoh-contoh produk dari ubi kayu:

  1. Beras Singkong / Ubi kayu (Rasi)

    Rasi dibuat dari ampas ubi kayu pahit sisa pebuatan kanji/ aci. Ampas tersebut dikeringkan dan digiling menjadi beras. Rasi dapat bertahan selama 3 bulan bila disimpan dalam karung plastik atau dalam penyimpanan beras. Dalam 100 gram karbohidrat 86,50 gram, abu 1.90 gram, dan air 7,80 gram / 100 gram.

  2. Gaplek

    Pembuatan gaplek merupakan proses pengeringan umbi ubi kayu yang dilakukan dengan cara penjemuran. Cara ini relatif praktis dan murah. Proses pembatan gaplek secara sederhana meliputi penyiapan bahan, pengirisan, pengeringan, pewadahan, dan penyimpanan.

  3. Tepung Gaplek

    Tepung gaplek bermanfaat sebagai makanan pokok di beberapa pedesaan dan sebagai makanan kecil di ota terutama digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan pakan. Cara pembuatan tepung gaplek dimulai dari penyiapan tepung gaplek , penggilingan, pengayakan atau penyaringan, pengemasan tepung yang dihasilkan, penyimpanan tepung yang sudah dikemas.

  4. Tepung tape ubi kayu

    Pengolahan ubi kayu menjadi tape dapat meningkatan nilai tambah ubi kayu karena banyak mengandung vit B1, gula, mudah dicerna dan mempunyai aroma khas yang lebih disukai masyarakat Indonesia. Dibanding ubi kayu mentah tape ubi kayu mempunyai nilai gizi yang lebih baik yaitu mengandng protein 1.52%, gula reduksi 20-30%, pati 50-52%, dan serat 1.60-2.20% lebih tinggi dan lebih tinggi dan lebih mudah dicerna. Pengolahan tepung tape ubi kayu meliputi pengupasan dan pencucian, pengukusan setelah matang(7menit), pendinginan dan pemilihan, pemberian ragi (1gram ragi dalam 1kg ubi kayu), inkubasi (1-2hari), sulfurisasi (1000, 2000, dan 3000 SO2, penjemuran , dan penepungan dan pengayakan. Tepung ubi kayu mampu bertahan sampai 8bulan dalam kemasan kantong plastik karena mengandung gula reduksi sebagai anti oksidan dan adanya sulfurisasi dalam roses pembuatan tepung.

  5. Tepung ubi kayu

    Tepung ubi kayu dibuat dari sawut ubi kayu segar yang dipres, dikeringkan, digiling kemudian diayak. Tepung ubi kayu dapat digunakan untuk substitusi terigu dalam pembuatan mie, kue kering, kue basah, atau roti dengan tingkat substitusi mencapai 20-50%. Untuk meningkatkan nilai tambah, tepung ub kayu dapat dicampur dengan tepung kacang-kacangan. Tepung ini juga dapat digunakan sebagai bahan pencampur tapioka/obat nyamuk dan bahan pengisi tekstil filler.

  6. Tiwul instan

    Gaplek merupakan bentuk olahan sementara sebelum diolah menjadi tiwul. Teknologi pengolahan tiwul komposit adalah teknologi pembuatan tiwul ubi kayu berbahan baku gaplek dengan penambahan gula kelapa (25%), kedelai (20%), atau kacang hijau (20%). Salah satu produk olahan ubi kayu adalah tiwul insant yang dapat diperkaya nutrisinya dengan tepung tempe, selain dengan tepung tempe dapat dibuat komposit diantaranya dengan tepng kedelai, tepung jagung, dan tepung gude.

  7. Tepung tapioka

    Bahan bak tepung tapioka adalah ubi kayu. Untuk mengahasilkan tepung tapioka yang berkualitas, dibutuhkan ubi kayu yang memiliki kadar tepung tinggi yaitu ubi kayu yang dipanen setelah berusia lebih dari 7 bulan. Produksi maksimal tepung tapioka ditentukan oleh kualitas bahan baku. Dengan kualitas bahan baku yang baik, satu ton ubi kayu dapat menghasilkan 400kg tapioka dan 160kg onggok.

    Proses pengolahan tepung tapioka: Pengupasan, pencucian, pemarutan, pemerasan/ekstrasi, pengendapan, pengeringan. Tepung tapioka yang dihasilkan sebaiknya mengandung kadar air 15-19%.

  8. Gula

    Gula dari ubi kayu mempunyai rasa lebih manis dari gula tebu. Ada 4 macam gula dari ubi kayu yaitu tepung gula ubi kayu, sirup glukosa kw 1(warna coklat), sirup glukosa kw 2(warna kuning), dan sirup fruktosa. Sirup glukosa dimanfaatkan dalam industri untuk pembuatan permen, es krim, biskuit, dan minuman. Pada pembuatan es krim glukos dapat meningkatkan kahalusan tekstur dan menekan titik beku. Untuk kue dapat menjaga kue tetap segar dalam wakt lama dan dapat mengurangi keretakan roti.

    Proses pembuatan sirup glukosa yaitu likuifikasi, sakarifikasi, penjernihan, dan penetralan kemudian evaporasi. Likuifikasi adalah proses hidrolisis pati menjadi destrin, oleh enzim α- amylase selama waktu yang telah ditentukan untuk setiap jenis enzim. Sakarifikasi adalah pati yang telah jadi dekstrin idinginkan sampai 50ºC dan pH diatur menjadi 4,0-4,6. Pemucatan untuk penghilangn bau, warna, dan kotoran, yang belum terserap, oleh kabon aktif.

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

Anonymousa. 2010. Manfaat Ubi Kayu. http://www.indonesiaindonesia.com/f/18169-manfaat-ubi-kayu/. Diakses tanggal 22 November 2010

Anonymousb. 2010. Karakteristik Sifat Fisik Kimia dan Kimia Ubi Kayu. http://skripsi.unila.ac.id/2009/08/03/karakterisasi-sifat-fisik-dan-kimia-ubi-kayu-manihot-esculenta-berdasarkan-lokasi-penanaman-dan-umur-panen-yang-berbeda/ Diakss tanggal 22 November 2010

AnonymousC. 2010. Ubi Kayu. http://ms.wikipedia.org/wiki/Ubi_kayu. Diakses tanggal 22 November 2010

Anonymousd. 2003. Aspek Produksi Pengolahan Tepung Tapioka. Sipuk-Bank Sentral Republik. http://www.bi.go.id/sipuk/id/lm/tapioka/index.asp.INDONESIA. Diakses tanggal 14 Oktober 2006.

Anonymouse. 2003. Rakitan Teknologi Pengolahan Tiwul Instan dengan Bahan Tepung Ubi Kayu Komposit. http://jatim.litbang.deptan.go.id/kompilasi/pascapanen/tiwul.pdf. Diakses tanggal 22 November 2010

Anonymousf. 2010. Sinkong. http://digilib.ac.id/skripsi/farmasi/F_98-1810281/F_98_Bab%20I.pdf. Diakses tanggal 22 November 2010

Anonymousg. 2010. Racun Alami pada Tanaman. http://digilib.ubaya.ac.id/skripsi/farmasi/F_98_1810281/F_98_Bab I.pdf. Diakses tanggal 22 November 2010

Sutrisno,Imam. 2007. Ubi Kayu.
http://www.scribd.com/tag/pertanian?l=69. Diakses tanggal 22 November 2010

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 109 pengikut lainnya.

Pos-pos Terakhir

Mohon maaf jika artikel yang di sajikan berasal dari banyak sumber, sumber yang masih utuh saya tampilkan sumber aslinya, tapi seringkali saya lupa, mohon di maafkan. saya coba perbaiki terus kualitas dan kuantitas blog ini.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 109 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: